;
Tags

Saham

( 1737 )

BliBli Mematok Harga IPO di Angka Rp 450 per Saham

HR1 02 Nov 2022 Kontan

Entitas Grup Djarum, PT Global Digital Niaga Tbk alias Blibli memasang harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering senilai Rp 450 per saham. Harga penawaran ini mendekati batas atas harga penawaran awal, yang berkisar Rp 410-Rp 460 per saham. Berdasarkan prospektus, Selasa (1/11), Blibli akan melepas 17,77 miliar saham. Dengan begitu, calon emiten dengan kode saham BELI ini berpotensi meraup dana segar Rp 7,99 triliun dari hajatan ini. Rencanyanya, sekitar 5,5 triliun dana dari IPO akan digunakan untuk membayar utang ke bank. Sisanya untuk modal kerja.  

Lepas Saham Jungleland, ELTY Berharap Beban Bisa Berkurang

HR1 02 Nov 2022 Kontan

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membeberkan alasan penjualan 51,44% kepemilikan saham di PT Jungleland Asia (JLA). JLA merupakan pengelola taman rekreasi Jungleland Theme Park di Sentul. Lewat anak usahanya, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), ELTY menjual kepemilikan saham mayoritas ke investor strategis, yakni PT Adiprotek Envirodunia. Nilai transaksinya sebesar Rp 251 miliar. Head of Investor Relation ELTY Nuzirman Nurdin mengatakan, setidaknya ada tiga alasan yang menjadi pertimbagan pelepasan kepemilikan saham mayoritas tersebut Pertama, Jungleland Theme Park terkena dampak pandemi Covid-19. Alhasil, pendapatannya belum membaik. Kedua, kinerja Jungleland Theme Park diharapkan bisa meningkat dengan adanya kehadiran investor strategis ini. Ketiga, pemenuhan komitmen restrukturisasi pinjaman kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Lepas Saham Jungleland, ELTY Berharap Beban Bisa Berkurang

HR1 02 Nov 2022 Kontan

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membeberkan alasan penjualan 51,44% kepemilikan saham di PT Jungleland Asia (JLA). JLA merupakan pengelola taman rekreasi Jungleland Theme Park di Sentul. Lewat anak usahanya, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), ELTY menjual kepemilikan saham mayoritas ke investor strategis, yakni PT Adiprotek Envirodunia. Nilai transaksinya sebesar Rp 251 miliar. Head of Investor Relation ELTY Nuzirman Nurdin mengatakan, setidaknya ada tiga alasan yang menjadi pertimbagan pelepasan kepemilikan saham mayoritas tersebut Pertama, Jungleland Theme Park terkena dampak pandemi Covid-19. Alhasil, pendapatannya belum membaik. Kedua, kinerja Jungleland Theme Park diharapkan bisa meningkat dengan adanya kehadiran investor strategis ini. Ketiga, pemenuhan komitmen restrukturisasi pinjaman kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

BUKA Mencetak Laba Bersih Rp 3,62 Triliun

HR1 01 Nov 2022 Kontan

PT Bukalapak.com Tbk mencatatkan perbaikan kinerja pada September 2022. Emiten berkode saham BUKA ini mengantongi pendapatan bersih segede Rp 2,58 triliun dengan laba bersih Rp 3,62 triliun. Merujuk laporan keuangan, penjualan bersih BUKA naik 92,14% secara tahunan dari Rp 1,34 triliun. Perinciannya, pendapatan mitra naik 191,07% secara tahunan menjadi Rp 1,44 triliun. Lalu, segmen marketplace naik 191,07% menjadi Rp 1,03 triliun dan segmen Buka Pengadaan naik 52,93% jadi Rp 107,92 miliar. Kenaikan pendapatan bersih ini diiringi oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang melejit 770,11% secara tahunan menjadi Rp 1,81 triliun.

KINERJA SEKTORAL : PANEN CUAN EMITEN CPO BERLANJUT

HR1 31 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) sepanjang kuartal III/2022 tidak menyurutkan sejumlah emiten perkebunan dalam melanjutkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif hingga September 2022. Ke depan, pergerakan harga CPO, prospek permintaan, dan volume produksi membayangi kinerja emiten di sektor ini. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menjadi salah satu emiten dengan lompatan pendapatan dalam 9 bulan 2022. Pendapatan emiten Grup Rajawali Corpora itu meningkat 61,14% year-on-year (YoY) menjadi Rp3,44 triliun. Selain BWPT, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) juga mengantongi pertumbuhan pendapatan 51,51% YoY menjadi Rp6,74 triliun. Di sisi lain, emiten kebun sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) justru mengalami penyusutan pendapatan sebesar 8,31% dari Rp18,01 triliun sepanjang Januari-September 2021 menjadi Rp16,51 triliun hingga kuartal III/2022. Berbanding terbalik, laba TAPG dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) melonjak dengan pertumbuhan tiga digit. Dalam 9 bulan 2022, laba bersih TAPG mencapai Rp2,33 triliun atau meroket 227,74% YoY, sedangkan profit DSNG melompat 114,75% secara tahunan menjadi Rp893,11 miliar. 

Dari kalangan emiten, CEO PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) Budi Halim menyampaikan harga CPO yang menguat pada awal 2022 menyebabkan kenaikan harga jual rata-rata pada 9 bulan 2022 sebesar 25% YoY menjadi Rp12.849/kg. “Meskipun terjadi gejolak harga CPO pada kuartal III/2022, perseroan terus membukukan kinerja yang kuat dengan EBITDA sebesar Rp1,7 triliun pada 9 bulan 2022, serta profitabilitas yang tetap solid,” paparnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (30/10). Dari kacamata analis, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi akumulasi untuk saham emiten perkebunan sawit TAPG dan DSNG seiring dengan kinerja positif keduanya hingga akhir kuartal III/2022. Target harga untuk saham TAPG dan DSNG juga dikerek naik. Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Peter P. Sutedja dan Reynanda A. Purwoko dalam risetnya menyebutkan meski laba bersih TAPG pada kuartal III/2022 turun 29% secara kuartalan menjadi Rp641 miliar, laba bersih sepanjang Januari—September 2022 tumbuh 228,78% menjadi Rp2,42 triliun.


Saham Jagoan Pelawan Inflasi & Bunga Tinggi

HR1 31 Oct 2022 Kontan (H)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali diuji kekuatannya. Pekan ini, pelaku pasar akan mencermati dua momen penting terkait indikator makro ekonomi, yang akan menentukan arah IHSG ke depan. Pertama, pengumuman data inflasi Indonesia periode Oktober 2022. Kedua, pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) atau rapat dewan gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed). Hasil konsensus pasar, inflasi Indonesia masih akan berada di kisaran 6% secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibanding inflasi tahunan di periode September 2022 yang tercatat masih di level 5,95%. Sejumlah indeks sektoral pun masih ada yang bertengger di zona merah. Dari 11 indeks sektoral yang ada di BEI, lima di antaranya masih mencatat kinerja negatif sejak awal tahun. Penurunan terbesar diduduki indeks sektor teknologi dan properti yang masing-masing anjlok 27,78% dan 10,61%.  Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya ssepakat, kinerja saham konsumer masih prospektif karena pada 2023 seiring ada pemilihan umum. Untuk itu, Cheril menjagokan saham MYOR dan UNVR untuk dikoleksi. Sedangkan Lukman merekomendasikan buy on weakness saham ICBP dengan target harga Rp 10.400, buy INDF dengan target harga Rp 6.800, buy on breakout MYOR dengan target Rp 2.460, dan buy on weakness UNVR dengan target harga Rp 6.000. Sementara Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memilih saham perbankan sebagai jagoannya. Dia merekomendasikan buy saham emiten bank BUKU IV, yakni BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI.

2022, Golden Energy Bagikan Dividen Totalnya, 28 Triliun

KT3 29 Oct 2022 Investor daily

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengumumkan pembagian dividen interim ketiga sepanjang 2022 sebesar US$ 100 juta atau Rp 1,55 triliun. Sebelumnya, perseroan mengumumkan dividen interim 1 dan 2, masing-masing Rp 1,74 triliun dan Rp 2,97 triliun, sehingga total menjadi Rp 6,28 triliun. “Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan kepada para pemegang saham bahwa berdasarkan persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris tertanggal 27 Oktober 2022, perseroan telah menyetujui dan memutuskan untuk membagikan Dividen Interim 3 tahun buku 2022 sejumlah US$ 100 juta atau setara US$ 0,017 per saham,” tulis Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines, Sudin dalam keterbukaan informasi, Jumat (28/10/2022).

Kali ini, perseroan menggunakan kurs tengah BI per 27 October 2022 senilai Rp15.596 per US$ 1. Dengan begitu, Dividen Interim 3 Perseroan tahun buku 2022 berjumlah Rp 1,55 triliun atau Rp 265,13 per saham. Pembagian dividen tersebut, didasari data keuangan per 31 Agustus 2022, yang mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 420,29 juta. Dalam laporan keuangan yang sama, yakni periode Januari-Agustus 2022, GEMS tercatat memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebanyak US$ 167,14 juta. Perseroan juga mencatatkan total ekuitas US$ 393,17 juta. Pemegang saham yang berhak atas dividen tunai ini adalah mereka yang masuk dalam daftar pemegang saham (DPS) atau recording date 9 November 2022 pukul 16:00. (Yoga)


Penjualan Batu Bara Moncer, Kinerja UNTR Makin Tokcer

HR1 27 Oct 2022 Kontan

Emiten di sektor pertambangan batubara terus menorehkan kinerja positif di sepanjang tahun ini. Contohnya PT United Tractors Tbk (UNTR). Pada kuartal III-2022, UNTR membukukan penjualan 7,77 juta ton batubara. Realisasi ini naik tipis 0,34% secara tahunan dari 7,75 juta ton di kuartal III-2021. Secara bulanan, per September 2022, UNTR menjual 476.000 ton batubara, terdiri dari 431.000 batubara termal dan 45.000 batubara kokas (metalurgi). Namun, penurunan penjualan batubara ini memang sudah direncanakan. "Ini mengingat pada Agustus-September tinggi air sungai sangat dangkal. Jadi, menyulitkan barging," kata Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors kepada KONTAN, Rabu (26/10). Penurunan penjualan juga dipicu merosotnya produksi batubara UNTR. Di sepanjang sembilan bulan tahun 2022, produksi batubara UNTR hanya 83,2 juta ton, turun 5,4% dari periode yang sama pada 2021 sebanyak 88 juta ton.

PROYEKSI PASAR SAHAM : PROSPEK CERAH INDEKS BISNIS-27

HR1 27 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Kocok ulang konstituen indeks Bisnis-27 diharapkan memberikan penyegaran sekaligus membawa daya dorong yang lebih kuat terhadap performa indeks sepanjang 6 bulan ke depan. Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Rabu (26/10), ada enam saham yang masuk dan keluar dalam konstituen indeks Bisnis-27. Hasil evaluasi tersebut berlaku efektif mulai 1 November 202 hingga April 2023. Sepanjang tahun berjalan 2022, Indeks Bisnis-27 melaju kencang dengan kenaikan 17,96%. Performa indeks berkapitalisasi pasar sekitar Rp4.500 triliun itu jauh mengungguli indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat 7,03% year-to-date (YtD) ke level 7.043,94 pada akhir perdagangan Rabu (26/10). Kinerja Bisnis-27 juga outperform terhadap indeks acuan LQ45 dan IDX30 yang masing-masing meningkat 7,81% dan 6,37% sepanjang tahun berjalan 2022.


Minat IPO Tetap Tinggi

KT3 27 Oct 2022 Investor daily

Meski ada ancaman perfect storm, perusahaan Indonesia tetap ekspansi pada tahun 2023. Hal itu, terlihat pada minat perusahaan yang hendak mendapatkan dana segar dari pasar modal. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 70 emiten baru tahun depan. Selama Januari hingga 26 Oktober 2022, perusahaan yang mendapatkan dana segar dari pasar modal lewat initial public offering (IPO) dan mencatatkan saham di BEI mencapai 44 perusahaan atau 80% target 55 perusahaan. Hingga Rabu (26/10) terdapat 810 emiten yang tercatat di BEI dengan nilai kapitalisasi Rp 9.352 triliun. Dalam lima tahun terakhir jumlah emiten meningkat signifikan. Tapi, para investor menyayangkan kualitas emiten yang masuk bursa tidak sebagus periode sebelumnya. Nilai kapitalisasi saham emiten terlalu kecil, sehingga acap menjadi saham gorengan.

Dirut BEI Iman Rachman mengatakan, meski di tengah gejolak ketidakpastian, BEI tetap optimistis tahun depan aktivitas penggalangan dana melalui pasar modal tetap ramai. Bahkan, BEI telah menyiapkan sejumlah target perusahaan tercatat hingga rata-rata nilai transaksi (RNTH). Menurut Iman, optimisme tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mengendalikan pandemi dan perekonomian tetap stabil. Ia menyatakan, Indonesia salah satu dari empat negara yang dapat mengendalikan tingkat inflasi pada level 4,7% dan perekonomian bertumbuh di atas 5%. Ia memaparkan, target pencatatan 70 perusahaan akan dicapai melalui berbagai instrumen seperti saham, Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), ataupun melalui penerbitan Efek Beragun Aset (EBA). “Kami optimistis target tersebut akan tercapai. Pasalnya, hingga saat ini perusahaan yang sudah ada dalam pipeline IPO telah mencapai 45 emiten,” ujar Iman dalam konferensi pers, usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BEI tahun 2022 di Jakarta, Rabu (26/10). (Yoga)


Pilihan Editor