Dana Asing Rp 25 Trilun Keluar dari Pasar Saham
JAKARTA, ID – Dana asing tercatat keluar (capital outflow) dari pasar saham sekitar US$ 1,61 miliar atau Rp 25,1 triliun selama November 2022 hingga 12 Januari 2023, dibandingkan modal asing masuk (capital inflow) sebesar US$ 2,1 miliar selama semester II-2021 dan US$ 4 miliar selama Januari-Oktober 2022. Tak ayal lagi, hal ini memukul indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan laporan riset Mandiri Sekuritas (Mansek), per 11 Januari 2023, IHSG, IDX80, dan indeks LQ45 turun masing-masing 3,9%, 4,1%, dan 4,5% secara year to date (ytd). Sementara itu, November 2022, IHSG, IDX80, dan LQ45 turun masing-masing 0,2%, 1,4%, dan 0,6%, sedangkan Desember 2022 sebesar 3,3%, 7,4%, dan 7,1%. Sejumlah kalangan menilai, dana asing hengkang dari pasar saham Indonesia menuju pasar yang menjanjikan return besar, seperti Asia Utara. Hal itu terkonfirmasi pada tumbuhnya indeks-indeks saham di Kawasan itu. Per 11 Januari 2023, indeks CSI 300 Tiongkok melejit 14,2%, Hang Seng Hong Kong 8,4%, Nikkei Jepang 1,3%, Kospi Korea Selatan 5,5%, dan TAIEX Taiwan 4,3%. (Yetede)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023