Crypto Currency
( 204 )NFT Beku Terkena Crypto Winter
Youtuber Logan Paul merugi gara-gara berinvestasi di non fungible tokens (NFT). Paul mengoleksi NFT Azuki di harga US$ 623.000. Namun harga karya seni digital tersebut kini tinggal sebesar US$ 10.
Pada kuartal III tahun ini, penjualan NFT secara global dan di Indonesia memang turun tajam. Data tracker blockchain Dappradar menunjukkan, sebagaimana dikutip Reuters, penjualan NFT cuma mencapai US$ 3,4 miliar pada kuartal III-2022.
Sementara itu, volume perdagangan NFT, menurut data Dune Analystics, turun 97%. Di Januari 2022 volume penjualan masih sebesar US$ 17,2 miliar. Per September, volume tinggal US$ 466,9 juta.
CEO OpenSea Devin Finzer, seperti dikutip Reuters, menjelaskan, penurunan ekonomi global dan crypto winter menekan pasar NFT. Sekadar info, crypto winter adalah istilah yang menggambarkan kondisi bearish di pasar kripto.
Molor, Kehadiran Bursa Khusus Transaksi Kripto Belum Jelas
Investor kripto di Tanah Air harus lebih bersabar menanti kehadiran bursa berjangka yang khusus melayani transaksi aset kripto. Hingga saat ini, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) belum bisa memastikan kapan bursa kripto Digital Exchange Futures (DFX) bakal beroperasi.
Awalnya, bursa kripto ditargetkan akan meluncur pada kuartal I-2022. Namun, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan PBK Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan, DFX sebagai bursa kripto masih proses pendaftaran, dan perlu mengecek sistem yang terintegrasi dengan sistem seluruh pedagang kripto.
Harapannya, kehadiran bursa kripto akan membuat pengawasan perdagangan kripto lebih efektif. "Tinggal cek data transaksi semua pedagang di bursa, aset di kustodian, dan dananya di kliring," ujar Tirta.
CAD Stop Operasi, Pil Pahit Korban Net89
Untuk kesekian kalinya, korban robot trading Net89: PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (PT SMI) harus menelan pil pahit. Pengembalian investasi lewat konversi ke alat tambang aset kripto yang dipasarkan PT Cipta Aset Digital (CAD) kini menunjukkan gelagat buruk. Tanda ini nampak dari surat elektronik yang dikirimkan CAD ke para anggotanya, akhir pekan lalu. Isinya pemberitahuan penghentian kegiatan mining (penambangan) aset Ethereum (ETH) oleh CAD dan rekannya PT Pengelolaan Uang Digital. Ditemui tim KONTAN di kantor yang juga pabrik tambang CAD, Direktur Utama CAD Budi Sukandi dan Direktur CAD Erwin Indrianto Direktur kompak menyebut sedang mencoba menambang aset kripto lain, yang memiliki profitabilitas cukup baik.
Koin Kripto Kejeblos
Jatuhnya- harga koin kripto atau kerap disebut sebagai musim dingin kripto menjadi momentum bagi Aditya Kinarang Mokoginto untuk mengubah kembali komposisi aset kripto. Seiring dengan lesunya industri mata uang digital. Aditya sebelumnya menaruh 95% dana investasi di aset kripto. Seiring dengan lesunya industri mata uang digital, ia pun memilih untuk memindahkan duitnya ke bentuk investasi lain. "Sekarang masih pegang, tapi, hanya sekitar 10% dari aset total," ujar pendiri perusahaan gaming hub Good Games Guild ini kepada Tempo, kemarin, 25 September. Ia mengatakan strategi investasinya kini menjadi lebih konservatif dengan mengurangi aset-aset beresiko tinggi. Strategi itu merupakan hasil dari pengalamannya menghadapi dua kali musim dingin kripto sebelumnya. Selain tahun ini, fenomena anjloknya harga aset kripto pernah terjadi pada 2014 dan 2018. Dari pengalaman itu, Aditya menyadari bahwa investor bahwa investor kripto harus bisa membaca arah pasar: kapan akan jatuh dan kapan akan pulih. (Yetede)
Jelang Transisi Jaringan, Harga Ethereum Bakal Ikut Terkerek
Prospek ethereum (ETH) bakal kembali naik. Pasalnya, ETH akan memasuki fase the merge, yaitu transisi jaringan ethereum dari mekanisme proof of work menjadi proof of stake.
Senin (12/9) per pukul 17.51 WIB, harga ethereum (ETH) bertengger di US$ 1.746,41 per ETH, turun 0,11% dibanding sehari sebelumnya dan naik 11,7% sepekan terakhir.
Menurut Trader Tokocrypto Afid Sugiono, proses perpindahan protokol dari proof of work ke proof of stake ini bisa mengatasi masalah skalabilitas, efisiensi dan kecepatan transaksi. "Nantinya akan jauh lebih efisien untuk mining," kata dia, kemarin.
Co-founder CryptoWatch Christopher Tahir berpendapat, jaringan proof of stake menjanjikan kenaikan performa dalam kecepatan transaksi. Namun, ini bisa saja bukan hal baik terhadap harga ethereum. Sebab, saat ini banyak dana yang nyangkut dalam staking jaringan ETH.
Afid menyebut, jelang the merge, harga ETH akan menuju kisaran US$ 1.911-US$ 2.031 per ETH.
Pasar Kripto Menggeliat Lagi, Stablecoin Bisa Jadi Pilihan
Pasar aset kripto berbasis dollar Amerika Serikat (AS) perlahan mulai bangkit setelah sebelumnya lesu. Pada perdagangan kemarin, indeks dollar AS (DXY) turun ke level 108,60 dari sebelumnya 108,77.
Penurunan DXY ini melecut nilai pasar kripto. Rabu (31/8) pukul 22.15, market cap kripto global tercatat US$ 977,81 miliar. Nilai naik 1,19% dari hari sebelumnya.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono bilang, nilai dolar AS yang melemah ini sedikit banyak mendorong laju harga aset kripto. Investor tentu akan menukarkan dolar AS ke aset kripto, ketika aset tersebut terlihat menggiurkan daripada menyimpan uang fiat.
Dengan begitu, ada kemungkinan nafsu aset kripto hanya bertahan sementara. Terlebih, jika indeks dollar AS kembali perkasa, yang bisa menghambat laju harga aset kripto. Investor tentu akan menukarkan aset kriptonya menjadi dollar AS ketika aset tersebut terlihat lebih menggiurkan.
Aset kripto yang berbasis dollar AS adalah stablecoin, seperti Tether, USD Coin dan BUSD. Afid menilai, jika indeks dollar AS meningkat, stablecoin yang diikat dengan mata uang greenback juga akan ikut naik, namun tidak signifikan. "Jadi, stablecoin bisa menjadi pilihan aset investasi kripto yang aman untuk saat ini," ujar Afid kepada KONTAN, Rabu (31/8).
"Kedepannya stablecoin mungkin bisa dijadikan Central Bank Digital Currency (CBDC) yang bisa digunakan untuk metode pembayaran di jaringan blockchain," imbuh Afid.
PENGEMBANGAN ASET KRIPTO : Regulasi Mendesak Diterbitkan
Pemerintah perlu segera membuat aturan yang berkaitan dengan platform utilisasi aset kripto karena diperkirakan akan makin tumbuh ke depan. Pakar hukum dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva mengatakan bahwa pengembangan platform utilisasi aset kripto karya anak bangsa butuh diapresiasi sebagai bentuk inovasi. Akan tetapi, perkembangan itu perlu diimbangi dengan ketersediaan regulasi yang memadai untuk menjamin bisnis ke depan, sebagai salah satu instrumen investasi.
Salah satu platform utilisasi kripto yang muncul di Tanah Air adalah Qoinpay. Platform ini berfungsi sebagai penghubung antara pemilik aset kripto dengan dompet digital. Dengan menggunakan platform ini, pemilik aset kripto tidak perlu repot harus menukarkan kripto mereka ke platform lain, tetapi cukup menggunakan Qoinpay untuk dikonversi ke dalam rupiah sehingga dana yang diperoleh dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhannya menggunakan platform berbasis Quick Response Indonesian Standard (QRIS).
Literasi Aset Kripto Perlu Diperkuat
Edukasi publik mengenai aset kripto dan NFT serta metaverse masih perlu diperkuat. Menurut seniman visual yang berinvestasi kripto dan NFT, Bryan Lie, langkah pertama sebelum terjun ke dunia NFT adalah memahami konsep kripto, lantas berinvestasi sambil belajar lebih jauh tentang aset digital ini. Jika seseorang merasa mendapat nilai tambah dari investasi kripto tersebut, ia bisa melanjutkan investasi ke NFT. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko kerugian. ”Mudah untuk memandang aset digital sebagai scam (penipuan) jika Anda tidak meluangkan waktu untuk memahami sesuatu. Jangan malas mencari tahu,” kata Bryan dalam kelas daring bertajuk ”All You Need to Know about NFT” yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Kompasfest 2022 presented by BNI, Jumat (19/8) di Jakarta.
Dalam kelas daring bertajuk ”The World through Metaverse Perspective” yang juga menjadi rangkaian kegiatan Kompasfest, Jumat, CEO WIR Group Stephen Ng menyampaikan, elemen-elemen penting di dalam metaverse sebenarnya telah muncul sejak tahun 2000-an. Di luar beragam potensi yang bakal ditawarkan metaverse, Stephen tetap menekankan pentingnya edukasi masyarakat terhadap teknologi ini agar tidak mengakibatkan disorientasi antara kehidupan nyata dan realitas virtual dalam metaverse yang bisa memicu gangguan kesehatan mental. (Yoga)
Bappeti Tambah Daftar Aset Kripto Legal Jadi 383
JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) menambah 154 aset kripto dalam daftar yang legal untuk diperdagangkan di Indonesia, sehingga total menjadi 383. Hal itu dimuat dalam aturan baru mengenai perdagangan aset kripto di Indonesia, yakni PerBa Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengatakan, Peraturan Bappebti (Perba) tersebut sekaligus mencabut Perba Nomor 7 Tahun 2020. Perba ini dikeluarkan untuk meningkatkan keamanan investor kripto di Indonesia. “Tentunya turut dipertimbangkan nilai kapitalisasi pasar aset kripto, nilai risikonya, dan manfaat ekonominya. Selain itu, apakah telah masuk dalam transaksi bursa aset kripto besar dunia,” imbuh Kepala Biro Peraturan Perundang- Undangan dan Penindakan Bappebti Aldison. (Yetede)
Masa Depan Uang Bukanlah Kripto
Laporan Bank for International Settlement(BIS) pada Juni 2022 menyimpulkan bahwa uang kripto tidak dapat menjadi fondasi bagi uang masa depan. Hal ini menimbulkan perdebatan, khususnya di tengah bertumbuhnya berbagai inovasi digital saat ini, mulai dari aset kripto, non-fungible token (NFT), hingga terbaru, decentralized finance (DeFI). Sejak Februari 2021 hingga Februari 2022 terjadi pertumbuhan aset kripto yang luar biasa, dari 1,47 triliun USD menjadi 1,98 triliun USD (Coinmarketcap, 2022). Rata-rata transaksi bulanan aset kripto mencapai Rp 71,6 triliun, dan ada sekitar 11,8 juta pengguna di Indonesia. Namun, nilai tersebut anjlok dalam sekejap, menjadi ”hanya” 0,9 triliun USD pada Juni 2022. Anjloknya nilai kripto ini dipicu oleh amblasnya nilai Stablecoin, yaitu TerraUSD dan Luna, dari nilai kapitalisasinya 18 miliar USD menjadi hampir tidak bernilai. Keruntuhan tersebut memicu reaksi berantai dan berdampak pada nilai pasar aset kripto yang menguap lebih dari 800 miliar USD dalam waktu singkat.
Prahara yang terjadi beberapa waktu lalu menguak permasalahan sekaligus kelemahan mendasar yang dimiliki sistem kripto. Satu masalah yang diungkap laporan BIS adalah bahwa sistem kripto didasari oleh jual beli berlandaskan spekulasi. Selain itu, kripto memiliki keterbatasan struktural yang disebabkan oleh sistem akunting rantai blok yang terbatas. Akibatnya, ketika semakin banyak penggunaan, prosesnya menjadi semakin mahal dan lambat. Meningkatnya antrean ini menyebabkan munculnya rantai-rantai paralel, selain Ethereum ada Avalanche, Binance, atau Solana, misalnya, yang melahirkan fragmentasi. Hal ini menyebabkan biaya jadi semakin mahal dan lemahnya keamanan (Boissay et al, 2022). Selain itu, agar sebuah sistem moneter dan pembayaran dapat berjalan dengan optimal dibutuhkan adanya jaminan keamanan dan stabilitas, yang masih belum terpenuhi dalam semesta kripto yang ada saat ini. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022









