Kuartla II, NPI Surplus US$ 2,4 M
JAKARTA, ID - Fundamental ekonomi Indonesia makin kuat pada kuartal kedua tahun ini, yang ditunjukkan dengan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berbalik arah menjadi surplus US$ 2,4 miliar pada kuartal II-2022 dari defisit US$ 1,8 miliar pada kuartal sebelumnya. Selain ditopang surplus neraca transaksi berjalan yang meningkat menjadi US$ 3,9 miliar, defisit neraca transaksi modal dan finansial turun menjadi US$ 1,1 miliar. Berdasarkan data Bank Indonesia yang dirilis pada Jumat (19/8/2022), neraca transaksi berjalan tercatat sudah surplus selama empat kuartal berturut-turut, sejak kuartal III tahun lalu. Pada kuartal II tahun ini, surplus menembus US$ 3,9 miliar atau 1,1% dari produk domestik bruto (PDB), melonjak dari capaian kuartal sebelumnya sebesar US$ 0,4 miliar atau 0,1% dari PDB. Sedangkan pada periode sama 2021 masih defisit US$ 1,93 miliar. “Selain surplus transaksi berjalan meningkat, NPI bagus karena didukung menurunnya defisit transaksi modal dan finansial di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Ini terutama ditopang aliran masuk neto (surplus) investasi langsung sebesar US$ 3,1 miliar, melanjutkan capaian surplus triwulan sebelumnya, yang mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pemulihan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono, Jumat (19/8/2022). (Yetede)
Tags :
#Ekonomi MakroPostingan Terkait
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023