;
Tags

Dividen

( 218 )

Masih Banjir Pembagian Dividen

HR1 13 Jun 2022 Kontan

Pembagian dividen oleh sejumlah emiten masih terus bergulir. Pekan depan, setidaknya ada 26 emiten yang memasuki periode cum date. Bahkan, ada empat emiten yang cum date pada Senin ini (13/6) dan dilanjutkan enam saham cum date pada esok harinya (14/6). Cum date adalah tanggal terakhir membeli saham yang berniat bagi dividen, agar berhak mendapatkan dividen. Bagi yang tertarik ikut mengoleksi saham pembagi dividen, Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priyambada kembali mengingatkan. Biasanya, kata Reza, pelaku pasar akan mencermati pola pergerakan harga, besaran dividen, hingga perhitungan yield dividen yang menarik. Selain itu, pelaku pasar juga memperhatikan likuiditas pasar dari emiten pembagi dividen ini. Likuditas ini penting, agar di masa mendatang, investor berpeluang mendapat keuntungan dari kenaikan harga saham atau mendapat capital gain.



Indah Kiat Tebar Dividen Rp 273,54 Miliar

KT1 11 Jun 2022 Investor Daily (H)

PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) akan membagi dividen tunai sebesar US$ 18,80 juta atau setara Rp273,54 miliar dari laba bersih yang dibukukan pada 2021 senilai US$ 527,08 juta. Kebijakan ini sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jum'at (10/6). "Dividen yang dibagikan adalah sebesar Rp 50 per saham," ungkap INKP dalam keterangan tertulisnya, Jum'at (10/6). Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui agenda perubahan susunan anggota dewan komisaris dan direksi. Terhitung sejak ditutupnya RUPST, berikut susunan pengurus INKP, untuk dewan komisaris, dengan presiden komisaris dijabat oleh Saleh Husein, komisaris ditutup oleh  3 orang yakni Sukirta Mangku Djaja, Kosim Sutiono, dan Andrie Setiawan Yapsir. Adapun komisaris independen juga terdiri atas tiga orang antara lain Pande Putu Raa, Ramelan, dan Rizal Affandi Lukman. (Yetede)

Laba Bersih 2021 Melonjak 459% Siloam Bagi Dividen Rp250 Miliar

KT1 02 Jun 2022 Investor Daily (H)

PT Siloam International Hospitalss Tbk (SILO) akan membagikan dividen sebesar Rp 250 miliar atau setara Rp 19,3 per saham, yang mencerminkan dividend payout ratio sekitar 35% untuk tahun buku 2021. Laba bersih Siloam Hospital  pada 2021 mencapai Rp700 miliar, melonjak 459% dibandingkan tahun sebelumnya. Pembagian dividen itu diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Di masa datang, dengan mempertimbangkan keadaan, Siloam Hospitals berencana untuk memberikan dividen kepada para pemegang saham. Tahun lalu, Siloam Hospitals mencatat kinerja finansial yang luar biasa. Pendapatan perseroan mencapai  Rp7,6 triliun, meningkat 33% dibandingkan tahun 2020. EBITDA perseroan pada 2021 sebesar Rp1,96 triliun, meningkat 64% dibandingkan tahun 2020. Sedangkan laba bersih  Siloam Hospitals tahun 2021 tercatat sebesar Rp700 miliar, dengan margin laba bersih pada 2021 mencapai 9% naik dari 2% pada 2020. (Yetede)

Melesat 80% Dividen BUMN dan Anak Usaha Capai Rp 76 Triliun

KT1 30 May 2022 Investor Daily (H)

Nilai dividen yang dibagikkan emiten BUMN dan anak usaha untuk 2021 mencapai Rp76,21 triliun, melesat 80,04% dibanding tahun sebelumnya Rp42,33 triliun. Sebanyak Rp32,82 triliun diantaranya disetor langsung ke pemerintah sebagai pemegang saham pengendali. Dari total Rp 76,21 triliun, dividen terbanyak diberikan oleh PT  Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp26,4 triliun, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp16,82 triliun, dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) atau Telkom sebesar Rp14,85 triliun. Dividen yang cukup besar juga diberikan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp2,72 triliun,dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN sebesar Rp237 triliun. Sementara itu, emiten anak usaha BUMN juga turut menyisihkan laba bersh  2021 untuk dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. Tercatat, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang merupakaN subholding gas PT Pertamina (Persero) membagikan dividEN terbesar sebesar Rp3,01 triliun. (Yetede)

Dividen Emiten Pelat Merah Lebih Merekah

HR1 30 May 2022 Kontan (H)

Pemegang saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) boleh bergembira. Setoran dividen emiten pelat merah tahun buku 2021 lebih gemuk. Tahun sebelumnya, sejumlah emiten BUMN sempat puasa membagi dividen akibat kinerjanya terpukul pandemi Covid-19. Setoran dividen yang cukup besar berasal dari emiten pertambangan yang tergabung dalam Holding Pertambangan Mining Industry Indonesia atau Mind Id. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), misalnya, membagikan seluruh laba bersih 2021 lalu sebagai dividen. Lonjakan dividen emiten pelat merah ini memicu kekhawatiran akan mengganggu rencana ekspansi. Apabila seluruh laba dibagikan sebagai dividen.

EMITEN TELEKOMUNIKASI : SENTIMEN POSITIF TERJAGA

HR1 30 May 2022 Bisnis Indonesia

Sejumlah emiten telekomunikasi royal membagi dividen setelah mengukir kinerja mengilap pada 2021. Kinerja positif diproyeksi berlanjut tahun ini kendati dibayangi berbagai tantangan. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai prospek emiten sektor telekomunikasi makin positif seiring dengan tren digitalisasi yang berlanjut. “Apalagi jumlah pengguna internet makin meningkat yang menyebabkan kebutuhan data dan internet turut naik. Dari sisi supply diperkirakan bertambah, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya,” katanya, Minggu (29/5). Kucuran dividen yang ditopang oleh peningkatan laba bersih emiten telekomunikasi cukup besar tercermin dari tata-rata dividend payout ratio berada di atas 50%.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan dividen setara dengan 60% laba bersih 2021 senilai Rp24,76 triliun. Kucuran dividen juga datang dari PT XL Axiata Tbk. (EXCL) yang menyetujui pembagian dividen untuk pemegang saham senilai Rp522 miliar atau 50% dari keuntungan untuk tahun buku 2021. Emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) juga akan membagikan dividen total Rp800 miliar dari laba bersih 2021 atau meningkat dari dividen tahun sebelumnya Rp692 miliar. Di sisi lain, Nico menjelaskan bahwa emiten telekomunikasi juga ramai melakukan aksi korporasi penggabungan usaha untuk memperkuat bisnisnya. Hal ini tidak hanya akan mendorong kinerja emiten, tetapi juga mendukung prospek industri telekomunikasi.

BSI Bagikan Dividen Rp 757 Miliar

KT1 28 May 2022 Investor Daily (H)

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 25% atau sekitar Rp757,05 miliar dari laba bersih perseroan tahun 2021 kepada pemegang saham. Selain itu, RUPST yang digelar pada Jumat (27/5/2022) juga menyetujui Negara Republik Indonesia miliki saham Seri A di BSI. Direktur Utama BSI Hery Gunardi menjelaskan, sepanjang 2021 di tahun pertama sejak merjer pada 1 Februari 2021, BSI mampu menunjukkan kerja yang solid dengan membukukan laba bersih sebesar Rp3,02 triliun, naik 38,45% secara year on year (yoy). "Atas dasar pencapaian kinerja yang solid di tahun lalu. BSI memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 25% atau senilai Rp757 miliar. Adapun sebesar 20% disisihkan sebagai cadangan wajib dan sisanya sebesar 55% dialokasikan sebagai laba ditahan," ujar Hery dalam pemaparan Hasil RUPST BSI tahun 2022 secara virtual, Jumat(27/5). (Yetede)

Cermat Berburu Dividen, Jangan Tergiur Yield Tinggi

HR1 27 May 2022 Kontan (H)

Pesta pembagian dividen di bursa saham masih berlanjut. Bahkan, beberapa emiten melakukan pembagian dividen dengan yield yang cukup besar. Trio emiten tambang pelat merah cukup menarik perhatian pelaku pasar lantaran pembagian deviden jumbo. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) misalnya, menebar 100% laba bersih tahun buku 2021 sebagai dividen. Tapi Associate Director of Research & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengingatkan agar investor tetap mencermati harga saham pasca distribusi dividen, yang biasanya membuat harga saham terkoreksi. 

AKSI ROYAL BUMN TAMBANG

HR1 25 May 2022 Bisnis Indonesia (H)

Disokong kenaikan harga komoditas tambang, tiga emiten BUMN di sektor tersebut makin royal menebar dividen kepada para pemegang sahamnya. Kucuran dividen yang deras sekaligus mengonfirmasi posisi neraca keuangan yang solid dan prospek kinerja yang cerah pada 2022. Pada Selasa (24/5), tiga emiten anak usaha PT Inalum (Persero) kompak menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Salah satu agenda yang dibahas PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Timah Tbk. (TINS) dalam RUPST ialah pembagian dividen dari laba tahun buku 2021. Hasilnya, PTBA memutuskan untuk membagikan seluruh laba bersih yang diperoleh sepanjang 2021 senilai Rp7,91 triliun menjadi dividen. Jumlah tersebut naik tajam dari dividen tahun buku 2020 sebesar Rp835,38 miliar dengan rasio 35% dari laba bersih Rp2,38 triliun. Arsal Ismail, Direktur Utama Bukit Asam, mengatakan pembagian dividen 100% dilakukan perseroan karena cash-flow yang dimiliki relatif cukup besar sampai akhir tahun lalu, yakni sekitar Rp13 triliun.

Sekretaris Perusahaan TINS Abdullah Umar Baswedan mengatakan perseroan bakal fokus pada peningkatan volume produksi dan bijih timah berbiaya rendah dari penambangan offshore. Hal itu dilakukan agar profit margin yang optimal dapat dipertahankan. Total jenderal, dividen yang dikucurkan tiga BUMN tambang mencapai Rp9,29 triliun atau 83,93% dari total laba bersih tahun buku 2021. Sebesar 65% dari kucuran dividen emiten BUMN tambang itu bakal masuk ke kantong Inalum yang kemudian disetorkan ke dalam kas negara. Dalam APBN 2022, pemerintah membidik penerimaan dividen dari BUMN sekitar Rp35,6 triliun yang mayoritas bersumber dari bank pelat merah.


Charoen Pokphad Bagikan Dividen Rp 1,77 Triliun

KT1 24 May 2022 Investor Daily (H)

PT Chareon Pokphand Tbk (CPN) akan membagikan dividen tunai  senilai Rp1,77 triliun atau setara 49,91% dari laba tahun berjalan 2021. Rencana pembagian dividen sebesar Rp108 per saham tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham  Tahunan (RUPST) perseroan pada Senin (23/5). Dia menerangkan, jadwal dan tata cara pembagian dividen akan diumumkan perusahaan melalui Bursa Efek Indonesia. Selain pembagian dividen, RUPST juga mengesahkan laporan keuangan perusahaan yang berakhir 31 Desember 2021. Pada 2021, perusahaan bergerak dibidang usaha produksi pakan ternak, peternakan unggas, dan makanan olahan ini membukukan penjualan senilai Rp51,7 triliun, baik 21,6% dibandingkan 2022. Namun seiring kenaikan harga saham bahan  baku, laba kotor perseroan  tahun lalu justru menurun  1,4% menjadi Rp 8,13 triliun  dari sebelumnya Rp8,25 triliun. (Yetede)