Dividen
( 218 )Maybank Indonesia Bagi Dividen 30 Persen
Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Maybank Indonesia Tbk memutuskan membagikan dividen sebesar Rp 493,5 miliar atau 30 % laba bersih tahun 2021. ”Perseroan membukukan laba bersih tahun 2021 sebesar Rp 1,64 triliun, tumbuh 9,9 % dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Presdir Maybank Indonesia Taswin Zakaria akhir pekan lalu. (Yoga)
Musim Berbagi Laba, Waspada Jebakan Deviden
Sejumlah emiten bersiap menebar dividen untuk para pemegang saham. Nilai dividen tahun buku 2021 diperkirakan lebih baik, ketimbang tahun sebelumnya karena emiten mulai mencetak perbaikan laba bersih. Timothy Wijaya Analis Panin Sekuritas menyebut, sektor pertambangan diprediksi akan membagikan dividen tinggi sebagai efek melesatnya laba bersih karena kenaikan harga komoditas.
Di sisi lain, Investment Specialist Mirae Asset Sekuritas Rifqi Ramadhan memperkirakan, pembagian dividen emiten sektor barang konsumsi akan sedikit berkurang, baik dari yield maupun pembayarannya. Karena sektor ini masih dipenuhi sentimen negatif yang mempengaruhi kinerja. Saat memilih saham pembagi dividen, investor harus cukup jeli agar tak terjebak dalam dividend trap. Menurut Financial Expert Ajaib Sekuritas Yazid Muamar, dividend trap adalah kondisi harga saham naik karena banyak yang mengejar yield dividen, tapi kemudian terkoreksi tajam pasca pembagian dividen. Karena itu, Yazid menyarankan investor mencermati tingkat fluktuasi, likuiditas, dan berapa persentase potensi penurunan saat ex date.
BTN Bagikan Dividen Rp 237 Miliar
RUPS Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada Rabu (2/3/2022) memutuskan untuk membagikan dividen Rp 237 miliar, setara 10 % laba bersih 2021 sebesar Rp 2,37 triliun. Dirut BTN Haru Koesmahargyo menjelaskan, dividen yang dibagikan setara Rp 22,438 per lembar saham. (Yoga)
Gelar RUPST, BRI Bagikan Dividen Rp26,4 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022 di Jakarta (1/3). BRI membagikan dividen sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian atau setara dengan Rp26,40 triliun. Dividen yang akan dibagikan ini sekurang-kurangnya ekuivalen dengan Rp174,23 per lembar saham (dengan asumsi adanya pengalihan treasury stock sebelum tanggal cumdate). Angka tersebut meningkat 76,17% dibanding dividen pada 2020. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, sepanjang 2021 perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sehat dan berkelanjutan.
Sunarso menjelaskan, pemberian dividend payout ratio sebesar 85% tersebut mempertimbangkan saat ini BRI memiliki struktur modal yang kuat dan likuiditas yang optimal dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi risiko pada masa mendatang. “Dengan rasio pembayaran dividen sebesar 85%, CAR perseroan tetap terjaga minimal 20%,” tambahnya.
Pada RUPST 2022, BRI juga membahas 5 agenda lainnya. Salah satunya ialah penetapan pengurus baru perseroan mulai dari komisaris dan direksi.
Pembagian Dividen Emiten, Hujan Cuan Di Bulan Juli
Bulan Juli barangkali adalah periode paling dinanti investor publik di pasar modal pada tahun ini. Tak kurang dari 21 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan keputusannya untuk membagikan dividen cum date alias tanggal penentuan pada rentang 1-31 Juli 2021.Apabila dihitung-hitung, jumlah 21 emiten pada bulan ini naik 75% ketimbang Juli tahun lalu, yang hanya sebanyak 12 emiten.Dari ke-21 emiten tersebut, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menjadi perusahaan dengan nominal dividen per saham terbesar.Dengan total dividen dibagi Rp5 triliun, dividen yang bisa dinikmati para pemegang saham emiten rokok tersebut menyentuh Rp2.600 per saham.
“Pemegang saham akan memperoleh dividen tunai yang dibayarkan ke dalam rekening dana dan/atau bank kustodian. Konfirmasi tertulis mengenai hasil pendistribusian dividen tunai akan disampaikan oleh KSEI kepada perusahaan efek dan/atau kustodian,” tulis manajemen GGRM usai RUPS Tahunan yang menyepakati pembagian dividen, Kamis (8/7).Khusus bagi pemegang saham GGRM yang loyal menggenggam kepemilikan di emiten tersebut sejak lama, pembagian dividen ini makin terasa melegakan. Pasalnya, tahun lalu, para investor GGRM terpaksa gigit jari lantaran perusahaan memutuskan menggunakan dana laba tahun buku 2019 untuk keperluan ekspansi.Dividen GGRM kali ini juga jumlahnya tak menurun dibandingkan dividen terakhir perusahaan pada masa prapandemi. Sejak tahun buku 2015-2018, perusahaan selalu membagikan dividen senilai Rp5 triliun atau 20%-40% dari laba bersih dengan nominal dividen per saham yang juga sama persis.
Kendati dividen per saham yang dikucurkan perusahaan hanya mentok di Rp500 per saham, secara proporsi total dividen yang dibagikan produsen semen merek Tiga Roda tersebut setara Rp1,8 triliun.Apabila ditambah dengan dividen interim Rp225 per saham atau total Rp800 miliar lebih yang dibukukan perseroan pada tahun lalu, maka total dividen yang dikucurkan dari tahun buku 2020 setara Rp2,66 triliun. Jumlah tersebut sama dengan 100% laba perusahaan pada 2020, ditambah saldo laba ditahan perusahaan dari periode sebelumnya.
(Oleh -- HR1)Setoran Dividen BUMN Bisa Rp 35 Triliun
Ekonomi Indonesia yang mulai menggeliat membuat prospek laba badan usaha milik negara meningkat. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir optimistis setoran dividen BUMN ke negara 2021 sebesar Rp 35 triliun. Proyeksi ini naik 34,6% dari jumlah setoran dividen 2020 yang hanya Rp 26 triliun. Erick menerangkan dividen yang berasal dari kinerja BUMN tahun 2021 tersebut akan disetor sebagai penerimaan negara pada 2022.
Menurut Erick kinerja BUMN tidak bisa terlepas dari perbaikan perekonomian. Tahun lalu saat pandemi Covid-19 menghantam, pendapatan 90% BUMN terkena pengaruh. Tahun lalu BUMN tetap mampu memberikan dividen di tengah kondisi sulit pada tahun lalu. Kami sekarang hanya mempunyai istilahnya grouping yaitu (BUMN) kesehatan, telekomunikasi, perkebunan, dan pangan yang bisa kita anggap masih tumbuh. Sementara yang lainnya (terdampak) sangat dalam akibat Covid-19.
Erick menambahkan tren dividen BUMN yang diberikan pada negara akan berlanjut hingga tahun depan, dengan skenario ekonomi lebih baik dari tahun ini. Lonjakan dividen BUMN sendiri sejalan dengan berbagai upaya transformasi dan inovasi yang telah dilakukan BUMN selama masa pandemi Covid-19.
Supaya tercapai Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN sudah menyiapkan strategi agar setoran dividen BUMN tumbuh. Optimalisasi dividen BUMN lewat penataan, penyehatan, perbaikan perencanaan strategi dan efisiensi.
Laba Bersih Pertamina Rp 15,3 Triliun
Setelah merugi Rp 11,2 triliun pada semester I-2020, PT Pertamina (Persero) membukukan laba bersih Rp 15,3 triliun untuk kinerja sepanjang 2020. Pertamina perlu mempertahankan keberlanjutan sektor-sektor yang menjadi sumber keuntungan sepanjang tahun lalu. ”Kinerja keuangan dan operasional 2020 dapat menjadi pendorong positif untuk mewujudkan aspirasi pemegang saham yang ingin membuat Pertamina menjadi perusahaan energi global dengan nilai korporasi 100 miliar dollar AS di masa depan,” kata Penanggung Jawab Sementara Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman melalui siaran pers, Senin (14/6/2021).
Selain berhasil membukukan laba Rp 15,3 triliun, lanjut Fajriyah, Pertamina juga berkontribusi pada negara dengan nilai Rp 126,7 triliun sepanjang 2020 yang di antaranya terdiri dari setoran pajak sebesar Rp 92,7 triliun dan penerimaan bukan pajak Rp 25,5 triliun. Fajriyah berpendapat, nilai kontribusi tersebut belum setinggi tahun sebelumnya. Nilai kontribusi itu juga mencakup pembayaran dividen sebesar Rp 8,5 triliun atau 23,8 persen dari total laba bersih 2019. Pembayaran dividen pada 2020 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 8 triliun atau 22,1 persen dari laba bersih perseroan.99% Laba Adaro untuk Dividen
JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST)
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyetujui pembagian dividen
sebesar US$ 146,8 juta kepada pemegang saham. Dividen
tersebut sekitar 99,2% dari laba bersih 2020.
Tahun lalu, Adaro Energy meraih laba bersih sebesar US$ 147 juta. Selain digunakan
untuk pembayaran dividen tunai, perseroan
mengalokasikan sisa laba sebesar US$ 110,8
ribu sebagai laba ditahan.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Adaro Energy Garibaldi Thohir
menjelaskan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi industri batu bara pada 2020 dan
menyebabkan penurunan signifikan terhadap
permintaan maupun harga batu bara. Meski
demikian, pihaknya tetap memprioritaskan
kesehatan dan keselamatan para karyawan
serta meminimalkan dampak pandemi terhadap aktivitas operasional.
Dengan strategi tersebut, Adaro Energy
berhasil mempertahankan marjin yang sehat,
melalui fokus yang berkesinambungan pada
keunggulan operasi dan pengendalian biaya.
“Kami menjaga komitmen untuk memberikan
pengembalian pemegang saham dengan membagikan dividen tunai secara berkala, yang
mencapai US$ 146,8 juta untuk tahun buku
2020,” kata dia dalam keterangan tertulis,
Senin (26/4).
Chief Financial Officer (CFO) Adaro Energy
Luckman Lie mengatakan, perseroan juga
berupaya menyesuaikan kondisi kas internal
dengan pembayaran dividen tahun buku 2020.
Pihaknya akan menjaga keseimbangan antara
kebutuhan investasi dan pengembalian kepada
pemegang saham.
Sementara itu, Adaro bersiap menambah lini
bisnis baru yakni energi ramah lingkungan
atau disebut Adaro Green Initiative. Bisnis
tersebut akan menjadi pilar bisnis kesembilan
perseroan. Selama ini, perseroan memiliki
delapan pilar bisnis antara lain Adaro Mining,
Adaro Services, Adaro Logistics, Adaro Power,
Adaro Land, Adaro Water, Adaro Capital, dan
Adaro Foundation.
(Oleh - HR1)
Bank Mandiri Tebar Dividen Rp 10,27 Triliun
Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyetujui besaran 60% dari laba bersih 2020 atau sekitar Rp 10,27 triliun sebagai dividen dengan nilai Rp 220 per lembar saham. Dengan pembagian dividen tersebut perseroan mengalami penurunan permodalan, sehingga tahun ini rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) akan dijaga pada kisaran 18-20%.
Besaran dividen tersebut sangat sejalan dengan komitmen manajemen Bank Mandiri untuk bisa berkontribusi secara optimal kepada negara serta keinginan untuk menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah, salah satunya dengan layanan digital banking andal dan simpel. Optimisme dengan ekspansi digital yang tengah dijalankan karena akan mendukung implementasi fungsi intermediasi Bank Mandiri yang menjadi core bisnis perseroan. Melalui Mandiri Digital, perseroan telah mengembangkan layanan dan produk perbankan terbaik yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan nasabah korporasi dan retail.
Salah satu inisiatif transformasi digital banking yang telah dilakukan Bank Mandiri adalah dengan memperkenalkan Livin by Mandiri sebagai penyempurnaan aplikasi Mandiri Online. Livin by Mandiri diharapkan menjadi super app yang memanfaatkan pendekatan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan akses layanan keuangan yang lengkap, termasuk ke biller dan peoduk perusahaan anak sehingga dapat mendukung keinginan perusahaan menjadi salah satu best digital retail bank di Tanah Air.
(Oleh - IDS)
Tertekan Pandemi, Dividen Bank BUMN Menurun
Pandemi virus korona (Covid-19) berimbas pada sejumlah sektor usaha, termasuk perbankan badan usaha milik negara (BUMN). Salah satu akibatnya: Setoran dividen bank BUMN dari laba tahun 2020 ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menurun. Sejauh ini, sudah dua bank pelat merah yang memutuskan penggunaan laba dari tahun 2020. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), PT Bank Mandiri Tbk, Senin (15/3), memutuskan bank berkode saham BMRI itu membagi dividen sebanyak 60% dari laba bersih di 2020, atau sekitar Rp 10,27 triliun. Meski secara persentase sama, namun nilai itu turun dari dividen 2019 yang mencapai Rp 16,94 triliun.
Dengan komposisi saham merah putih sebesar 60%, BMRI menyetor dividen sekitar Rp 6,16 triliun ke kas negara, turun dari setoran di tahun sebelumnya yang mencapai Rp 9,89 triliun. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang terlebih dulu menggelar RUPST, Rabu (10/5) pekan lalu, memutuskan tidak membagi dividen ke pemegang saham. Padahal, BTN merupakan satu-satunya bank BUMN yang menikmati pertumbuhan laba di 2020. Adapun PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada pekan berikutnya, Kamis, 25 Maret 2021. Tahun sebelumnya, BBRI adalah bank BUMN yang menyetor dividen terbesar. Tapi tren itu bisa berubah mengingat laba BRI tahun 2020 anjlok 45,80% year-on-year.
Pilihan Editor
-
Waspada Rambatan Resesi AS
02 Aug 2022 -
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









