;
Tags

Saham

( 1722 )

Marak Sentimen, IHSG Diprediksi Melemah Pekan ini

KT1 26 Sep 2022 Investor Daily (H)

ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diperkirakan kembali mengalami pelemahan pada rentang 7.150 – 7.215. Proyeksi itu sejalan dengan sejumlah sentimen negatif seperti kenaikan tingkat suku bunga the Fed dan tingkat inflasi. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus menjelaskan, IHSG pekan ini dikhawatirkan kembali mengalami pelemahan akibat tak kuasa menahan gempuran kenaikan tingkat suku bunga the Fed yang luar biasa. Pasalnya, dalam setiap pertemuan rapat kenaikan tingkat suku bunga, the Fed memutuskan untuk menaikkan setidaknya 75 bps dalam setiap pertemuan, dan ini sudah memasuki pertemuan yang ketiga. “Tidak menutup kemungkinan the Fed akan kembali menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 75 bps lagi pada pertemuan berikutnya,” jelas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede)

Insentif PPnBM Mobil Berakhir, Emiten Komponen Ketar-Ketir

HR1 20 Sep 2022 Kontan

Masa relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) untuk mobil bakal berakhir pada September ini. Berakhirnya kebijakan ini diproyeksi tidak hanya berdampak bagi industri otomotif, tapi juga ke industri pendukung. Misalnya, industri suku cadang kendaraan. Wanny Wijaya, Direktur PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), mengatakan, insentif PPnBM menjadi salah satu stimulus yang mendorong permintaan industri otomotif. Wanny berharap, berakhirnya insentif PPnBM, tidak serta merta membuat demand terhadap kendaraan menurun. AUTO sampai saat ini pihaknya belum merevisi target penjualan, seiring berakhirnya masa PPnBM. Dia tetap optimistis, kinerja AUTO hingga akhir tahun ini positif.

IHSG Berpeluang Tembus 7.500

KT1 19 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Setelah melewati tren koreksi pada September ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan melaju pada Oktober 2022 hingga menembus level 7.500 di akhir Desember 2022. Katalis yang mendorong kenaikan indeks adalah fundamental ekonomi nasional yang solid serta berkibarnya kinerja keuangan emiten. Pelaku pasar bisa mencermati saham sektor pertambangan, perbankan, dan perkebunan agar bisa menikmati capital gain di tengah kenaikan IHSG. Sebab, kinerja keuangan emiten tiga sektor tersebut melesat tahun ini, sehingga bisa menopang pergerakan harga saham. Tahun ini, emiten pertambangan dan perkebunan diuntungkan oleh lonjakan harga di pasar global, sedangkan emiten perbankan terbantu pemulihan ekonomi dan penurunan provisi. Sedangkan di akhir pekan, Jumat (16/9/2022), IHSG tertekan aksi ambil untung oleh investor dan ditutup melemah 136,73 poin atau 1,87% ke posisi 7.168,87. Sepanjang perdagangan pekan lalu IHSG turun 1,02%, namun secara year to date (ytd) mencatatkan kenaikan 8,92%. (Yetede)

Pasar Bersiap Menghadapi Kenaikan Suku Bunga Lagi

HR1 19 Sep 2022 Kontan (H)

Agenda rapat dua bank sentral terkait arah suku bunga acuan akan menjadi penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini. Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve akan menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa-Rabu, 20-21 September 2022. Kepala Riset FAC Sekuritas Indonesia Wisnu Prambudi Wibowo menilai, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mengerek suku bunga 75 bps pada FOMC bulan ini. "Ini karena rilis data inflasi AS yang ternyata masih di atas ekspektasi pelaku pasar," ujarnya, Minggu (18/9). Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora memprediksikan hal yang sama. Sekadar mengingatkan, tingkat inflasi AS mencapai 8,3% pada Agustus 2022 atau melebihi target konsensus 8,1%. Padahal, sebelumnya The Fed sudah cukup agresif menaikkan suku bunga. Karena itu, Andhika menilai, peluang The Fed menaikkan suku bunga 50-75 bps terbuka lebar. Sementara Wisnu memperkirakan BI akan menahan suku bunganya, seiring dengan ekspektasi inflasi dan nilai tukar rupiah yang masih terkendali. Tapi, jika BI dan The Fed kembali mengerek suku bunganya, pergerakan IHSG pekan ini bakal cukup berat. "Sebaliknya, jika suku bunga BI tetap, respons pelaku pasar cenderung netral," tambahnya.

SURAT BERHARGA NEGARA : BBCA Catatkan Rekor Penjualan SR017

HR1 17 Sep 2022 Bisnis Indonesia

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan rekor penjualan surat berharga negara (SBN) ritel seri SR017 di pasar perdana mencapai Rp5,4 triliun yang dilakukan selama masa penawaran dari 19 Agustus hingga 14 September 2022.Direktur BCA Haryanto T. Budiman mengungkapkan pencapaian penjualan SBN ritel sukuk negara ritel seri SR017 salah satunya ditopang oleh rangkaian acara Wealth Summit BCA 2022.“Pencapaian ini kami harapkan dapat berkontribusi positif bagi pemerintah dalam mendorong pembiayaan pembangunan nasional,” katanya, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (16/9).

Mencari Saham Seksi Usai IHSG Naik Tinggi

HR1 16 Sep 2022 Kontan (H)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa atau all time high secara intraday . Pada Kamis (15/9), IHSG menyentuh rekor 7.377,49. Sayang, di akhir perdagangan, IHSG melandai dan ditutup di 7.308,60, naik tipis 0,38% dibanding hari sebelumnya. Indeks IDX Value30 bahkan menjadi indeks konsituen dengan kinerja tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Sejak awal tahun, indeks ini menguat 26,97%. Bandingkan dengan IHSG yang cuma naik 11%. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana menambahkan, saham penggerak indeks IDX Value30 juga jadi penyumbang kenaikan IHSG hingga mencapai all time high. Kendati sudah naik tinggi, analis menilai masih ada sejumlah saham yang harganya berpotensi naik.

Butuh Dana, INCO Hati-Hati Bagi Dividen

HR1 15 Sep 2022 Kontan

Di tengah tingginya harga komoditas, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus menargetkan pertumbuhan produksi. INCO tengah menggarap tiga proyek pabrik di Sulawesi. "Tiga proyek pengembangan tersebut bernilai investasi lebih dari US$ 8 miliar. Ini akan dieksekusi bersama dengan partner," ujar Direktur INCO Bernardus Irmanto, Rabu (14/9). Pria yang kerap disapa Anto ini memaparkan, proyek pertama ada di Bahodopi, Sulawesi Tengah, dengan investasi US$ 2,5 miliar. Proyek pengembangan pabrik feronikel dengan kapasitas 73.000 ton per tahun ini digarap bersama Taiyuan Iron & Steel Co. Ltd (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co. Ltd, diperkirakan rampung pada 2025. Dengan berbagai proyek tersebut, Anto menuturkan akan berhati-hati dalam mengambil keputusan pembagian dividen. Menurut Anto, INCO harus membiayai proyek-proyek tersebut, maka pembagian dividen harus disertai dengan prinsip kehati-hatian dalam berhitung dan mengkaji semua kebutuhan kas.

IHSG Mencetak Rekor Baru

KT1 14 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Setelah mengukir rekor baru, Selasa (13/09/2022), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih akan mencetak sejumlah rekor baru hingga akhir tahun. Masuknya dana investasi portofolio asing dan optimisme terhadap perbaikan ekonomi Indonesia tahun 2023 merupakan dua faktor yang mendongkrak kenaikan harga saham. IHSG pada perdagangan saham di BEI, Selasa (13/09/2022), ditutup pada level tertinggi sepanjang sejarah, yakni 7.318 dengan kapitalisasi pasar Rp 9.554 triliun. Net buying asing juga mencetak rekor baru, yakni Rp 74,72 triliun. Sejak Januari 2022 hingga September 2022, IHSG naik 11,19%. Selama periode ini, indeks sektor energi melesat 81,1%. Rekor IHSG sebelumnya adalah 7.296 yang dicapai 21 April 2022. Sepanjang perdagangan pada Selasa (13/9/2022), IHSG bergerak dalam rentang 7.254-7.345 dengan nilai transaksi Rp 15,2 triliun. Lonjakan IHSG ke level tertinggi baru didukung oleh penguatan harga saham di sektor keuangan, khususnya perbankan berkapitalisasi besar, yang naik hingga 1,87%. (Yetede)

Waran Terstruktur Perdana Siap Meluncur

HR1 14 Sep 2022 Kontan (H)

Akhirnya waran terstruktur perdana terbit. Pekan ini, RHB Sekuritas menawarkan tiga seri waran terstruktur racikannya. Bagi yang berminat, hari ini merupakan hari terakhir penawaran instrumen investasi ini.RHB menerbitkan waran dengan underlying saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Ketiganya merupakan waran terstruktur jenis call. Artinya, waran ini memberi hak bagi investor untuk membeli saham emiten yang menjadi aset dasar. Rasio konversinya adalah 3:1. Artinya, tiga waran bisa dikonversi menjadi 1 unit saham.

Prospek Masih Cerah, Emiten Serius Garap Bisnis EBT

HR1 08 Sep 2022 Kontan

Semakin menipisnya cadangan sumber energi bumi, menarik minat banyak korporasi masuk ke bisnis energi baru terbarukan (EBT). Terbaru, PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) siap membangun proyek EBT di Filipina senilai US$ 100 juta. Presiden Direktur KEEN Henry Maknawi mengatakan, melalui bisnis EBT, perseroan terus mencari peluang untuk memperluas ekspansi. "Kerjasama ini membuka pintu bagi KEEN untuk ekspansi ke Asia Tenggara," kata Henry. Bukan cuma KEEN, emiten non EBT pun kepincut melakukan diversifikasi ke bisnis ini. Contohnya PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Demi menggarap bisnis EBT, PTBA menggandeng PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di jalan tol Jasa Marga Group. PT United Tractors Tbk pun sama. Melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN), emiten bersandi UNTR ini menambah kepemilikan saham di PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), operator Pembangkit Listrik Mini Hydro (PLTM).

Pilihan Editor