;
Tags

Dividen

( 218 )

Melonjak 61%, Dividen Semen Indonesia Rp 1,65 T

KT1 18 Apr 2023 Investor Daily

PT Semen Indonesia Tbk (SIG/SMGR) menetapkan dividen tahun buku 2022 sebesar Rp 1,65 triliun atau 70% dari laba bersih Rp 2,36 triliun. Jumlah itu naik 61% dari tahun buku sebelumnya Rp 1,02 triliun. Adapun 30% dari laba bersih sebesar Rp 709 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya. Hal itu disetujui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) SIG 2023 dan menjadi komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, SIG akan terus berupaya untuk memperkuat kapabilitas melalui inovasi produk dan layanan, penguatan jaringan distribusi dan optimalisasi fasilitas produksi, hingga peningkatan operational excellence pada aktivitas operasional termasuk inisiatif digitalisasi yang berkontribusi pada efisiensi. Tujuannya untuk menyasar peningkatan kinerja pada 2023. “SIG berkomitmen untuk terus menjaga kepemimpinan pasar dan mempertahankan kinerja yang positif demi terciptanya pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi para pemegang saham,” kata Donny Arsal, Senin (17/4). (Yetede)


Garuda Food Tebar Dividen Rp 219 Miliar

KT1 15 Apr 2023 Investor Daily

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) membagikan dividen tunai sebesar Rp 219,2 miliar atau Rp 6 per saham untuk tahun buku 2022. Dividen itu akan dibagikan ke pemegang saham pada 16 Mei 2023. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Garudafood, Jumat (14/4), Dirut Garudafood Hardianto Atmadja mengatakan, pembagian dividen ini telah mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis perseroan serta antisipasi risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang. Selain itu, laba lembar  saham perseroan tahun lalu tumbuh 0,4%.

“Selain membagikan dividen, RUPST Garudafood juga sepakat mengangkat direktur baru, yakni Swadheen Sharma, menggantikan Rudi Eko Hartono,” kata dia. Pembagian dividen tersebut, kata dia,  sejalan dengan kinerja positif perseroan selama 2022. Emiten produsen snack Chocolatos tersebut membukukan laba bersih Rp 425,2 miliar. Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang peningkatan penjualan bersih sebesar 19,4%, dari Rp 8,8 triliun menjadi Rp 10,5 triliun. Dia memerinci, penjualan segmen makanan dalam kemasan berkontribusi 88,7% terhadap total penjualan perseroan dan tumbuh 22,1%. Penjualan di pasar domestik naik 20,1% menjadi Rp 10,1 triliun, sedangkan penjualan ekspor naik 5,5% menjadi Rp 412 miliar. ( Yetede)


Mitratel Bagi Dividen Rp 1,76 Triliun

KT1 15 Apr 2023 Investor Daily

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) akan membagikan dividen tunai sebesar 70% dan dividen spesial 29% dari laba bersih 2022 yang senilai Rp 1,78 triliun. Dengan begitu, dividen payout ratio (DPR) yang disepakati rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Mitratel mencapai 99%atau hampir Rp 1,76 triliun. “Mitratel sepanjang 2022 mencatatkan pertumbuhan kinerja finansial yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Dirut Mitratel Theodorus Ardi Hartoko Theodorus Ardi Hartoko dalam public expose tahunan di Jakarta, Jumat (14/4).

Bila dibagi jumlah saham MTEL yang beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sekitar 83 miliar, dividen Mitratel sekitar Rp 21 per saham. Tahun lalu, perseroan mencatat pendapatan Rp 7,73 triliun atau naik 12,51% dari Rp 6,87 triliun pada 2021. Sepanjang 2022, laba bersih Mitratel melonjak 29,25% dari Rp 1,38 triliun menjadi Rp 1,78 triliun. Ia mengatakan, pembagian dividen sebagai bentuk komitmen Mitratel untuk memberikan value terbaik kepada para pemegang saham. Direktur Investasi Dayamitra Telekomunikasi Hendra Purnama menjelaskan, rasio dividen yang besar didukung kondisi keuangan yang kuat. Keputusan ini juga dilatarbelakangi akuisisi 6.000 menara yang rampung lebih cepat, yakni pada 2022. (Yetede)


PERUSAHAAN TERBUKA : MUSIM BAGI DIVIDEN TELAH TIBA

HR1 15 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Sejumlah emiten mengumumkan bakal menebar dividen kepada investor pasar saham pada tahun ini setelah mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun lalu. Tahun ini bisa jadi merupakan periode berkah bagi investor saham. Setelah melalui tahun yang sulit karena pandemi Covid-19 selama lebih dari 2 tahun, beberapa emiten mulai meraup keuntungan. Salah satu emiten yang siap membagikan dividen datang dari emiten menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel. Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama menyatakan pihaknya akan membagikan dividen tunai dengan rasio 99% untuk tahun buku 2022. Dengan persentase tersebut membuat total dividen yang akan didistribusikan emiten anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk. yang bergerak dalam bidang infrastruktur telekomunikasi itu mencapai Rp1,76 triliun. “Untuk dividen payout ratio masih sama, yakni maksimal 70% untuk tahun buku 2022. Kami menambahkan bonus dividen sebesar 29% sehingga totalnya adalah 99%,” katanya dalam paparan publik, Jumat (14/4). Hendra menambahkan bahwa dividen akan didistribusikan kepada para pemegang saham maksimal sebulan setelah pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) atau sekitar 17 Mei 2023. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, pembagian dividen merupakan bentuk komitmen Mitratel untuk memberikan nilai terbaik kepada para pemegang saham. Untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja positif pada tahun ini, dia menyatakan telah menyusun strategi pengembangan ekosistem menara dengan terus menjaga pertumbuhan bisnis organik, ekspansi layanan pada ekosistem menara, dan menangkap peluang inorganik.

Berkah Ramadan, BRI Bagikan Dividen Rp 34,89 Triliun Hari Ini

KT1 12 Apr 2023 Investor Daily (H)

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membayarkan dividen tunai senilai Rp34,89 triliun pada Rabu, 12  April 2023. Hal tersebut sesuai dengan putusan RUPS Tahunan, tahun 2023, yang memutuskan BRI mebayarkan dividen payout ratio 85% dari laba bersih konsolidasian pada tahun 2022. Sepanjang Januari hingga Desember 2022, BRI group mencatatkan laba bersih senilai Rp 51,4 triliun atau tumbuh 67,15% secara year on year (yoy).

Dengan demikian, dividen payout ratio yang dibagikan perseroan kepada pemilik entitas induk adakah Rp 43,94 triliun, sedangkan sisanya sebesar 15% senilai Rp 7,67 triliun digunakan sebagai laba ditahan. Dirut BRI Sunarso mengunkapkan bahwa penetapan dividen payout ratio 85% oleh BRI mempertimbangkan bahwa saat ini perseron memiliki struktur modal yang kuat dan likuiditas yang optimal dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi resiko yang mungkin terjadi. (Yetede)


OCBC NISP Bagikan Dividen Rp 1,3 Triliun

KT3 12 Apr 2023 Kompas

Laba PT OCBC NISP Tbk tumbuh 32 % dari Rp 2,5 triliun di tahun 2021 menjadi Rp 3,3 triliun di tahun 2022. Selain laba bersih, kinerja positif juga tercatat lewat tingkat dana murah yang naik dan pengelolaan kredit bermasalah yang masih terjaga. Inovasi layanan dan pemulihan ekonomi menjadi faktor pendukung peningkatan kinerja tahun lalu. Presdir Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menjelaskan, sebanyak 40 % laba atau Rp 1,3 triliun akan dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen tunai.

”Sebanyak Rp 100 juta disisihkan untuk cadangan umum dan sisa laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan,” ucapnya dalam paparan publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank OCBC NISP, di Jakarta, Selasa (11/4). Peningkatan laba bersih tahun lalu didorong kenaikan pendapatan bunga bersih 14 % dan penurunan beban cadangan kerugian 25 %. Selain membagikan dividen, hasil RUPST juga menyetujui pembelian kembali saham publik (buyback) sebesar 402.000 saham atau 0,002 % dari total modal yang dikeluarkan. (Yoga)


Berkah Ramadan, BRI Bagikan Dividen Rp 34,80 Triliun Hari Ini

HR1 12 Apr 2023 Kontan (H)

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membayarkan dividen tunai senilai Rp 34,89 Triliun pada Rabu, 12 April 2023. Hal tersebut sesuai dengan putusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2023 dimana dalam rapat tersebut memutuskan BRI membayarkan dividen payout ratio sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian pada tahun 2022. Terkait dengan hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa penetapan dividend payout ratio sebesar 85% oleh BRI mempertimbangkan bahwa saat ini persoalan memiliki struktur modal yang kuat dan likuiditas yang optimal dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi risiko yang mungkin terjadi pada masa mendatang.

PEMANIS PASAR JELANG LEBARAN

HR1 11 Apr 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kabar baik bagi investor. Pasar modal bakal bertabur dividen menjelang Hari Raya Idulfitri. Hal itu pun menjadi pemanis di tengah tingginya volatilitas pasar. Tak pelak, emiten dengan dividend yield tinggi pun kian menarik untuk dilirik. Setidaknya tujuh emiten bakal mengucurkan total dividen sekitar Rp96,78 triliun kepada para pemegang sahamnya. Dividen jumbo dialirkan oleh empat emiten bank kelas kakap, yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp20,95 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp24,7 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp7,32 triliun, dan yang terbesar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp34,89 triliun. Bagian dari laba bersih bank itu bakal masuk ke kantong investor pada pekan ini atau bertepatan dengan periode pembagian tunjangan hari raya (THR). PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) yang dikenal sebagai emiten tambang batu bara yang royal menebar dividen, juga berencana mengalirkan US$474,63 juta atau setara dengan Rp7,07 triliun dividen tunai kepada para pemegang sahamnya.   

Setali tiga uang, produsen produk susu dan yoghurt Cimory, PT Cisarua Moutain Dairy Tbk. (CMRY) berencana membagikan dividen tunai sebesar 52,37% dari laba bersih tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp1,06 triliun. Direktur Keuangan Cisarua Mountain Dairy Bharat Joshi mengatakan dividen tunai akan dibagikan sebesar Rp70 per saham. Menurutnya, RUPST menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp555,4 miliar yang akan didistribusikan kepada pemilik saham pada 26 April 2023. Langkah maju ditempuh oleh dua emiten Grup Astra yang mengusulkan dividen jumbo saat merilis kinerja keuangan 2022. Dividen final yang diusulkan dalam RUPST PT Astra International Tbk. (ASII) pada 19 April 2023 nanti, sebesar Rp552 per saham. Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan usulan dividen final tersebut didasarkan atas tingginya harga batu bara pada 2022 yang belum pernah terjadi sebelumnya. Akibatnya, anak perusahaan ASII, PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengusulkan pembagian dividen final lebih tinggi, yakni Rp6.185 per saham.

JPFA Tebar Dividen dan Buyback Saham

HR1 06 Apr 2023 Kontan

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) akan melakukan dua aksi korporasi. JPFA berencana membagikan dividen kepada pemegang sahamnya dan melakukan pembelian kembali atau buyback saham. Dua rencana itu telah mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Rabu (5/4). Meski laba bersihnya merosot, JPFA akan tetap menebar dividen tunai sebesar Rp 50 per saham dari laba bersih tahun buku 2022. Kepala Divisi Pengawasan Keuangan JPFA Erwin Djohan mengatakan, total nilai dividen yang akan dibagikan kali ini mencapai Rp 581 miliar. "Nilai dividen ini setara dengan 41% dari total laba bersih JPFA tahun 2022 sebesar Rp 1,42 triliun," katanya dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (5/4). JPFA juga telah mengantongi izin dari para pemegang saham untuk menggelar buyback saham dengan nilai Rp 350 miliar. JPFA akan buyback saham sebanyak-banyaknya 1,5% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor perseroan. Buyback saham ini dapat dilaksanakan mulai 6 April 2023 hingga 31 Maret 2024. Analis MNC Sekuritas Raka Junico W memperkirakan EBITDA JPFA dapat meningkat paling banyak 8,4% tahun ini, dibandingkan 7,7% dari tahun lalu. Raka merekomendasikan beli JPFA dengan target harga Rp 1.500 per saham.

Kinerja Kenceng, Dividen Konglomerat Cespleng

HR1 03 Apr 2023 Kontan (H)

Musim bagi-bagi dividen sudah dimulai. Sejumlah emiten sudah mengumumkan pembagian dividen dengan nilai cukup jumbo dengan yield atraktif. Ambil contoh PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Emiten ini mengumumkan akan membagikan dividen dengan nilai Rp 525 per saham. Bila dihitung berdasarkan harga penutupan saham ini Jumat lalu di Rp 4.930, maka yield dividen emiten ritel ini mencapai 10,65%. Bukan cuma investor ritel yang bakal menikmati dividen dari para emiten tersebut. Bos-bos para pemilik emiten tersebut juga akan mencicip cuan manis dari dividen jumbo tahun ini. Ambil contoh dividen LPPF tadi. Dari pembagian dividen tersebut, Auric Digital Retail. pemegang 38,40% saham LPPF, mengantongi Rp 476,62 miliar. Auric Digital masih merupakan perusahaan terafiliasi Grup Lippo. Salah satu pendirinya Stephen Riady. Research & Consulting Manager Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro mengatakan, secara historis, ada tiga konglomerat yang berpotensi dapat dividen besar dari emitennya.