PASAR MODAL, Aramco Rebut ”Mahkota” Apple
Apple harus rela kehilangan ”mahkotanya” sebagai perusahaan paling bernilai atau berharga di dunia. Di tengah lonjakan harga komoditas, Aramco, raksasa minyak Arab Saudi, pada Rabu (11/5) merebut posisi Apple. Pada saat bersamaan, valuasi saham-saham industri teknologi terus merosot akibat langkah Bank Sentral AS menaikkan tingkat suku bunga acuan guna meredam inflasi. Saham Apple yang tercatat di Indeks Nasdaq anjlok secara beruntun pada akhir perdagangan Rabu dan Kamis, masing-masing turun 5 % dan 3 %. Nilai kapitalisasi pasarnya pun turun jadi 2,31 triliun USD. Padahal, pada awal tahun ini Apple menjadi perusahaan pertama di dunia dengan nilai kapitalisasi yang menembus 3 triliun USD. Di sisi lain, performa saham Apple sejak awal tahun ini hingga akhir perdagangan Kamis waktu AS tercatat melemah 21,67 %.
Performa itu berkebalikan dengan kinerja nilai saham Aramco. Sejak awal tahun, harga saham Aramco telah menanjak 25 %. Nilai kapitalisasi pasar Aramco sebesar 2,43 triliun USD pada tengah pekan ini telah melampaui Apple. Kondisi ini menandai kembalinya ekonomi lama, yakni berjayanya perusahaan-perusahaan yang berbasis komoditas. Situasi itu mengenaskan bagi Apple karena penurunan harga saham perusahaan itu terjadi saat laba yang mereka raih justru positif. Laporan laba lebih baik dari perkiraan dalam tiga bulan pertama tahun ini saat permintaan konsumen menguat. Akan tetapi, manajemen Apple waspada karena penerapan kebijakan pembatasan ketat di China untuk meredam penularan Covid-19 dan terganggunya rantai pasok berpotensi mengurangi hasil kinerja perseroan pada periode April-Juni hingga 4-8 miliar USD. ”Keterbatasan pasokan yang disebabkan oleh gangguan terkait Covid-19 dan kekurangan silikon di seluruh industri berdampak pada kemampuan kami untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk produk kami,” kata Direktur Keuangan Apple Luca Maestri. (Yoga)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023