;
Tags

Dividen

( 218 )

Dividen Emiten Pembiayaan Menggiurkan

HR1 27 Mar 2023 Kontan

Tak mau kalah dengan industri perbankan, emiten saham pembiayaan (multifinance) juga siap melakukan pembagian dividen. Terutama multifinance yang sepanjang tahun lalu mencetak kenaikan kinerja positif. Besaran dividen memang belum ditetapkan oleh beberapa emiten. Pertimbangannya rencana itu masih menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Namun emiten sektor ini bersiap menebar dividen. Sebut saja, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk yang memastikan membagikan dividen tahun ini. "Jumlahnya lebih besar dari tahun lalu, karena profit juga bertumbuh," ujar Sylvanus Gani, Direktur Keuangan Adira Finance, akhir pekan lalu. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) juga berencana akan menebar dividen ke pemegang sahamnya. Emiten anak usaha dari PT Maybank Indonesia Tbk (BNII) ini juga membagikan dividen pada tahun lalu senilai Rp 33,18 miliar atau sebesar Rp 9,5 per saham. Nilai tersebut setara dengan 30% dari laba tahun buku 2021. "Rencananya bagi dividen dan akan kami umumkan di RUPS tanggal 30 Maret 2023 ya," ujar Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa.

Tebar Dividen Besar, Saham Kian Bersinar

HR1 24 Mar 2023 Kontan

Rencana sejumlah emiten mengguyur dividen tahun buku 2022, menuai respons positif dari para investor. Ini tercermin dari kinerja indeks saham pembagi dividen dengan yield tinggi, yakni IDX High Dividend 20. Pada penutupan perdagangan Selasa lalu (21/3), indeks IDX High Dividend 20 melejit 1,50% ke posisi 563,41. Jika dihitung sepanjang tahun 2023 berjalan, indeks yang dihuni kumpulan 20 saham emiten pembagi dividen tinggi ini menguat 1,31%. Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menilai, penguatan indeks IDX High Dividend 20 dipicu langkah investor yang cenderung memilih saham dengan kinerja stabil dan prospek apik di tengah volatilitas pasar. Dia melihat, saat terjadi risk off, saham-saham indeks IDX High Dividend 20 bisa jadi safe heaven. "Investor mencari investasi berkualitas dan terjadi flight to quality," kata Agus, Selasa (21/3). Pengamat pasar modal dan Founder WH Project William Hartanto menimpali, ketika pasar sedang mendapat sentimen negatif dan perdagangan sepi, indeks IDX High Dividend 20 cenderung diminati. Alasannya, investor menjadikan dividen sebagai incaran untuk mengoleksi saham dalam waktu lama. "Jadi, kinerja indeks ikut terdongkrak, karena investor sedang mengoleksi saham-saham ini sambil menunggu keputusan pembagian dividen," tutur William.

Bagi Dividen Rp7,3 Triliun, BNI Optimistis Kinerja 2023 Semakin Positif

HR1 16 Mar 2023 Bisnis Indonesia

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2022 dan telah menyetujui pembagian dividen sebesar 40% atau senilai Rp7,32 triliun. Nilai ini naik 2,69 kali lipat dari total dividen tahun buku 2021 yang mencapai Rp2,72 triliun. Dengan demikian, nilai dividen per lembar saham kali ini ditetapkan Rp392,78, dibandingkan tahun lalu sebesar Rp146. Dengan memperhitungkan komposisi saham milik Pemerintah yang sebesar 60%, maka perseroan akan menyetorkan dividen senilai Rp4,39 triliun ke rekening Kas Umum Negara. Sementara atas kepemilikan 40% saham publik, dividen senilai Rp2,92 triliun akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan kenaikan rasio pembayaran dividen menjadi 40% pada tahun ini dilakukan seiring dengan kinerja keuangan perseroan yang terus membaik dengan capaian laba Rp18,3 triliun pada 2022. Royke menuturkan perseroan optimistis dalam meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. Secara umum, 2023 diprediksi sebagai tahun yang penuh tantangan dengan masih berlanjutnya isu geopolitik, perlambatan ekonomi dan tekanan inflasi secara global. Inflasi pun diperkirakan melandai ke 3,8% setelah meredanya dampak kenaikan harga BBM ke inflasi konsumen. Stabilnya ekonomi domestik ini tentunya akan menjadi katalis pertumbuhan bisnis yang sehat bagi perbankan. “Dengan mempertimbangkan prospek dan potensi bisnis serta kondisi makro ekonomi, perseroan tetap optimistis pertumbuhan kinerja akan positif seiring dengan agenda transformasi yang masih berjalan di 2023,” jelasnya. Perseroan juga mengembangkan infrastruktur teknologi serta inovasi digital dalam rangka peningkatan kemampuan transaksional, terutama pada aplikasi BNI Mobile Banking dan BNIDirect dengan tujuan untuk menjadi top-of-mind transactional bank bagi nasabah. Perseroan juga gencar melakukan perluasan kemitraan melalui platform open API dan pengembangan teknologi terkini seperti AI, blockchain, hingga metaverse dalam rangka memperluas ekosistem bisnis dan meningkatkan customer experience.

Tok! RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp24,7 Triliun

KT1 15 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun 2022 lewat strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial dan optimalisasi digital perseroan. Hasilnya, tingkat efisiensi perseroan pun meningkat dan mendorong pertumbuhan volume bisnis yang tercermin dari laba bersih konsolidasi menembus Rp 41,2 triliun atau tumbuh 46,9% secara year on year (yoy). Selain itu, total dana pihak ketiga (DPK) bank berkode emiten BMRI ini tumbuh 15,46% (yoy) dari Rp 1.291,2 triliun di akhir 2021 menjadi Rp 1.490,8 triliun di akhir 2022. Pencapaian bisnis perseroan turut didukung oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Hingga akhir 2022, kredit konsolidasi perseroan mampu tumbuh 14,48% (yoy) menjadi Rp 1.202,2 triliun. Atas pertumbuhan bisnis 2022 yang impresif, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 Bank Mandiri pada Selasa (14/3/2023) pun sepakat menetapkan 60% dari laba bersih konsolidasi 2022 atau sekitar Rp 24,7 triliun sebagai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham (dividen payout ratio). Ini berarti, besaran dividen per lembar saham atau dividend per share mencapai Rp 529,34. (Yetede)

Dividen Jumbo Bank Siap Mengalir ke Investor

HR1 14 Mar 2023 Kontan (H)

Usai ingar bingar lonjakan laba tahun 2022 yang mencengangkan, kini saatnya emiten perbankan bagi-bagi keuntungan. Sejumlah bank besar digadang bakal menebar dividen besar untuk tahun buku 2022 bagi para pemegang sahamnya. Contoh saja Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang memutuskan menebar dividen 85%, dari laba bersih tahun 2022 yang sebesar Rp 51,2 triliun. Direktur Utama BBRI Sunarso mengatakan, sekitar 85% dari total laba tahun 2022 atau setara Rp 43,49 triliun, ditetapkan sebagai dividen tunai. Adapun sisa laba BBRI senilai Rp 7,67 triliun, akan dipakai sebagai laba ditahan. Jumlah dividen tersebut, mencakup dividen interim yang sudah manajemen BBRI bagikan kepada pemegang saham pada 27 Januari 2023 silam senilai Rp 8,60 triliun. "Sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sekurang-kurangnya sebesar Rp 34,9 triliun," terang Sunarso usai perhelatan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST, Senin (13/3). Investor kini juga bersiap mendengar kabar mengenai jumlah dividen Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN) yang akan menggelar RUPST, Selasa (14/3). Berikutnya, RUPST Bank Negara Indonesia (BBNI) pada 15 Maret dan Bank Central Asia (BBCA) pada 16 Maret juga bersiap membawa kabar baik. Kementerian BUMN berharap dividen kali ini minimal sama dari tahun sebelumnya. Dengan asumsi payout ratio sama dengan tahun sebelumnya, yakni 60%, maka potensi dividen BMRI kali ini mencapai Rp 24,7 triliun. Diikuti dividen BBNI Rp 4,57 triliun dan BBTN Rp 304 miliar. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus berpendapat, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 130/2022 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2023, pendapatan negara dari kontribusi laba bank BUMN hanya ditargetkan Rp 24,8 triliun. Sedangkan pada tahun 2022 lalu, empat bank BUMN memberikan kontribusi dividen sebesar Rp 24,57 triliun.

RUPST 2023, Kontribusi Nyata untuk Negeri BRI Bagikan Dividen Rp 43,49 Triliun

KT1 14 Mar 2023 Investor Daily (H)

(Persero) Tbk atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 di Jakarta (13/3). RUPST tersebut memutuskan delapan agenda, salah satunya adalah memutuskan pembagian dividen sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian tahun 2022 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan nilai sebesar Rp43,94 triliun. Dividen tunai yang dibagikan ini sudah termasuk jumlah dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang saham pada tanggal 27 Januari 2023 sejumlah Rp8,60 triliun, sehingga sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham BBRI sekurang-kurangnya sebesar Rp34,89 triliun. Seperti diketahui bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2022, BRI Group berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp51,4 triliun atau tumbuh 67,15% secara year on year (yoy) dengan total aset tumbuh double digit sebesar 11,18% yoy menjadi Rp1.865,64 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa di sepanjang tahun 2022 lalu BRI mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kuat dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Atas dasar hal tersebut, BRI memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian tahun 2022 atau senilai Rp43,94 triliun. Sedangkan sisanya sebesar 15% senilai Rp7,67 triliun digunakan sebagai laba ditahan,” imbuh Sunarso. (Yetede)

Arwana Citramulia Bagi Dividen Rp 403 Miliar

KT1 10 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 403 miliar atau Rp 55 per saham untuk tahun buku 2022. Dengan demikian, rasio dividen Arwana tahun buku 2022 mencapai 70%. RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh komisaris dan direksi Arwana, dengan tambahan penunjukan satu orang direktur independen baru. Tahun lalu, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,58 triliun, meningkat 1,24% dibandingkan 2021 sebesar Rp 2,55 triliun. Adapun laba bersih naik 22% menjadi Rp 576,2 miliar. “Hasil laba bersih ini dapat dicapai berkat margin yang meningkat dari 18% pada 2021 menjadi 22% pada 2022,” jelas Chief (CFO) Arwana Citramulia Rudy Sujanto dalam acara paparan publik tahun buku 2022 di Puri Indah Financial Tower, Kembangan, Jakar ta Barat, Kamis (9/3/2023). (Yetede)

Dividen Ekstra Besar Akan Membanjiri Pasar

HR1 03 Mar 2023 Kontan (H)

Para pemburu dividen, bersiaplah! Usai rilis kinerja keuangan 2022, para emiten bakal bersiap membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Ada beberapa emiten dengan kapitalisasi pasar besar alias big caps yang mulai memberikan bocoran nilai dividen yang akan ditebar dari laba bersih tahun buku 2022. Contohnya, emiten Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR), yang berencana untuk menebar dividen final sebesar Rp 6.185 per saham. Sedangkan induk usahanya, PT Astra International Tbk (ASII) mengusulkan pembagian dividen final senilai Rp 552 per saham. Nilai dividen total ASII ini naik lebih tinggi dibadingkan tahun sebelumny sebesara Rp 239 per saham. Jika dihitung dari harga saham kemarin, imbal hasil dividen ASII nyaris 9% sementara dividend yield UNTR mencapai sebesar 21,83%. Punya kinerja ciamik, emiten bank juga rajin menebar dividen. Contohnya Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Bank Mega Tbk (MEGA) yang siap mengalokasikan dividen 70% dari laba bersih tahun 2022.Emiten saham ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) juga royal membagi dividen sebesar Rp 525 per saham. Pembagian dividen memang kerap berhubungan erat dengan rencana ekspansi emiten. Tapi, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo mengatakan, emiten yang menebar dividen besar bukan berarti akan mengerem ekspansi di tahun ini.

Bank Mega Bagi Dividen Tunai Bagi Rp 2,8 Triliun

KT1 25 Feb 2023 Investor Daily (H)

PT Bank Mega Tbk sepanjang 2022 membukukan laba bersih Rp 4,05 triliun naik 1,11% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy). Perseroan juga dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 2,84 triliun. Sementara itu, sisa laba Rp 1,21 triliun digunakan sebagai saldo laba, serta Rp 77,66 juta sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan Pasal 70 UUPT. Sehubungan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan digitalisasi per[1]seroan, maka Bank Mega menambah seorang direktur yang secara khusus bertanggung jawab di bidang information technology. Selain itu, dilakukan pengisian jabatan wakil direktur utama dalam susunan direksi perseroan.

Penambahan ketentuan jabatan wakil direktur utama dalam susunan direksi perseroan. anggota direksi sesuai perubahan angggaran dasar yang telah disetujui dalam RUPST ini. Dirut Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan, di tengah kondisi perekonomian yang cukup menantang di sepanjang 2022, Bank Mega berhasil menutup kinerja akhir 2022 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 4,05 triliun. “Perolehan laba bersih Bank Mega dikontribusikan melalui kenaikan net interest income (NII) sebesar 21,24% menjadi Rp 5,87 triliun dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp 4,84 triliun. Bank Mega dari sisi profit berada di urutan ke-7 secara nasional,” kata Kostaman di Jakarta, Jumat (24/2/2023). (Yetede)


INVESTASI SAHAM : STRATEGI BERBURU DIVIDEN

HR1 11 Feb 2023 Bisnis Indonesia

Berinvestasi di pasar modal, terutama dalam instrumen saham, memiliki dua potensi keuntungan yaitu kenaikan harga saham itu sendiri dan dividen dari laba usaha yang dibagikan oleh emiten. Kedua imbal hasil tersebut akan diraih apabila investor memiliki strategi investasi yang tepat dalam jangka panjang. Dividen merupakan salah satu daya tarik bagi investor saham. Beberapa emiten ada yang membagikan dividen secara rutin setiap tahun. Namun, banyak pula yang tidak membaginya karena alasan tertentu. Direktur OneShildt Financial Planning Budi Raharjo mengatakan bahwa dividen adalah pembagian keuntungan oleh perusahaan untuk para investornya. Umumnya, dividen berasal dari laba atau keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut. Dividen akan diberikan setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Biasanya pembagian dividen dilakukan dengan dua cara. Pertama, dividen secara tunai. Pemegang saham akan menerima dana tunai dalam bentuk mata uang rupiah. Kedua, dalam bentuk saham. Investor akan mendapatkan berupa tambahan saham. Sebagai ilustrasi, investor dengan pengeluaran bulanan Rp5 juta atau Rp60 juta per tahun. Lalu, suatu saham memberikan dividen Rp5 per saham, dengan nilai sahamnya Rp100. Maka, dapat dikatakan imbal hasil dari dividen untuk saham tersebut sebesar 5%. Dengan imbal hasil 5% tersebut, investor membutuhkan modal awal setidaknya Rp1,2 miliar untuk ditaruh di saham tersebut. Jika diasumsikan dividen dibagikan rutin satu tahun dengan imbal hasil yang sama, investor akan mendapatkan Rp60 juta.