;
Tags

Saham

( 1717 )

Butuh Dana, INCO Hati-Hati Bagi Dividen

HR1 15 Sep 2022 Kontan

Di tengah tingginya harga komoditas, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus menargetkan pertumbuhan produksi. INCO tengah menggarap tiga proyek pabrik di Sulawesi. "Tiga proyek pengembangan tersebut bernilai investasi lebih dari US$ 8 miliar. Ini akan dieksekusi bersama dengan partner," ujar Direktur INCO Bernardus Irmanto, Rabu (14/9). Pria yang kerap disapa Anto ini memaparkan, proyek pertama ada di Bahodopi, Sulawesi Tengah, dengan investasi US$ 2,5 miliar. Proyek pengembangan pabrik feronikel dengan kapasitas 73.000 ton per tahun ini digarap bersama Taiyuan Iron & Steel Co. Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co. Ltd, diperkirakan rampung pada 2025. Dengan berbagai proyek tersebut, Anto menuturkan akan berhati-hati dalam mengambil keputusan pembagian dividen. Menurut Anto, INCO harus membiayai proyek-proyek tersebut, maka pembagian dividen harus disertai dengan prinsip kehati-hatian dalam berhitung dan mengkaji semua kebutuhan kas.

IHSG Mencetak Rekor Baru

KT1 14 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Setelah mengukir rekor baru, Selasa (13/09/2022), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih akan mencetak sejumlah rekor baru hingga akhir tahun. Masuknya dana investasi portofolio asing dan optimisme terhadap perbaikan ekonomi Indonesia tahun 2023 merupakan dua faktor yang mendongkrak kenaikan harga saham. IHSG pada perdagangan saham di BEI, Selasa (13/09/2022), ditutup pada level tertinggi sepanjang sejarah, yakni 7.318 dengan kapitalisasi pasar Rp 9.554 triliun. Net buying asing juga mencetak rekor baru, yakni Rp 74,72 triliun. Sejak Januari 2022 hingga September 2022, IHSG naik 11,19%. Selama periode ini, indeks sektor energi melesat 81,1%. Rekor IHSG sebelumnya adalah 7.296 yang dicapai 21 April 2022. Sepanjang perdagangan pada Selasa (13/9/2022), IHSG bergerak dalam rentang 7.254-7.345 dengan nilai transaksi Rp 15,2 triliun. Lonjakan IHSG ke level tertinggi baru didukung oleh penguatan harga saham di sektor keuangan, khususnya perbankan berkapitalisasi besar, yang naik hingga 1,87%. (Yetede)

Waran Terstruktur Perdana Siap Meluncur

HR1 14 Sep 2022 Kontan (H)

Akhirnya waran terstruktur perdana terbit. Pekan ini, RHB Sekuritas menawarkan tiga seri waran terstruktur racikannya. Bagi yang berminat, hari ini merupakan hari terakhir penawaran instrumen investasi ini.RHB menerbitkan waran dengan underlying saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Ketiganya merupakan waran terstruktur jenis call. Artinya, waran ini memberi hak bagi investor untuk membeli saham emiten yang menjadi aset dasar. Rasio konversinya adalah 3:1. Artinya, tiga waran bisa dikonversi menjadi 1 unit saham.

Prospek Masih Cerah, Emiten Serius Garap Bisnis EBT

HR1 08 Sep 2022 Kontan

Semakin menipisnya cadangan sumber energi bumi, menarik minat banyak korporasi masuk ke bisnis energi baru terbarukan (EBT). Terbaru, PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) siap membangun proyek EBT di Filipina senilai US$ 100 juta. Presiden Direktur KEEN Henry Maknawi mengatakan, melalui bisnis EBT, perseroan terus mencari peluang untuk memperluas ekspansi. "Kerjasama ini membuka pintu bagi KEEN untuk ekspansi ke Asia Tenggara," kata Henry. Bukan cuma KEEN, emiten non EBT pun kepincut melakukan diversifikasi ke bisnis ini. Contohnya PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Demi menggarap bisnis EBT, PTBA menggandeng PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di jalan tol Jasa Marga Group. PT United Tractors Tbk pun sama. Melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN), emiten bersandi UNTR ini menambah kepemilikan saham di PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), operator Pembangkit Listrik Mini Hydro (PLTM).

Coal Bidik Penjualan Naik Tiga Kali Lipat

HR1 08 Sep 2022 Kontan

PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (7/9). Emiten tambang batubara ini sukses mengantongi dana IPO Rp 125 miliar. Usai mendapatkan dana IPO, COAL bersiap memacu bisnisnya. COAL menargetkan volume produksi dan penjualan bisa mencapai 800.000 ton sampai dengan 900.000 ton batubara tahun ini. Donny Janson Manua, Direktur Utama COAL, mengatakan, target ini lebih tinggi sekitar tiga kali lipat dari realisasi produksi batubara tahun lalu, sekitar 260.000 ton. Pertumbuhan produksi tahun ini akan didorong oleh kesiapan sejumlah unit alat tambang. Dari sisi kinerja, COAL menargetkan laba bersih tumbuh tiga kali lipat tahun ini. Sebagai perbandingan, tahun lalu COAL mengantongi laba bersih Rp 27 miliar. 

Harga Produk Terjaga, Kinerja Alfamart Berjaya

HR1 03 Sep 2022 Kontan

Kinerja emiten ritel masih solid meski dihantui kenaikan harga barang. Lihat saja kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Pada semester I-2022, emiten pemilik merek gerai ritel Alfamart ini berhasil meraup pendapatan bersih Rp 47,89 triliun, naik 13,92% dibanding periode yang sama setahun sebelumnya. Rani Wijaya, Corporate Communication General Manager Sumber Alfaria Trijaya, menuturkan, moncernya kinerja perseroan ini pada semester I-2022 didorong masih terjangkaunya harga produk-produk primer yang dibutuhkan konsumen. Rani mengklaim, ini lantaran AMRT menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga harga produk. Misalnya, Alfamart berkoordinasi dengan pemasok untuk menjaga ketersediaan produk. Selain itu, menggelar promo rutin agar kenaikan harga bisa dijaga. "Kami terus berupaya mencari pasokan dan pilihan produk dengan harga terjangkau. Jadi, kami bisa terus menyalurkan berbagai bahan makanan pokok," ungkap Rani kepada Kontan, Jumat (2/9). Rani tak menampik, kinerja AMRT ke depan akan menghadapi banyak tantangan. Salah satunya dari fluktuasi harga produk yang berpengaruh kepada end user. Kondisi ini dipicu oleh berbagai sentimen negatif terhadap bisnis ritel di Tanah Air.

Pelemahan Rupiah Kikis Laba Pebisnis

HR1 02 Sep 2022 Kontan (H)

Rupiah yang lemah dan kenaikan harga komoditas, rupanya tak bersahabat bagi sejumlah korporasi di dalam negeri. Pelemahan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga komoditas mengikis kinerja sejumlah emiten di dalam negeri. Lihat saja catatan kinerja sejumlah emiten saham sepanjang semester I-2022. Emiten saham yang bergantung pada bahan baku impor dan memiliki utang denominasi dollar AS terkena dampak rugi kurs paling signifikan. Emiten saham produsen mi instan merek Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), misalnya, mencatatkan kerugian kurs hingga senilai Rp 1,32 triliun di enam bulan pertama tahun ini. Rugi selisih kurs ini berasal dari obligasi dollar AS yang mencapai 95% dari total utang. Dus, manakala rupiah melemah, sementara harga gandum di pasar dunia melesat, kerugian selisih kurs yang dicatatkan emiten Grup Salim tersebut meningkat. Laba bersihnya pun turut tergerus.

Diversifikasi, GOTO Caplok Maksima Koin

HR1 30 Aug 2022 Kontan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan anak usahanya PT Dompet Karya Anak Bangsa alias Gopay mengakuisisi perusahaan pedagang aset kripto, yaitu PT Kripto Maksima Koin. Nilai akuisisi ini mencapai Rp 124,84 miliar. Sekretaris Perusahaan GOTO Koesoemohadiani mengatakan, Dompet Karya Anak Bangsa mengakuisisi 99,98% saham Kripto Maksimal. Sedangkan Grup GoTo hanya mengantongi 0,02%. Dia menjelaskan, transaksi ini telah dilakukan pada 25 Agustus 2022 lalu. "Jumlah saham yang mewakili seluruh saham Kripto Maksima mencapai 50.000 saham dengan nilai akuisisi sebesar Rp 124,84 miliar," papar wanita yang akrab disapa Diani itu lewat keterbukaan informasi, Senin (29/8).

Incar Kenaikan Pendapatan, UVCR Siapkan Ekspansi ke Luar Negeri

HR1 25 Aug 2022 Kontan

Pesatnya tren digitalisasi pada masa pandemi Covid-19 membawa berkah bagi PT Trimegah Karya Pratama Tbk atau Ultra Voucher. Emiten agregator voucer digital yang memakai kode saham UVCR ini terus mengalap pertumbuhan bisnis. Menilik laporan keuangan enam bulan pertama tahun ini, UVCR sukses membukukan penjualan bersih Rp 657,76 miliar. Capaian ini naik hingga 71,67% secara tahunan dari Rp 383,14 miliar. Lalu, laba bersih tahun berjalan yang dikantongi UVCR di semester I-2022 mencapai Rp 3,08 miliar. Laba ini terbang tinggi 192,17% secara tahunan dari Rp 1,05 miliar pada akhir Juni 2021. Bercermin dari pencapaian tersebut, manajemen UVCR optimistis bisa kembali menggenjot kinerja di tahun ini. "Di 2022, kami menargetkan pendapatan tembus Rp 1,3 triliun, naik hampir Rp 400 miliar dari tahun 2021," kata Riky Boy Permata, Chief Commercial Officer Trimegah Karya Pratama, Selasa (23/8). Untuk mewujudkan target tahun ini, Ultra Voucher akan melakukan ekspansi pasar ke luar negeri. UVCR terutama menyasar pasar regional di kawasan Asean. Cuma, Riky masih enggan membocorkan rencana ekspansi. Yang terang, di pasar dalam negeri, UVCR bakal mengincar kawasan yang masih minim pengguna voucer digital.

Percepat Ekspansi Bisnis, Emiten Perbesar CAPEX

HR1 24 Aug 2022 Kontan

Di tengah tren pemulihan ekonomi, emiten pasar modal semakin ekspansif. Untuk mendorong langkah ekspansi tersebut, pada tahun ini, beberapa emiten mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) lebih tebal dibandingkan tahun sebelumnya. Contohnya PT Astra International Tbk. Emiten dengan kode saham ASII ini menyiapkan dana capex sekitar Rp 18 triliun-Rp 20 triliun pada 2022. Pada 2019, capex ASII Rp 21 triliun. Tapi, selama pandemi pada 2020, capex ASII hanya Rp 8 triliun. Belanja modal ASII mulai naik menjadi Rp 9,2 triliun pada tahun 2021. Head of Investor Relations ASII Tira Ardianti menuturkan, grup Astra telah membelanjakan sekitar Rp 7,6 triliun capex pada semester I-2022. "Belanja modal kami gunakan untuk pengadaan alat berat PT Pamapersada Nusantara (Pama), renovasi, pengembangan diler otomotif, dan investasi digital," ujar Tira beberapa waktu lalu. Di luar grup Astra, emiten grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) juga mulai menggejot pengembangan lini bisnis. Pada tahun ini, EMTK mengalokasikan capex 60% lebih besar dari 2021 atau Rp 720 miliar. Sutanto Hartono, Wakil Direktur Utama Elang Mahkota Teknologi, mengatakan, EMTK telah menggunakan sekitar 50% belanja modal pada semester pertama tahun ini. "Sebagian besar belanja modal tahun ini akan dialokasikan untuk bisnis media dan healthcare," kata dia beberapa waktu lalu.

Pilihan Editor