Prospek Saham Emiten Teknologi Terbenam Kerugian
Kerugian besar masih menghantui sejumlah emiten saham teknologi. Nilai kerugian yang cenderung terus membengkak telah membenamkan prospek saham emiten teknologi, terutama yang bergerak di sektor e-commerce.
Terbaru, kerugian harus didekap PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Di sepanjang sembilan bulan 2022, GOTO meraup pendapatan Rp 7,96 triliun. Angka ini memang naik 134,03% secara tahunan dari Rp 3,40 triliun pada akhir September 2021.
Alhasil, rugi bersih GOTO melejit 75,49% secara tahunan menjadi Rp 20,32 triliun. Ini adalah salah satu rekor kerugian terbesar emiten saham di Indonesia sepanjang sejarah.
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) juga masih dibayangi kerugian. Betul, per 30 September 2022, BUKA mencetak laba bersih Rp 3,62 triliun. Tapi laba itu didapat dari laba investasi yang belum dan sudah terealisasi Rp 5,13 triliun dari investasi di saham PT Allo Bank Tbk (BBHI).
Setali tiga uang, kerugian juga masih dicetak PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli). Emiten teknologi yang baru melantai di bursa pada 8 November 2022 ini masih membukukan rugi Rp 2,5 triliun hingga semester I-2022.
Kerugian emiten dengan kode saham BELI itu melonjak 125,22% secara tahunan dan tiga tahun terakhir, BELI masih rugi. Pada 2019, BELI merugi Rp 2,99 triliun, Rp 2,41 triliun di tahun 2020, dan minus Rp 3,35 triliun pada 2021.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
ICBP–INDF Tebar Dividen Besar
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023