;
Tags

Saham

( 1722 )

Garap Peluang dari Ekosistem EV

HR1 16 Nov 2022 Kontan

Sejumlah emiten agresif mengembangkan bisnis ke ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Gelaran konferensi B20 dan G20 menjadi momentum menggeber aksi korporasi di segmen ini. Sebagai contoh, anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT), Star Energy Geothermal (SEG) yang meneken nota kesepahaman (MoU) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). MoU tersebut terkait penyediaan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk operasional kendaraan listrik berbasis baterai di wilayah operasi Star Energy. Lalu, ada Electrum yang meneken pokok-pokok kerjasama terms sheet dengan Pertamina NRE, anak usaha PT Pertamina. Electrum merupakan perusahaan patungan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Masih dari B20 Bali, Volta menjalin kerjasama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dalam penyediaan sewa motor listrik di kawasan The Nusa Dua, tempat penyelenggaraan KTT G20. Volta merupakan anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), yang salah satunya menggarap motor listrik. Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengatakan, ekosistem EV akan tumbuh pesat. Ini didukung oleh bahan baku pembuatan baterai listrik sebagai komponen utama EV yang banyak terkandung di Indonesia, seperti nikel, kobalt, alumunium dan tembaga.

Dapat Investasi Rp 1,86 Triliun, Saham KAEF Melesat

HR1 15 Nov 2022 Kontan

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan anak usahanya, PT Kimia Farma Apotek (KFA), mengantongi komitmen investasi sebesar Rp 1,86 triliun atau sekitar US$ 120 juta dari sovereign wealth fund China, Silk Road Fund (SRF) dan Indonesia Investment Authority (INA). Head of Research Jasa Capital Utama Sekuritas Cheril Tanuwijaya menilai, kalau investasi ini berjalan dengan mulus, maka kinerja emiten pelat merah ini bisa terdongkrak secara signifikan. "Ini mengingat Kimia Farma bisa melakukan ekspansi bisnis semakin luas, bahkan hingga ke skala internasional," ujarnya, Senin (14/11). Direktur Utama KAEF David Utama mengatakan, masuknya kedua investor ini bakal membuka peluang pasar dan jaringan KAEF, baik dari sisi ritel dan layanan kesehatan hingga ke luar negeri.

Meredup Tertekan Cukai Tembakau

KT3 14 Nov 2022 Tempo

Kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) menggerus kinerja saham emiten rokok. Pergerakan harga saham emiten sektor ini selama enam bulan terakhir melemah dan diprediksi masih akan terus tertekan. Emiten dengan mayoritas produk sigaret kretek mesin seperti PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), telah mengalami kontraksi harga saham 12,44 %. Saham PT Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam Tbk (GGRM) juga melemah 30,14 %. Analis saham yang juga Vice President Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menuturkan kenaikan cukai sebenarnya bukan hal baru karena sering terjadi setiap tahun. “Yang terjadi beberapa waktu terakhir, emiten rokok mengalami penurunan margin keuntungan, sehingga sahamnya cenderung turun, walau secara bisnis masih profit,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Hingga akhir kuartal III tahun ini, laba emiten rokok cenderung tertekan, HMSP turun 12 % dan GGRM turun 67 %. Sedangkan dari sisi pendapatan, HMSP masih mencatatkan kenaikan 15 % menjadi Rp 83,4 triliun dan GGRM sebesar 2 % menjadi Rp 93,92 triliun. “Memang tantangannya profit emiten rokok terus tertekan oleh kenaikan komponen biaya produksi dan promosi,” kata Wawan. Sentimen positif yang diharapkan dapat mengembuskan kinerja emiten rokok lebih tinggi lagi adalah pemulihan ekonomi yang bergulir cepat dan perluasan pembukaan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. “Untuk rekomendasi saham, sementara wait and see. Hal yang bisa diharapkan dari emiten rokok adalah dividen, karena harganya diprediksi masih tertekan.”. (Yoga)


Kimia Farma Lepas Saham KFA Senilai Rp 1,86 T

KT3 14 Nov 2022 Investor daily

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melepas kepemilikan 40% saham di PT Kimia Farma Apotek (KFA) senilai Rp 1,86 triliun kepada Sovereign Wealth Fund (SWF) asal Tiongkok yakni Silk Road Fund (SRF) dan Indonesia Investment Authority (INA). Kedua investor strategis tersebut juga akan berpartisipasi dalam rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue Kimia Farma. Kolaborasi para pihak dituangkan dalam penandatanganan Conditional Share Subscription and Purchase Agreement beserta dokumen-dokumen transaksi terkait antara KAEF dan KFA dengan SRF dan INA di Bali pada Minggu (13/11). “Hari ini kami baru saja menandatangani perjanjian antara Kimia Farma, Kimia Farma Apotek, dengan INA dan Silk Road Fund (SRF). Di mana dalam perjanjian ini, SRF dan INA akan masuk menjadi investor di Kimia Farma Apotek dan Kimia Farma,” kata Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury dalam konferensi pers, Minggu (13/11).

Adapun total investasi Rp 1,86 triliun untuk 40% kepemilikan SRF dan INA di KFA, tergantung pada closing account mechanics berdasarkan laporan keuangan pada saat completion. Rencananya, investasi terse[1]but digunakan untuk mendanai ekspansi bisnis KFA, kebutuhan modal kerja, dan inisiatif untuk meningkatkan efisiensi operasional. Lebih lanjut, SRF dan INA juga bakal berpartisipasi dalam rights issue Kimia Farma. Rencana rights issue Kimia Farma sebelumnya telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 Oktober 2022. Dana hasil rights issue akan digunakan KAEF untuk mendukung modal kerja, ekspansi usaha, dan meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia. (Yoga)


Laju Indeks Bursa Bisa Tertekan Kenaikan Suku Bunga

HR1 14 Nov 2022 Kontan (H)

Pondasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali diuji pekan ini. Pada 16-17 November 2022, Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG). Pelaku pasar mencermati kebijakan suku bunga acuan BI atau BI 7-day reverse repo rate (BI 7-day-RR). Analis memperkirakan, bank sentral kembali mengerek naik suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) menjadi 5% dari 4,75% bulan ini. Jika prediksi ini tidak meleset, ini adalah kali keempat BI menaikkan suku bunga sejak Agustus 2022. Proyeksi kenaikan BI 7­-day-RR tersebut tidak seagresif kenaikan di Oktober. Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menganalisa, ada beberapa pertimbangan BI mengatrol suku bunganya. Dari eksternal, inflasi Amerika Serikat (AS) di Oktober tercatat naik 7,7%. Ini lebih rendah dari inflasi AS di September 2022 sebesar 8,2%. Dari internal, laju inflasi tahunan Indonesia juga masih tinggi. Berdasarkan survei pemantauan harga BI, pada pekan kedua November ini masih terjadi inflasi 0,11% secara bulanan. Kebijakan suku bunga acuan dinilai bakal menjadi langkah BI untuk menjangkar inflasi. Kenaikan bunga BI bakal menentukan arah IHSG ke depan. Berkaca pengalaman sebelumnya, IHSG selalu kehabisan tenaga melawan kenaikan suku bunga BI. Contohnya, September lalu BI memutuskan menaikkan suku bunga dari 3,75 jadi 4,25%.

Strategi MI Pengelola Reksadana Saham dengan Kinerja Terbaik

HR1 09 Nov 2022 Kontan

Kinerja reksadana saham masih melaju positif sepanjang tahun ini, sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang masih positif 7,86%. Data Infovesta Utama mengungkapkan, return rata-rata reksadana saham, sebagaimana tercermin dari pergerakan Infovesta 90 Equity Fund Index, mencapai 4,15% sejak awal tahun dan naik 1,87% bulanan. Meski kinerja rata-rata reksadana lebih buruk dibanding IHSG, masih ada beberapa reksadana yang mampu mencetak kinerja lebih tinggi. Salah satunya reksadana milik Panin Asset Management. Berdasarkan data Infovesta Utama, reksadana Panin Dana Ultima, Panin Dana Maksima, Panin Dana Teladan dan Panin Dana Ultima masing-masing mampu menghasilkan return 53,96%, 47,18%, 31,06% dan 21,13% dari awal tahun hingga akhir Oktober 2022.

Masih Bisa Cuan dari Penawaran Saham Perdana

HR1 09 Nov 2022 Kontan (H)

Bagi Anda yang gemar berburu cuan dari proses initial public offering (IPO), tahun ini terhitung tahun yang baik. Ada banyak emiten baru yang menjajakan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Sejak awal tahun sampai kemarin, ada 50 emiten yang mencatatkan sahamnya di bursa. Sejauh ini, sekitar 60% emiten yang melepas saham perdananya di pasar tahun ini membukukan kenaikan harga. Artinya, dengan asumsi investor membeli semua saham IPO saat penawaran umum, ia akan mencetak cuan. Bahkan imbal hasil yang dihasilkan kenaikan harga saham IPO tahun ini cukup dahsyat. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk misalnya, mencatatkan kenaikan 1.800% sejak IPO sampai kemarin (8/11).

Menggalang Dana di Pasar Modal

HR1 08 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang cenderung berfluktuatif pada kuartal akhir tahun ini tidak menyurutkan minat perusahaan untuk menggali pendanaan di pasar modal. Sejumlah perusahaan yang telah menyatakan minatnya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pengujung tahun salah satunya adalah perusahaan pemasok komponen Grup Astra, PT Isra Presisi Indonesia Tbk. (ISAP) yang mencari dana sekitar Rp150 miliar. Dana tersebut rencananya akan dipergunakan untuk modal kerja. Bergerak di industri mesin dan perkakas mesin untuk pengerjaan logam, manajemen optimistis prospek usaha alat berat dan otomotif akan bertumbuh pada tahun-tahun mendatang. Selain ISAP, beberapa perusahaan juga telah menyelesaikan penggalangan dana di pasar modal yaitu PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli yang rencananya akan melantai pada hari ini dengan target dana Rp7,9 triliun. Selanjutnya, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK), calon emiten sektor properti berbasis di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini menargetkan mampu menggalang dana sebanyak Rp275 miliar.

Impack Pratama Private Placement Rp 325 Miliar

KT3 08 Nov 2022 Investor daily

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 100 juta saham senilai Rp 325 miliar. Dari total saham baru yang diterbitkan, PT Harimas Tunggal Perkasa (HTP) sebagai pemegang saham utama IMPC akan mengambil bagian 78% atau 78,02 juta saham. “Pertimbangan HTP turut serta dalam PMTHMETD adalah dalam rangka mendukung perseroan yang sedang membutuhkan dana untuk ekspansi usaha,” jelas Corporate Secretary Impact Pratama Industri Lenggana Linggawati dalam keterbukaan informasi, Senin (7/11/2022). Dia menjelaskan, sebanyak 100 juta saham baru tersebut setara 2,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi korporasi ini akan menambahkan jumlah saham beredar menjadi 4.933.500.000, dan jumlah dana segar yang didapatkan sebesar Rp 325 miliar.

“Dana ini dipakai bertahap untuk ekspansi, pembelian mesin, tanah dan bangunan pabrik baru di KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang), serta modal kerja. Kami harap, investasi ini menghasilkan kinerja positif pada 2024. Selain memperkuat struktur permodalan perseroan, penerbitan saham baru PMTHMETD ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas saham perseroan, “ ujar Lenggana. Dalam private placement dengan harga pelaksanaan Rp 3.250 per saham tersebut, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk akan mengambil 1 juta saham, lima juta saham baru diambil oleh Goh Siauw Hong, empat juta saham oleh Reksadana Manulife Institutional Equity Fund, dan satu juta saham oleh DPLK Manulife BCA Balance Fund. “Sebanyak 917,4 ribu saham baru akan diambil oleh PT Asuransi Allianz Life Indonesia. Smartlink Rupiah Equity Fund. Sisanya sebanyak 78 juta saham diambil bagian oleh HPT yang merupakan pemegang saham utama perseroan,” sambung manajemen IMPC. Private Placement ini telah disetujui pemegang saham IMPC dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 15 Desember 20202. Sepanjang Januari-September 2022, IMPC mencatatkan laba bersih Rp 206 miliar atau naik 30,3% dari Rp 158 miliar pada periode sama tahun lalu. (Yoga)


Pemasok Komponen Astra, Isra Presisi Incar Dana IPO Rp 150 Miliar

KT3 08 Nov 2022 Investor Daily

PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) 1,5 miliar saham atau 37,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Perusahaan pemasok komponen otomotif entitas Grup Astra ini membuka harga penawaran awal (bookbuilding) Rp 95-100 per saham, sehingga dana yang bisa dihimpun mencapai Rp 150 miliar. Manajemen Isra Presisi dalam prospektus yang dipublikasikan Senin (7/11) mengungkapkan, perseroan akan melakukan bookbuilding pada 7-14 November 2022, tanggal efektif 23 November 2022, masa penawaran umum pada 25-29 November 2022, dan pencatatan (listing) saham di BEI pada 1 Desember 2022. Perseroan telah menunjuk UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

ISAP secara bersamaan juga menerbitkan 750 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau 29,76% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham ini disampaikan. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang dua saham baru Isra Presisi berhak memperoleh satu waran seri I, di mana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai Rp 10 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp 125 yang berlaku mulai tanggal 1 Juni 2023 sampai dengan tanggal 1 Desember 2027. Total hasil pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 93,75 miliar. Pemegang saham ISAP sebelum IPO adalah PT Dua Putra Bersinergi sebanyak 99% dan Tuan Asrullah dengan porsi kepemilikan langsung sebesar 1%. (Yoga)


Pilihan Editor