Saham
( 1722 )Kinerja Menawan, Saham Bank Besar Menjadi Pilihan
Kelompok bank besar kompak mencatatkan kinerja berkilau di separuh pertama tahun 2022.
Dus, saham emiten bank besar semakin menarik dikoleksi. Secara umum, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyatakan, emiten bank besar cukup menarik. Ia memilih BBRI, BBCA, dan BMRI.
Masuk Bursa, Habco Beli Armada Kapal
Perusahaan logistik dan pengangkutan PT Habco Trans Maritima Tbk mendapatkan dana segar Rp 179 miliar dari penawaran perdana saham kepada publik. Semua dana itu akan digunakan untuk membeli armada kapal bulk carrier baru. ”Kami cukup senang dengan hasil penawaran umum yang telah dicapai,” kata Dirut Habco Trans Maritima Andrew Kam seusai pencatatan saham Habco Trans Maritima di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/7). (Yoga)
Laba Bersih UNVR Tumbuh 12,61%
Di tengah tekanan kenaikan harga bahan baku, kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) masih tumbuh positif. Emiten barang konsumsi ini mencetak penjualan bersih sebesar Rp 21,46 triliun sepanjang paruh pertama 2022. Angka ini tumbuh 6,38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berkat penjualan yang masih naik, UNVR mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 12,61% secara tahunan menjadi Rp 3,42 triliun. Tapi, tak dipungkiri kalau kenaikan harga bahan baku juga mengancam margin laba UNVR.
SUNTIKAN TENAGA INDEKS TERLIKUID
Kocok ulang konstituen LQ45 dan IDX30 yang dilakukan Bursa Efek Indonesia digadang-gadang mampu menyuntikkan tenaga ekstra saat performa indeks acuan lesu. Apalagi, saat ini pasar modal dibayangi risiko arus keluar modal asing akibat gejolak global. Teranyar, saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), dan PT Indika Energy Tbk. (INDY) menjadi penghuni baru indeks LQ45 untuk periode Agustus 2022—Januari 2023. Mereka menggantikan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) yang dikeluarkan dari indeks berkapitalisasi pasar lebih dari Rp5.200 triliun itu. Pada saat yang sama, indeks IDX30 kedatangan saham ARTO, PT Harum Energy Tbk. (HRUM), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG). Adapun, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) terpental dari IDX30. Rebalancing indeks yang mengukur kinerja harga saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik itu, bertepatan dengan performa LQ45 dan IDX30 yang sedang underperform terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG).
KLBF Akan Akuisis 80% Saham Aventis
Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), akan mengakuisisi 80% saham PT Aventis Pharma atau Sanofi Indonesia. Aksi korporasi ini ditargetkan tuntas pada Oktober 2022.
KLBF bakal mencaplok saham Sanofi Indonesia yang Indonesia yang dimiliki Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH. Ketiganya telah telah menandatangani perjanjian pembelian saham pada 22 Juli 2022 lalu. Dengan akuisisi ini, KLBF akan mengambil 80% kepemilikan atas Sanofi Indonesia berserta hak distribusi, lisensi dan pemasaran atas produk-produk obat resep dan vaksin di seluruh Indonesia.
Cuan Besar dari Saham Yang Melejit Setinggi Langit
Sepanjang tahun ini, sejumlah saham mencetak kenaikan harga hingga ratusan persen. Sebagian besar saham-saham top gainers tersebut berasal dari sektor transportasi dan komoditas energi (lihat tabel).
"Sektor-sektor ini tengah booming bisnisnya. Jadi, berpengaruh ke pergerakan sahamnya," ujar Cheril Tanuwijaya, Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas kepada KONTAN, Minggu (24/7). Beberapa saham multibagger tersebut memiliki prospek fundamental positif. Sebut saja misalnya, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang melejit 372,71% sejak awal tahun ini.
Edwin Soeryadjaya dan Winato Tender Offer Tower Bersama Rp 7,9 Triliun
Bersama Digital Infrastucture Asia Pte Ltd (BDIA) berencana melakukan penawaran tender sukarela sebanyak 2,4 miliar saham PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG) atau mewakili 10,97% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Edwin Soeryadjaya dan Winanto Kartono, selaku pengendali akhir TBIG melalui kepemilikan di BDIA, mematok harga penawaran ini sebesar Rp 3.200 per saham. Dengan demikian, total nilai penawaran tender sukarela ini sebanyak Rp 7,9 triliun. "BDIA pun berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan kegiatan usaha TBIG di masa mendatang serta meyakini BDIA dapat membantu perusahaan sasaran untuk mencapai pertumbuhan yang diharapkan dengan berbagai kesepakatan jaringan dan pengalaman dari BDIA," jelas manajemen manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis. Saat ini BDIA memiliki sebanyak 62,38% dari total saham TBIG, Sedangkan Edwin Soeryadjaya dan Winanto Kartono menggenggam sebanyak 67,04% saham BDIA. Tidak ada perubahan ultimate beneficial owner dari perusahaan sasaran setelah penawaran tender sukarela. (Yetede)
Grup Salim Kucurkan Dividen
Emiten perkebunan Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menetapkan dividen tunai sebesar Rp 13 per saham atau 20 % laba bersih tahun buku 2021 yang tercatat sebesar Rp. 984,41 miliar. Keputusan itu disepakati rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (21/7). Total dividen yang dibagikan SIMP sekitar Rp 196,88 miliar. Pembagian dividen tunai sebesar Rp 13 per saham akan dibayarkan tanggal 23 Agustus 2022,’ tulis Dirut SIMP Mark Wakeford dalam keterangan resmi, Kamis (21/7). (Yoga)
PE Dihapus, Saham 13 Emitem Sawit Menghijau
Sebanyak 13 dari 26 emiten berbasis sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan kenaikan harga atau 'menghijau' dalam rentang 0,85% hingga 8,33% pada penutupan perdagangan Senin (18/7), menyusul penghapusan pungutan ekspor (PE) untuk komoditas minyak sawit mentah (palm crude oil/CPO) dan produk turunannya, pekan lalu. Sementara harga saham sembilan emiten lainnya tetap dan hanya empat emiten yang mengalami penurunan harga saham kisaran 2,32% hingga 3,08%. Pemerintah resmi membebaskan PE atau menjadi US% 0 per ton terhadap komoditas CPO dan produk turunannya mulai 15 Juli hingga 3 Agustus 2022. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 115/PMK.05/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.05/2022) tentang Tarif Layanan Badan Layanan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Kementerian Keuangan. "Kita lihat harga komoditas mulai berangsur turun. Sementara kemarin kita membatasi ekspor CPO sehingga tangki-tangki CPO penuh. Sekarang memang waktunya untuk melepas ekspor meski harganya sudah turun lumayan banyak" kata Direktur Anugrah Mega Investama Hans Kwee kepada Investor Daily. (Yetede)
Cum Date Hari Ini. KIOS Right Issue Rp 107,58 Miliar
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) masih berambisi memiliki 1.000 gudang hingga akhir 2022. Per Maret 2022, emiten teknologi yang bergerak di bidang e-commerce, telekomunikasi, keuangan dan merchandising ini telah memiliki 145 gudang.
Pembangunan gudang ini dilakukan untuk mendukung layanan GudangPintar milik KIOS. Ini merupakan sebuah ekosistem digital dalam bentuk layanan berbasis gudang, yang menjadi solusi logistik bagi para mitra ritel dalam memenuhi kebutuhan order kepada para pelanggan secara online to offline (O2O). Presiden Direktur Andrew Teh mengatakan, KIOS menerbitkan sebanyak-banyaknya 358,61 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Harga pelaksanaan right issue ini dibanderol Rp 300 per saham. Harga tersebut lebih tinggi dari harga saham KIOS per Senin (18/7) di Rp 280 per saham. Jika terserap seluruhnya, total dana maksimal yang dapat diperoleh dari aksi korporasi ini mencapai Rp 107,58 miliar.









