;
Tags

Saham

( 1722 )

Lepas 2,5 Miliar Saham, Menthobi Incar Dana IPO Rp 375 Miliar

KT3 17 Oct 2022 Investor Daily

PT Menthobi Karyatama Raya Tbk yang merupakan perusahaan dengan fokus pada pengelolaan hasil perkebunan segera melangsungkan penawaran umum perdana (IPO) saham dengan menawarkan 2,5 miliar unit pada harga Rp 100 hingga Rp 150 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi raup dana segar hingga Rp 375 miliar. Dalam laman e-IPO dijelaskan bahwa jumlah saham yang dilepas oleh calon emiten dengan kode ticker MKTR tersebut setara dengan 20,83% dari modal ditempat dan disetor. Sebesar 0,60% atau setara dengan 15 juta dari total saham yang ditawarkan akan dialokasikan  kepada karyawan atau Employee Stock Application (ESA) pada harga yang sama. Kemudian, 10% atau  950 juta lembar saham akan diperuntukkan bagi Program Opsi kepemilikan Saham kepada Manajemen dan Karyawan (MESOP) yang akan dilakukan sebelum penawaran umum. Dalam aksi ini perseroan menggandeng PT Danatama Makmur Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sebesar 95,01% digunakan untuk penyertaan saham kepada PT Menthobi Lestari untuk pembangunan fasilitas pengolahan limbah menjadi pupuk, perawatan sarana pengolahan limbah sawit dan pembelian aset pendukung, 1,67% kepada PT Menthobi Agro Raya yang digunakan dalam pembelian bibit kelapa sawit dan perawatan sarana dan prasarana. Lebih lanjut, sebesar 1,67% untuk Menthobi Trans Titian Raya dan digunakan untuk pembelian sarana transportasi dan alat berat serta perawatan sarana operasional terkait kegiatan usaha. Adapun 85% dari dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk pembangunan pengelolaan air, pembelian lahan tanaman baru seluas 1.200 hektar, penyempurnaan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS), pembelian tandan buah segar, pupuk, dan juga pelunasan utang kepada Bank Mandiri dengan saldo Rp 337, 7 miliar. Untuk para investor, MKTR menggelar masa penawaran awal pada 17 Oktober hingga 24 Oktober 2022, kemudian tanggal efektif diperkirakan akan diterima perseroan pada tanggal 7 Oktober 2022, masa penawaran umum perdana saham akan digelar pada 28 Oktober 2022 hingga 2 November 2022 dan MKTR direncanakan tercatat di BEI pada 4 November 2022 (Yoga)


PTPP Mengantongi Rp 1,47 Triliun dari Proyek IKN

HR1 15 Oct 2022 Kontan

PT PP Tbk (PTPP) mengalap berkah dari hajatan pembangunan ibukota negara (IKN) baru. Emiten pelat merah ini berhasil meraih berbagai proyek di Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur. Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Effendi mengatakan, PTPP telah meraih kontrak baru Rp 1,47 triliun dalam proyek IKN hingga September 2022. Dari berbagai tender yang telah diikuti, PTPP berhasil meraih empat proyek di sektor infrastruktur dasar dan jalan.

Saham Bank Digital Berguguran

KT3 15 Oct 2022 Investor daily (H)

Harga saham bank digital berguguran pada perdagangan di BEI, Jumat (14/10). Dari tujuh saham bank digital yang tercatat di BEI, hanya satu bank yang harga sahamnya ditutup menguat, yaitu PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), naik Rp 16 (5,8%) menjadi Rp 292. Sementara enam saham bank digital lainnya ditutup melemah dalam rentang 4,67% hingga 6,94%. Ke enam bank itu adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang mengalami penurunan harga saham Rp 375 (6,94%) menjadi Rp 5.025, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) turun Rp 125 (6,94%) menjadi Rp 1.675, dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) turun Rp 50 (6,25%) menjadi Rp 750. Selanjutnya, PT Bank Aladin Syariah Tbk merosot Rp 90 (5,61%) menjadi Rp 1.515, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) susut Rp 27 (5,24%) menjadi Rp 488, dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) terkikis Rp 5 (4,67%) menjadi Rp 102.

Kerontokan harga saham bank digital itu juga telah memicu pelemahan IHSG BEI menjelang akhir pekan di tengah kenaikan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 66,1 poin atau 0,96% ke posisi 6.814,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,74 poin atau 1,2% ke posisi 966,74. Bila ditarik lebih jauh ke belakang, penurunan harga saham bank digital telah menjadi faktor utama pemicu kemerosotan IHSG sepanjang tahun ini. Penurunan tersebut makin dalam setelah saham-saham sektor teknologi juga turun dalam beberapa bulan terakhir. Secara year to date (ytd), indeks saham teknologi tercatat melemah hingga 28%. Terakhir saham AMAR turun 24,74% dari Rp 388 menjadi Rp 292 per saham. Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth menyebutkan, seluruh harga saham emiten bank digital telah terkoreksi sepanjang tahun berjalan dan membuat market cap bank digital terhempas. Meski demikian, saham bank digital masih menyisakan prospek dalam jangka panjang, tulis Paula dalam riset terbaru yang dikutip Investor Daily, Jumat (14/10)  (Yoga)


Waktunya Akumulasi Saat IHSG Terkoreksi

HR1 13 Oct 2022 Kontan

Selama empat hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di bawah tekanan. IHSG bergerak mundur dari level 7.000 hingga bertengger di 6.909,20 pada akhir perdagangan Rabu (12/10). Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed yang semakin agresif menjadi salah satu pemberat langkah IHSG. Apalagi, ancaman resesi global makin membayang. Sementara, Direktur Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, dalam jangka pendek, IHSG masih akan mengalami tekanan dari kenaikan suku bunga, pelemahan rupiah dan hengkangnya dana asing dari pasar saham Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sejak awal tahun hingga Rabu (12/10), sejumlah sektor masih mengalami tekanan yang cukup dalam. Misalnya, indeks sektor teknologi yang turun 25,84% dan sektor properti dengan penurunan 12,06%. Sektor konsumer siklikal juga melandai 6,16% dan indeks sektor keuangan turun 4,74% sejak awal tahun. "Koreksi yang terjadi saat ini dapat digunakan investor untuk mulai melakukan akumulasi saham-saham penggerak indeks," jelas Daniel.

Okupansi Kamar Masih Terjaga, Eastparc Revisi Target Kinerja

HR1 12 Oct 2022 Kontan

Emiten perhotelan PT Eastparc Hotel Tbk merevisi naik target kinerja tahun 2022. Emiten dengan kode saham EAST ini percaya diri mampu mencetak pendapatan Rp 78 miliar-Rp 88 miliar, naik dari target sebelumnya Rp 75 miliar-Rp 85 miliar. Optimisme itu bercermin pada kinerja perseroan hingga September 2022. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis EAST pada Senin (10/10), Eastparc sudah meraih pendapatan Rp 60,39 miliar pada periode Januari-September 2022. Nilai ini melesat 98,91% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 30,36 miliar. Wahyudi Eko Sutoro, Direktur Pemasaran Eastparc Hotel bilang, kenaikan kinerja hingga kuartal ketiga tahun ini sejalan dengan rampungnya pembangunan wahana baru. Alhasil, okupansi kamar EAST terdongkrak dan memicu kenaikan harga. "Okupansi rata-rata mencapai 88,55% sampai September 2022. Ini naik 34,59% secara tahunan," ujar Wahyudi kepada Kontan, Selasa (11/10).

Waskita Tunggu Lampu Hijau OJK

KT3 11 Oct 2022 Kompas

Setelah mendapatkan penyertaan modal negara, PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana menambah modal dengan hak  memesan efek terlebih dahulu (right issue). SVP Corporate Secretary Waskita Karya Novianto Ari Nugroho, Senin (10/10) menyatakan, Waskita menunggu pernyataan efektif OJK untuk melanjutkan proses right issue. ”Perseroan menargetkan dana right issue sebesar Rp 3,98 triliun,” ujarnya. (Yoga)

Daya Beli konsumen Melemah, Kinerja Emiten Ritel Tak Bergairah

HR1 11 Oct 2022 Kontan

Kinerja emiten di sektor ritel bakal semakin berat di sisa tahun ini. Pasalnya, daya beli masyarakat di Tanah Air belum juga pulih. Ini tercermin dari optimisme masyarakat atau indeks keyakinan konsumen (IKK) yang anjlok. Survei Bank Indonesia (BI) pada Senin (10/10) melaporkan, IKK September 2022 turun ke level 117,2. Angka ini turun dibandingkan IKK Agustus 2022 yang masih sebesar 124,7, lebih tinggi dari bulan sebelumnya di posisi 123,2. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto, berpendapat, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu penyebab lemahnya daya beli konsumen. "Sejak harga BBM naik, penurunan daya beli mulai dirasakan konsumen," katanya.

OneMed Incar Dana Ipo Rp 1,25 triliun

KT3 07 Oct 2022 Investor Daily (H)

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) atau OneMed bersiap menggelar penawaran umum perdana (IPO) sebanyak-banyaknya 4.058.850.000 saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan alat kesehatan tersebut mengincar dana segar hingga Rp 1,25 triliun. Dalam prospektus awal perseroan yang dipublikasi Kamis (6/10) dijelaskan, jumlah saham yang ditawarkan setara 15% modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum perdana saham, dengan harga penawaran berkisar Rp 204 hingga Rp 310 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraih dana IPO Rp 828 miliar hingga Rp 1,25 triliun. Dana yang diperoleh dari IPO saham ini setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan  72,19% untuk pengembangan usaha dalam bentuk belanja modal (capital expenditure) dan modal kerja (working capital), lalu 22,87% diberikan kepada perusahaan anak, yaitu PT Intisumber Hasil Sempurna Global (IHSG) untuk belanja modal dan modal kerja, 4,94% diberikan kepada IHSG dalam bentuk setoran modal, kemudian IHSG akan memberikan kepada anak usaha PT Inti Medicom Retailindo (IMR) dalam bentuk setoran modal untuk belanja modal dan modal kerja. (Yoga)

Melacak Potensi Window Dressing Sahan Teknologi

HR1 06 Oct 2022 Kontan (H)

Saham emiten di sektor teknologi masih jadi bandul pemberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang tahun 2022. Buktinya, sejumlah saham emiten teknologi masih menghiasi papan laggard di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu alasannya, saham-saham teknologi berpotensi terkena arus window dressing akhir tahun ini. Apalagi, banyak saham teknologi yang valuasi harganya terbilang sangat murah. Martha Christina, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai, peluang saham teknologi rebound di akhir tahun 2022 cukup terbuka. Terutama, saham teknologi big caps seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Lagi, Satgas Waspada Investasi Bekukan 18 Platform Ilegal

HR1 06 Oct 2022 Kontan

Ibarat rumput ilalang, penawaran investasi ilegal tak pernah habis dimakan waktu. Buktinya, Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih saja menemukan penawaran investasi ilegal yang merugikan masyarakat. Tongam L. Tobing, Ketua Satgas Waspada Investasi OJK menyebutkan, pada September 2022, SWI menemukan 18 entitas yang melakukan kegiatan penawaran investasi tanpa izin regulator alias ilegal. Temuan itu diperoleh SWI dari hasil crawling data. Ini merupakan pemantauan melalui big data center aplikasi SWI. Pemantauan dilakukan terhadap aktivitas penawaran investasi yang sedang marak di masyarakat melalui media sosial, website, dan Youtube. Adapun 18 entitas yang menawarkan investasi tanpa izin itu terdiri dari lima entitas yang melakukan money game, empat entitas menawarkan investasi tanpa izin, dan tiga entitas melakukan perdagangan aset kripto tanpa izin. Lalu dua entitas penyelenggara robot trading tanpa izin, satu entitas melakukan securities crowd funding tanpa izin, dan tiga entitas melakukan investasi ilegal lain.

Pilihan Editor