;
Tags

Saham

( 1722 )

Tahun Menantang Bursa Saham

HR1 31 Dec 2022 Bisnis Indonesia (H)

Prospek pasar modal pada 2023 diproyeksikan semakin menguat. Rapor hijau bursa saham pada 2022 menjadi pijakan investor dalam mengatur portofolionya. Apalagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2023 diproyeksikan dapat menembus level 8.000. Sinarmas Sekuritas, misalnya, memproyeksikan IHSG pada 2023 bergerak di kisaran 6.250—8.000. Adapun, Mirae Asset Sekuritas memproyeksi IHSG dapat menembus level 7.880 pada 2023. Meski demikian, investor perlu tetap waspada mengingat sejumlah tantangan a.l. peningkatan resesi global yang terjadi di Amerika Serikat (AS) dan China, ditambah dengan konflik politik Rusia dan Ukraina, serta dinamika politik menjelang Pesta Demokrasi 2024 yang berisiko menggoyang pergerakan saham. Deputi Head of Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati menyatakan pelaku pasar perlu memperhatikan risiko dari naiknya probabilitas resesi di AS dan China yang dapat mengganggu aktivitas dagang dengan Indonesia. Selain itu, proyeksi harga komoditas 2023 yang lebih landai dikhawatirkan bakal mengurangi optimisme pasar. Sejumlah emiten komoditas itu, sahamnya juga sempat menyentuh all time high pada tahun ini, a.l. ITMG, ADRO, dan BYAN. Di sektor perbankan, saham BBCA dan BBRI juga sempat menyentuh level tertingginya. Kendati demikian, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama optimistis sektor perbankan dan consumer goods dapat menjadi pilihan investor untuk berinvestasi saham 2023.

Saham BIYAN Motor Penggerak IHSG, ADMR Top Gainer

KT1 31 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di level 6.850,2, Jumat (30/12/2022), turun 0,14% dibandingkan sehari sebelumnya. Sepanjang 2022, IHSG tumbuh 4,09%, lebih rendah dari 2021 sebesar 10,06%, dengan market cap Rp 9.499 triliun. Berdasarkan data BEI, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi penggerak (mover) terbesar IHSG, dengan kenaikan 677% menjadi Rp 21 ribu dan berkontribusi 357 poin. Adapun kenaikan harga tertinggi (top gainer) dipegang perusahaan batu bara kokas dan aluminium nasional, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), sebesar 1.595% menjadi Rp 1.695 Saham BYAN terkerek lonjakan harga batu bara sebesar 149% menjadi US$ 404 per ton sepanjang 2022 dari US$ 162 per ton. Berkat lonjakan harga saham yang fantastis, sang pemilik Bayan, Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya di Indonesia, mengalahkan duo Hartono, pemilik Grup Djarum, yang mengendalikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA/BBCA). (Yetede)

MAGNET KUAT SAHAM BARU

HR1 28 Dec 2022 Bisnis Indonesia (H)

Mayoritas saham emiten-emiten anyar masih menjadi instrumen investasi yang memberi cuan tebal pada tahun ini. Di tengah tren menghijaunya saham pendatang baru, investor perlu mencermati faktor tujuan go public, valuasi, kondisi keuangan, hingga prospek emiten sebelum berpartisipasi dalam IPO. Bursa Efek Indonesia kedatangan 59 emiten baru sepanjang tahun berjalan 2022. Jumlah emiten baru pada 2022 itu melampaui realisasi dalam 5 tahun sebelumnya yang tercatat 37 emiten baru pada 2017, 57 emiten baru pada 2018, 55 emiten baru pada 2019, 51 emiten baru pada 2020, dan 54 emiten baru pada 2021. Secara akumulasi, total penggalangan dana dari IPO pada tahun ini mencapai Rp33,03 triliun atau lebih rendah dari rekor pada 2021 yang menembus Rp62,61 triliun. Sektor konsumer mendominasi aksi initial public offering (IPO) pada tahun ini dengan total emiten baru sebanyak 26 perusahaan. Selain itu, IPO juga diramaikan oleh emiten dari sektor kesehatan, teknologi, dan infrastruktur. Saham emiten-emiten baru bergerak kembang kempis sejak debut di lantai bursa. Meski begitu, mayoritas melaju di teritori hijau hingga menjelang akhir tahun ini. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan beberapa sektor di pasar modal masih mempunyai potensi baik seperti sektor konsumen primer dan energi. Menurut Arjun, di tengah risiko resesi dan ketidakpastian geopolitik, sektor konsumen primer memiliki resiliensi terhadap risiko ini. “Sektor energi masih kondusif karena terdapat potensi kenaikan harga minyak, batu bara, dan gas alam,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (27/12).

SWI OJK Ciduk Sembilan Investasi Ilegal

HR1 28 Dec 2022 Kontan

Ibarat rumput ilalang, pelaku penawaran investasi ilegal di Indonesia terus tumbuh. Kendati saban bulan Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) rutin menutup kegiatan investasi ilegal, aksi ini masih tetap marak. Terbaru, di periode Desember 2022, SWI OJK kembali menciduk sembilan entitas usaha yang melakukan penawaran investasi tanpa izin. Dari sembilan entitas itu, empat entitas melakukan penawaran investasi tanpa izin. Lalu, dua entitas melakukan pembiayaan dan pendanaan tanpa izin. Selain itu, masing-masing satu entitas melakukan kegiatan agen properti tanpa izin, kegiatan aset kripto tanpa izin dan perdagangan aset digital tanpa izin. Tongam L. Tobing, Ketua Satgas Waspada Investasi menegaskan, penanganan entitas investasi ilegal dilakukan SWI sebagai langkah antisipatif.

GOTO Anjlok, Langkah IHSG Makin Ringan

HR1 27 Dec 2022 Kontan

Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi terdepak dari jajaran saham dengan dengan kapitalisasi pasar terbesar (big caps). Ini karena harga saham GOTO yang terus terjun bebas. Penurunan harga saham GOTO terus terjadi sejak masa lock up period berakhir pada 30 November 2022. Sejak saat itu, saham GOTO selalu mengalami auto reject bawah (ARB). Senin (26/12), saham GOTO ditutup melemah 4,65% di Rp 82 per saham. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji menegaskan, penurunan kapitalisasi pasar saham GOTO ini terjadi seiringan dengan aksi jual yang dilakukan oleh para investor. Lantaran saham GOTO memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar di BEI, alhasil setiap pergerakan saham emiten ini sangat mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro menyebut, pelemahan GOTO menjadi pemberat kinerja IHSG selama ini. Efeknya dalam IHSG hanya mampu menguat 3,86% sepanjang tahun ini menjadi 6.835,81 hingga Senin (26/12).

Saham Emiten Konglomerat Masih Prospektif

HR1 27 Dec 2022 Kontan (H)

Daftar orang terkaya di Indonesia berubah. Terbaru, Low Tuck Kwong, taipan sekaligus pendiri perusahaan tambang batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sukses menggusur duo bos Grup Djarum, Hartono bersaudara, sebagai orang paling tajir di Indonesia. Kekayaan Low terus melesat seiring dengan kenaikan harga saham BYAN. Kemarin, harga saham BYAN ditutup di level Rp 20.575 per saham. Tentu saja, bukan cuma Low Tuck Kwong yang menikmati kenaikan harga saham BYAN ini. Investor yang menyimpan saham BYAN sejak awal tahun ini juga ikut mendulang cuan. Saham BYAN juga termasuk saham grup konglomerat yang memberikan cuan besar pada tahun ini. Sebagai gambaran, apabila dihitung sejak awal tahun ini, harga saham BYAN sudah melesat 662,04%. BYAN merupakan saham energi dengan kenaikan harga tertinggi kedua, hanya kalah oleh kenaikan harga PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), perusahaan milik pengusaha Garibaldi Thohir dan Grup Saratoga.Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai, aksi pemecahan nilai saham atau stock split yang dilakukan oleh emiten ini ikut menambah daya tarik saham BYAN. Dia melihat, harga saham BYAN sebelum stock split yang menyentuh harga sekitar level Rp 94.000 per saham kurang diminati oleh investor.

Batubara Membikin Kekayaan Taipan Melesat

HR1 27 Dec 2022 Kontan (H)

Peta daftar orang terkaya di Indonesia bergeser. Dato' Low Tuck Kwong menjadi buah bibir lantaran diklaim sebagai orang paling tajir di Indonesia. Versi Forbes, pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) itu menggeser duo taipan pemilik Grup Djarum yakni Robert Budi Hartono dan Michael Hartono, yang selama ini memuncaki daftar orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan data Real Time Forbes Billionaires List, kekayaan Low Tuck Kwong pada Senin (26/12) mencapai US$ 27,8 miliar. Nilai ini setara Rp 433,68 triliun dengan kurs Rp 15.600 per dollar AS). Harta Low Tuck ini melampaui kekayaan milik Budi Hartono dan Michael Hartono, yang masing-masing mencatatkan kekayaan US$ 22,3 miliar dan US$ 21,5 miliar. Berbeda dengan versi Forbes, data The Bloomberg Billionaires Index memperlihatkan, Hartono bersaudara masih menjadi orang terkaya di Tanah Air. Budi dan Michael Hartono memiliki kekayaan masing-masing US$ 18,8 miliar dan US$ 17,8 miliar. Senior Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai, lonjakan kekayaan Low Tuck tak lepas dari kinerja cemerlang harga saham Bayan Resources sepanjang 2022.


Market Cap Bayan Sentuh Rp 686 Triliun, Tempel BRI

KT1 27 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menembus Rp 20 ribu, tepatnya Rp 20.575 pada perdagangan Senin (26/12/2022), naik 10,77% dibandingkan penutupan pekan lalu. Seiring dengan itu, kapitalisasi pasar (market cap) Bayan kini mencapai Rp 686 triliun dan berada di posisi ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bayan menempel ketat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI/ BBRI) di posisi kedua dengan market cap Rp 740 triliun. Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BCA BBCA) masih kokoh di puncak dengan market cap Rp 1.047 triliun. Saham BYAN terus reli setelah perseroan menggelar stock split dengan rasio 1:10 Berdasarkan data RTI, saham BYAN telah naik 685%, ditopang lonjakan kinerja keuangan. Per September 2022, Bayan mencetak kenaikan pendapatan 91,5% menjadi US$ 3,34 miliar. Laba bersih melejit 148,9% menjadi US$ 1,62 miliar. Bayan akan membagikan dividen interim senilai total US$ 1 miliar pada 5 Januari 2023. (Yetede)

IHSG Berpeluang Window Dressing

KT1 26 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Meski dengan kenaikan indeks yang lebih tipis, fenomena window dressing dan santa claus rally diperkirakan masih berpeluang terjadi pada pekan terakhir perdagangan saham 2022 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Laporan kinerja keuangan emiten, probabilitas resesi Indonesia yang sangat rendah, rencana penghapusan kebijakan PPKM, serta data kepercayaan konsumen AS yang membaik, disebut bakal menjadi katalis positif bagi terjadinya kedua fenomena itu. Sejumlah saham dari sektor keuangan, khususnya perbankan, dan sektor infrastruktur adalah di antara saham yang banyak direkomendasikan oleh para analis untuk dikoleksi di lima hari perdagangan tersisa. Sedangkan sektor lain yang juga diprediksi masih berpeluang mendatangkan potensi capital gain adalah beberapa saham dari sektor properti, sektor consumer cyclicals, sektor consumer non-cyclicals, dan sektor industrial serta saham-saham emiten berkapitaslisasi pasar besar dan BUMN. (Yetede)

Emiten Hotel Cuan di Libur Akhir Tahun

HR1 26 Dec 2022 Kontan

Libur hari raya Natal dan tahun baru 2023, bakal jadi momen terindah bagi emiten perhotelan pasca pandemi Covid-19. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat, okupansi atau tingkat keterisian hotel pada musim liburan Natal dan tahun baru 2023 sudah di atas 80%, naik dibanding akhir tahun lalu. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat, okupansi atau tingkat keterisian hotel pada musim liburan Natal dan tahun baru 2023 sudah di atas 80%, naik dibanding akhir tahun lalu. Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menimpali, secara historis, kinerja emiten hotel akan meningkat di akhir tahun. Ini didorong pergerakan masyarakat yang ingin memanfaatkan momen libur akhir tahun.

Pilihan Editor