RI Perlu Waspadai Risiko Resesi AS
Indonesia perlu mewaspadai risiko jatuhnya perekonomian AS ke jurang resesi. Dengan posisinya sebagai mitra dagang utama, resesi di AS akan berisiko memengaruhi perekonomian nasional. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual melihat probabilitas ekonomi AS mengalami resesi terbuka lebar sejalan dengan kekhawatiran akan lonjakan inflasi yang terjadi di sepanjang tahun. Inflasi di AS tinggi diiringi perlambatan pertumbuhan ekonomi sehingga resesi ekonomi AS bisa terjadi tahun 2023.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut, ada beberapa risiko yang harus diwaspadai pemerintah terkait ancaman resesi AS, salah satunya terkait keluarnya modal asing dari pasar surat utang domestik. Bhima menilai kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) berpotensi diikuti negara berkembang. Sementara itu, tidak semua konsumen dan pelaku usaha siap menghadapi kenaikan suku bunga pinjaman. Kenaikan ini juga dikhawatirkan menyebabkan pembengkakan biaya impor bahan baku dan barang konsumsi. ”Imbasnya, proyeksi permintaan konsumen rumah tangga bisa kembali turun dan pelaku usaha akan terganggu rencana ekspansinya. Kondisi ini dipicu pelemahan kurs rupiah terhadap dollar AS,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023