;
Tags

Ekonomi Makro

( 695 )

Meski Aman, Tetap Perlu Hati-hati

KT3 08 Jul 2022 Kompas (H)

Presiden Jokowi, pada pidato puncak peringatan Hari Keluarga Nasional 2022 di Lapangan Merdeka, Medan, Sumut, Kamis (7/7)  mengingatkan, dunia tengah menghadapi tantangan berat akibat pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia. Harga beragam pangan dan energi di pasar internasional melonjak tajam. Pemerintah terus  berupaya memperkecil dampak inflasi global tersebut terhadap perekonomian Indonesia. Menurut Presiden, walau harga minyak bumi saat ini naik dua kali lipat menjadi 110-120 dollar AS per barel, harga BBM jenis pertalite di Indonesia masih Rp 7.650 per liter karena disubsidi APBN. Indonesia masih mengimpor separuh kebutuhan BBM. Karena itu saat harga minyak internasional naik, negara membayar lebih banyak. Harga gas di pasar internasional, meningkat lima kali lipat. ”Padahal, gas, kita impor juga. Gede banget,” ujar Presiden. Beragam komoditas pangan di seluruh dunia juga sudah naik, 30 % – 50 %, untungnya, rakyat kita utamanya petani, masih berproduksi beras dan sampai saat ini harganya belum naik dan stoknya selalu ada.

Kendati beras dinilai relatif aman, Presiden tetap meminta kewaspadaan pada stabilitas harga pangan ditingkatkan. Alasannya, Indonesia masih mengimpor gandum sekitar 11 juta ton per tahun. Harga gandum tak stabil karena produksi dan distribusi gandum dari negara-negara yang sedang berkonflik, seperti Rusia, Ukraina, dan Belarus, terganggu. Di Ukraina, seperti disampaikan Presiden Volodymyr Zelenskyy, kata Presiden, ada stok 22 juta ton ditambah hasil panen baru sekitar 55 juta ton. Adapun di Rusia, ujar Presiden Jokowi mengutip Presiden Vladimir Putin, ada sekitar 130 juta ton. Perang membuat komoditas itu sulit untuk diekspor ke sejumlah negara. Akibatnya, beberapa negara di Afrika dan Asia sudah mulai mengalami kekurangan pangan akut. (Yoga)


Tadah Cuan Saham Saat Dana Asing Keluar

HR1 27 Jun 2022 Kontan (H)

Dana asing masih hengkang dari bursa saham dalam negeri. Sepanjang pekan lalu, total aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp 4,18 triliun. Beruntung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau sepanjang pekan lalu. Potensi resesi di Amerika Serikat (AS) dan kenaikan suku bunga mendorong investor asing mulai meninggalkan instrumen yang punya risiko tinggi, seperti saham. Sikap agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga juga meningkatkan persepsi risiko berinvestasi di Indonesia. Analis Jasa Utama Capital Cheryl Tanuwijaya mengatakan, investor asing akan mencermati rilis data inflasi dan makroekonomi dalam negeri. Kalau data ini menunjukkan pemulihan ekonomi, dana asing bisa kembali.

Ekonomi RI Kuat Hadapi Resesi Global

KT1 27 Jun 2022 Investor Daily (H)

Kalangan pelaku usaha meyakini perekonomian Indonesia  kuat menghadapi ancaman resesi global. Masih mengalirnya investasi asing, cadangan devisa yang berada di atas standar kecukupan internasional, kinerja industri dalam jalur positif, konsumsi masyarakat tetap solid serta ekspor komoditas yang masih tinggi akan menjadi penyelamat ekonomi Indonesia. Menurut data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi pada kuartal I-2022 telah mencapai 23,5% dengan jumlah Rp282,4 triliun dari target investasi langsung di tahun 2022 sebesar Rp1.200 triliun. "Kita punya pasar domestik yang kuat dan sumber daya yang melimpah baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM)," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) saat dihubungi Investor Daily, Minggu (26/6). (Yetede)

RI Perlu Waspadai Risiko Resesi AS

KT3 25 Jun 2022 Kompas

Indonesia perlu mewaspadai risiko jatuhnya perekonomian AS ke jurang resesi. Dengan posisinya sebagai mitra dagang utama, resesi di AS akan berisiko memengaruhi perekonomian nasional. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual melihat probabilitas ekonomi AS mengalami resesi terbuka lebar sejalan dengan kekhawatiran akan lonjakan inflasi yang terjadi di sepanjang tahun. Inflasi di AS tinggi diiringi perlambatan pertumbuhan ekonomi sehingga resesi ekonomi AS bisa terjadi tahun 2023.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut, ada beberapa risiko yang harus diwaspadai pemerintah terkait ancaman resesi AS, salah satunya terkait keluarnya modal asing dari pasar surat utang domestik. Bhima menilai kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) berpotensi diikuti negara berkembang. Sementara itu, tidak semua konsumen dan pelaku usaha siap menghadapi kenaikan suku bunga pinjaman. Kenaikan ini juga dikhawatirkan menyebabkan pembengkakan biaya impor bahan baku dan barang konsumsi. ”Imbasnya, proyeksi permintaan konsumen rumah tangga bisa kembali turun dan pelaku usaha akan terganggu rencana ekspansinya. Kondisi ini dipicu pelemahan kurs rupiah terhadap dollar AS,” ujarnya. (Yoga)


Stimulus Ekonomi Perlu Dilanjutkan

KT1 13 Jun 2022 Investor Daily (H)

Kebijakan stimulus, termasuk pengucuran dana pemulihan ekonomi nasional, perlu dilanjutkan hingga tahun 2023. Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan, empat lembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK), diharapkan lebih agresif mempersiapkan langkah mitigasi risiko dampak lonjakan inflasi global dan penaikan suku bunga Bank Sentral AS. Perlambatan pertumbuhan ekonomi hingga ancaman resesi ekonomi global merupakan wake call bagi para pengambil kebijakan ekonomi di Indonesia. "Hal ini dilakukan untuk memastikan terlindunginya daya beli masyarakat, khususnya kelompok yang rentan, serta terjaganya pemulihan ekonomi. Insentif fiskal dan  dukungan belanja pemerintah  diperlukan untuk turut menjaga  kinerja keuangan dunia usaha dan mendorong daya beli masyarakat. Kami harapkan Kemenkeu melakukan rekalibrasi dengan melakukan penyesuaian, untuk menjaga keseimbangan antara inflasi yang diharapkan (dijaga) rendah serta pertumbuhan  ekonomi yang tinggi," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid  kepada Investor Daily, Minggu (12/6). (Yetede)

IMF: Pemulihan Ekonomi Indonesia Berada di Jalur yang Tepat

KT3 09 Jun 2022 Kompascom (H)

IMF meyakini kebijakan ekonomi makro Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai pemulihan ekonomi secara  inklusif dan berkelanjutan. Kebijakan fiskal dinilai kredibel untuk menghadapi tren pemulihan. BI juga dipandang siap menghadapi normalisasi kebijakan moneter global. Hal tersebut disampaikan Senior Resident Representative IMF untuk Indonesia James P Walsh dalam wawancara dengan harian Kompas di Menara Kompas, Jakarta, Rabu (8/6). Menurut Walsh terdapat tiga hal penting yang dilakukan pemerintah Indonesia selama pandemi. Pertama, meningkatkan anggaran belanja untuk sektor kesehatan sehingga layanan untuk menguji, menelusuri, dan perawatan akibat Covid-19 semakin mudah diakses masyarakat. Tidak cuma anggaran belanja kesehatan saja yang ditambah, tetapi belanja untuk sektor kesehatan juga dilakukan secara tepat sasaran.

Kedua adalah keputusan untuk memperlebar defisit fiskal, karena masyarakat juga memerlukan insentif fiskal berupa pemotongan pajak di tengah situasi ekonomi yang tak menentu akibat pandemi. Dalam hal ini, pemerintah sangat mendukung UMKM sebagai tulang punggung perekonomian. Imbasnya, konsumsi rumah tangga terjaga. Ketiga adalah kebijakan moneter BI yang pintar dan suportif dalam mendukung sektor keuangan melewati krisis akibat pandemi Covid-19. Kalau kita lihat, deflasi terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia, di awal-awal pandemi. Akan tetapi, nilai tukar rupiah bisa tetap stabil. BI telah membangun kredibilitasnya di mata internasional dalam 10-20 tahun terakhir dengan mampu menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar. (Yoga)


Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI

KT1 09 Jun 2022 Investor Daily (H)

Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 menjadi 5,1% atau  turun 0,1% dari proyeksi sebelumnya 5,2%. Akan tetapi, proyeksi tersebut masih berada dalam target pemerintah berkisar 4,8-5,5%. Dalam laporan Global Economic Prospect (GEP) Juni 2022 disebutkan, perekonomian Indonesia akan mendapat dorongan dari kenaikan harga komoditas. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dagang Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu. "Selain menjadi salah satu dari sedikit negara yang dapat mengembalikan output ke level prapandemi  sejak 2021. Kinerja ekonomi domestik tahun ini juga terus menguat, antara lain didukung situasi pandemi yang terus terkendali," ucap Febrio, Rabu (/6). APBN, kata Febrio, juga akan terus diarahkan menjadi instrumen penting untuk merespon dinamika ekonomi yang terjadi, termasuk menjadi peredam tekanan. Ditengah meningkatnya resiko global, APBN akan terus diarahkan  untuk melindung daya beli masyarakat, khususnya kelompok yang rentan, dan menjaga pemulihan ekonomi. (Yetede)

LPS: Simpanan Jumbo Susut 1,68%, Sinyal Ekspansi Dunia Usaha

KT1 07 Jun 2022 Investor Daily (H)

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)  mencatatkan simpanan dengan tiering di atas Rp 2 milyar per April 2022 sebesar Rp4.429 triliun.  Melandainya simpanan jumbo tersebut dinilai karena peningkatan konsumsi masyarakat dan juga dunia usaha mulai ekspansi bisnis. Berdasarkan data distribusi simpanan per April, secara bulanan hanya simpanan jumbo yang mengalami penurunan, sedangkan simpanan dengan tiering di bawah Rp 2 miliar masih tumbuh positif. Adapun tiering simpanan Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar tercatat Rp 614 triliun per April, mengalami penurunan 1,6% month to month dibandingkan bulan sebelumnya, dan juga turun 1,6% secara yoy 1,6% secara year to date. Sementara tiering simpanan Rp2,5 miliar mencapai  Rp3.839 triliun menyusut 1,7% atau turun 0,2% year  to date. Meski demikian secara tahunan (year on year/yoy) simpanan jumbo tersebut mengalami pertumbuhan yang positif, terutama untuk tiering diatas Rp 5 miliar melesat 12,5% (yoy). (Yetede) 

Capital Inflow Melonjak Tiga Kali Lipat

KT1 06 Jun 2022 Investor Daily (H)

Aliran modal asing kembali membanjiri  pasar keuangan domestik. Selama 30 Mei-2 Juni 2022, dana asing masuk atau capital inflow ke Indonesia tercatat Rp10,37 triliun atau melonjak tiga kali lebih dari pekan sebelumnya, 23-25 Mei 2022, sebesar Rp 3,22 triliun. "Berdasarkan data transaksi 30 Mei-2 Juni 2022, nonresiden (asing) mencetak beli bersih Rp10,37 triliun di pasar keuangan domestik, terdiri atas SBN (surat berharga negara) sebesar Rp5,94 triliun dan saham Rp4,43 triliun," ujar Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam publikasi Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah terbaru, Jumat (3/6).  Selain itu, imbal hasil atau yeild SBN tenor 10 tahun turun ke level 6,98% pada Jumat (3/6) pagi, dari 7,00% pada Kamis (2/6) sore. Yield itu masih cukup jauh dari imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang berada di level 2,908%. Bank sentral pun mencatat, rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.420 per dollar AS pada Jumat (3/6) pagi atau penguat dibanding pada penutupan pada Rabu (2/6) yang di level (bid) Rp14.480 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat ke level 101,82. (Yetede)

Situasi Global Berimbas ke Domestik

KT3 03 Jun 2022 Kompas (H)

Kenaikan harga pangan dan energi global telah tertransmisi ke sektor pangan, industri, transportasi, dan konstruksi di dalam negeri. Hal itu terindikasi dari tingkat inflasi dan indeks perdagangan besar. Kepala BPS Margo Yuwono, Kamis (2/6) menyatakan, perang Rusia-Ukraina dan restriksi yang dilakukan sejumlah negara produsen menyebabkan harga pangan dan energi terus meningkat. Sejumlah komoditas yang harganya masih bergejolak dan tinggi antara lain minyak dan gas bumi, CPO, gandum, kedelai, jagung, daging, dan pupuk. Kenaikan harga itu berpengaruh terhadap inflasi global, yang membuat IMF merevisi proyeksi inflasi tahun ini. Tingkat inflasi negara maju direvisi dari 3,9 % menjadi 5,7 %, sementara di negara berkembang direvisi dari 5,9 % menjadi 8,7 %. ”Di Indonesia, transmisinya terasa sejak awal 2022. Imbasnya ke inflasi domestic mulai terjadi meski untuk beberapa komoditas andilnya belum terlalu besar,” kata Margo.

BPS merilis, tingkat inflasi nasional pada Mei 2022 mencapai 0,4 % secara bulanan dan 3,55 % secara tahunan. Tingkat inflasi tersebut berada di kisaran target inflasi tahunan oleh pemerintah dan BI yang 3-4 %. Komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi bulanan itu adalah tarif angkutan udara 0,07 %, telur ayam ras 0,05 %, ikan segar 0,04 %, dan bawang merah 0,04 %. Minyak goreng yang berkontribusi terhadap inflasi April 2022 sebesar 0,19 %, justru mengalami deflasi 0,01 % pada Mei 2022. Kenaikan harga minyak global membuat pemerintah menaikkan harga bahan avtur, pertamax, dan mengizinkan maskapai menyesuaikan harga tiket pesawat. Untuk minyak goreng, harganya dipengaruhi kenaikan harga CPO global. Namun, berkat larangan ekspor CPO dan produk turunannya pada 28 April-22 Mei 2022, harganya mulai turun sehingga berkontribusi pada deflasi Mei 2022. ”Kenaikan harga telur ayam ras, tepung terigu, dan tempe juga dipengaruhi oleh lonjakan harga pakan, gandum, dan kedelai global. Bahkan rembetan kenaikan harga energi dan biaya transportasi mulai terasa di sektor bangunan atau konstruksi,” ujar Margo. (Yoga)