Saham
( 1722 )Telkom Masih Komit Pegang Saham GOTO
JAKARTA, ID -- PT TelkomIndonesia Tbk (TLKM) dinilai masih komit memegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk(GOTO). Investasi Telkom di GoTo melalui anak usahanya,Telkomsel, telah memperkuat ekonomi digital nasional secara berkelanjutan. Riset dari CLSA Sekuritas Indonesia menyebutkan, Telkom berniat untuk mempertahankan investasinya di GoTo dan hal ini berpotensi menurunkan laba utama Telkom hingga dua digit. CLSA menyebutkan pada kuartal III-2022, investasi Telkom di GoTo dipatok pada harga Rp 246 per saham. Dengan harga tersebut bisa diasumsikan investasi Telkom di GoTo berjumlah Rp 5,83 triliun, atau setara dengan 23,7 miliar saham. “Ini juga menegaskan kembali bahwa pembayaran dividen akan didasarkan pada laba inti,”tulis riset CLSA Sekuritas yang dikutip Investor Daily, Senin (5/12/202). Sementara itu, Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) Saki Hamsat Bramono mengungkapkan, investasi yang dilakukan oleh Telkomsel di GoTo menjadi bagian dari strategi investasi dari perusahaan dengan latar belakang pengembangan bisnis yang bertujuan untuk terus menghadirkan potensi new revenue generator beyond connectivity. (Yetede)
Saham Bank dan Energi Masih Jadi Buruan Investor Asing
Dana asing masih cenderung memilih hengkang dari pasar saham Tanah Air. Pekan lalu, investor asing sejatinya sempat kembali mencetak net buy.
Namun di dua hari perdagangan terakhir pekan lalu, investor asing mencetak net sell
dalam jumlah besar, sehingga di pekan lalu total asing mencetak net sell
Rp 743,33 miliar. Bila dihitung sepanjang kuartal IV-2022 berjalan juga investor asing mencetak net sell Rp 1,66 triliun. Tapi jika dihitung sejak awal tahun tahun, investor asing masih mencetak net buy Rp 78,74 triliun.
Toh, investor asing masih tampak memburu sejumlah saham. Investor asing terutama masuk ke saham perbankan pelat merah big caps
, yakni BBRI, BMRI dan BBNI.
Head of Research
Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menyebut, asing masih masuk ke sejumlah saham lantaran fundamental kuat. Inflasi masih terjaga, aman, ekonomi juga konsisten tumbuh di tiga kuartal berturut-turut. "Ditambah, neraca dagang juga konsisten surplus," ujar Cheril, kemarin.
Bersiap Menadah Cuan dari Santa Claus Rally
Arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan berubah menjelang akhir tahun. Analis optimistis fenomena
santa claus rally
akan kembali terulang di tahun ini.
Santa claus rally
merupakan fenomena di mana terjadi lonjakan indeks saham pada perdagangan sepanjang pekan terakhir bulan Desember. Fenomena ini dipengaruhi berbagai faktor. Satu di antaranya adalah optimisme menyambut tahun baru.
Bila melongok kinerja historikal indeks saham sepanjang Desember, bisa dibilang santa claus rally
pasti terjadi di setiap akhir Desember.
"Potensi santa claus rally akhir tahun ini terbuka lebar," kata Nafan Aji, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Minggu (4/12).
GoTo Laksanakan Program Opsi Saham Karyawan dan Konsultan
JAKARTA, ID – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mulai melaksanakan Program Opsi Saham Karyawan dan Konsultan (Share Option Program) seiring berakhirnya periode penguncian (lock-up) saham yang dimiliki pemegang saham pra-IPO perseroan. Pelaksanaan program tersebut di antaranya dapat dilakukan melalui transaksi saham di pasar negosiasi dengan harga pelaksanaan berkisar antara Rp 2 sampai dengan Rp 202 per saham, bergantung pada perjanjian opsi saham antara Goto Peopleverse Fund (GPF) dan masing-masing karyawan. “Sehubungan dengan Program Opsi Saham Karyawan dan Konsultan, dapat kami sampaikan bahwa transaksi saham di pasar negosiasi yang dimaksud merupakan bagian dari pelaksanaan dari program tersebut,” kata Corporate Secretary GOTO RA Koesoemohadiani dalam keterangannya, Jumat (2/12/2022).
KLBF Telah Selesaikan Akuisisi 99,98% Saham Sanofi Indonesia
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bersama anak usahanya, PT Dankos Farma, telah menuntaskan akuisisi saham PT Aventis Pharma atau Sanofi Indonesia. Kalbe Farma telah membeli 80% saham Aventis Pharma dari tangan Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH.
Kini, KLBF resmi menguasai saham Sanofi Indonesia dengan membeli saham dari PT Usaha Mindini Raya. Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali menjabarkan, transaksi ini telah rampung pada 30 November 2022.
Setelah akuisisi ini selesai, KLBF menggenggam 4.264 saham Aventis Pharma, setara dengan kepemilikan 99,98%. Sementara Dankos Farma mengempit satu lembar saham atau 0,02%.
Manajemen KLBF sebelumnya pernah mengatakan jika transaksi ini akan memberikan dampak pertumbuhan positif bagi KLBF di tahun depan. KLBF memperkirakan, akuisisi Sanofi bisa menghasilkan tambahan kontribusi hingga sebesar 3%-4% terhadap total pendapatan di 2023.
Kapitalisasi Pasar Bumi Resource Menuju Rp 70 T
JAKARTA, ID – Kapitalisasi pasar (market cap) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di Bursa Efek Indonesia segera menuju Rp 70 triliun, menyusul masuknya Grup Salim dan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 27 miliar saham baru pada 5 Desember mendatang. Kapitalisasi pasar BUMI mengalami peningkatan signifikan dalam enam tahun terakhir dari Rp 1,9 triliun menjadi Rp 63 triliun. “Market cap BUMI sekarang berada di kisaran Rp 63 triliun. Dan setelah 27 miliar saham baru diterbitkan pada Desember nanti, kapitalisasi pasarnya akan mendekati Rp 70 triliun,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava dalam paparan publik Bumi Resources, Selasa (29/11/2022). Dileep mengaku, pihaknya sama sekali tak menyangka atas pencapaian valuasi perseroan. Karena jika melihat ke belakang, market cap BUMI hanya Rp 1,9 triliun pada 2016. “Pada 2017, setelah restrukturisasi penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), kami mengkonversi US$ 2 miliar utang menjadi ekuitas di harga Rp 926 per saham. Saat itu, harga saham adalah Rp 50,” kata Dileep. (Yetede)
PAPAN ANYAR PENGEREK PASAR
Bursa Efek Indonesia (BEI) punya segudang rencana untuk mendorong laju transaksi di pasar saham. Salah satunya yakni dengan membentuk papan perdagangan baru yang diharapkan bakal menjadi acuan bagi investor. Jika tak ada aral melintang, BEI akan merilis papan baru bernama New Economy pada 5 Desember. Papan ini salah satunya bakal menaungi saham-saham emiten startup maupun perusahaan teknologi yang memiliki model bisnis baru. Menyusul Papan New Economy, otoritas bursa juga mempersiapkan Papan Pemantauan Khusus yang bakal menjadi tempat bagi saham-saham yang diperdagangkan di bawah harga Rp51 per lembar alias ‘gocapan’. Rencananya papan tersebut akan dirilis tahun depan. Kehadiran papan baru tersebut dinilai sejalan dengan momentum pertumbuhan signifikan jumlah investor ritel dalam beberapa tahun terakhir. Per 3 November 2022, jumlah investor pasar modal yang mengacu pada Single Investor Identification (SID), telah mencapai 10 juta, meningkat 33,53% dari akhir 2021. Bahkan pada 2019, jumlah investor pasar modal baru 2,48 juta. Jika ditengok, sejauh ini BEI telah memiliki tiga papan perdagangan yakni Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi. Papan-papan tersebut mengelompokkan emiten sesuai dengan kinerjanya. Dus, kehadiran papan tersebut dapat menjadi acuan bagi investor. Direktur BEI Iman Rachman mengatakan, pembentukan Papan New Economy sudah mengantongi restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, papan itu menyasar calon perusahaan tercatat yang memenuhi karakteristik seperti memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi produk, serta memiliki kemanfaatan sosial. Perihal papan baru tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan kedua papan tersebut patut dicermati karena barang baru di pasar modal. Dia pun belum bisa menakar apakah kedua papan ini bakal menarik di mata investor. Pastinya, diperlukan waktu bagi pelaku pasar untuk mencerna papan anyar buatan Bursa itu.
IPO pada Masa Pandemi, 11 Saham Layak Dikoleksi
JAKARTA, ID — Sedikitnya 11 saham atau 10% dari 105 yang melakukan IPO dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama masa pandemi, 2020-2021, layak dikoleksi. Selain memiliki kinerja fundamental bagus dan prospek usaha yang cerah, banyak saham-saham ini sudah tergolong undervalued. Dari total 105 emiten yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham pada awal pandemi tahun 2020 hingga akhir 2021, sebanyak 54 emiten atau 52% mencatatkan potential gain hingga 8.584%. Sedangkan 51 saham mengalami potential loss. Ada banyak saham kelompok ini yang dinilai undervalued, di antaranya PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Avia Avian Tbk, dan PT Bukalapak.com Tbk. Para investor dengan orientasi jangka menengah dan panjang layak mengoleksi saham-saham tersebut menjelang window dressing Desember mendatang. “Kami memper tahankan MTEL dengan peringkat buy. Target price (TP) mencapai Rp 900, berpotensi menguat sekitar 25% dari posisi Rp 720 per 25 November lalu (lihat tabel),” kata Steven kepada Investor Daily, Sabtu (26/11) malam. (Yetede)
Waspadai Lonjakan Harga Saham Emiten Kecil di Musim Window Dressing
Harga sejumlah saham emiten berkapitalisasi kecil mendadak melejit menjelang musim window dressing. Investor harus hati-hati agar tak terjebak saham gorengan dengan likuiditas mini.
Biasanya, menjelang window dressing pada Desember, para spekulan menggoreng saham blue chip dengan nilai market cap atau kapitalisasi raksasa.
Situasi ini juga dimanfaatkan "bandar" untuk mengangkat harga saham emiten berkapitalisasi kecil (small cap). Salah satu indikasinya, sepekan terakhir, harga saham-saham emiten dengan market cap di bawah Rp 1 triliun terbang tinggi.
Victoria Investama Patok Harga Right Issue Rp180
JAKARTA, ID - PT Victoria Investama Tbk (VICO) siap menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 49,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp 180 per saham, sehingga jumlah dana yang akan diterima VICO dalam aksi ini adalah Rp 1,79 triliun. Dalam keterbukaan informasinya, Jumat (25/11/2022) disebutkan, setiap pemegang 100 saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perseroan pada penutupan perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 5 Desember 2022 berhak atas 99 HMETD. “Setiap 1 HMETD memberikan hakm kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD,” ujar manajemen VICO dalam keterangan resmi. Berdasarkan surat pernyataan PT Gratamulia Pratama (GMP) selaku pengendali perseroan, dengan ini GMP menegaskan akan melaksanakan sebagian HMETD yang akan dimilikinya yaitu sebesar 2.076.895.361 HMETD. (Yetede)









