IHSG Berlari Kencang Semester II
JAKARTA, ID – Tahun ini investor disarankan untuk rebalancing instrumen investasi dan refocusing pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang telah terdiskon. Kalangan analis optimistis bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) berlari kencang mulai semester II, karena kemungkinan penurunan suku bunga The Fed dan masifnya partai politik menggelontorkan dana kampanye. Pelemahan IHSG dan fenomena net sell yang melanda Bursa Efek Indonesia selama Januari ini hanya bersifat sementara, tergiur mencari pasar regional yang sedang murah. Pasar saham diprediksi mulai bergairah pada akhir kuartal I-2023, dengan IHSG diperkirakan menembus 7.300. Secara moderat, tahun ini indeks bisa mencapai 7.550, tapi bisa juga 8.400 jika resesi tidak seburuk yang diekspektasikan. Sementara itu, dari sisi fundamental makro ekonomi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal itu tercermin pada neraca dagang yang konsisten surplus, fiskal solid dengan penerimaan pajak melampaui target, serta inflasi relatif terkendali. Jadi fenomena pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen dan psikologis, ketimbang data fundamental. (Yetede)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023