Saham
( 1717 )Pemerintah Inbreng Saham SMBR ke SMGR Rp 2,84 Triliun
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja bisnis dan keberlanjutan usaha. SMGR juga memperkuat konsolidasi sebagai
holding
BUMN sub klaster semen.
Terbaru, pemerintah resmi melakukan inbreng saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) ke dalam SMGR. Ini dilakukan dengan mengalihkan saham negara sejumlah 7,49 miliar saham Seri B atau 75,51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh SMBR ke dalam SMGR. Nilai seluruhnya mencapai Rp 2,84 triliun. Aksi ini ialah kelanjutan dari program integrasi BUMN sub klaster semen melalui proses hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias right issue.
Direktur Utama SMGR Donny Arsal mengungkapkan, integrasi SMBR ke SMGR merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan pasar yang kompetitif. Apalagi SMBR memiliki posisi strategis di Sumatra bagian Selatan.
AKSI KORPORASI : SINYAL SEMARAK IPO 2023
Sepanjang tahun berjalan 2022, sebanyak 59 perusahaan sudah melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten baru. Tingginya minat korporasi untuk menggelar initial public offering (IPO) pada 2023 mulai tampak pada akhir tahun ini. Jumlah emiten baru pada 2022 itu melampaui realisasi dalam 5 tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 37 emiten baru pada 2017, 57 emiten baru pada 2018, 55 emiten baru pada 2019, 51 emiten baru pada 2020, dan 54 emiten baru pada 2021. Meski begitu, jumlah penggalangan dana dari IPO pada tahun ini belum mampu melampaui rekor pada 2021 yang menembus Rp62,61 triliun berkat IPO PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) Rp21,9 triliun, dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) Rp18,79 triliun. Apabila diakumulasi, 59 emiten baru pada tahun ini menghimpun dana segar Rp33,03 triliun dari investor publik. Raihan terjumbo dikantongi oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) Rp13,73 triliun, disusul PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli sebesar Rp8 triliun. Perusahaan yang baru saja listing ialah PT Venteny Fortuna International Tbk. (VTNY) pada 15 Desember 2022. Empat calon emiten itu ialah PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE), PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk. (BEER), PT Sunindo Pratama Tbk. (SUNI), dan PT Data Sinergitama Jaya Tbk. (ELIT).
Goto Jual Saham Alfamart Rp 1,5 Triliun
JAKARTA, ID - PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), perusahaan teknologi terbesar Indonesia, menyelesaikan penjualan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart senilai Rp 1,5 triliun. Alfamart adalah salah satu jaringan ritel modern besar di Indonesia. “Saham Alfamart menunjukkan kinerja yang kuat, sehingga memberi peluang bagi kami untuk merealisasikan keuntungan yang signifikan dari investasi di perusahaan tersebut,” ujar CFO Grup Goto Jacky Lo, Rabu (14/12/2022). Jacky menambahkan, divestasi tersebut konsisten dengan strategi jangka panjang perseroan untuk fokus pada bisnis inti, sebagaimana yang pernah dipaparkan sebelumnya. Strategi ini juga sudah dijelaskan pada paparan kinerja Goto kuartal III-2022 pertengahan November lalu. “Transaksi ini bukan merupakan transaksi dengan pihak aliasi dan bukan transaksi material sebagaimana diatur di dalam peraturan terkait,” kata dia. (Yetede)
GoTo Jual Saham Alfamart Rp 1,5 Triliun
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjual sahamnya di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola jaringan minimarket Alfamart. Nilai penjualan saham tersebut sebesar Rp 1,5 triliun. ”Saham Alfamart telah menunjukkan kinerja yang kuat sehingga memberikan peluang bagi GoTo untuk merealisasikan keuntungan yang signifikan dari investasi minoritas perseroan,” kata Chief Financial Officer Grup GoTo Jacky Lo, Rabu (14/12). (Yoga)
BEI Tetapkan Harga Teoretis Saham Garuda
BEI mengumumkan harga teoretis saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 204 untuk menyesuaikan harga perdagangan saham di pasar reguler dan pasar tunai terkait aksi korporasi. ”Untuk rencana penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dulu (right issue) Garuda akan dilakukan prapencatatan pada 16 Desember 2022, BEI mengumumkan harga teoretis meskipun saat ini saham Garuda masih berada dalam kondisi suspensi,” ujar Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna, Selasa (13/12). (Yoga)
Market Cap Bursa Anjlok Rp 236 Triliun
Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam tiga bulan terakhir mengikis nilai kapitalisasi pasar alias
market capitalization
(
market cap
) bursa. Jika dihitung sejak menyentuh level
all time high
pada 13 September 2022 lalu, bursa saham sudah kehilangan
market cap
senilai Rp 236 triliun.
Penurunan IHSG yang cukup dalam juga terjadi sejak awal Desember lalu. Dalam sembilan hari perdagangan, IHSG terkapar di zona merah. Meski dalam dua hari terakhir, indeks mulai kembali ke jalur hijau. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan market cap IHSG antara lain dipengaruhi oleh koreksi saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Dengan demikian, GOTO bahkan tak lagi masuk dalam jajaran 10 saham dengan
market cap
terbesar di bursa. Saham GOTO memang menjadi pemberat laju IHSG sepanjang tahun ini. Saham emiten teknologi ini telah mengikis IHSG sebesar 429,7 poin secara year to date.
Saham GOTO Rebound Usai 11 Hari Mentok ARB
SAHAM PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya bangkit setelah 11 kali beruntun mengalami
auto rejection
bawah (ARB). GOTO bertengger di posisi Rp 100 atau naik 14,94% pada Selasa (13/12).
Pada awal perdagangan, saham GOTO sempat turun tajam 7,4% ke Rp 81 per saham. Namun GOTO berhasil naik dan sempat menyentuh level tertinggi
intraday
di Rp 108. Kemarin, total nilai transaksi GOTO di pasar reguler mencapai Rp 2,49 triliun dengan
market cap
Rp 118,44 triliun.
Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, secara teknikal, estimasi maksimum support dan resistance
GOTO berada pada rentang Rp 81 sampai dengan Rp 120."Untuk kenaikan ini sementara masih
technical rebound. Sebab dari perspektif tren, GOTO masih dalam
markdown phase," jelas Nafan, Selasa (13/12).
Saham GoTo Masih Berpotensi Menguat
JAKARTA, ID - Harga saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bangkit (rebound) pada perdagangan Selasa (13/12/2022), dengan kenaikan 14,94% menjadi Rp 100 dari sebelumnya Rp 81 per. Saham perusahaan teknologi ini masih berpotensi terus menguat, ditopang valuasi yang atraktif dan ekspektasi perbaikan kinerja keuangan. Sejalan dengan itu, sejumlah sekuritas merekomendasikan investor untuk membeli (buy) saham GOTO, dengan target harga tinggi. Berdasarkan data Bloomberg, BNI Securities menetapkan target harga saham GOTO Rp 150, Citi Rp 290, Deutsche Bank Rp 250, Mandiri Sekuritas Rp 415, Indo Premier Rp 360, BRI Danareksa Sekuritas Rp 310, Sucor Sekuritas Rp 380, Trimegah Rp 380, Verdhana Sekuritas Rp 416, dan CLSA Rp 425. Sementara itu, Ciptadana menetapkan target harga saham GOTO Rp 190, sedangkan UBS Rp 160. (Yetede)
Ada Rezeki dari Peta Baru Saham Berkapitalisasi Jumbo
Volatilitas pasar saham yang terjadi dalam tiga bulan terakhir turut mengubah peta kapitalisasi pasar (
market cap
) di bursa saham. Sejumlah saham kehilangan
market cap
cukup besar, imbas dari penurunan harga.
Sebaliknya, ada tiga saham yang berhasil masuk liga
market cap
di atas Rp 100 triliun. Mereka adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang melambung 105% dalam tiga bulan terakhir juga menggeser posisi PT Telkom Indonesia (TLKM) di urutan keempat
market cap
terbesar di bursa.
Market cap
BYAN melesat dua kali lipat menjadi Rp 451,7 triliun.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti menilai, saham energi memang tengah diuntungkan oleh kenaikan harga jual komoditas. Emiten komoditas seperti MDKA, BYAN, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) juga cukup banyak menggelar ekspansi sepanjang tahun ini demi mendorong kinerjanya.
IHSG Akan Kembali ke Level 7.200
JAKARTA, ID – Meski pekan lalu terus terkoreksi, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi kembali menguat seiring peluang window dressing yang masih terbuka di penghujung tahun ini atau mulai pekan ke-3 Desember 2022. Ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar dan berkinerja keuangan solid, IHSG yang akhir pekan lalu ditutup melemah 89,11 poin atau 1,31% ke posisi 6.715,12, diperkirakan bisa kembali ke level 7.200. Dari sisi internal, sejumlah faktor disebut bisa menjadi sentimen positif yang bakal memperbesar peluang terjadinya window dressing di akhir 2022. Faktor-faktor tersebut di antaranya Bank Indonesia yang mulai Desember 2022 diprediksi tidak lagi agresif menaikkan suku bunga acuan, rilis data ekonomi makro—seperti inflasi—yang diprediksi membaik, dan aliran masuk modal asing langsung sepanjang 2022 yang tumbuh cukup kuat. (Yetede)









