Saham
( 1717 )Ramai IPO, Harga di Kiri Jadi Pilihan
Sejumlah calon emiten telah menetapkan harga penawaran
initial public offering
(IPO). Mayoritas perusahaan tersebut menetapkan harga IPO di batas kiri dari rentang harga penawaran saat
bookbuilding.
Contohnya, PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) yang menetapkan harga IPO senilai Rp 900 dari rentang harga
bookbuilding
Rp 900-Rp 950. PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) juga menetapkan harga IPO di batas minimal yaitu Rp 690 dari rentang harga Rp 690-1.280.
Vice President
Infovesta Utama Wawan Hendrayana mencermati, meski rata-rata perusahaan tersebut menetapkan harga IPO di batas kiri, tidak berarti IPO tersebut sepi peminat. "Justru membuka peluang harganya menguat pada awal perdagangan," ujarnya, Rabu (2/11).
Memburu Emiten Bank Bervaluasi Murah
Mayoritas emiten bank yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merilis laporan keuangan per 30 September 2022.
Per 1 November 2022, dari 46 emiten, cuma lima bank yang belum melaporkan kinerja keuangan periode sembilan bulan pertama 2022. Mereka adalah Bank Amar (AMAR), Bank MNC Internasional (BABP), Bank KB Bukopin (BBKP), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank NationalNobu (NOBU).
Dus, realisasi kinerja keuangan yang telah dicapai perbankan di Indonesia mengubah perhitungan valuasi harga saham mereka. Berdasar data yang dihimpun KONTAN, ada 19 emiten bank yang valuasinya sangat murah. Lantaran punya
price to book value
(PBV) di bawah satu kali. Sebagian di antaranya berstatus sebagai bank besar.
Sebanyak enam emiten bank termasuk dalam Kelompok Bank berdasar Modal Inti 3 (KBMI 3) dengan modal inti di atas Rp 14 miliar hingga Rp 70 triliun. Mereka: Bank Tabungan Negara (BBTN), Bank Danamon (BDMN), Bank Maybank Indonesia (BNII), Bank OCBC NISP (NISP), Bank BTPN (BTPN) dan Bank CIMB Niaga (BNGA).
Dari 19 bank dengan valuasi paling murah di bawah satu kali itu, lima emiten masih berjuang memenuhi ketentuan modal inti minimum OJK. Per 30 September 2022 modal inti mereka di bawah Rp 3 triliun.
BliBli Mematok Harga IPO di Angka Rp 450 per Saham
Entitas Grup Djarum, PT Global Digital Niaga Tbk alias Blibli memasang harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering senilai Rp 450 per saham.
Harga penawaran ini mendekati batas atas harga penawaran awal, yang berkisar Rp 410-Rp 460 per saham.
Berdasarkan prospektus, Selasa (1/11), Blibli akan melepas 17,77 miliar saham. Dengan begitu, calon emiten dengan kode saham BELI ini berpotensi meraup dana segar Rp 7,99 triliun dari hajatan ini.
Rencanyanya, sekitar 5,5 triliun dana dari IPO akan digunakan untuk membayar utang ke bank. Sisanya untuk modal kerja.
Lepas Saham Jungleland, ELTY Berharap Beban Bisa Berkurang
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membeberkan alasan penjualan 51,44% kepemilikan saham di PT Jungleland Asia (JLA). JLA merupakan pengelola taman rekreasi Jungleland Theme Park di Sentul.
Lewat anak usahanya, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), ELTY menjual kepemilikan saham mayoritas ke investor strategis, yakni PT Adiprotek Envirodunia. Nilai transaksinya sebesar Rp 251 miliar.
Head of Investor Relation
ELTY Nuzirman Nurdin mengatakan, setidaknya ada tiga alasan yang menjadi pertimbagan pelepasan kepemilikan saham mayoritas tersebut
Pertama, Jungleland Theme Park terkena dampak pandemi Covid-19. Alhasil, pendapatannya belum membaik. Kedua, kinerja Jungleland Theme Park diharapkan bisa meningkat dengan adanya kehadiran investor strategis ini.
Ketiga, pemenuhan komitmen restrukturisasi pinjaman kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Lepas Saham Jungleland, ELTY Berharap Beban Bisa Berkurang
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membeberkan alasan penjualan 51,44% kepemilikan saham di PT Jungleland Asia (JLA). JLA merupakan pengelola taman rekreasi Jungleland Theme Park di Sentul.
Lewat anak usahanya, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), ELTY menjual kepemilikan saham mayoritas ke investor strategis, yakni PT Adiprotek Envirodunia. Nilai transaksinya sebesar Rp 251 miliar.
Head of Investor Relation
ELTY Nuzirman Nurdin mengatakan, setidaknya ada tiga alasan yang menjadi pertimbagan pelepasan kepemilikan saham mayoritas tersebut
Pertama, Jungleland Theme Park terkena dampak pandemi Covid-19. Alhasil, pendapatannya belum membaik. Kedua, kinerja Jungleland Theme Park diharapkan bisa meningkat dengan adanya kehadiran investor strategis ini.
Ketiga, pemenuhan komitmen restrukturisasi pinjaman kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
BUKA Mencetak Laba Bersih Rp 3,62 Triliun
PT Bukalapak.com Tbk mencatatkan perbaikan kinerja pada September 2022. Emiten berkode saham BUKA ini mengantongi pendapatan bersih segede Rp 2,58 triliun dengan laba bersih Rp 3,62 triliun.
Merujuk laporan keuangan, penjualan bersih BUKA naik 92,14% secara tahunan dari Rp 1,34 triliun. Perinciannya, pendapatan mitra naik 191,07% secara tahunan menjadi Rp 1,44 triliun. Lalu, segmen
marketplace
naik 191,07% menjadi Rp 1,03 triliun dan segmen Buka Pengadaan naik 52,93% jadi Rp 107,92 miliar.
Kenaikan pendapatan bersih ini diiringi oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang melejit 770,11% secara tahunan menjadi Rp 1,81 triliun.
KINERJA SEKTORAL : PANEN CUAN EMITEN CPO BERLANJUT
Penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) sepanjang kuartal III/2022 tidak menyurutkan sejumlah emiten perkebunan dalam melanjutkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif hingga September 2022. Ke depan, pergerakan harga CPO, prospek permintaan, dan volume produksi membayangi kinerja emiten di sektor ini. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menjadi salah satu emiten dengan lompatan pendapatan dalam 9 bulan 2022. Pendapatan emiten Grup Rajawali Corpora itu meningkat 61,14% year-on-year (YoY) menjadi Rp3,44 triliun. Selain BWPT, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) juga mengantongi pertumbuhan pendapatan 51,51% YoY menjadi Rp6,74 triliun. Di sisi lain, emiten kebun sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) justru mengalami penyusutan pendapatan sebesar 8,31% dari Rp18,01 triliun sepanjang Januari-September 2021 menjadi Rp16,51 triliun hingga kuartal III/2022. Berbanding terbalik, laba TAPG dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) melonjak dengan pertumbuhan tiga digit. Dalam 9 bulan 2022, laba bersih TAPG mencapai Rp2,33 triliun atau meroket 227,74% YoY, sedangkan profit DSNG melompat 114,75% secara tahunan menjadi Rp893,11 miliar.
Dari kalangan emiten, CEO PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) Budi Halim menyampaikan harga CPO yang menguat pada awal 2022 menyebabkan kenaikan harga jual rata-rata pada 9 bulan 2022 sebesar 25% YoY menjadi Rp12.849/kg. “Meskipun terjadi gejolak harga CPO pada kuartal III/2022, perseroan terus membukukan kinerja yang kuat dengan EBITDA sebesar Rp1,7 triliun pada 9 bulan 2022, serta profitabilitas yang tetap solid,” paparnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (30/10). Dari kacamata analis, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi akumulasi untuk saham emiten perkebunan sawit TAPG dan DSNG seiring dengan kinerja positif keduanya hingga akhir kuartal III/2022. Target harga untuk saham TAPG dan DSNG juga dikerek naik. Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Peter P. Sutedja dan Reynanda A. Purwoko dalam risetnya menyebutkan meski laba bersih TAPG pada kuartal III/2022 turun 29% secara kuartalan menjadi Rp641 miliar, laba bersih sepanjang Januari—September 2022 tumbuh 228,78% menjadi Rp2,42 triliun.
Saham Jagoan Pelawan Inflasi & Bunga Tinggi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali diuji kekuatannya. Pekan ini, pelaku pasar akan mencermati dua momen penting terkait indikator makro ekonomi, yang akan menentukan arah IHSG ke depan. Pertama, pengumuman data inflasi Indonesia periode Oktober 2022. Kedua, pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) atau rapat dewan gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed). Hasil konsensus pasar, inflasi Indonesia masih akan berada di kisaran 6% secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibanding inflasi tahunan di periode September 2022 yang tercatat masih di level 5,95%. Sejumlah indeks sektoral pun masih ada yang bertengger di zona merah. Dari 11 indeks sektoral yang ada di BEI, lima di antaranya masih mencatat kinerja negatif sejak awal tahun. Penurunan terbesar diduduki indeks sektor teknologi dan properti yang masing-masing anjlok 27,78% dan 10,61%. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya ssepakat, kinerja saham konsumer masih prospektif karena pada 2023 seiring ada pemilihan umum. Untuk itu, Cheril menjagokan saham MYOR dan UNVR untuk dikoleksi. Sedangkan Lukman merekomendasikan buy on weakness saham ICBP dengan target harga Rp 10.400, buy INDF dengan target harga Rp 6.800, buy on breakout MYOR dengan target Rp 2.460, dan buy on weakness UNVR dengan target harga Rp 6.000. Sementara Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memilih saham perbankan sebagai jagoannya. Dia merekomendasikan buy saham emiten bank BUKU IV, yakni BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI.
2022, Golden Energy Bagikan Dividen Totalnya, 28 Triliun
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengumumkan pembagian dividen interim ketiga sepanjang 2022 sebesar US$ 100 juta atau Rp 1,55 triliun. Sebelumnya, perseroan mengumumkan dividen interim 1 dan 2, masing-masing Rp 1,74 triliun dan Rp 2,97 triliun, sehingga total menjadi Rp 6,28 triliun. “Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan kepada para pemegang saham bahwa berdasarkan persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris tertanggal 27 Oktober 2022, perseroan telah menyetujui dan memutuskan untuk membagikan Dividen Interim 3 tahun buku 2022 sejumlah US$ 100 juta atau setara US$ 0,017 per saham,” tulis Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines, Sudin dalam keterbukaan informasi, Jumat (28/10/2022).
Kali ini, perseroan menggunakan kurs tengah BI per 27 October 2022 senilai Rp15.596 per US$ 1. Dengan begitu, Dividen Interim 3 Perseroan tahun buku 2022 berjumlah Rp 1,55 triliun atau Rp 265,13 per saham. Pembagian dividen tersebut, didasari data keuangan per 31 Agustus 2022, yang mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 420,29 juta. Dalam laporan keuangan yang sama, yakni periode Januari-Agustus 2022, GEMS tercatat memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebanyak US$ 167,14 juta. Perseroan juga mencatatkan total ekuitas US$ 393,17 juta. Pemegang saham yang berhak atas dividen tunai ini adalah mereka yang masuk dalam daftar pemegang saham (DPS) atau recording date 9 November 2022 pukul 16:00. (Yoga)
Penjualan Batu Bara Moncer, Kinerja UNTR Makin Tokcer
Emiten di sektor pertambangan batubara terus menorehkan kinerja positif di sepanjang tahun ini. Contohnya PT United Tractors Tbk (UNTR). Pada kuartal III-2022, UNTR membukukan penjualan 7,77 juta ton batubara.
Realisasi ini naik tipis 0,34% secara tahunan dari 7,75 juta ton di kuartal III-2021. Secara bulanan, per September 2022, UNTR menjual 476.000 ton batubara, terdiri dari 431.000 batubara termal dan 45.000 batubara kokas (metalurgi).
Namun, penurunan penjualan batubara ini memang sudah direncanakan. "Ini mengingat pada Agustus-September tinggi air sungai sangat dangkal. Jadi, menyulitkan barging," kata Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors kepada KONTAN, Rabu (26/10).
Penurunan penjualan juga dipicu merosotnya produksi batubara UNTR. Di sepanjang sembilan bulan tahun 2022, produksi batubara UNTR hanya 83,2 juta ton, turun 5,4% dari periode yang sama pada 2021 sebanyak 88 juta ton.








