;

Capital Outflow Capai Rp 12,7 Triliun pada Awal November

Capital Outflow Capai Rp 12,7 Triliun pada Awal November

Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran keluar modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik mencapai Rp12,66 triliun pada pekan lalu yaitu selama periode 1-4 November 2021. Angka ini melonjak dari nilai capital outflow pekan sebelumnya, yaitu pada rentang 25-28 Oktober 2021, yang baru Rp 780 miliar. Kepala Departement Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, aliran modal asing yang keluar tersebut merupakan akumulasi dari beli neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp420 miliar dan jual neto di pasar saham  sebesar Rp 13,08 triliun. 

Hal ini membuat tingkat premi risiko credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun turun dari level 81,27 basis poin (bps) per 3 November 2021. Sementara tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun turun ke level 6,18% pada Jum'at (5/11). Dihubungi terpisah, Kepala Departement Pengelolaan Moneter BI Hariyadi Ramelan mengatakan, aliran keluar modal asing yang terjadi pada pekan lalu disebabkan lemahnya nilai tukar karena antisipasi The Federal Open Market Commitee, Bank of England yang diyakini akan mengurangi stimulus dan menormalisasi kebijakan  moneternya.

Hariyadi memperkirakan situasi pelemahan hanya akan bersifat temporer seiring dengan wait and see kebijakan moneter negara maju "Stabilitas nilai tukar rupiah diyakini tetap terjaga ditopang kondisi fundamental  yang kuat dan acctractiveness aset keuangan domestik yang relatif tinggi dibandingkan Emerging Market lainnya," tutur dia. Ia menegaskan, Bank Indonesia tidak menjaga level nilai tukar rupiah tapi menjaga volatilitasnya, rupiah diperkirakan dalam tren menguat seiring fundamental ekonomi yang kuat . (Yetede)

Tags :
#Berita
Download Aplikasi Labirin :