;
Tags

Ekonomi Makro

( 695 )

Penipuan Robot Trading Bergulir ke Pengadilan

HR1 23 Sep 2022 Kontan (H)

Bola penuntasan kasus penipuan investasi robot trading bakal ditentukan oleh palu hakim. Kini, tiga dari lima kasus dugaan penipuan investasi bodong robot trading yang ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri sudah menggelinding ke pengadilan. Ketiga kasus tersebut adalah kasus robot trading Viral Blast (PT Trust Global Karya), DNA Pro (PT DNA Pro Akademi), dan robot trading Evotrade (PT Evolution Perkasa Group). Sidang kasus Viral Blast dengan estimasi kerugian masyarakat hingga Rp 1,2 triliun berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ihwal persidangan para terdakwa pengelola Evotrade, prosesnya kini sudah sampai tahap pembacaan tuntutan. Di perkara ini, jaksa menuntut antara 1,5 tahun hingga 2 tahun penjara bagi sejumlah terdakwa kasus tersebut. Mereka juga diancam denda berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.

Otot Rupiah Masih Terjaga Hingga Akhir Tahun

HR1 21 Sep 2022 Kontan

Nilai tukar rupiah melemah pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (20/9). Kurs dollar AS di pasar spot pada Selasa (20/9) ditutup di level Rp 14.984 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,04% dibandingkan dengan Senin (19/9) sebesar Rp 14.978 per dolar AS. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Universitas Indonesia Teuku Riefky mengatakan tekanan teradap rupiah saat ini hanya bersifat sementara. Menurut perhitungannya, rupiah pada akhir September 2022 berpotensi berada di level Rp 14.900 hingga Rp 14.950 per dolar AS. Lebih lanjut, potensi penguatan rupiah juga terbuka lebar pada akhir 2022. Menurutnya, rupiah bisa menguat di level Rp 14.800 per dolar AS hingga Rp 14.900 per dolar AS.

Pemerintah Antisipasi Ketidakpastian Global

KT3 01 Sep 2022 Kompas

Proyeksi kenaikan suku bunga negara-negara maju pada 2023 menjadi momok bagi kinerja ekspor dan konsumsi domestik. Kendati demikian, APBN 2023 punya fleksibilitas untuk mengelola gejolak ekonomi imbas ketidakpastian global tahun depan. Menkeu Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan KomisiXI DPR di Jakarta, Rabu (31/8) menyampaikan, kenaikan suku bunga bank sentral negara maju pada tahun depan akan memukul pertumbuhan ekonomi global. ”Kenaikan suku bunga diperkirakan akan memukul pertumbuhan ekonomi dan akan berpotensi mengenai Indonesia dari sisi ekspor sehingga ada potensi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2023 dari semula 5,3 %,” kata Sri Mulyani. (Yoga)


Kuartla II, NPI Surplus US$ 2,4 M

KT1 20 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Fundamental ekonomi Indonesia makin kuat pada kuartal kedua tahun ini, yang ditunjukkan dengan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berbalik arah menjadi surplus US$ 2,4 miliar pada kuartal II-2022 dari defisit US$ 1,8 miliar pada kuartal sebelumnya. Selain ditopang surplus neraca transaksi berjalan yang meningkat  menjadi US$ 3,9 miliar, defisit neraca transaksi modal dan finansial turun menjadi US$ 1,1 miliar. Berdasarkan data Bank Indonesia yang dirilis pada Jumat (19/8/2022), neraca transaksi berjalan tercatat sudah surplus selama empat kuartal berturut-turut, sejak kuartal III tahun lalu. Pada kuartal II tahun ini, surplus menembus US$ 3,9 miliar atau 1,1% dari produk domestik bruto (PDB), melonjak dari capaian kuartal sebelumnya sebesar US$ 0,4 miliar atau 0,1% dari PDB. Sedangkan pada periode sama 2021 masih defisit US$ 1,93 miliar. “Selain surplus transaksi berjalan meningkat, NPI bagus karena didukung menurunnya defisit transaksi modal dan finansial di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Ini terutama ditopang aliran masuk neto (surplus) investasi langsung sebesar US$ 3,1 miliar, melanjutkan capaian surplus triwulan sebelumnya, yang mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono, Jumat (19/8/2022). (Yetede)

MEWUJUDKAN HILIRISASI DAN REVITALISASI INDUSTRI TANAH AIR

KT3 19 Aug 2022 Kompas

Saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Nusantara, Jakarta, 16 Agustus 2022, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa hilirisasi dan revitalisasi industri menjadi salah satu fokus kebijakan fiskal di tahun 2023, yang tak dapat dilepaskan dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Dengan industrialisasi, maka nilai jual komoditas meningkat dan memberikan nilai tambah lebih optimal bagi perekonomian nasional. Dengan melepaskan ketergantungan terhadap ekspor komoditas mentah, maka ekonomi Indonesia diharapkan dapat lebih stabil. Pasalnya, harga komoditas global tidak menentu.

Saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang diuntungkan dari melonjaknya harga komoditas dunia (windfall), tercermin dari surplus neraca perdagangan Indonesia selama 27 bulan terakhir. Hanya saja posisi menguntungkan tersebut relatif tidak konstan karena bergantung pada fluktuasi harga komoditas global. Saat harga turun, maka ekonomi nasional akan mudah terpuruk. Seperti pada 2019 ketika perang dagang AS dan China memanas. Harga komoditas global anjlok sehingga defisit neraca perdagangan melebar menjadi 1,16 miliar USD. Saat itu, harga barang jadi atau setengah jadi relatif stabil sehingga kondisi ini membuat hilirisasi industri menjadi penting untuk menjaga stabilitas makro ekonomi nasional. (Yoga)


MEWUJUDKAN HILIRISASI DAN REVITALISASI INDUSTRI TANAH AIR

KT3 19 Aug 2022 Kompas

Saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Nusantara, Jakarta, 16 Agustus 2022, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa hilirisasi dan revitalisasi industri menjadi salah satu fokus kebijakan fiskal di tahun 2023, yang tak dapat dilepaskan dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Dengan industrialisasi, maka nilai jual komoditas meningkat dan memberikan nilai tambah lebih optimal bagi perekonomian nasional. Dengan melepaskan ketergantungan terhadap ekspor komoditas mentah, maka ekonomi Indonesia diharapkan dapat lebih stabil. Pasalnya, harga komoditas global tidak menentu.

Saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang diuntungkan dari melonjaknya harga komoditas dunia (windfall), tercermin dari surplus neraca perdagangan Indonesia selama 27 bulan terakhir. Hanya saja posisi menguntungkan tersebut relatif tidak konstan karena bergantung pada fluktuasi harga komoditas global. Saat harga turun, maka ekonomi nasional akan mudah terpuruk. Seperti pada 2019 ketika perang dagang AS dan China memanas. Harga komoditas global anjlok sehingga defisit neraca perdagangan melebar menjadi 1,16 miliar USD. Saat itu, harga barang jadi atau setengah jadi relatif stabil sehingga kondisi ini membuat hilirisasi industri menjadi penting untuk menjaga stabilitas makro ekonomi nasional. (Yoga)


Kembangkan Ekosistem Digital Masyarakat Urban, Bank Mandiri Gaungkan Livin’ Pasar

HR1 12 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Mandiri Tbk. berkomitmen mewujudkan aspirasi perusahaan menjadi Urban Lokomotif lewat beragam program dukungan pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat serta mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Salah satu implementasinya yakni Program Livin’ Urban yang berfokus menyejahterakan masyarakat mulai dari digitalisasi pasar bertajuk Livin’ Pasar, lalu Livin’ Warung, Livin’ Kampoeng Usaha dan Kampoeng Sehat hingga Livin’ Society. Kali ini, bekerjasama dengan Pemprov DIY, Bank Mandiri menginisiasi Livin’ Pasar untuk mempercepat digitalisasi transaksi di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Kamis (11/8). Kegiatan ini dihadiri dan disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas, serta SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso. Bank Mandiri menggarap pasar sebagai salah satu ekosistem terintegrasi, mulai dari supplier, distributor, logistik, penjual Dan pembeli agar mendapatkan solusi perbankan. Selain itu, Bank Mandiri juga mengadakan program Bonus i kupon Indomaret Rp50.000 pakai QR Livin’ di Pasar Beringharjo mulai 10 - 14/8/2022, yang diharapkan turut mendorong minat transaksi menggunakan QR di Super App Livin’ by Mandiri.

PERTUMBUHAN EKONOMI, Bertumbuh, tetapi Perlu Terus Diperkuat

KT3 06 Aug 2022 Kompas (H)

Perekonomian pada triwulan II-2022 tumbuh mengesankan. Meski demikian, faktor fundamental perekonomian perlu terus diperkuat. Pertumbuhan ekonomi dinilai masih lebih banyak ditopang oleh keberuntungan dan bersifat situasional. Sementara itu, ancaman inflasi di tingkat produsen dan konsumen membayangi keberlanjutan pemulihan ekonomi ke depan. Kepala BPS Margo Yuwono (5/8) mengatakan, sepanjang triwulan II-2022, secara domestik, perekonomian ditopang oleh pelonggaran mobilitas pasca pandemi Covid-19 dan momentum Idul Fitri yang mendorong konsumsi.

Kendati perekonomian tumbuh tinggi, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat, capaian pertumbuhan pada triulan II-2022 lebih bersifat situasional ketimbang ditopang menguatnya fundamental ekonomi. Ia mencontohkan, pertumbuhan, sangat tertolong windfall dari kenaikan harga komoditas. Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, konsumsi rumah tangga per triwulan II-2022 masih terjaga karena terbantu momen Lebaran serta inflasi yang masih ditahan di tingkat produsen.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk memperkuat tren pertumbuhan, pemerintah akan konsisten menjalankan berbagai strategi dan kebijakan untuk mendorong akselerasi pemulihan dan meningkatkan resiliensi ekonomi. ”Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan 5,2 persen pada tahun 2022 bisa tercapai,” kata Airlangga. (Yoga)


Semester I, UOB Bukukan Laba Sin$ 2 Miliar

KT1 06 Aug 2022 Investor Daily

UOB Group mencatatkan laba bersih senilai Sin$ 2,02 miliar untuk paruh pertama 2022, cenderung naik tipis 0,5% dibandingkan dengan semester I-2021 yang juga Sin$ 2,01 miliar. Pencapaian laba bersih didukung pendapatan bunga bersih meningkat 14% secara year on year (yoy) menjadi Sin$ 3,5 miliar dan juga pertumbuhan kredit 8% (yoy). Pada semester I, pendapatan wholesale banking UOB Group meningkat 16% (yoy) menjadi Sin$ 2,9 miliar dengan adanya peningkatan margin dan pertumbuhan pinjaman dari modal kerja jangka pendek dan kesepakatan pasar modal utang. Biaya pinjaman dan investasi perbankan mencapai rekor baru karena UOB Group mendukung klien bisnisnya dalam upaya ekspansi regional. Pendapatan antar negara UOB Group tumbuh 13% (yoy) di tengah tantangan jangka pendek yang timbul akibat ketidakpastian makroekonomi di seluruh dunia. (Yetede)

2022 Diyakini Aman dari Resesi, Tahun Depan Perlu Diwaspadai

KT3 05 Aug 2022 Kompas (H)

Struktur ekonomi Tanah Air yang ditopang konsumsi domestic membuat kans Indonesia untuk terseret arus resesi global mengecil. Tahun 2022, Indonesia diyakini aman dari resesi. Namun, proyeksi stagflasi dan resesi perekonomian global tidak boleh lengah diantisipasi, terutama dampaknya bagi Indonesia tahun depan. Menko  Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Diskusi Ekonomi Berdikari bertema ”Antisipasi Indonesia terhadap Potensi Krisis Global” yang diselenggarakan harian Kompas, di Jakarta, Kamis (4/8) mengungkapkan optimisme itu. Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir 2022 dapat mencapai 5,3 % hingga 5,9 %, lebih tinggi daripada proyeksi awal pemerintah di kisaran 5 % hingga 5,2 %. Hal ini ditopang keyakinan bahwa konsumsi masyarakat akan terus tumbuh di paruh kedua tahun 2022.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dartanto berpendapat, memang terbuka peluang perekonomian Indonesia untuk bertumbuh hingga di atas 5,3 % tahun 2022. ”Menurut saya, ini ada faktor good policy dan good luck,” ujar Teguh. Pada Kamis, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI juga merilis proyeksi bahwa perekonomian Indonesia pada triwulan II-2022 akan tumbuh 5,07 %. Menurut Hendri Saparini, pendiri Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, yang juga nara sumber diskusi ini, bauran kebijakan fiskal dan moneter saja tak cukup untuk menghalau gejolak eksternal yang sewaktu-waktu bisa menguji soliditas serta stabilitas ekonomi Indonesia. Produktivitas dan kinerja sektor riil sebagai penggerak aktivitas ekonomi perlu dirangsang, terutama untuk memenuhi permintaan domestik. (Yoga)