;
Tags

perikanan

( 525 )

Ekspor Perikanan Ditarget Naik 15,31 Persen

dian1077 24 Mar 2021 epaper kompas

Pemerintah menargetkan ekspor perikanan Indonesia tahun2021 mencapai 6 miliar dollar AS atau naik 15,31 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2020 yang 5,203 miliar dollar AS. Lobster hasil budidaya jadi salah satu komoditas unggulan yang dibidik untuk ekspor. Direktur PemasaranK ementerian Kelautan dan Perikanan Machmud Sutedja,Selasa (23/3/2021), mengatakan, komoditas unggulan yangd ibidik untuk ekspor tahun ini, antara lain, ialah udang,tuna-tongkol-cakalang, rajungan, kepiting, rumput laut, dan lobster hasil budidaya. Pasar utamanya adalah Amerika Serikat, China, dan Jepang. Upaya meningkatkan daya saing produk dinilai perlu ditopang logistik. Oleh karena itu, tahun ini pemerintah berencana membangun 16 gudang pendingin dan menambah 15 kendaraan pendukung distribusi. (LKT)

Ekspor Perikanan Ditarget Naik 15,31 Persen

Ayutyas 24 Mar 2021 Kompas

Pemerintah mendorong ekspor perikanan tahun ini meningkat 15,31 persen. Sejumlah komoditas unggulan akan digenjot untuk ekspor.

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menargetkan nilai ekspor perikanan Indonesia pada tahun ini mencapai 6 miliar dollar AS atau tumbuh 15,31 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang sebesar 5,203 miliar dollar AS. Lobster hasil budidaya merupakan salah satu komoditas unggulannya.

Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Machmud Sutedja menyampaikan, komoditas unggulan yang dibidik untuk peningkatan ekspor perikanan tahun ini antara lain udang; tuna, tongkol, dan cakalang; rajungan; kepiting; rumput laut; dan lobster hasil budidaya. Adapun tujuan ekspor pada 2021 masih fokus pada pasar utama, yakni Amerika Serikat, China, dan Jepang.

Pada 2020, ekspor udang sebanyak 239.227 ton atau senilai 2,04 miliar dollar AS. Volume ekspor itu berkontribusi 7,15 persen terhadap ekspor dunia. Target ekspor udang antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Uni Eropa, Korea Selatan, dan Timur Tengah.

Rantai dingin

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti memaparkan perlu upaya hulu-hilir untuk mendorong ekspor hasil perikanan. Upaya itu di antaranya memetakan peluang pasar dan tren ekspor di pasar utama dan pasar potensial. Selain itu, meningkatkan produksi hilir dan mengembangkan produk bernilai tambah.

Upaya meningkatkan daya saing produk perikanan perlu ditopang logistik ikan nasional. Penopang logistik itu, antara lain, penyediaan sarana pergudangan dan distribusi ikan yang dilengkapi pendingin, yakni gudang pendingin dan truk berpendingin.

”Banyak nelayan mitra yang di daerahnya tidak memiliki akses listrik. Dengan ketersediaan listrik, maka rantai dingin akan terjaga,” katanya.

Selama ini, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk menyediakan gudang pendingin sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Kerja sama juga dijalin dengan pemerintah dalam menyalurkan bantuan generator listrik ke desa-desa nelayan. (LKT)
(Oleh - HR1)

Usaha Rintisan Kolaborasi Garap Komoditas Ekspor Unggulan

dian1077 20 Mar 2021 epaper kompas

Saat ini, Indonesia menggarap tiga komoditas kelautan dan perikanan unggulan untuk tujuan ekspor, yakni udang, lobster, dan rumput laut.  Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak usaha rintisan berbasis teknologi (start up) di sektor kelautan dan perikanan untuk cermat melihat tren pasar dunia agar terus tumbuh dan meningkatkan perekonomian. Data pasar bisa menjadi dasar dalam mengembangkan inovasi teknologi dan membuka ruang baru usaha-usaha perikanan yang memiliki potensi besar. 

”Start up digital ini bagus, tapi kalau mau lebih hebat lagi supaya meningkat dan menjadi unicorn ke depan harus melihat kapasitas pasar dan tidak menutup kemungkinan untuk kolaborasi sistem antarusaha rintisan,” ujar Menteri Trenggono, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/3/2021), seusai bertemu dengan Digifish Network, jaringan usaha rintisan kelautan dan perikanan Indonesia.

Di sisi lain, perkembangan start up sektor kelautan dan perikanan di Indonesia terus meningkat. Hingga tahun 2020, terdata 32 usaha rintisan yang tergabung dalam Digifish Network. Penggagas Digifish Network Rully Setya mengatakan, pihaknya siap untuk terus melakukan inovasi dan berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengembangkan industri kelautan dan perikanan.

Sejumlah pelaku usaha rintisan berinovasi mengembangkan layanan. Usaha rintisan Jala, misalnya, tahun lalu mengembangkan laboratorium udang di Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai sarana pemeriksaan penyakit. Selain itu, usaha rintisan ini mengembangkan platform pengecekan harga udang dan menggarap pemasaran secara daring dengan menjembatani hasil panen petambak udang dengan industri pengolahan.

”Yang diutamakan dalam pembangunan perikanan udang nasional adalah merevitalisasi tambak-tambak rakyat. Ekstensifikasi tidak dibuka lebar, penambahan tambak intensif diperkirakan hanya 10.000 hektar sampai tahun 2024. Adapun tambak tradisional ditingkatkan agar menjadi lebih produktif,” katanya.

Pengembangan produksi udang akan dilakukan dengan membentuk shrimp estate atau kawasan budidaya udang. Setiap tahun, direncanakan akan dikembangkan empat kawasan percontohan tambak. Kawasan itu di antaranya ada Aceh Timur dengan luas lahan yang direncanakan mencapai 10.000 hektar dan terbagi dalam 10 kluster. Pemerintah berperan menyiapkan infrastruktur dasar.


Lobster Jadi Unggulan Budidaya

Sajili 19 Mar 2021 Kompas

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebiakto menyampaikan,tiga komoditas unggulan budidaya yang fokus digarap sebagai bagian program terobosan KKP 2020-2024 adalah udang, lobster, dan rumput laut. Menurut data KKP, volume ekspor lobster Indonesia pada 2020 sebanyak 2.022 ton atau 4,21 persen dari pasar ekspor dunia. Ekspor RI senilai 75,25 juta dollar AS. Indonesia merupakan produsen lobster kedua terbesar di dunia setelah Vietnam. Pasar utama lobster antara lain China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Timur Tengah. Adapun komoditas udang diprioritaskan karena peluang ekspornya tinggi. Pada 2020, ekspor udang sebanyak 239.227 ton atau senilai 2,04 miliar dollar AS. Volume ekspor itu berkontribusi 7,15 persen terhadap ekspor dunia. Target ekspor udang antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Uni Eropa, Korea Selatan, dan Timur Tengah.

Pengembangan budidaya lobster akan difokuskan melalui pembentukan kampung-kampung lobster di sentra penangkapan benih lobster. Kawasan yang dibidik antara lain Lombok Timur, Jawa Timur, Jawa Barat, dan pantai barat Sumatera. 

Sidang Korupsi Ekspor Benur, Aliran Uang Edhy Diungkap

Ayutyas 18 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Sidang pemeriksaan saksi kasus ekspor benur mengungkap bahwa eks Menteri Kelautan dan Perikanan Eddy Prabowo memberikan sejumlah fasilitas kepada sespri dan istri yang digunakan untuk belanja barang mewah. Anggia Tsalonika Kloer, Sekretaris pribadi (Sespri) mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, mengaku pernah diberikan mobil hingga disewakan unit apartemen. Hal itu diungkapkan Anggia saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan izin ekspor benih bening lobster alias benur dengan terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito. 

Pemilik PT DPPP didakwa memberikan suap senilai total Rp 2,1 miliar yang terdiri dari US$ 103.000 (sekitar Rp 1,44 miliar) dan Rp 706, 05 juta kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Anggia awalnya diincar oleh jaksa soal bagaimana dia bekerja sebagai sespri. Jaksa menanyakan fasilitas yang diterima Anggia selain gaji dan perjalanan dinas. Namun, dia mengaku tidak mengetahui soal biaya sewa apartemen tersebut.  

Pengadilan Tipikor juga meminta kesaksian dari Iis Rosita Dewi, Istri Edhy Prabowo. Dalam sidang tersebut terungkap bahwa Edhy memberlikan jam tangan Rolex untuk Iis sebagai ulang tahun pernikahan di Hawaii. Iis diketahui ikut ke Hawaii dalam rangka perjalanan dinas Edhy Prabowo pada 17 - 24 November 2020. Iis mengaku bahwa Edhy menyerahkan uang tunai US$ 50.000 kepada dirinya sebelum berangkat ke Hawaii. Rombongan beberapa kali melakukan transit yakni di Incheon, Korea Selatan, San Fransisco, serta Los Angeles, Amerika Serikat karena harus melakukan tes PCR di daratan Amerika. Selanjutnya, Iis juga berbelanja sejumlah pakaian di factory outlet di San Fransisco maupun ke gerai Salvatore Ferragamo.

(Oleh - IDS)

Revitalisasi Tanjung Adikarto Kulonprogo, Memantik Sektor Perikanan Diy

Ayutyas 18 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Yogyakarta - Pemerintah berkomitmen untuk melakukan studi ulang proyek strategis nasional Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kabupaten Kulonprogo DIY yang sudah lama mangkrak. Namun, proyek untuk pelabuhan perikanan tersebut memiliki sejumlah tantangan dalam pembanguna, utamanya kondisi alam. Pelabuhan Tanjung Adikarto adalah proyek Pemerintah Provinsi DIY yang konstruksinya dimulai sejak 2005. Namun perkembangannya gagal berlanjut. 

Pemprov DIY memproyeksikan Tanjung Adikarto sebagai sentra perikanan laut dengan orientasi ekspor. Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi DIY memperkirakan pembangunan konstruksi pelabuhan menelan dana Rp 447 miliar. Sebagian besar anggaran tersebut hanya digunakan untuk membangun pemecah gelombang. Belum siapnya infrastruktur pemecah gelombang jadi penyebab utama mangkraknya proyek. Pemecah gelombang ini berperan penting untuk memudahkan kapal yang nantinya akan masuk ke dermaga. 

Jika pelabuhan tersebut sudah beroperasi secara penuh, Adikarto bisa menampung sebanyak 400 kapal berukuran hingga 150 Gross Tonnage (GT). Dengan begitu, pelabuhan ini digadang mampu meningkatkan kapasitas produksi perikanan laut di DIY. Potensi hasil tangkapan ikan dari pelabuhan ini diprediksi mencapai 27.400 ton per tahun atau senilai Rp 276 miliar per tahun. Proyeksi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan volume perikanan tangkap di DIY selama ini. Posisi Tanjung Adikarto yang berhadapan langsung dengan laut terbuka yakni Samudra Hindia membuat lokasi pelabuhan rawan diterjang gelombang besar. Karakter pantai yang berpasir juga meningkatkan risiko sedimentasi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pemecah gelombang menjadi prioritas karena berperan vital pada operasional pelabuhan.

(Oleh - IDS)


Usaha Aquascape di Banjarbaru Makin Ramai

Sajili 15 Mar 2021 Banjarmasin Post

Usaha penjualan akuarium untuk ikan atau Aquascape juga makin diminati. Hal ini seiring dengan kecintaan terhadap ikan hias di Banjarbaru semakin meninggi. Menurut Zikri, Aquascaper Banjarbaru, salah satu anggota komunitas Aquascaper saat ini, total ada sebanyak 20 komunitas Aquascaper yang ikut pameran di Q Mall Banjarbaru.  Selain pameran Aquascape juga ada pameran reptil dari komunitas repitil dan juga ada ikan hias yang dijual.

Kirim Ikan Olahan

Ayutyas 12 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta -  Kala akhir tahun dan awal tahun seringkali harga ikan segar melambung di pasar. Konsumen pun tak jarang memilih produk ikan olahan seperti ikan kaleng sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan mereka. Di supermarket, ikan kaleng tersedia berbagai macam, salah satunya ikan tuna. Merek pun beraneka macam, dari yang produk lokal, brand luar terapi produksi lokal, sampai produk impor.  Tak hanya supermarket, para pedagang di platform e-commerce pun saat ini telah menjajakan mulai dari ikan segar dan ikan olahan, termasuk ikan kaleng. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh konsumen terkait pengiriman produk ini.

Produk ikan kaleng seperti ikan tuna kaleng memang termasuk dalam risiko tinggi. Oleh karena itu, diperlukan tindakan karantina untuk produk impor. Untuk ikan segar biasanya memang dilakukan karantina, tak jarang, saat berada di kantor ekspedisi, konsumen akan dimintai keterangan isi produk. Bila berisi ikan kaleng, tetap akan dilakukan prosedur pemeriksaan karantina. Namun, konsumen pasti berpikir, memproduksi ikan kaleng telah melalui prosedur yang ketat, tetapi mengapa tetap dilakukan prosedur karantina.

Konsumen yang ingin membeli (khususnya yang menggunakan platform e-commerce) harus diberikan gambaran bahwa pengiriman produk untuk tujuan domestik memang kini harus melewati prosedur karantina, termasuk pemahaman bagi para penjual agar kelancaran pengiriman barang menjadi lebih mudah. Dengan demikian, konsumen yang ingin memperoleh penghematan akibat selisih harga di daerah produsen, bisa terus berjalan dan membantu mendorong pemulihan perekonomian nasional melalui pembelian produk-produk domestik.

(Oleh - IDS)

Pemerintah Perpanjang Moratorium Ekspor Benih Lobster 2 Tahun ke Depan

Sajili 12 Mar 2021 Kontan

Pasca kasus kasus korupsi yang melibatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terbongkar, pemerintah memutuskan menstop ekspor benih bening lobster (BBL). Kini penghentian sementara ekspor BBL akan diperpanjang dua tahun ke depan.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Safri Burhanuddin bilang, dalam dua tahun kedepan, ini pembudidaya lobster bisa memperkuat atau membesarkan lobster di dalam negeri.

“Proses pembesaran satu ekor lobster itu butuh kurang lebih satu tahun dari BBL setelah itu baru kami akan evaluasi. Minimal dua kali periode pembesaran baru kami lihat dan putuskan apakah akan ekspor dibuka lagi,” ujar Safri, Rabu (10/3).

Larangan ekspor BBL bersamaan dengan upaya mendidik nelayan untuk membesarkan lobster dari benih. Selama ini, nelayan memilih menjual BBL karena untuk membesarkan lobster membutuhkan biaya mahal. Sementara, ketersediaan pasar belum pasti.

Safri menyebut, penghentian sementara ekspor benih lobster ini bisa menyebabkan maraknya ekspor BBL ilegal. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan dan pencegahan.


Sempat Masuk Kargo untuk Dikirim ke Batam

Sajili 09 Mar 2021 Surya

Penyelundupan baby lobster melalui Bandara Juanda kembali terungkap. Kali ini, 29.250 ekor baby lobster jenis pasir dan Mutiara yang nilainya mencapai Rp2,9 millar terbongkar saat hendak diselundupkan ke Batam.

Benih lobster itu diselundupkan lewat kargo bandara. Paketnya sudah masuk kargo sejak Minggu (7/3) dan dijadwalkan berangkat ke Batam menggunakan pesawat Lion JT 0971, Senin (8/3).

Petugas mengecek kargo dan mencurigai paket satu karton dengan Surat Muatan Udara (SMU) Nomor 990-16622992, yang tulisannya pemberitahuannya sebagai makanan. Untuk memastikan, tim memeriksa dengan mesin X-ray dan disaksikan maskapai penerbangan dan Security Bandara.

Petugas melakukan penghitungan, hasilnya 29.250 ekor baby lobster. Dari 29.250 ekor baby lobster itu, yang 29.000 jenis pasir, sedangkan yang 250 jenis baby lobster mutiara. Ribuan ekor baby lobster ini di kemas per seribu, dimasukkan ke kantong plastik.

Menurut Budi, pengiriman baby lobster melanggar Surat Edaran Kementerian Kelautan Perikanan (???) Nomor B.22891/DJPT/PI.130/X1/2020 tentang Penghentian Sementara Penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP) terkait Permen Nomor 12/ Permen-KP/2020.