;
Tags

Dividen

( 218 )

Adu Kuat Sentimen Dividen Versus Harga Batubara

HR1 30 Jan 2023 Kontan (H)

Laju harga batubara global mulai tersendat. Dalam sebulan terakhir, harga batubara Newcastle menyusut 20,60% menjadi US$ 257,50 per ton pekan lalu. Keterpurukan harga batubara merembet ke pasar modal domestik. Di periode yang sama, harga saham sejumlah emiten batubara di Bursa Efek Indonesia juga turun di rentang 3%-20%. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia berpendapat, meski bergerak dalam tren menurun, posisi harga harga batubara masih ada di level positif dan kuat. Dalam setahun terakhir (yoy), harga batubara masih menanjak 81%. Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira bilang, penurunan harga batubara dipicu sejumlah faktor, antara lain cuaca di Eropa hingga kecemasan perlambatan ekonomi global. Cuaca di Eropa tak sedingin prediksi awal maupun tahun-tahun sebelumnya. "Jadi konsumsi batubara berkurang," kata dia, kemarin. Di sisi lain, langkah China yang mulai membuka impor batubara dari Australia turut mempengaruhi pasar. Anggawira bilang, perlu dipastikan seberapa besar volume batubara dari Australia ke China. Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menilai, tren penurunan harga batubara global sama seperti melandainya harga komoditas lain, yakni seirama penurunan inflasi. Adapun posisi harga batubara di atas US$ 250 per ton dinilai tetap kuat. "Dalam jangka enam bulan ke depan, kita tidak melihat harga batubara turun lebih dalam dan IHSG akan mulai kembali naik. Seharusnya berdampak positif pada saham batubara beberapa bulan ke depan," imbuh dia. Teguh juga melihat ada peluang terutama sekitar Februari, Maret, hingga April akan memasuki musim pembagian dividen. Bisasanya emiten batubara akan membayarkan dividen cukup besar. Dia merekomendasikan beli saham batubara seperti Indo Tambangraya Megah (ITMG), Bukit Asam (PTBA), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT ABM Investama Tbk (ABMM) yang cenderung memberikan dividen besar. Sebelum pengumuman pembagian dividen, harga saham emiten ini akan naik karena orang cenderung membeli. Jadi, kata Teguh, peluang sudah terbuka saat ini.

Menadah Gula-Gula Dividen Interim dari Bank-Bank Besar

HR1 06 Jan 2023 Kontan (H)

SAHAM bank-bank besar menjadi salah satu satu saham yang membuat IHSG tengkurap dua hari terakhir. Padahal, kinerja perbankan 2022 mentereng. Bahkan laba bank lokal melampaui bank di Asia. Ini pula yang membuat sejumlah bank besar memutuskan membagi dividen interim untuk pemegang sahamnya. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memutuskan akan membagi dividen interim sebesar Rp 8,63 triliun atau Rp 57 per saham. Sementara cum date di pasar tunai dan recording date hingga 11 Januari 2023 dan pembayaran dividen 27 Januari 2023. Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah Ayu Retno bilang, dari Rp 8,63 triliun itu, sebanyak Rp 4,59 triliun masuk ke kas negara, sisanya ke investor publik. Dividen ini komitmen BRI memberikan economic value ke para stakeholders, terutama ke penerimaan negara," kata Viviana, Kamis (5/1). PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sudah membagi dividen interim tunai Rp 4,31 triliun atau Rp 35 per saham Desember 2022. BCA konsisten membagi dividen interim beberapa tahun ini. Pada 2021, BCA membagi dividen interim Rp 3,08 triliun atau Rp 25 per saham.

Setoran Dividen BUMN Melampaui Rp 40 Triliun

HR1 02 Jan 2023 Kontan

Setoran dividen badan usaha milik negara (BUMN), melampaui target yang dipatok pemerintah. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat: realisasi dividen BUMN hingga Desember 2022 mencapai Rp 40,59 triliun, dari target Rp 36,4 triliun. Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan, Komisi VI DPR mendorong agar realisasi deviden BUMN 2022 bisa mencapai Rp 40 triliun. "Awalnya waktu itu dari kami menargetkan Rp 36,4 triliun, tapi dari Komisi VI meminta ada peningkatan. Kami bekerja keras hampir mencapai Rp 40 triliun," tutur Erick dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Asyik, Dividen Saham Bebas Pajak Selamanya

HR1 28 Dec 2022 Kontan

Kabar baik bagi para investor di bursa saham, terutama yang gemar berburu dividen. Pemerintah akhirnya menetapkan dividen bukan sebagai objek pajak dan berlaku secara permanen. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55/2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. Beleid yang diundangkan pada 20 Desember 2022 ini merupakan aturan turunan dari UU Nomor 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Namun ada syarat dan ketentuan agar investor bisa benar-benar bebas pajak. Yaitu, dividen harus kembali diinvestasikan di instrumen investasi dalam negeri dengan jangka waktu tertentu. Sementara dividen yang tidak diinvestasikan kembali di instrumen dalam negeri tetap menjadi objek pajak penghasilan yang wajib dibayar oleh investor. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai, kebijakan ini bisa berdampak positif bagi pasar modal di Indonesia. "Aturan ini akan mendorong investor kembali berinvestasi, pemerintah memberikan insentif," kata Wawan, Selasa (27/12).

Emiten Batu Bara Tebar Dividen Interim Rp 25 Triliun

KT1 23 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Sebanyak empat emiten batu bara membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar Rp 25,7 triliun, seiring berkibarnya kinerja keuangan. Mereka adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM). Kamis (22/12/2022), Adaro Energy mengumumkan pembayaran dividen interim sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,7 triliun dengan kurs rupiah Rp 15.500 per dolar AS. Dengan patokan kurs sama, dividen interim per saham Adaro mencapai Rp 248. Perseroan akan menggunakan kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) pada 3 Januari 2023 sebagai patokan konversi pembagian dividen interim. Sebelumnya, Bayan membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15,5 triliun, setara US$ 0,03 per saham, Harum Energy Rp 1 triliun, dan Baramulti US$ 97 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. (Yetede)

BRI Jadi BUMN dengan Kontribusi Dividen dan Pajak terbaik

KT1 12 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang terus unggul mengantarkan perseroan meraih predikat sebagai BUMN berprestasi yang memberikan kontribusi dividen dan pajak terbaik ke negara. Adapun total kontribusi BRI kepada negara pada tahun lalu mencapai sebesar Rp 26,5 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa BRI adalah banknya rakyat, maka labanya berapapun juga akan dikembalikan kepada rakyat. Dia menyebutkan tahun lalu laba BRI mencapai Rp 32,4 triliun dan dikembalikan kepada negara sebesar Rp 26,5 triliun dalam bentuk dividen Rp 14,05 triliun, dan pajak Rp 12,5 triliun. “Kontibusi tersebut kemudian nanti oleh pemerintah dikelola masuk APBN dan kembali lagi menjadi berbagai program ke masyarakat, dan kembali kepada rakyat. Oleh karena itu, BRI harus terus di-support oleh seluruh pihak,” kata Sunarso dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/12/2022). (Yetede)

Mencermati Pembagian Dividen LINK, SPTO, dan MCOL

HR1 21 Nov 2022 Kontan

Pembagian dividen masih semarak. Pekan ini, setidaknya ada tiga emiten mematok tanggal terakhir yang menentukan investor berhak menerima dividen alias cum date dividen, yakni PT Link Net Tbk (LINK), PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO), dan PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL). LINK akan membagikan dividen Rp 193,05 per saham. Cum date dividen LINK di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada Selasa (22/11). dividen akan LINK bayarkan pada 2 Desember 2022. Sementara itu, SPTO akan membagikan dividen interim Rp 25 per saham atau total Rp 67,5 miliar. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada Rabu (23/11). Pembayaran dividen interim pada 14 Desember 2022. Adapun MCOL akan memberikan dividen Rp 350 per saham. Cum dividen MCOL pada Selasa (2/11) dan pembayaran dividen pada 14 Desember 2022.

Sampoerna Agro Bagikan Dividen Interin Rp 163 Miliar

KT3 04 Nov 2022 Investor daily

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan membagikan dividen interim Rp 163,67 miliar untuk tahun buku 2022. Dividen senilai Rp 90 per saham ini akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan pada 29 November 2022. “Sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada tanggal 1 November 2022, perseroan menyampaikan rencana pembagian dividen Interim untuk periode tahun buku 2022,” kata Corporate Secretary Sampoerna Agro Heri Harjanto dalam keterangan resminya, Kamis (3/11). Heri mengungkapkan, data keuangan yang mendasari pembagian dividen interim tersebut adalah laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 806.32 miliar pada semester I-2022, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya per 30 September 2022 senilai Rp 3,77 triliun, dan total ekuitas Rp 5,15 triliun. (Yoga)


2022, Golden Energy Bagikan Dividen Totalnya, 28 Triliun

KT3 29 Oct 2022 Investor daily

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengumumkan pembagian dividen interim ketiga sepanjang 2022 sebesar US$ 100 juta atau Rp 1,55 triliun. Sebelumnya, perseroan mengumumkan dividen interim 1 dan 2, masing-masing Rp 1,74 triliun dan Rp 2,97 triliun, sehingga total menjadi Rp 6,28 triliun. “Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan kepada para pemegang saham bahwa berdasarkan persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris tertanggal 27 Oktober 2022, perseroan telah menyetujui dan memutuskan untuk membagikan Dividen Interim 3 tahun buku 2022 sejumlah US$ 100 juta atau setara US$ 0,017 per saham,” tulis Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines, Sudin dalam keterbukaan informasi, Jumat (28/10/2022).

Kali ini, perseroan menggunakan kurs tengah BI per 27 October 2022 senilai Rp15.596 per US$ 1. Dengan begitu, Dividen Interim 3 Perseroan tahun buku 2022 berjumlah Rp 1,55 triliun atau Rp 265,13 per saham. Pembagian dividen tersebut, didasari data keuangan per 31 Agustus 2022, yang mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 420,29 juta. Dalam laporan keuangan yang sama, yakni periode Januari-Agustus 2022, GEMS tercatat memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebanyak US$ 167,14 juta. Perseroan juga mencatatkan total ekuitas US$ 393,17 juta. Pemegang saham yang berhak atas dividen tunai ini adalah mereka yang masuk dalam daftar pemegang saham (DPS) atau recording date 9 November 2022 pukul 16:00. (Yoga)


Investor Siap Menadah Dividen dari Keuntungan Emiten

HR1 05 Oct 2022 Kontan

Emiten yang menebar dividen interim makin banyak. Kemarin, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mengumumkan rencana bagi dividen interim. Selain itu, dua emiten Grup Astra, yaitu PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga ikut bagi-bagi rezeki. Sebelumnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) juga membagi dividen. Kemarin merupakan cum date pembagian dividen emiten ini. Selain itu ada PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang siap membagi dividen senilai Rp 32,13 miliar. Jadi, tiap pemegang saham akan dapat jatah dividen Rp 25. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, penting mencermati yield dividen. "Dengan yield dividen, investor bisa mengukur seberapa besar potensi keuntungan dividen tersebut. Biasanya, dianggap menarik bila yield 5%," ucap Nico, Selasa (4/10).