;
Tags

Saham

( 1717 )

Inflasi AS Turun, Pasar Saham Berpotensi Bangkit

KT1 16 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Setelah turun 0,64% ke level 6.641 pada pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini berpotensi bangkit, didorong penurunan inflasi di Amerika Serikat (AS).Support indeks berada di level 6.557-6.500 dan resistance 6.727-6.813. Penurunan inlfasi AS ke level 6,5% pada Desember 2022 akan memberikan kesempatan bagi bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk menahan kenaikan suku bunga. Selain itu, kabar itu akan menentukan kebijakan Bank Indonesia dalam menetapkan suku bunga acuan. Sebenar nya, Direktur Equator Swarna Capital Hans Kwee menerangkan, penurunan inflasi AS sejatinya sudah terjadi sejak Desember 2022 dan diperkirakan terus berlanjut. Karena itu, The Fed diperkirakan tidak menaikan suku bunga dalam waktu dekat. “Kenaikan suku bunga diperkirakan baru terjadi pada Februari mendatang sebanyak 25 basis points (bps),” jelas Hans kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede)

IHSG Berlari Kencang Semester II

KT1 16 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Tahun ini investor disarankan untuk rebalancing instrumen investasi dan refocusing pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang telah terdiskon. Kalangan analis optimistis bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) berlari kencang mulai semester II, karena kemungkinan penurunan suku bunga The Fed dan masifnya partai politik menggelontorkan dana kampanye. Pelemahan IHSG dan fenomena net sell yang melanda Bursa Efek Indonesia  selama Januari ini hanya bersifat sementara, tergiur mencari pasar regional yang sedang murah. Pasar saham diprediksi mulai bergairah pada akhir kuartal I-2023, dengan IHSG diperkirakan menembus 7.300. Secara moderat, tahun ini indeks  bisa mencapai 7.550, tapi bisa juga 8.400 jika resesi tidak seburuk yang diekspektasikan. Sementara itu, dari sisi fundamental makro ekonomi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal itu tercermin pada neraca dagang yang konsisten surplus, fiskal solid dengan penerimaan pajak melampaui target, serta inflasi relatif terkendali. Jadi fenomena pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen dan psikologis, ketimbang data fundamental. (Yetede)

Alibaba Jual 3,1% Saham Paytm Senilai US$ 125 Juta

HR1 14 Jan 2023 Kontan

Alibaba menjual 3,1% kepemilikan saham di perusahaan pembayaran digital India, Paytm senilai US$ 125 juta pada Kamis (12/1). Seperti dilansir dari  Reuters, kemarin (13/1), Alibaba sebelumnya memegang 6,26% saham di Paytm pada akhir September 2022. Perusahaan ini menjual 3,1% saham di Paytm di harga INR 536,95 per saham, menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya. Paytm yang sebelumnya bernama One97 Communications mencatatkan saham di bursa India pada tahun 2021 dengan nilai initial public offering (IPO) senilai US$ 2,5 miliar.

Anak Usaha PALM Beli Saham MMLP

HR1 13 Jan 2023 Kontan

PT Suwarna Arta Mandiri, anak usaha PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) merogoh kocek Rp 620 miliar untuk mencaplok saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP). Sekretaris Perusahaan Provident Investasi Bersama, Lim Na Lie bilang, Suwarna Arta Mandiri membeli 1,25 miliar saham MMLP di harga Rp 495 per saham. Transaksi ini dilakukan pada 5 Januari 2023. Transaksi ini setara 18,18% kepemilikan saham MMLP. Per 31 Desember 2022, pemegang saham MMLP, antara lain, Mega Mandiri 16,91%, UOB Kay Hian 32,79%, West Bridge 16,89%, publik 33,39%. Sekadar informasi, PT Suwarna Arta Mandiri merupakan entitas usaha Provident Agro di bawah kendali Saratoga Group, dan Winato Kartono melalui Provident Capital Indonesia dengan kepemilikan 50,85% dari seluruh saham.

Investor Asing Terus Lepas Saham

KT3 13 Jan 2023 Kompas

Dari awal tahun hingga kini, investor asing masih terus menarik dananya dari pasar modal Indonesia. ”Investor masih akan memperhatikan nilai jual bersih investor asing yang sudah Rp 1,7 triliun pada pekan pertama Januari (2023), menyusul Rp 20 triliun sepanjang Desember (2022),” kata kata Senior Investment Information Mirae Asset Martha Christina, Kamis (12/1). (Yoga)

Dana Asing Rp 25 Trilun Keluar dari Pasar Saham

KT1 13 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Dana asing tercatat keluar (capital outflow) dari pasar saham sekitar US$ 1,61 miliar atau Rp 25,1 triliun selama November 2022 hingga 12 Januari 2023, dibandingkan modal asing masuk (capital inflow) sebesar US$ 2,1 miliar selama semester II-2021 dan US$ 4 miliar selama Januari-Oktober 2022. Tak ayal lagi, hal ini memukul indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan laporan riset Mandiri Sekuritas (Mansek), per 11 Januari 2023, IHSG, IDX80, dan indeks LQ45 turun masing-masing 3,9%, 4,1%, dan 4,5% secara year to date (ytd). Sementara itu, November 2022, IHSG, IDX80, dan LQ45 turun masing-masing 0,2%, 1,4%, dan 0,6%, sedangkan Desember 2022 sebesar 3,3%, 7,4%, dan 7,1%. Sejumlah kalangan menilai, dana asing hengkang dari pasar saham Indonesia menuju pasar yang menjanjikan return besar, seperti Asia Utara. Hal itu terkonfirmasi pada tumbuhnya indeks-indeks saham di Kawasan itu. Per 11 Januari 2023, indeks CSI 300 Tiongkok melejit 14,2%, Hang Seng Hong Kong 8,4%, Nikkei Jepang 1,3%, Kospi Korea Selatan 5,5%, dan TAIEX Taiwan 4,3%. (Yetede)

RHB Tawarkan Lagi Dua Waran Terstruktur

HR1 12 Jan 2023 Kontan

RHB Sekuritas kembali menawarkan dua waran terstuktur baru. Kali ini, saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT Timah Tbk (TINS) yang menjadi underlying asset. Kode waran terstruktur Bukalapak adalah BUKADRCV3A dan PT Timah TINSDRCV3A. Jenis kedua waran terstruktur ini adalah call warrant dengan jenis penyelesaiannya secara tunai. RHB Sekuritas memasang harga penawaran waran terstruktur BUKA di Rp 4-Rp 20 dengan harga pelaksanaan waran terstruktur Rp 187-Rp 436. Lalu, harga penawaran waran terstruktur TINS Rp 17-Rp 70 dengan harga pelaksanaan Rp 840-Rp 1.560. Penawaran waran BUKADRCV3A dan TINSDRCV3A ini berlangsung selama tiga hari, 11 Januari-13 Januari 2023. Steinly Atmanagara, Head Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas, mengatakan, hadirnya waran terstruktur BUKA dan TINS ini menambah pilihan instrumen waran terstruktur.

Harga Bahan Baku Lesu, Saham CPIN Melaju

HR1 12 Jan 2023 Kontan

Ketika mayoritas saham emiten peternakan unggas atau poultry masih berkubang di zona merah, harga saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) justru melonjak drastis. Bahkan harganya melampaui kenaikan indeks saham LQ45. Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/1), harga saham CPIN bertengger di posisi Rp 6.225. Jika dilihat sejak awal tahun, harga saham CPIN sudah meroket 10,18%. Analis Phintraco Sekuritas Rio Febrian melihat, salah satu pendorong harga saham CPIN adalah meningkatnya permintaan produk di akhir 2022. Antara lain, dari momen Natal dan tahun baru 2023. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menambahkan, lonjakan harga CPIN juga didorong melandainya sejumlah harga komoditas pangan, yang berpotensi menekan biaya bahan baku emiten poultry.

DISKON BLUE CHIPS AWAL TAHUN

HR1 11 Jan 2023 Bisnis Indonesia (H)

Pasar saham yang lunglai pada awal tahun ini tak kuasa menahan indeks harga saham gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah. Kendati demikian, fase koreksi itu justru membuka peluang bagi investor untuk berbelanja saham blue chips dengan harga ‘diskon’. Sepanjang 2-10 Januari 2023, IHSG merosot 3,33% dan parkir di level 6.622,5. Performa itu menjadi yang paling boncos di antara negara-negara Asia Pasific yang mayoritas menghijau dipimpin oleh bursa Hong Kong dan Korea Selatan yang melompat masing-masing sebesar 7,84% dan 5,14% sejak awal tahun ini. Indeks komposit yang menukik dipicu oleh pelemahan harga saham-saham emiten berkapitalisasi pasar besar dan arus keluar modal asing yang sudah membukukan net sell Rp2,85 triliun. Fase bearish saham-saham blue chips juga menekan manuver indeks LQ45 dan IDX30 yang berturut-turut mengalami penurunan 3,85% dan 3,95% hingga Selasa (10/1). Tren koreksi saham itu berimbas terhadap indikator valuasi saham-saham konstituen IDX30 mayoritas bergerak turun. Berdasarkan data Bloomberg, 19 saham emiten IDX30 saat ini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) di bawah rata-rata PER dalam 5 tahun atau relatif murah. Menurut Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas Adrian Joezer, pelemahan IHSG tidak lepas dari aksi investor asing yang melakukan rotasi dengan mengalihkan dana ke pasar Asia bagian utara, terutama China. Data yang dihimpun Mandiri Sekuritas memperlihatkan aliran keluar dana asing juga dialami bursa saham Malaysia dan Filipina. Adrian mengatakan turunnya harga saham blue chips bisa menjadi momentum bagi investor untuk melakukan akumulasi atau buy on weakness. Senada, Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan investor dapat melakukan cicil beli terhadap saham blue chips dengan acuan valuasi di bawah rata-rata PER 5 tahun.

GGRM Suntik Rp 7 Triliun ke Anak Usaha Bidang Jalan Tol

HR1 11 Jan 2023 Kontan

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) nampak semakin serius melakukan diversifikasi bisnis. Kali ini, GGRM menyuntik modal Rp 7 triliun kepada anak usahanya yang bergerak di bisnis infrastruktur jalan, yakni PT Surya Kerta Agung (SKA). Menilik keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/1), total modal yang disetor GGRM ke Surya Kerta Agung sebanyak 7 juta saham. Sayangnya, manajemen GGRM belum menyebutkan dengan gamblang tujuan dan maksud dari penambahan modal ini. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, diversifikasi GGRM ke segmen infrastruktur jalan bisa berdampak baik ke kinerja emiten. Hanya saja, hasil dari diversifikasi ini baru akan terlihat dalam jangka panjang. Diversifikasi bisnis GGRM bisa berkontribusi positif di tengah kondisi industri rokok yang selalu terhimpit kenaikan cukai rokok.

Pilihan Editor