;
Tags

Saham

( 1722 )

Investor Asing Terus Lepas Saham

KT3 13 Jan 2023 Kompas

Dari awal tahun hingga kini, investor asing masih terus menarik dananya dari pasar modal Indonesia. ”Investor masih akan memperhatikan nilai jual bersih investor asing yang sudah Rp 1,7 triliun pada pekan pertama Januari (2023), menyusul Rp 20 triliun sepanjang Desember (2022),” kata kata Senior Investment Information Mirae Asset Martha Christina, Kamis (12/1). (Yoga)

Dana Asing Rp 25 Trilun Keluar dari Pasar Saham

KT1 13 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Dana asing tercatat keluar (capital outflow) dari pasar saham sekitar US$ 1,61 miliar atau Rp 25,1 triliun selama November 2022 hingga 12 Januari 2023, dibandingkan modal asing masuk (capital inflow) sebesar US$ 2,1 miliar selama semester II-2021 dan US$ 4 miliar selama Januari-Oktober 2022. Tak ayal lagi, hal ini memukul indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan laporan riset Mandiri Sekuritas (Mansek), per 11 Januari 2023, IHSG, IDX80, dan indeks LQ45 turun masing-masing 3,9%, 4,1%, dan 4,5% secara year to date (ytd). Sementara itu, November 2022, IHSG, IDX80, dan LQ45 turun masing-masing 0,2%, 1,4%, dan 0,6%, sedangkan Desember 2022 sebesar 3,3%, 7,4%, dan 7,1%. Sejumlah kalangan menilai, dana asing hengkang dari pasar saham Indonesia menuju pasar yang menjanjikan return besar, seperti Asia Utara. Hal itu terkonfirmasi pada tumbuhnya indeks-indeks saham di Kawasan itu. Per 11 Januari 2023, indeks CSI 300 Tiongkok melejit 14,2%, Hang Seng Hong Kong 8,4%, Nikkei Jepang 1,3%, Kospi Korea Selatan 5,5%, dan TAIEX Taiwan 4,3%. (Yetede)

RHB Tawarkan Lagi Dua Waran Terstruktur

HR1 12 Jan 2023 Kontan

RHB Sekuritas kembali menawarkan dua waran terstuktur baru. Kali ini, saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT Timah Tbk (TINS) yang menjadi underlying asset. Kode waran terstruktur Bukalapak adalah BUKADRCV3A dan PT Timah TINSDRCV3A. Jenis kedua waran terstruktur ini adalah call warrant dengan jenis penyelesaiannya secara tunai. RHB Sekuritas memasang harga penawaran waran terstruktur BUKA di Rp 4-Rp 20 dengan harga pelaksanaan waran terstruktur Rp 187-Rp 436. Lalu, harga penawaran waran terstruktur TINS Rp 17-Rp 70 dengan harga pelaksanaan Rp 840-Rp 1.560. Penawaran waran BUKADRCV3A dan TINSDRCV3A ini berlangsung selama tiga hari, 11 Januari-13 Januari 2023. Steinly Atmanagara, Head Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas, mengatakan, hadirnya waran terstruktur BUKA dan TINS ini menambah pilihan instrumen waran terstruktur.

Harga Bahan Baku Lesu, Saham CPIN Melaju

HR1 12 Jan 2023 Kontan

Ketika mayoritas saham emiten peternakan unggas atau poultry masih berkubang di zona merah, harga saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) justru melonjak drastis. Bahkan harganya melampaui kenaikan indeks saham LQ45. Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/1), harga saham CPIN bertengger di posisi Rp 6.225. Jika dilihat sejak awal tahun, harga saham CPIN sudah meroket 10,18%. Analis Phintraco Sekuritas Rio Febrian melihat, salah satu pendorong harga saham CPIN adalah meningkatnya permintaan produk di akhir 2022. Antara lain, dari momen Natal dan tahun baru 2023. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menambahkan, lonjakan harga CPIN juga didorong melandainya sejumlah harga komoditas pangan, yang berpotensi menekan biaya bahan baku emiten poultry.

DISKON BLUE CHIPS AWAL TAHUN

HR1 11 Jan 2023 Bisnis Indonesia (H)

Pasar saham yang lunglai pada awal tahun ini tak kuasa menahan indeks harga saham gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah. Kendati demikian, fase koreksi itu justru membuka peluang bagi investor untuk berbelanja saham blue chips dengan harga ‘diskon’. Sepanjang 2-10 Januari 2023, IHSG merosot 3,33% dan parkir di level 6.622,5. Performa itu menjadi yang paling boncos di antara negara-negara Asia Pasific yang mayoritas menghijau dipimpin oleh bursa Hong Kong dan Korea Selatan yang melompat masing-masing sebesar 7,84% dan 5,14% sejak awal tahun ini. Indeks komposit yang menukik dipicu oleh pelemahan harga saham-saham emiten berkapitalisasi pasar besar dan arus keluar modal asing yang sudah membukukan net sell Rp2,85 triliun. Fase bearish saham-saham blue chips juga menekan manuver indeks LQ45 dan IDX30 yang berturut-turut mengalami penurunan 3,85% dan 3,95% hingga Selasa (10/1). Tren koreksi saham itu berimbas terhadap indikator valuasi saham-saham konstituen IDX30 mayoritas bergerak turun. Berdasarkan data Bloomberg, 19 saham emiten IDX30 saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) di bawah rata-rata PER dalam 5 tahun atau relatif murah. Menurut Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas Adrian Joezer, pelemahan IHSG tidak lepas dari aksi investor asing yang melakukan rotasi dengan mengalihkan dana ke pasar Asia bagian utara, terutama China. Data yang dihimpun Mandiri Sekuritas memperlihatkan aliran keluar dana asing juga dialami bursa saham Malaysia dan Filipina. Adrian mengatakan turunnya harga saham blue chips bisa menjadi momentum bagi investor untuk melakukan akumulasi atau buy on weakness. Senada, Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan investor dapat melakukan cicil beli terhadap saham blue chips dengan acuan valuasi di bawah rata-rata PER 5 tahun.

GGRM Suntik Rp 7 Triliun ke Anak Usaha Bidang Jalan Tol

HR1 11 Jan 2023 Kontan

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) nampak semakin serius melakukan diversifikasi bisnis. Kali ini, GGRM menyuntik modal Rp 7 triliun kepada anak usahanya yang bergerak di bisnis infrastruktur jalan, yakni PT Surya Kerta Agung (SKA). Menilik keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/1), total modal yang disetor GGRM ke Surya Kerta Agung sebanyak 7 juta saham. Sayangnya, manajemen GGRM belum menyebutkan dengan gamblang tujuan dan maksud dari penambahan modal ini. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, diversifikasi GGRM ke segmen infrastruktur jalan bisa berdampak baik ke kinerja emiten. Hanya saja, hasil dari diversifikasi ini baru akan terlihat dalam jangka panjang. Diversifikasi bisnis GGRM bisa berkontribusi positif di tengah kondisi industri rokok yang selalu terhimpit kenaikan cukai rokok.

Fundamental Emiten Bank Tetap Solid

KT1 11 Jan 2023 Investor Daily H

JAKARTA, ID – Fundamental emiten perbankan nasional diprediksi tetap solid tahun ini di tengah ancaman resesi global dan kenaikan suku bunga acuan yang tetap agresif. Bahkan, laba bersih sektor perbankan diperkirakan masih mampu tumbuh di atas 10% dan menjadi motor pertumbuhan laba bersih emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Itu sebabnya, kalangan analis menilai, koreksi saham perbankan belakangan ini hanya bersifat sementara. Artinya, didorongpertumbuhan kinerja keuangan,saham bank masih berpotensi bangkit ke depan. Alhasil, kinerja saham emiten-emiten perbankan digadang-gadang bakal menjadi penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) selama 2023. Pada perdagangan Selasa (10/01/2023), saham-saham bank berguguran, seiring munculnya ketakutan bahwa dunia bakal dilanda resesi global dan aksi asing melepas saham bank besar. Sebanyak empat saham bank besar dari sisi market cap kompak menjadi pemberat IHSG, menggantikan peran saham batu bara pada perdagangan sehari sebelumnya. (Yetede)

Bank Sumut Siap Masuk Bursa

KT3 10 Jan 2023 Kompas

PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara segera melepas saham ke publik. Bank Sumut menawarkan 2,93 miliar saham setara 23 % saham dalam penawaran saham perdana (IPO) ini. Potensi dana publik yang dihimpun Rp 1,02 triliun hingga Rp 1,49 triliun. ”Modal yang memadai ditambah dana segar dari IPO akan mendorong kinerja bank,” kata Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut Arieta Aryanti, Senin (9/1/2023). (Yoga)

Strategi MI Kelola Reksadana Saat IHSG Loyo di Awal Tahun

HR1 10 Jan 2023 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja negatif di awal 2023 dengan penurunan 2,37% ke level 6.688,26 per Senin (9/1). Meskipun begitu, para manajer investasi optimistis reksadana saham tetap menjadi pilihan investasi menarik di tahun ini. Investment Specialist Sucorinvest Asset Management Caroline Hanni mengatakan, IHSG akan bergerak stabil cenderung naik. Ini didukung posisi Indonesia yang masih diuntungkan harga komoditas dan meningkatnya konsumsi domestik. Caroline melihat, harga komoditas energi masih bertahan pada level tinggi karena disrupsi pasokan. Melihat situasi ini, Caroline menyebut, Sucorinvest AM akan lebih defensif dalam mengelola portofolio reksadana saham dan campuran. Pasalnya, sentimen negatif global mendorong aksi jual investor asing, sehingga meningkatkan volatilitas pasar saham. Tahun ini, Sucorinvest AM akan menerapkan strategi active indexing dengan fokus pada saham bluechip dari sektor energi, perbankan, telekomunikasi, dan infrastruktur. Caroline memperkirakan, imbal hasil reksadana saham tahun ini sedikit lebih rendah dari 2022, yakni sekitar 5%-8%. Ini sejalan dengan target IHSG di akhir 2023 di 7.300-7.400. Di 2022 lalu, reksadana saham Sucorinvest, seperti Sucorinvest Equity Fund dan Sucorinvest Maxi Fund, masing-masing memberi

Saham Batu Bara Jadi Pemberat IHSG

KT1 10 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Saham-saham batu bara kembali ambles pada perdagangan Senin (9/1/2023), seiring masih kuatnya sentimen negatif dari rencana Tiongkok merelaksasi impor batu bara asal Australia. Tak ayal lagi, saham batu bara menjadi pemberat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin. Berdasarkan data BEI, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang penurunan indeks terbesar, yakni 4,85 poin, setelah merosot 1,2%. Kemudian, saham PT Astra International Tbk (ASII), pengendali perusahaan kontraktor dan pertambangan batu bara PT United Tractors Tbk (UNTR), turun 1,8% dan menyumbangkan penurunan indeks 4,7 poin, lalu PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) 3,68 poin, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 3,39 poin, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 1,49 poin, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 1,45 poin. (Yetede)

Pilihan Editor