;
Tags

Saham

( 1717 )

Masih Bisa Cuan dari Penawaran Saham Perdana

HR1 09 Nov 2022 Kontan (H)

Bagi Anda yang gemar berburu cuan dari proses initial public offering (IPO), tahun ini terhitung tahun yang baik. Ada banyak emiten baru yang menjajakan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Sejak awal tahun sampai kemarin, ada 50 emiten yang mencatatkan sahamnya di bursa. Sejauh ini, sekitar 60% emiten yang melepas saham perdananya di pasar tahun ini membukukan kenaikan harga. Artinya, dengan asumsi investor membeli semua saham IPO saat penawaran umum, ia akan mencetak cuan. Bahkan imbal hasil yang dihasilkan kenaikan harga saham IPO tahun ini cukup dahsyat. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk misalnya, mencatatkan kenaikan 1.800% sejak IPO sampai kemarin (8/11).

Menggalang Dana di Pasar Modal

HR1 08 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang cenderung berfluktuatif pada kuartal akhir tahun ini tidak menyurutkan minat perusahaan untuk menggali pendanaan di pasar modal. Sejumlah perusahaan yang telah menyatakan minatnya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pengujung tahun salah satunya adalah perusahaan pemasok komponen Grup Astra, PT Isra Presisi Indonesia Tbk. (ISAP) yang mencari dana sekitar Rp150 miliar. Dana tersebut rencananya akan dipergunakan untuk modal kerja. Bergerak di industri mesin dan perkakas mesin untuk pengerjaan logam, manajemen optimistis prospek usaha alat berat dan otomotif akan bertumbuh pada tahun-tahun mendatang. Selain ISAP, beberapa perusahaan juga telah menyelesaikan penggalangan dana di pasar modal yaitu PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli yang rencananya akan melantai pada hari ini dengan target dana Rp7,9 triliun. Selanjutnya, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK), calon emiten sektor properti berbasis di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini menargetkan mampu menggalang dana sebanyak Rp275 miliar.

Impack Pratama Private Placement Rp 325 Miliar

KT3 08 Nov 2022 Investor daily

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 100 juta saham senilai Rp 325 miliar. Dari total saham baru yang diterbitkan, PT Harimas Tunggal Perkasa (HTP) sebagai pemegang saham utama IMPC akan mengambil bagian 78% atau 78,02 juta saham. “Pertimbangan HTP turut serta dalam PMTHMETD adalah dalam rangka mendukung perseroan yang sedang membutuhkan dana untuk ekspansi usaha,” jelas Corporate Secretary Impact Pratama Industri Lenggana Linggawati dalam keterbukaan informasi, Senin (7/11/2022). Dia menjelaskan, sebanyak 100 juta saham baru tersebut setara 2,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi korporasi ini akan menambahkan jumlah saham beredar menjadi 4.933.500.000, dan jumlah dana segar yang didapatkan sebesar Rp 325 miliar.

“Dana ini dipakai bertahap untuk ekspansi, pembelian mesin, tanah dan bangunan pabrik baru di KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang), serta modal kerja. Kami harap, investasi ini menghasilkan kinerja positif pada 2024. Selain memperkuat struktur permodalan perseroan, penerbitan saham baru PMTHMETD ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas saham perseroan, “ ujar Lenggana. Dalam private placement dengan harga pelaksanaan Rp 3.250 per saham tersebut, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk akan mengambil 1 juta saham, lima juta saham baru diambil oleh Goh Siauw Hong, empat juta saham oleh Reksadana Manulife Institutional Equity Fund, dan satu juta saham oleh DPLK Manulife BCA Balance Fund. “Sebanyak 917,4 ribu saham baru akan diambil oleh PT Asuransi Allianz Life Indonesia. Smartlink Rupiah Equity Fund. Sisanya sebanyak 78 juta saham diambil bagian oleh HPT yang merupakan pemegang saham utama perseroan,” sambung manajemen IMPC. Private Placement ini telah disetujui pemegang saham IMPC dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 15 Desember 20202. Sepanjang Januari-September 2022, IMPC mencatatkan laba bersih Rp 206 miliar atau naik 30,3% dari Rp 158 miliar pada periode sama tahun lalu. (Yoga)


Pemasok Komponen Astra, Isra Presisi Incar Dana IPO Rp 150 Miliar

KT3 08 Nov 2022 Investor Daily

PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) 1,5 miliar saham atau 37,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Perusahaan pemasok komponen otomotif entitas Grup Astra ini membuka harga penawaran awal (bookbuilding) Rp 95-100 per saham, sehingga dana yang bisa dihimpun mencapai Rp 150 miliar. Manajemen Isra Presisi dalam prospektus yang dipublikasikan Senin (7/11) mengungkapkan, perseroan akan melakukan bookbuilding pada 7-14 November 2022, tanggal efektif 23 November 2022, masa penawaran umum pada 25-29 November 2022, dan pencatatan (listing) saham di BEI pada 1 Desember 2022. Perseroan telah menunjuk UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

ISAP secara bersamaan juga menerbitkan 750 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau 29,76% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham ini disampaikan. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang dua saham baru Isra Presisi berhak memperoleh satu waran seri I, di mana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai Rp 10 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp 125 yang berlaku mulai tanggal 1 Juni 2023 sampai dengan tanggal 1 Desember 2027. Total hasil pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 93,75 miliar. Pemegang saham ISAP sebelum IPO adalah PT Dua Putra Bersinergi sebanyak 99% dan Tuan Asrullah dengan porsi kepemilikan langsung sebesar 1%. (Yoga)


Harga Melonjak Tinggi, Tiga Saham Emiten Disuspensi

HR1 07 Nov 2022 Kontan

Pada awal bulan November ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memberikan suspensi terhadap tiga emiten saham. Penghentian sementara perdagangan dilakukan lantaran terjadi unsual market activity (UMA). Pada Selasa (1/11), PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) kena suspensi lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Saham TAYS melesat 22,22% ke Rp 660. Dalam seminggu, terjadi lonjakan 30,69%, mengakumulasi penguatan 270,79% sejak awal tahun 2022. Dengan alasan yang sama, dua emiten Mayapada Grup kepunyaan Dato Sri Tahir juga kena suspensi. Mereka adalah PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). Saham MPRO melonjak 24,91% ke harga Rp 1.755 Rabu (2/11). Lalu, saham SRAJ mengakumulasi kenaikan 55,12% dalam seminggu.

Sentimen Positif Mengerek Indeks Hingga Akhir Tahun

KT3 07 Nov 2022 Investor Daily (H)

Di tengah bayangan resesi ekonomi dunia dan akselerasi kenaikan suku bunga acuan sejumlah bank sentral, ekonomi Indonesia diyakini tetap bertumbuh inklusif. Bagusnya laporan keuangan emiten kuartal ketiga menambah kuat sentimen positif para pelaku pasar. IHSG di Bursa Efek Indonesia BEI bakal terkerek menembus level 7.500 di akhir Desember 2022, naik 6% dari posisi Jumat (4/11). Seperti tahun sebelumnya, window dressing yang dilakukan para manajer investasi ikut mengerek indeks. Namun, capital outflow akibat kenaikan fed funds rate (FFR), suku bunga acuan Bank Sentral AS, bisa menjadi faktor penghambat yang harus diwaspadai.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta memproyeksikan, IHSG pada akhir November ini berada di rentang 6.927-7.157, sebelum akhirnya menguat lagi hingga akhir 2022. IHSG ditutup naik 0,16% pada perdagangan Jumat (4/11) ke 7.045,5. “Dari domestik, yang paling dinantikan adalah data PDB Indonesia kuartal III-2022, yang kami perkirakan naik ke 5,6% dari 5,44% di kuartal II dan 5,01% triwulan I. Jadi, otomatis, jika hasilnya sesuai atau di atas ekspektasi, hal ini bisa memberikan katalis positif mengangkat IHSG,” kata Nafan kepada Investor Daily, Sabtu (5/11). Menkeu Sri Mulyani yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 di atas 5,5% (yoy). Pada kuartal IV, pertumbuhan diperkirakan di atas 5% sehingga sepanjang tahun ini mencapai 5,2%, dan tahun depan bisa 5,3%. (Yoga)


Daley Capital Jual 600 Juta Saham Bakrie Brothers

KT3 07 Nov 2022 Investor daily

Daley Capital Limited menjual 600 juta saham PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR). Sehingga, kepemilikan Daley Capital di perusahaan Grup Bakrie tersebut berkurang dari 9,68% menjadi 6,85%. Corporate Secretary Bakrie & Brothers Christofer Alexander Uktolseja mengungkapkan, penjualan saham BNBR dilakukan Daley Capital dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Daley Capital menjual 300 juta saham, sehinggga kepemilikannya berkurang dari 2.048.748.461 saham atau 9,68% menjadi 1.748.461 saham atau 8,26%. Selanjutnya, Daley Capital kembali menjual 300 juta saham BNBR sehingga mengurangi kepemilikan sahamnya menjadi 1.448.748.461 saham atau 6,85%.

“Perseroan tidak mengetahui harga transaksi, tanggal transaksi, dan tujuan transaksi,” kata Christofer dalam keterangan resminya, akhir pekan lalu. Christofer menegaskan, pihaknya tidak mengetahui harga transaksi, tanggal transaksi, maupun tujuan transaksi tersebut. Pada perdagangan Jumat (4/11/2022), saham BNBR ditutup melemah Rp 2 atau 2,86% ke posisi Rp 68. Saham tersebut ditransaksikan sebanyak 3.899 kali dengan nilai Rp 19,65 miliar dan kapitalisasi pasar (market cap) senilai Rp 1,44 triliun. Sejak awal tahun ini hingga penutupan perdagangan kemarin, saham BNBR telah menguat 36%. (Yoga)


Terkikis Laba Akibat Harga Saham GoTo

KT3 07 Nov 2022 Tempo

Investasi PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menambah beban induk perusahaannya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Aksi korporasi tersebut berkontribusi mengikis laba usaha konsolidasi Telkom pada kuartal III 2022. Telkom mencatat laba usaha konsolidasi senilai Rp 31,5 triliun pada kuartal III tahun ini. Dibanding laba pada periode yang sama tahun lalu, nilainya turun dari Rp 36,3 triliun. Komponen biaya dan beban perusahaan tak banyak berbeda dalam dua periode waktu tersebut, kecuali pada bagian perolehan hasil investasi pada ekuitas. Telkom mencatat kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi sebesar Rp 3,08 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Angka itu berasal dari investasi saham di berbagai perusahaan startup yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Salah satunya berasal dari aksi korporasi Telkomsel di GoTo dengan kerugian sebesar Rp 3,06 triliun.

Dalam laporan keuangannya, Telkom menjelaskan bahwa kerugian tersebut dihitung menggunakan nilai pasar saham GoTo sebesar Rp 246 per saham. Kepemilikan saham Telkomsel saat ini sebanyak 23,7 miliar lembar. Jumlah kerugian ini tercatat paling besar sepanjang 2022, lantaran harga saham GoTo terus turun. Pada kuartal pertama, Telkom mencatat kerugian yang belum direalisasi dari investasi di GoTo senilai Rp 881 miliar karena harga saham emiten ini Rp 338 per lembar. Sedangkan pada kuartal berikutnya, Telkom mencatat keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi di GoTo. Jumlahnya Rp 305 miliar, dihitung dengan nilai pasar saham GoTo sebesar Rp 388 per saham. Meski laba usaha terkikis, Dirut Telkom Ririek Adriansyah menyatakan kinerja perusahaan dan entitas anaknya masih positif. (Yoga)


RHB Akan Merilis Lima Waran Terstruktur

HR1 04 Nov 2022 Kontan

Usai merilis tiga seri waran terstruktur pada September 2022, RHB Sekuritas menyiapkan lagi lima waran terstruktur baru. Kelima waran ini bakal dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2022. Kelimanya adalah waran terstruktur dengan aset dasar PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan kode PGASDRCK3A. Waran terstruktur PT Bank Central Asia Tbk berkode BBCADRCK3A dan waran terstruktur PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kode BMRIDRCK3A. Selain itu, waran terstruktur PT Aneka Tambang Tbk berkode ANTMDRCK3A, serta waran terstruktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan kode MDKADRCK3A. Adapun dalam website resminya, RHB Sekuritas menjelaskan bahwa pemasaran perdana lima waran terstruktur dibuka pada 4-7 November 2022. Lima waran terstruktur yang ditawarkan itu jatuh tempo pada 10 Mei 2023. Untuk waran terstruktur PGASDRCK3A, unit yang ditawarkan 35 juta dengan harga penawaran Rp 77-Rp 143 per unit. Lalu, seri BBCADRCK3A 10 juta unit dengan harga Rp 348-Rp 650 per unit, ANTMDRCK3A 25 juta unit Rp 121-Rp 226 per unit. BMRIDRCK3A ditawarkan di harga Rp 434-Rp 805 per unit dengan jumlah unit ditawarkan 10 juta. Lalu, seri MDKADRCK3A sebanyak 15 juta unit dengan harga tawaran Rp 214-Rp 398 per unit.

Dapat Investor Strategis, PDPP Optimistis IPO Bakal Laris

HR1 04 Nov 2022 Kontan

Aksi korporasi penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) terus bergulir. Mengutip laman e-IPO, Kamis (3/11), PDPP mematok harga penawaran IPO Rp 200 per saham. Angka ini merupakan batas atas dari harga penawaran yang dipasang PDPP dalam periode bookbuilding di rentang Rp 195-Rp 200 per saham. Pada IPO ini, PDPP melepas sebanyaknya 500 juta saham. Ini setara 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Alhasil, potensi dana yang bisa diraup PDPP dari IPO Rp 100 miliar. Kennie Angesty, Direktur Utama Primadaya Plastisindo, menegaskan, saat ini PDPP telah selesai melakukan masa penawaran awal dan mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melanjutkan proses IPO. Terlebih, lanjut Kennie, pihaknya telah mendapatkan investor strategis, yakni Sugianto Kusuma, pendiri Agung Sedayu Group. Adanya investor strategis ini menambah keyakinan PDPP untuk terus tumbuh ke depannya.

Pilihan Editor