;

MERABA NASIB SAHAM TEKNOLOGI

Ekonomi Hairul Rizal 22 Nov 2022 Bisnis Indonesia (H)
MERABA NASIB SAHAM TEKNOLOGI

Tekanan pada saham-saham emiten teknologi tak kunjung reda. Misi sejumlah emiten teknologi menempuh jalan yang lebih menguntungkan rupanya tak cukup menjadi bahan bakar pendorong pergerakan harga sahamnya. Kendati demikian, kalangan analis menilai masih ada peluang bagi saham-saham emiten teknologi untuk bangkit pada awal tahun depan, seiring penurunan inflasi di Amerika Serikat dan suku bunga The Fed yang selama ini amat berpengaruh. Jika ditengok, emiten teknologi yang memiliki bisnis marketplace alias lokapasar telah mengumumkan rencananya untuk mempercepat pergerakan bisnis di jalur menguntungkan. Salah satunya terungkap dalam laporan Google, Temasek dan Bain & Company bertajuk E-conomy SEA 2022 di mana PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan PT Bukalapak.com (BUKA) bakal menggenjot laju bisnis dalam kurun waktu tiga kuartal hingga setahun. Sayangnya, misi perusahaan belum tergambar dalam pergerakan saham mereka. Kemarin, Senin (21/11), saham GOTO tercatat terkoreksi 5,41% secara harian ke Rp210 per saham. Tak mengejutkan, lantaran kinerja keuangan kuartal III/2022 yang kemarin dirilis tak mengilap. Menanggapi situasi tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan inflasi, potensi resesi, krisis pangan dan energi, serta kenaikan suku bunga memang membawa awan mendung bagi bisnis teknologi. Namun, dia meramal nasib sejumlah emiten diperkirakan mulai berbalik pada 2023. Saham teknologi dinilai akan melaju seiring dengan turunnya inflasi di Amerika Serikat. Dengan demikian, momen koreksi harga bisa dijadikan momentum beli atau akumulasi.

Tags :
#Saham
Download Aplikasi Labirin :