Waktunya Akumulasi Saat IHSG Terkoreksi
Selama empat hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di bawah tekanan. IHSG bergerak mundur dari level 7.000 hingga bertengger di 6.909,20 pada akhir perdagangan Rabu (12/10).
Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed yang semakin agresif menjadi salah satu pemberat langkah IHSG. Apalagi, ancaman resesi global makin membayang.
Sementara, Direktur Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, dalam jangka pendek, IHSG masih akan mengalami tekanan dari kenaikan suku bunga, pelemahan rupiah dan hengkangnya dana asing dari pasar saham Indonesia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sejak awal tahun hingga Rabu (12/10), sejumlah sektor masih mengalami tekanan yang cukup dalam. Misalnya, indeks sektor teknologi yang turun 25,84% dan sektor properti dengan penurunan 12,06%. Sektor konsumer siklikal juga melandai 6,16% dan indeks sektor keuangan turun 4,74% sejak awal tahun.
"Koreksi yang terjadi saat ini dapat digunakan investor untuk mulai melakukan akumulasi saham-saham penggerak indeks," jelas Daniel.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023