;
Tags

Crypto Currency

( 204 )

BI Terbitkan Panduan Rupiah Digital Akhir 2022

KT1 13 Jul 2022 Investor Daily (H)

BI berencana menerbitkan panduan  (white paper) rupiah digital sebagai mata uang digital  resmi bank sentral  (central bank digital currency/CBD) akhir 2022. Hal ini untuk mengakomodasi  pesatnya perkembangan digitalisasi dan penggunaan aset kripto, seperti Bitcoin selama pandemi Covid-19. Deputi Gubernur BI Doni J Joewono menjelaskan, panduan ini merupakan langkah besar yang ditempuh BI sebelum menerbitkan rupiah digital. Sebab, ada berbagai resiko yang harus diantisipasi  ketika rupiah digital terbit, seperti stabiltas ekonomi , moneter, dan sistem keuangan. Menurut dia, keberadaan aset kripto melatarbelakangi penerbitan CBDC atau mata uang digital. "Saat ini mayoritas bank sentral dunia telah melakukan tahapan riset dan percobaan sesuai dengan karakteristik negara masing-masing," kata dia. CBDC, kata dia, dirancang untuk dapat digunakan melalui transfer uang tunai maupun surat berharga. Saat ini sejumlah bank  sentral masih mendesain uang digital guna memitigasi implikasi resiko keuangan akibat pesatnya perkembangan aset kripto di dunia (Yetede)

Bursa Kripto Tetap Direalisasikan Tahun Ini

KT1 12 Jul 2022 Investor Daily (H)

Pendirian bursa kripto tetap direalisasikan tahun ini meski pasar sedang lesu. Jumlah investor yang terus meningkat hingga menembus  14,6 juta atau melonjak 30% setahun terakhir, menjadi salah satu alasan  pendiri bursa kripto di Indonesia. Kehadiran bursa kripto diharapkan memberikan kenyamanan kepada para investor dan pelaku pasar kripto yang selama ini merujuk ke bursa kripto luar negeri. . Kehadiran bursa kripto  akan membuat pasar kripto lebih tertib, transparan, dan kredibel. Di saat banyak crypto exchange diluar negeri kolaps, pendirian bursa kripto di Indonesia mendapat momentum yang pas. Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappeti Tirta Karma Senjaya mengatakan, pemerintah terus menggodok rencana pembentukan bursa berjangka khusus aset kripto Indonesia.(Yetede)

Nyali Investor Kripto Mulai Runtuh

HR1 04 Jul 2022 Kontan (H)

Kepercayaan diri para investor mata uang kripto, terutama cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar mulai runtuh. penurunan harga token kripto membuat investor menanggung rugi besar dan menciutkan nyalinya untuk berinvestasi kripto. Tambah lagi, pasar kripto tengah mengalami krisis kepercayaan. CEO Triv Gabriel Rey menyebut kolapsnya sejumlah token kripto, seperti Terra dan Luna, ikut memberi sentimen negatif, serta meruntuhkan kepercayaan diri para investor kripto.

NFT: Seni, Simulakra, dan Kelangkaan Aset

KT3 03 Jul 2022 Kompas

Fenomena crypto crash, sebagaimana diuraikan oleh Hizkia Subiyantoro (Kompas, 26 Juni 2022), membuat banyak pihak ”kena mental”, istilah generasi sekarang. Jatuhnya nilai tukar mata uang kripto ”Mother of Alt.coin’ (bitcoin) sebagaimana terpantau di sejumlah exchange (pasar jual beli koin kripto) sontak membuat kreator, kolektor, pengembang (developer) proyek non fungible token (NFT) mengalami tekanan dan adaptasi baru. Walau demikian, rantai blok (blockchain) internet tetaplah sebagai sistem pencatatan riwayat data canggih dan terkini yang kehadirannya telah nyata memengaruhi budaya produksi, distribusi, dan konsumsi saat ini.

Teknologi rantai blok akhirnya masuk ke ranah seni yang ditandai dengan munculnya lokapasar seni berbasis rantai blok yang   melahirkan inovasi NFT. Teknologi kriptografi (proses enkripsi data) dalam rantai blok memungkinkan suatu aset memiliki aspek kelangkaan, keunikan dan keotentikan. Pada titik ini karya dan peristiwa seni yang dinyatakan dalam serial number oleh rantai blok menemukan momentum otentisitas dan ekonomisnya sebagai sebuah aset NFT. Sejumlah lokapasar NFT telah hadir, dari yang bersifat pasar raya semisal Opensea, hingga yang memiliki kurasi ketat, seperti Superrare hingga Foundation. Lokapasar tersebut dan wahana berkurasi ketat sejenisnya telah menjadi titik temu antara kreator dan kolektor secara langsung (peer to peer).

Menurut filsuf posmodern, Jean Baudrillard, tentang simulakra, bahwa NFT dan metaverse adalah realitas baru yang ditentukan oleh ”mesin simulasi”. Apa yang telah, tengah, dan akan diubah oleh rantai blok ini seolah mengonfirmasi kekuatan simulakra dalam memengaruhi roda ekonomi dan menentukan jenis kesadaran di atasnya. Dengan keunggulan dan kerentanannya, rantai blok memberi solusi baru dalam ”mengeksklusifkan” data yang semula hampir tak bernilai oleh spirit keterbukaan (openness) pada babak awal revolusi digital. (Yoga)


”BEAR MARKET” ASET KRIPTO LUMRAH DAN HANYA SEMENTARA

KT3 01 Jul 2022 Kompas

Pasar aset kripto saat ini memang sedang dalam bear market, kondisi pasar yang mengalami penurunan nilai terus-menerus. Penyebutan bear market mengambil analogi gerakan beruang (bear) yang digunakan pelaku pasar keuangan seluruh dunia untuk menggambarkan kondisi pasar yang sedang mengalami penurunan seperti halnya gerakan serangan beruang dari atas ke bawah. Sejak mencapai puncak tertinggi 2022 dengan nilai tukar 3.500 USD (Rp 50,6 juta) pada awal April, kini jaringan blockchain Ethereum yang menjadi basis NFT paling populer telah kehilangan nilai tukarnya hingga 70 % dalam waktu kurang dari tiga bulan. Kamis (30/6), nilai tukar 1 ETH setara 1.053 USD (Rp 15,7 juta).

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda menjelaskan, kondisi bear market tidak menjadi akhir dari pemanfaatan blockchain. Bear market, lanjutnya, adalah siklus yang sudah umum dan pernah terjadi sebelumnya. Teguh menjelaskan, bear market yang tengah melanda pasar aset kripto ini justru baik dan sehat untuk industri. ”Kondisi ini bisa menjadi seperti seleksi alam, mana proyek kripto yang baik dan tidak,  sehingga bisa menciptakan peluang yang lebih besar di masa mendatang,” ujar Teguh. Ia menambahkan, prospek industri kripto, blockchain, ataupun Web3 ke depan masih menjanjikan dan akan terus tumbuh, bersamaan dengan adopsi yang semakin luas. (Yoga)


Investor Aset Kripto Capai 14,1 Juta Investor

KT3 27 Jun 2022 Kompas

Bappebti Kemendag menyebut jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 14,1 juta investor pada Mei 2022. Jumlah itu bertambah sekitar 3 juta investor dibandingkan Desember 2021. VP Marketing Tokocrypto, salah satu pasar perdagangan aset kripto di Tanah Air, Adytia Raflein, Jumat pekan lalu, menyatakan, penambahan itu menunjukkan industri aset kripto di Indonesia masih bergerak ke arah positif kendati pasar tengah lesu. (Yoga)

NFT, Utopia Dunia Digital dan Disrupsi Nilai

KT3 26 Jun 2022 Kompas

Spirit NFT bisa menggugah seorang programmer dan pengusaha kawakan hingga antusias betul akan masa depan digital. Kelak, strata social seseorang bisa diketahui hanya dengan sebuah avatar profile di media sosial (metaverse), tak peduli siapa pun orang tersebut di dunia nyata (universe). Tentu saja profile picture tersebut adalah avatar NFT dengan nilai tukar yang sangat tinggi dan diketahui oleh jaringan komunitas-komunitas kripto dan rekam jejak transaksi digitalnya tercatat rapi dalam sebuah sistem bernama blockchain.

Pergerakan NFT sangat pesat sejak pandemic Covid-19 berlangsung dua tahun ini. Bermunculan fenomena baru tentang penjualan karya seni yang fantastis di pasar kripto. Bukti-bukti digital mengundang  antusiasme para kreator, investor, dan kolektor. Seketika NFT dengan kesempurnaannya menjadi sebuah jawaban. Tidak disangka, sejak awal Juni 2022,  dua mata uang terbesar kripto, ETH (etherium) dan BTC (bitcoin), menurun sangat drastis. Penyebab utamanya, karena para investor mengurangi eksposur pada aset yang berisiko. Kondisi ini masih terus bertahan hingga Kamis (23/6). Dimana nilai 1 ETH setara 1.075,12 USD atau Rp 15.930.319, sedangkan 1 BTC setara 20.220 USD atau Rp 299.917.194.

Begitu masifnya jumlah NFT saat ini, sedikit menyulitkan klarifikasi dan verifikasi dan tidak bisa menjamin keunikan suatu karya. Bisa saja ”kreator jadi-jadian” hanya mengeksploitasi NFT dari sudut keuntungan semata, dengan begitu bisa menjual satu barang NFT di berbagai platform sekaligus. Seniman kripto yang sungguh-sungguh mengeksplorasi ide dan karyanya ikut menuai respons buruk pasar yang kian hari kurang berani berinvestasi pada ranah NFT. (Yoga)


Pasar Aset Kripto Lesu, Akhir dari NFT?

KT3 22 Jun 2022 Kompas

Pasar aset kripto saat ini sedang dalam bear market, kondisi pasar yang mengalami penurunan nilai terus-menerus. Sejak mencapai puncak tertinggi 2022 dengan nilai tukar 3.500 USD (Rp 50,6 juta) pada awal April, kini jaringan blockchain Ethereum yang menjadi basis NFT paling populer telah kehilangan nilai tukarnya hingga 70 % dalam waktu kurang dari tiga bulan. Pada Selasa (21/6), nilai tukar 1 ETH setara 1.142 USD (Rp 16,9 juta). Di antara para pengadopsi teknologi, ada Dennis Adishwara yang telah menarik sebagian aset kripto sejak Mei 2022. Menurut pengguna dan kolektor NFT yang berkecimpung sejak akhir 2017 ini, nilai aset kripto miliknya kini telah jatuh terlalu dalam. Dengan kondisi tersebut, aktor dan pengusaha bidang industri kreatif ini mengaku hanya menyisakan sedikit aset kripto di dompet digitalnya.

Nilai kripto yang turun kini turut menyebabkan nilai NFT turun. Seperti Dennis, sangat mungkin pengguna di berbagai belahan dunia menarik kekayaan aset kripto mereka. Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia Asih Karnengsih mengemukakan, saat ini sedang terjadi koreksi nilai pada pasar aset kripto. ”Bahwa saat harga yang menjadi semakin luar biasa tinggi, pada akhirnya ada koreksi. Ini juga memperlihatkan industri (blockchain) yang sebenarnya, yang fokus untuk mengembangkan suatu teknologi. Dan, ini bukan bear market yang pertama kali,” tuturnya. Asih menambahkan, kondisi kripto sekarang bakal mengeliminasi pemain spekulasi semata. Dia menekankan, tujuan blockchain itu bukan hanya pada peningkatan valuasi aset kripto, melainkan juga pada eksplorasi teknologi.

Berdasarkan data pelacak pasar NFT, DappRadar, selama periode 24 jam terakhir sejak Selasa (21/6) sore, volume transaksi NFT justru meningkat 16,88 % di lokapasar NFT terbesar, OpenSea. Lokapasar NFT lainnya seperti LooksRare dan Mobox pun meningkat masing-masing 30,64 % dan 35,74 %. Secara umum, enam dari 10 lokapasar dengan volume penjualan tertinggi di dunia mencatatkan pertumbuhan selama 24 jam terakhir. Pada pekan lalu, di saat nilai tukar Ethereum dan Bitcoin anjlok 18 % dalam semalam, jumlah transaksi bahkan melonjak hingga 54 %. (Yoga)


Tekanan Hebat Bikin Pasar Kripto Bergejolak

HR1 15 Jun 2022 Kontan (H)

Harga mata uang kripto masih terus berguguran. Bahkan, nilai kapitalisasi pasar kripto secara industri anjlok ke level terendah sejak awal tahun 2021. Kini, kapitalisasi pasar aset kripto tersisa US$ 940,08 triliun. Kapitalisasi pasar kripto mencapai level tertinggi di 9 November 2021, yaitu sebesar US$ 2.917 triliun. Pasar kripto juga tersesat sentimen ketidakpastian di pasar keuangan akibat potensi bank sentral Amerika Serkat (AS) menaikkan suku bunga secara agresif. Apalagi, inflasi AS kini mencapai level tertinggi dalam 40 tahun. Pasar kripto terpengaruh sentimen suku bunga lantaran saat ini banyak investor institusi yang masuk ke aset kripto.

Prinsip Koperasi dalam Aset Digital

HR1 06 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Koperasi sebagai sokoguru pembangunan ekonomi telah lama terabaikan. Nasibnya kini, justru banyak disalahartikan. Tak jauh beda, hal serupa juga mendera investasi aset digital, khususnya kripto. Di sisi lain, kesalahpahaman terhadap koperasi juga terjadi pada aset digital, terutama kripto. Stereotipe kripto telanjur negatif dipandang sebagai mata uang digital yang dibentuk dan ditransaksikan melalui blockchain. Umumnya, pemahaman masyarakat awam terhadap kripto terhenti di sini. Padahal, kripto merupakan salah satu bagian dari ekosistem blockchain yang melahirkan beragam aset digital lainnya dengan berbagai manfaat. Teknologi blockchain atau rantai blok inilah yang sesungguhnya menjadi harta bernilai tinggi pada era digital saat ini. Singgungan aset kripto dengan dunia finansial melahirkan penggunaan aset hingga tercipta perdagangan dan investasi.