;
Tags

Berita

( 364 )

Timnas Indonesia Hadapi Afganistan dan Myanmar

KT1 08 Nov 2021 Investor Daily

Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong memanggil 26 pemain untuk menghadapi uji coba internasional melawan Afganistan, 16 November 2021, di Turki. Dari 26 pemain yang dipanggil ada nama Elkan Baggott yang kini membela klub Inggris, Ipswich Town. Skuad Garuda diisi oleh kombinasi pemain muda dan senior. Untuk pemain muda ada Pratama Arhan, Alfeandra Dewangga, Witan Sulaeman, Hanis Saghara dan lain-lain. Sementara itu, pemain-pemain senior diisi oleh Evan Dimas, Adam Alis, Ryuji Utomo, Kushendya Hari Yudo dan lain-lain. 

"Pelatih Shin Tae-yong kali ini memanggil 26 nama pemain. Mereka akan berlatih  di Jakarta terlebih dahulu sebelum berangkat ke Turki pada pekan depan. Pemusatan latihan di Jakarta dan Turki pada pekan depan. Pemusatan latihan di Jakarta dan Turki sebagai persiapan menghadapi piala AFF 2020, Desember mendatang," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Irianwan. Iriawan berpesan agar pemain timnas Indonesia menunjukkan performa terbaik di pemusatan latihan maupun pertandingan uji coba.

"Pemain harus berjuang keras, disiplin, dan fokus demi timnas Indonesia meraih hasil maksimal pada laga uji coba internasional dan tentunya piala AFF 2020. PSSI terus mendukung program pelatih-pelatih Shin Tae-yong demi raihan pestasi timnas Indonesia," tambah pria yang akrab Iwan Bule tersebut." Alhamdulillah saya senang mendapat kesempatan pertama dipanggil timnas Indonesia Senior. Tentu saya akan berusaha dan bekerja keras untuk memberikan penampilan yang maksimal," kata pemain PSIS Semarang berusia 20 tahun  tersebut. (Yetede)

Timnas Indonesia Hadapi Afganistan dan Myanmar

KT1 08 Nov 2021 Investor Daily

Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong memanggil 26 pemain untuk menghadapi uji coba internasional melawan Afganistan, 16 November 2021, di Turki. Dari 26 pemain yang dipanggil ada nama Elkan Baggott yang kini membela klub Inggris, Ipswich Town. Skuad Garuda diisi oleh kombinasi pemain muda dan senior. Untuk pemain muda ada Pratama Arhan, Alfeandra Dewangga, Witan Sulaeman, Hanis Saghara dan lain-lain. Sementara itu, pemain-pemain senior diisi oleh Evan Dimas, Adam Alis, Ryuji Utomo, Kushendya Hari Yudo dan lain-lain. 

"Pelatih Shin Tae-yong kali ini memanggil 26 nama pemain. Mereka akan berlatih  di Jakarta terlebih dahulu sebelum berangkat ke Turki pada pekan depan. Pemusatan latihan di Jakarta dan Turki pada pekan depan. Pemusatan latihan di Jakarta dan Turki sebagai persiapan menghadapi piala AFF 2020, Desember mendatang," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Irianwan. Iriawan berpesan agar pemain timnas Indonesia menunjukkan performa terbaik di pemusatan latihan maupun pertandingan uji coba.

"Pemain harus berjuang keras, disiplin, dan fokus demi timnas Indonesia meraih hasil maksimal pada laga uji coba internasional dan tentunya piala AFF 2020. PSSI terus mendukung program pelatih-pelatih Shin Tae-yong demi raihan pestasi timnas Indonesia," tambah pria yang akrab Iwan Bule tersebut." Alhamdulillah saya senang mendapat kesempatan pertama dipanggil timnas Indonesia Senior. Tentu saya akan berusaha dan bekerja keras untuk memberikan penampilan yang maksimal," kata pemain PSIS Semarang berusia 20 tahun  tersebut. (Yetede)

Capital Outflow Capai Rp 12,7 Triliun pada Awal November

KT1 08 Nov 2021 Investor Daily

Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran keluar modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik mencapai Rp12,66 triliun pada pekan lalu yaitu selama periode 1-4 November 2021. Angka ini melonjak dari nilai capital outflow pekan sebelumnya, yaitu pada rentang 25-28 Oktober 2021, yang baru Rp 780 miliar. Kepala Departement Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, aliran modal asing yang keluar tersebut merupakan akumulasi dari beli neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp420 miliar dan jual neto di pasar saham  sebesar Rp 13,08 triliun. 

Hal ini membuat tingkat premi risiko credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun turun dari level 81,27 basis poin (bps) per 3 November 2021. Sementara tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun turun ke level 6,18% pada Jum'at (5/11). Dihubungi terpisah, Kepala Departement Pengelolaan Moneter BI Hariyadi Ramelan mengatakan, aliran keluar modal asing yang terjadi pada pekan lalu disebabkan lemahnya nilai tukar karena antisipasi The Federal Open Market Commitee, Bank of England yang diyakini akan mengurangi stimulus dan menormalisasi kebijakan  moneternya.

Hariyadi memperkirakan situasi pelemahan hanya akan bersifat temporer seiring dengan wait and see kebijakan moneter negara maju "Stabilitas nilai tukar rupiah diyakini tetap terjaga ditopang kondisi fundamental  yang kuat dan acctractiveness aset keuangan domestik yang relatif tinggi dibandingkan Emerging Market lainnya," tutur dia. Ia menegaskan, Bank Indonesia tidak menjaga level nilai tukar rupiah tapi menjaga volatilitasnya, rupiah diperkirakan dalam tren menguat seiring fundamental ekonomi yang kuat . (Yetede)

Pasar Properti Asia Pasifik Menguat Akhir 2021

KT1 08 Nov 2021 Investor Daily

Perusahaan managemen investasi dan konsultan properti Collers International memperkirakan pasar properti  di kawasan Asia Pasifik menguat pada kuartal  terakhir tahun 2021. Laporan bertajuk Asia Pasific Market Snapshot Colliers International periode kuartal III-2021 juga menunjukkan bahwa pasar properti dikawasan Asia Pasifik  bertahan dari gejolak pembatas selama pandemi Covid-19. Managing Director Capital Markets & Investment Servis Asia Colliers Terence Tang mengatakan, momentum kebangkitan properti diperkirakan terus meningkat pada kuartal terakhir tahun ini.

Terence Tang mengatakan, kepercayaan pasar properti meningkat, terlihat di Australia. Kepercayaan bisnis di negeri Kanguru tersebut  terus meningkat karena pasar mulai bangkit  setelah dilakukan pembatasan yang berlarut-larut. Dia menjelaskan, kepercayaan bisnis dikombinasikan dengan likuiditas yang cukup menghasilkan peningkatan transaski yang melibatkan investor domestik dan asing pada akhir tahun, terutama di segmen internasional, disebagian besar pasar Asia Pasifik pada kuartal III.

"Penghujung tahun 2021, rumah tapak, penjualan berakhir cukup baik. Apalagi adanya  perpanjangan pembebasan PPN oleh pemerintah hingga Desember," kata Head of Capital Markets &Investment  Services Colliers Indonesia, Steve Athertoon. "Kami memperkirakan aktivitas transaksi bergerak kearah yang lebih tinggi, karena investor berhasil  melakukan negoisasi untuk jangka panjang dengan arus modal yang banyak sebelum tahun 2021 berakhir." ujar Terence Tang. (Yetede)



Pemerintah Batalkan Lelang SUN dan Sukuk di Sisa Waktu 2021

KT1 05 Nov 2021 Investor Daily

Pemerintah memutuskan untuk membatalkan lelang rutin Surat Utusan Negara (SUN) dan sukuk negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di pasar perdana domestik yang masih terjadwal di sisa waktu 2021. Keputusan ini diambil karena target pembiayaan APBN dari penerbit surat berharga negara (SBN) sudah tercapai. (Ini juga) dengan mempertimbangkan outlook penerimaan dan belanja negara hingga akhir tahun 2021," tulis Direktorat Jendral Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam keterangan pers, Kamis (4/11)

Berdasarkan jadwal, sisa lelang penerbitan SUN dan SBSN tahun ini yang belum dilaksanakan untuk lelang penerbitan SUN adalah tanggal 9 November, 23 November, dan 7 Desember. Sedangkan untuk lelang penerbitan SBSN meliputi tanggal 16 November, dan 14 Desember. Untuk pembiayaan APBN 2021 melalaui penerbitan hingga akhir November, pemerintah telah menyerap dana masing-masing Rp 576,74 triliun dan Rp 224,19 triliun dengan total mencapai Rp 800,93 triliun. Salah satu penawaran tertinggi investor yang masuk untuk lelang SUN terjadi pada 3 Agustus 2021 yaitu Rp107,78 triliun atau tertinggi kedua sepanjang sejarah penerbitan SUN.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, realisasi pembiayaan anggaran hingga 30 Sepetember 2021 tercatat Rp621,9 triliun, turun 20,7% dari posisi sama tahun lalu yang sebesar Rp784,6 tiliun. Kondisi ini dinilai sebagai bukti bahwa APBN telah mengalami konsolidasi mengingat pada saat bersamaan terus bekerja keras menangani masalah kesehatan terkait Covid-19 dan melakukan proses pemulihan ekonomi nasional. (Yetede)

RCEP Mulai Berlaku Januari 2022

KT1 04 Nov 2021 Investor Daily

Kesepakatan perdagangan terbesar di dunia yang dikenal dengan Kemitraan Ekonomi Konprehensif  Regional atau Regional Comprehensive  Economic Partnership (RCEP) akan mulai diberlakukan pada Januari tahun depan. Dalam pernyataan Selasa (2/11). Pemerintah Asutralia  mengatakan bahwa ratifikasinya-bersama dengan Selandia Baru- telah membuka jalan bagi kesepakatan tersebut untuk berlaku pada 1Januari  2022, dan memungkinkan RCEP mencapai tonggak sejarah. Demikian dikutip CNBC. 

Otoritas Selandia Baru juga sudah mengkonfirmasi  ratifikasinya dalam pernyataan terpisah pada Rabu (3/11). Dengan demikian, RCEP akan berlaku 60 hari setelah minimal enam anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) dan tiga penandatangan non-anggota Asean meratifikasi perjanjian. Menurut laman Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, negara-negara anggota Asean yang telah meratifikasi  kesepakatan sejauh ini adalah Brunei, Kamboja, Laos, Singapura, Tahiland, dan Vietnam.

RCEP mencakup pasar 2,2 miliar penduduk  dan US$26,2 triliun output global. Kemitraan ini bakal menciptakan  pengelompokan pedagangan yang mencakup  sekitar 30% populasi dunia, serta perekonomian global. Kesepakatan ini pun lebih besar  dari blok-blok perdagangan regional lain, seperti Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) dan Uni Eropa (UE). Menurut para analis  manfaat ekonomi yang diperoleh RCEP tergolong rendah dan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk terwujud. (Yetede)

AS Mendukung Penerbitan Obligasi Hijau

KT1 04 Nov 2021 Investor Daily

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/1)  mendukung mekanisme baru di pasar modal untuk penerbitan obligasi-obligasi  level investasi dan peningkatan pembayaran baru untuk mendorong energi bersih serta infrastruktur berkelanjutan di negara-negara berkembang. Menteri Keuangan (Menkeu) Janet Yellen mengatakan pada konferensi iklim COP26 di kota Glasgow, Scotlandia bahwa AS bakal bergabung dengan Inggris dalam mendukung mekanisme Pasar Modal baru di Dana Investasi Iklim atas Climate Investment Founds (CIF). Pernyataan itu menunjukkan betapa mendesaknya langkah-langkah untuk menghentikan pemanasan global.

Menurut Yellen, inisiatif tersebut akan membantu menarik dana iklim swasta yang baru secara signifikan yang diharapkan akan menyediakan US$ 500 juta per tahun untuk Dana Teknologi Bersih CIF serta program Investasi Percepatan Transisi Batu bara yang baru. "Krisis iklim sudah terjadi. Ini bukan tantangan bagi generasi mendatang , melainkan harus kita hadapai hari ini. Kian besarnya tantangan ini akan membutuhkan transformasi besar-besaran dari ekonomi kita yang sarat karbon. Usaha ini diperkirakan memakan biaya  antara US$ 100 triliun dan US$ 150 triliun selama tiga dekade ke depan, sekaligus menawarkan peluang  besar bagi pertumbuhan dan investasi." ujar Yellen dalam sambutannya, yang dikutip Reuters.

Dibawah program tersebut, CIF bakal menguangkan aset yang ada dari Dana Teknologi Bersih untuk menerbitkan obligasi, kemudian mencairkannya melalui bank-bank pembangunan multilateral dalam bentuk ekuisisi, utang, pembiayaan tanpa jaminan penjaminan, dan bentuk biaya lainnya. "Negara-negara berkembang membutuhkan lebih banyak sumber daya  secara signifikan untuk mewujudkan ambisi iklim mereka dan  kami mengindahkan seruan mereka."ungkap Kepala Eksekutif CIF, Mafalda Duarte, seraya menambahkan bahwa model mobilisasi modal dapat diselesaikan. (Yetede)

Tolak Tersapu Perubahan Iklim

KT1 02 Nov 2021 Investor Daily

Generasi Z yang lahir di era internet dan media sosial makin lantang memimpin perjuangan melawan darurat perubahan iklim. Kaum muda usia 15-24 tahun mengkhawatirkan masa depannya. Mereka menolak punah, tersapu bencana akibat perusakan lingkungan  yang menyebabkan perusakan lingkungan yang menyebabkan pemanasan global. Generasi kelahiran tahun 1997-2015 ini merupakan angkatan yang segera masuk dunia kerja, yang jumlahnya mencapai 6% dari populasi dunia  yang sekitar 7,9% miliar jiwa. Mereka makin mengkhawatirkan suhu bumi yang kian memanas, yang dipastikan menimbulkan berbagai bencana mulai dari kebakaran hingga banjir.

Penggalangan opini mereka jelas sangat berpengaruh, apalagi generasi tersebut akan terus menghasilkan uang  dan menentukan belanjanya pada produk dan jasa yang perduli lingkungan. Suara mereka makin penting didengar saat pemimpin dunia berkumpul, menghadiri UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) di Gloslow, Scotlandia. KTT Pemimpin Dunia COP26 yang dihadriri langsung oleh Presiden Joko Widodo ini akan membahas langkah serius penyelamatan bumi dari dampak perubahan iklim, berlandaskan Perjanjian Paris yang ditandatangani pada 2015.

Indonesia telah berkomitmen dalam dokumen the First Nationally Determined Contribution (NDC), yang diserahkan kepada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFFCC) pada November 2016 NDC ini mengurai transisi Indonesia menuju masa depan  yang rendah emisi dan  dan berketahanan iklim,lewat upaya mitigasi dan beradaptasi perubahan iklim, dengan aksi yang terintegrasi untuk membangun ketahanan dalam menjaga sumber daya pangan, air, dan energi. Jika bia segera menjalankan komitmen bersama melindungi  planet kita, berarti juga melindungi masa depan generasi muda yang berharga. (yetede)

BPK: Kelebihan Bayar Insentif Nakes karena Duplikasi Data

KT1 02 Nov 2021 Investor Daily

Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Agung Firman mengungkapkan, telah terjadi kelebihan pembayaran insentif tenaga kesehatan (Nakes) yang menangani pandemi Covid-19 dengan nilai bervariasi, Mulai dari Rp 178 ribu hingga Rp 50 juta. Ini terjadi pada kurun waktu Januari-Agustus 2021 untuk 8.961 nakes. "Masih terdapat sisa kelebihan pembayaran insentif nakes dimana ditemukan  pembayaran pada 8.961  nakes, kelebihannya antara Rp 178.000 hingga Rp 50 juta," ujar Agung dalam konferensi  pers, Senin (1/11).

Menurut dia, Kementerian Kesehatan (kemenkes) melewatkan langkah pembersihan  data atau data cleansing  ketika melakukan rotasi pembayaran insentif dari semula berbasis pemda dan rumah sakit menjadi berbasis aplikasi. "Teman-teman harusnya tahu tugas kami di BPK bukan cari-cari salah atau sampai naudzubillahi midzalik sampai mendzolimi nakes dan sebagainya. Tetapikan memang harus dilihat apakah datanya (ada tapi nakesnya) sudah tidak ada lagi dan sebagainya" ujar dia.

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta tenaga kesehatan (nakes) tidak perlu khawatir karena pemerintah  tidak akan menarik kembali kelebihan penyaluran dana insentif tenaga kesehatan yang di terima 8.961 tenaga kesehatan pada proses transfer periode Januari  hingga Agustus 2021. Namun demikian, kelebihan dana yang diterima nakes akan dihitung sebagai kompensasi pada pembayaran insentif di bulan selanjutnya. (Yetede)


Persiapan Papernas XVI Papua Telah Mencapai 100%

KT1 02 Nov 2021 Investor Daily

Persiapan Penyelenggaraan Pekan Paralimpiade Nasional (Papernas) XVI Papua telah mencapai 100%. Gelaran pesta olah raga nasional bagi kaum disabilitas  yang diadakan setiap empat tahun sekali ini sudah siap digulirkan pada 2-15 November 2021. "Secara keseluruhan atau administratif sudah siap 100%, hanya tinggal penyelenggara Papernas saja," ujar Wakil Ketua II Panitia Besar (PB) Papernas XVI Papua, Hans Hamadi kepada Meda Center Kominfo Papernas Papua, Minggu (31/10).

Hans mengatakan, pihaknya berusaha optimal mempersiapkan detail penyelanggaraan. Misalnya pemasangan peralatan pendukung venue. Bagi 12 cabang olah raga  (cabor) yang dipertandingkan, telah selesai dipasang  peralatan pendukungnya. Terkait transportasi, PB Papernas Papua telah menyiapkan sebanyak 69 bus yang telah dimodifikasi dan memenuhi standar kenyamanan bagi atlet yang akan berlaga. "Ada 400 bus juga lebih, yang telah disediakan untuk mengangkut paa offisal dan pendukung dari kegiatan ini,"tutur dia.

Terkait dengan keamanan, PB Papernas dikatakan Hans telah menggandeng TNI dan Plori untuk membantu  di setiap pertandingan yang akan digelar. Dengan bantuan tersebut,, tentunya Papernas dapat diselenggarakan dengan optimal dalam beberapa waktu kedepan. "Bidang keamanan sudah pasti Jayapura Papua aman dan nyaman. Bagian yang terpenting untuk menjamin para atlit  dan official yang akan datang bertanding dari Polri, TNI dan perangkat-perangkat keamanan lainnya berkoordinasi untuk mendukung  pelaksanaan nanti." kata dia. (Yetede)