Inflasi AS Turun, Pasar Saham Berpotensi Bangkit
JAKARTA, ID – Setelah turun 0,64% ke level 6.641 pada pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini berpotensi bangkit, didorong penurunan inflasi di Amerika Serikat (AS).Support indeks berada di level 6.557-6.500 dan resistance 6.727-6.813. Penurunan inlfasi AS ke level 6,5% pada Desember 2022 akan memberikan kesempatan bagi bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk menahan kenaikan suku bunga. Selain itu, kabar itu akan menentukan kebijakan Bank Indonesia dalam menetapkan suku bunga acuan. Sebenar nya, Direktur Equator Swarna Capital Hans Kwee menerangkan, penurunan inflasi AS sejatinya sudah terjadi sejak Desember 2022 dan diperkirakan terus berlanjut. Karena itu, The Fed diperkirakan tidak menaikan suku bunga dalam waktu dekat. “Kenaikan suku bunga diperkirakan baru terjadi pada Februari mendatang sebanyak 25 basis points (bps),” jelas Hans kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023