;
Tags

Saham

( 1717 )

Emiten Pelat Merah Haus Dana Segar

HR1 19 Oct 2022 Kontan

Emiten perusahaan milik negara atau BUMN haus dana segar. Sedikitnya ada lima perusahaan pelat merah yang akan menghimpun dana publik dengan menggelar penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue dalam waktu dekat. Kelima BUMN itu adalah PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, (BBTN), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Analis Investindo Nusantara Pandhu Dewanto menilai, struktur permodalan yang kurang sehat jadi alasan emiten BUMN menggelar rights issue. "Beban utang yang besar telah menggerus laba emiten BUMN," kata Pandhu.

Strategi Raup Cuan dari Saham Bank

HR1 17 Oct 2022 Kontan

Saham-saham perbankan masih terus terkoreksi di tengah tren bearish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun sejumlah analis tetap merekomendasikan investor memanfaatkan koreksi harga ini untuk mulai mengakumulasi alias mencicil beli saham bank-bank besar. Para analis memproyeksikan, fundamental bank-bank besar akan semakin membaik. Bahkan, perolehan laba bersih emiten bank sepanjang tahun 2022 ini diprediksi bakal mencatatkan capaian tertinggi sepanjang masa atau all time high. Namun jangan agresif, beli secara mencicil dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Ingat, masih ada potensi kenaikan suku bunga The Fed yang berpotensi memberikan penurunan pada harga saham. Suria Darma, Direktur Samuel Sekuritas, memperkirakan, laba bersih empat bank besar kemungkinan akan mencetak kenaikan tertinggi sepanjang masa tahun ini. Keempat saham bank itu terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Founder & Chief Executive Officer Emtrade Ellen May merekomendasikan investor mulai mencicil beli saham-saham bank besar. Menurutnya, prospek ke depan akan bagus terutama bank dengan likuiditas besar. Apalagi laba bersih empat bank besar tersebut juga masih baik meski pertumbuhan ekonomi Indonesia tengah melambat.

Strategi Raup Cuan dari Saham Bank

HR1 17 Oct 2022 Kontan

Saham-saham perbankan masih terus terkoreksi di tengah tren bearish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun sejumlah analis tetap merekomendasikan investor memanfaatkan koreksi harga ini untuk mulai mengakumulasi alias mencicil beli saham bank-bank besar. Para analis memproyeksikan, fundamental bank-bank besar akan semakin membaik. Bahkan, perolehan laba bersih emiten bank sepanjang tahun 2022 ini diprediksi bakal mencatatkan capaian tertinggi sepanjang masa atau all time high. Namun jangan agresif, beli secara mencicil dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Ingat, masih ada potensi kenaikan suku bunga The Fed yang berpotensi memberikan penurunan pada harga saham. Suria Darma, Direktur Samuel Sekuritas, memperkirakan, laba bersih empat bank besar kemungkinan akan mencetak kenaikan tertinggi sepanjang masa tahun ini. Keempat saham bank itu terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Founder & Chief Executive Officer Emtrade Ellen May merekomendasikan investor mulai mencicil beli saham-saham bank besar. Menurutnya, prospek ke depan akan bagus terutama bank dengan likuiditas besar. Apalagi laba bersih empat bank besar tersebut juga masih baik meski pertumbuhan ekonomi Indonesia tengah melambat.

Ekspansi Setelah Salim Masuk

KT3 17 Oct 2022 Tempo

Masuknya Grup Salim diperkirakan memuluskan rencana ekspansi PT Bumi Resources Tbk. Di antaranya pengembangan energi terbarukan. Suntikan dana dari investor baru bakal dipakai Bumi Resources untuk melunasi utang. Setelah melunasi kewajiban tersebut, Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava, menuturkan BUMI bakal berfokus mengembangkan bisnis yang sudah berjalan sekaligus berekspansi. "Dengan kerja sama ini, BUMI bisa mengejar pelaksanaan proyek-proyek penghiliran batu bara serta diversifikasi bisnis non-batu bara ke depan," ujarnya, kemarin. Salah satu sasaran perusahaan adalah pengembangan energi terbarukan. Grup Salim masuk ke Bumi Resources lewat Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MPEL). Perusahaan tersebut akan menyerap saham yang dilepas emiten berkode BUMI itu lewat penambahan modal tanpa hak memesan efek lebih dulu.

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa pada Selasa, 11 Oktober lalu, BUMI akan menerbitkan 200 miliar lembar saham yang setara dengan 58,17 persen dari modal disetor perseroan setelah pelaksanaan private placement. Harganya senilai Rp 120 per lembar saham. Sebanyak 170 miliar lembar saham akan diserap oleh Mach Energy (Hong Kong) Limited. Perusahaan ini dimiliki oleh PT Bakrie Capital Indonesia dan MPEL masing-masing 42,5 persen. Sementara itu, sebanyak 30 miliar lembar saham lainnya bakal menjadi milik Treasure Global Investments Limited, yang hampir 84 persen sahamnya dimiliki MPEL Lewat aksi korporasi yang bakal digelar pada 18 Oktober mendatang, BUMI bisa meraup dana segar hingga Rp 24 triliun atau setara dengan US$ 1,6 miliar, dengan nilai tukar rupiah 15 ribu per dolar Amerika Serikat. "Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi utang Tranche A, Tranche B, Tranche C, dan CVR (contingent value rights)," ujar Dileep.  (Yoga)


Lepas 2,5 Miliar Saham, Menthobi Incar Dana IPO Rp 375 Miliar

KT3 17 Oct 2022 Investor Daily

PT Menthobi Karyatama Raya Tbk yang merupakan perusahaan dengan fokus pada pengelolaan hasil perkebunan segera melangsungkan penawaran umum perdana (IPO) saham dengan menawarkan 2,5 miliar unit pada harga Rp 100 hingga Rp 150 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi raup dana segar hingga Rp 375 miliar. Dalam laman e-IPO dijelaskan bahwa jumlah saham yang dilepas oleh calon emiten dengan kode ticker MKTR tersebut setara dengan 20,83% dari modal ditempat dan disetor. Sebesar 0,60% atau setara dengan 15 juta dari total saham yang ditawarkan akan dialokasikan  kepada karyawan atau Employee Stock Application (ESA) pada harga yang sama. Kemudian, 10% atau  950 juta lembar saham akan diperuntukkan bagi Program Opsi kepemilikan Saham kepada Manajemen dan Karyawan (MESOP) yang akan dilakukan sebelum penawaran umum. Dalam aksi ini perseroan menggandeng PT Danatama Makmur Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sebesar 95,01% digunakan untuk penyertaan saham kepada PT Menthobi Lestari untuk pembangunan fasilitas pengolahan limbah menjadi pupuk, perawatan sarana pengolahan limbah sawit dan pembelian aset pendukung, 1,67% kepada PT Menthobi Agro Raya yang digunakan dalam pembelian bibit kelapa sawit dan perawatan sarana dan prasarana. Lebih lanjut, sebesar 1,67% untuk Menthobi Trans Titian Raya dan digunakan untuk pembelian sarana transportasi dan alat berat serta perawatan sarana operasional terkait kegiatan usaha. Adapun 85% dari dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk pembangunan pengelolaan air, pembelian lahan tanaman baru seluas 1.200 hektar, penyempurnaan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS), pembelian tandan buah segar, pupuk, dan juga pelunasan utang kepada Bank Mandiri dengan saldo Rp 337, 7 miliar. Untuk para investor, MKTR menggelar masa penawaran awal pada 17 Oktober hingga 24 Oktober 2022, kemudian tanggal efektif diperkirakan akan diterima perseroan pada tanggal 7 Oktober 2022, masa penawaran umum perdana saham akan digelar pada 28 Oktober 2022 hingga 2 November 2022 dan MKTR direncanakan tercatat di BEI pada 4 November 2022 (Yoga)


PTPP Mengantongi Rp 1,47 Triliun dari Proyek IKN

HR1 15 Oct 2022 Kontan

PT PP Tbk (PTPP) mengalap berkah dari hajatan pembangunan ibukota negara (IKN) baru. Emiten pelat merah ini berhasil meraih berbagai proyek di Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur. Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Effendi mengatakan, PTPP telah meraih kontrak baru Rp 1,47 triliun dalam proyek IKN hingga September 2022. Dari berbagai tender yang telah diikuti, PTPP berhasil meraih empat proyek di sektor infrastruktur dasar dan jalan.

Saham Bank Digital Berguguran

KT3 15 Oct 2022 Investor daily (H)

Harga saham bank digital berguguran pada perdagangan di BEI, Jumat (14/10). Dari tujuh saham bank digital yang tercatat di BEI, hanya satu bank yang harga sahamnya ditutup menguat, yaitu PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), naik Rp 16 (5,8%) menjadi Rp 292. Sementara enam saham bank digital lainnya ditutup melemah dalam rentang 4,67% hingga 6,94%. Ke enam bank itu adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang mengalami penurunan harga saham Rp 375 (6,94%) menjadi Rp 5.025, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) turun Rp 125 (6,94%) menjadi Rp 1.675, dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) turun Rp 50 (6,25%) menjadi Rp 750. Selanjutnya, PT Bank Aladin Syariah Tbk merosot Rp 90 (5,61%) menjadi Rp 1.515, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) susut Rp 27 (5,24%) menjadi Rp 488, dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) terkikis Rp 5 (4,67%) menjadi Rp 102.

Kerontokan harga saham bank digital itu juga telah memicu pelemahan IHSG BEI menjelang akhir pekan di tengah kenaikan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 66,1 poin atau 0,96% ke posisi 6.814,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,74 poin atau 1,2% ke posisi 966,74. Bila ditarik lebih jauh ke belakang, penurunan harga saham bank digital telah menjadi faktor utama pemicu kemerosotan IHSG sepanjang tahun ini. Penurunan tersebut makin dalam setelah saham-saham sektor teknologi juga turun dalam beberapa bulan terakhir. Secara year to date (ytd), indeks saham teknologi tercatat melemah hingga 28%. Terakhir saham AMAR turun 24,74% dari Rp 388 menjadi Rp 292 per saham. Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth menyebutkan, seluruh harga saham emiten bank digital telah terkoreksi sepanjang tahun berjalan dan membuat market cap bank digital terhempas. Meski demikian, saham bank digital masih menyisakan prospek dalam jangka panjang, tulis Paula dalam riset terbaru yang dikutip Investor Daily, Jumat (14/10)  (Yoga)


Waktunya Akumulasi Saat IHSG Terkoreksi

HR1 13 Oct 2022 Kontan

Selama empat hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di bawah tekanan. IHSG bergerak mundur dari level 7.000 hingga bertengger di 6.909,20 pada akhir perdagangan Rabu (12/10). Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed yang semakin agresif menjadi salah satu pemberat langkah IHSG. Apalagi, ancaman resesi global makin membayang. Sementara, Direktur Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, dalam jangka pendek, IHSG masih akan mengalami tekanan dari kenaikan suku bunga, pelemahan rupiah dan hengkangnya dana asing dari pasar saham Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sejak awal tahun hingga Rabu (12/10), sejumlah sektor masih mengalami tekanan yang cukup dalam. Misalnya, indeks sektor teknologi yang turun 25,84% dan sektor properti dengan penurunan 12,06%. Sektor konsumer siklikal juga melandai 6,16% dan indeks sektor keuangan turun 4,74% sejak awal tahun. "Koreksi yang terjadi saat ini dapat digunakan investor untuk mulai melakukan akumulasi saham-saham penggerak indeks," jelas Daniel.

Okupansi Kamar Masih Terjaga, Eastparc Revisi Target Kinerja

HR1 12 Oct 2022 Kontan

Emiten perhotelan PT Eastparc Hotel Tbk merevisi naik target kinerja tahun 2022. Emiten dengan kode saham EAST ini percaya diri mampu mencetak pendapatan Rp 78 miliar-Rp 88 miliar, naik dari target sebelumnya Rp 75 miliar-Rp 85 miliar. Optimisme itu bercermin pada kinerja perseroan hingga September 2022. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis EAST pada Senin (10/10), Eastparc sudah meraih pendapatan Rp 60,39 miliar pada periode Januari-September 2022. Nilai ini melesat 98,91% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 30,36 miliar. Wahyudi Eko Sutoro, Direktur Pemasaran Eastparc Hotel bilang, kenaikan kinerja hingga kuartal ketiga tahun ini sejalan dengan rampungnya pembangunan wahana baru. Alhasil, okupansi kamar EAST terdongkrak dan memicu kenaikan harga. "Okupansi rata-rata mencapai 88,55% sampai September 2022. Ini naik 34,59% secara tahunan," ujar Wahyudi kepada Kontan, Selasa (11/10).

Waskita Tunggu Lampu Hijau OJK

KT3 11 Oct 2022 Kompas

Setelah mendapatkan penyertaan modal negara, PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana menambah modal dengan hak  memesan efek terlebih dahulu (right issue). SVP Corporate Secretary Waskita Karya Novianto Ari Nugroho, Senin (10/10) menyatakan, Waskita menunggu pernyataan efektif OJK untuk melanjutkan proses right issue. ”Perseroan menargetkan dana right issue sebesar Rp 3,98 triliun,” ujarnya. (Yoga)

Pilihan Editor