Umum
( 784 )PLATFORM JUAL BELI : PERAN VITAL SOCIAL COMMERCE
Tren penggunaan media sosial sebagai platform untuk jual beli makin menggeliat. Aktivitas tersebut kini lebih dikenal sebagai social commerce. Media sosial bukan lagi sekadar platform untuk saling berinteraksi, tetapi juga bertransaksi. Nilai transaksi di social commerce diprediksi terus mengalami kenaikan. Statista mencatatkan nilai penjualan di social commerce secara global menyentuh US$992 miliar pada 2022 dan akan menjadi US$2.900 miliar pada 2028. Di Indonesia, nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) social commerce juga terus meningkat. Pada 2023, nilainya diproyeksikan mencapai US$8.225,2 juta, lalu naik menjadi US$22.132,5 juta pada 2028. Survei dari Populix mencatat TikTok Shop menjadi social commerce yang paling sering digunakan, yakni sebanyak 45%. Disusul WhatsApp 21%, Facebook Shop 10%, dan Instagram Shop 10%. Adapun sisanya, seperti Telegram dan Line Shop hanya digunakan oleh 1%. Hingga hari ini, social commerce terus menyerupai e-commerce. Ada banyak sekali jenis barang yang dijual di platform tersebut. Namun, produk fashion menempati urutan pertama sebagai barang paling sering dibeli dengan presentasi 61%. Pada urutan kedua, produk kecantikan juga menjadi salah satu yang terlaris, yakni 43%. Pada urutan ketiga ada makanan dan minuman juga memiliki peminat yang tidak sedikit, yakni 38%. Kemudian, di urutan keempat ada gawai dan aksesoris dan berturut-turut setelahnya adalah peralatan rumah tangga 24%, tas wanita 24%, alat elektronik 21%, dan barang-barang yang berkaitan dengan hobi sebanyak 21%. CEO TikTok Shou Zi Chew dalam TikTok Southeast Asia Impact Forum 2023 mengatakan bahwa TikTok Shop telah menjadi wadah berjualan bagi 15 juta bisnis di Asia Tenggara. Sebanyak 5 jutanya adalah para pelaku bisnis di Indonesia dan dua juta di antaranya merupakan UMKM. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan kemunculan social commerce memang menjadi salah satu wadah berjualan yang menarik. Platform tersebut tidak hanya fokus pada urusan transaksi, tetapi juga menggabungkan entertainment hingga chatting atau tanya jawab seputar produk.
Daya Beli Rendah, LPFF Tertekan
Musim Lebaran yang biasanya menjadi masa panen bagi PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) ternyata tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Efeknya kinerja LPPF kemungkinan cenderung stagnan, bahkan berpotensi turun.
Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya bilang, perlambatan penjualan ritel terjadi karena tren pelemahan komoditas unggulan Indonesia seperti batubara dan crude palm oil (CPO). Efeknya, daya beli konsumen LPPF turun.
Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Stevanus Juanda dalam riset 22 Mei 2023 juga mengatakan hal yang sama. Dia menyebut, pertumbuhan penjualan LPPF flat, atau naik single digit pada musim Lebaran 2023. Penyebabnya adalah daya beli yang melemah di tahun ini.
Manajemen LPPF mengindikasikan pemulihan terjadi di Jakarta dan Bali. Namun terjadi pelemahan daya beli di daerah berbasis komoditas seperti Kalimantan. Padahal musim Lebaran menjadi momen penting bagi LPPF. Sebab dua pertiga laba tahunannya dihasilkan di musim Lebaran.
Stevanus yakin penjualan dan laba bersih LPPF setahun penuh hanya naik single digit. "Karena biaya terkendali, pertumbuhan penjualan LPPF naik single digit maka kemungkinan laba operasi dan laba bersih akan naik single digit di 2023," kata dia.
Mulai Panen Hasil Proyek Jalan Tol
Tahun ini akan menjadi musim panen bagi PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Pasalnya beberapa proyek yang dijalankan JSMR sudah mulai menghasilkan.
Hal ini nampak dari realisasi kinerja operator jalan tol yang mulai menghijau di kuartal I-2023. Analis JP Morgan Sekuritas Indonesia Arnanto Januri pun menyebut, kenaikan pendapatan JSMR terdorong pengoperasian jalan tol Trans Jawa.
Arnanto juga menyebut terjadi penurunan leverage. Hasilnya, pada kuartal I-2023 terjadi perputaran pendapatan dan pertumbuhan EBITDA yang melampaui pertumbuhan beban bunga bersih. "Kami memperkirakan tren ini akan terus berlanjut karena kami percaya JSMR berada dalam masa transisi menuju masa panen," jelas Arnanto dalam riset 29 Mei 2023. Dia juga menyebut jika JSMR menuai manfaat dari peningkatan trafik jalan tol Trans Jawa dan di saat bersamaan kebutuhan belanja modal terus berkurang.
Arnanto mencatat, JSMR cukup banyak mengeluarkan belanja modal selama pembangunan jalan tol Trans-Jawa pada tahun 2015-2019. Meski begitu, JSMR tidak berhenti menambah jalan tol. Di tahun ini, JSMR menargetkan bisa nambah jalan tol sepanjang 35 km lalu 43 km pada 2024. Menurut dia, JSMR akan membutuhkan belanja modal sebesar Rp 10 triliun per tahun.
Pada Selasa (13/06), saham JSMR berada di Rp 3.850 per saham, sekaligus level tertinggi dalam setahun terakhir. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro melihat tren positif yang terjadi karena pasar menilai saham JSMR terlampau murah. Sehingga menjadi momen tepat untuk kembali mengakumulasi.
Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima berpendapat, kenaikan harga JSMR akibat dari apresiasi turunnya beban utang JSMR. Tren penurunan yield obligasi membuat tekanan beban bunga JSMR ikut menurun. Selain itu, JSMR juga konsisten menurunkan utang dari kisaran Rp 60 triliun di masa pandemi menjadi kisaran Rp 40 triliun. "Ini akan membantu menurunkan beban bunga dan memperbaiki bottom line JSMR," ujar dia.
MENANGKIS EFEK MANUVER AS
Dampak kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dan pergeseran plafon utang Amerika Serikat (AS) diyakini tidak akan menimbulkan gejolak pasar keuangan di dalam negeri mengingat pelaku pasar sudah memperhitungkan risiko tersebut sejak jauh-jauh hari. Optimisme itu dilandasi oleh masuknya aliran dana asing atau capital inflow ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD) mencapai Rp75,12 triliun. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan pelonggaran plafon utang AS sejatinya memberikan kepastian kepada pelaku pasar. Mengecilnya ruang fiskal di AS tidak perlu disikapi berlebihan seperti yang terjadi beberapa waktu ini sehingga sempat memunculkan sentimen negatif. Menurutnya, ada beberapa faktor yang mendasari optimisme pemerintah mampu meminimalisasi risiko guncangan dari potensi penggelembungan obligasi AS. Pertama, meningkatnya appetite investor asing yang tecermin dari data capital inflow senilai Rp75,12 triliun di pasar SBN hingga 9 Juni 2023. Kedua, porsi investor domestik yang makin besar sehingga mampu menahan efek pelarian modal. Ketiga, kesiapan pelaku pasar dalam merespons dinamika ekonomi Negeri Paman Sam, baik dari sisi kebijakan suku bunga acuan maupun kenaikan plafon utang. Per 12 Juni 2023, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun telah turun 62 basis poin, dan secara Month to Date (MtD) turun 5 basis poin.
Pemerintah memang patut waspada lantaran ekspektasi membanjirnya US Treasury dapat menyulitkan upaya pemerintah dalam menghimpun pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui penerbitan SBN. Alasannya, investor dapat terpicu untuk memindahkan modalnya ke AS yang memberikan imbal hasil tinggi sehingga memunculkan kekhawatiran surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah tidak terserap oleh pasar dengan maksimal. Perbedaan suku bunga itu berisiko memicu perpindahan dana masyarakat dari perbankan ke obligasi negara. Artinya, terjadi perebutan likuiditas antara pemerintah dan perbankan. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyarankan kepada pemerintah untuk tetap mencermati risiko tersebut meskipun sepanjang tahun berjalan pasar SBN masih cukup menarik. Kepala Riset Pendapatan Tetap Mandiri Sekuritas Handy Yunianto memandang faktor penting dari stabilitas pasar keuangan ada pada perbedaan yield antara obligasi di Indonesia dan AS. Sepanjang imbal hasil SBN masih cukup baik, obligasi negara pun bakal terserap dan kebutuhan pembiayaan APBN terpenuhi.
Minat Merger dan Akuisisi Tetap Tinggi
Ancaman resesi global tampaknya tidak menyurutkan minat beberapa korporasi melakukan akuisisi atau merger di tahun ini. Terbukti, kendati kondisi ekonomi global diliputi ketidakpastian, aksi merger dan akuisisi masih semarak sepanjang tahun 2023 berjalan.
Sejumlah perusahaan terlibat dalam aksi merger dan akuisisi. Misal, PT United Tractors Tbk (UNTR) yang membeli 19,99% saham Nickel Industries Limited (NIC) melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara.
Berdasarkan perjanjian penyertaan modal atau
share subscription agreement
(SSA), NIC akan menerbitkan 857 juta saham baru kepada Danusa dengan harga AS$ 1,10 per saham. Total nilai akuisisi mencapai AS$ 943 juta atau lebih Rp 9,3 triliun.
Masih di sektor tambang, PT Indobara Utama Mandiri terpantau mengakuisisi saham Gunung Bara Utama, aset milik terdakwa kasus korupsi Asabri, Heru Hidayat senilai Rp 1,94 triliun. Perusahaan ini melakukan transaksi setelah ditetapkan sebagai pemenang lelang saham Gunung Bara Utama oleh Kejaksaan Agung pada Kamis (8/6) lalu.
Akuisisi juga terjadi Februari lalu. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk juga mengakuisisi 70% saham PT Krakatau Daya Listrik, dan 49% saham PT Krakatau Tirta Industri. Nilai total akuisisi anak usaha PT Krakatau Steel Tbk itu mencapai Rp 3,24 triliun.
Grup Indomobil melalui PT Indomobil Sukses International Tbk juga mengakuisisi saham PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia pada akhir Maret 2023. Dalam transaksi ini, Indomobil menggandeng Inchape. Saham Mercedes-Benz Indonesia beralih ke Indomobil sebanyak 30% dan Inchape 70%.
Kementerian BUMN juga terus menggodok rencana merger BUMN Karya. Belum lama ini, Menteri BUMN Erick Thohir bilang, akan melakukan merger BUMN Karya skala kecil di bawah Danareksa. Di sisi lain, BUMN Karya skala besar akan dikonsolidasikan.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, resesi global tak mempengaruhi aksi merger dan akuisisi. Menurut dia, tiap perusahaan telah menetapkan tujuan dalam aksinya. Ada yang untuk diversifikasi usaha, hingga memperkuat fundamental keuangan dan struktur modal perusahaan.
Perbaikan Daya Beli Jadi Tumpuan
Kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) selama kuartal I-2023 kurang memuaskan. Tekanan biaya menjadi pangkal masalah dan pemberat kinerja emiten ini. Namun, para analis memprediksi, kinerja JPFA membaik pada akhir 2023.
Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima mengatakan, tekanan harga day old chicken (DOC) dan broiler membuat para konsumen JPFA yaitu para peternak mengurangi pembelian pakan ternak. "Saat harga DOC dan broiler rendah maka jumlah DOC dan broiler di pasaran melimpah. Sehingga peternak mengurangi produksi sampai mencapai keseimbangan dan harga normal lagi," kata dia.
Menurut Raphon, perlu waktu beberapa bulan hingga peternak menilai harga di level normal. Namun dia yakin, harga akan kembali membaik dan pembelian pakan ternak meningkat. "Kami memperkirakan kondisi ini akan terjadi di kuartal IV 2023," ujar dia.
Pada kuartal I-2023, JPFA mencetak penurunan pendapatan 3,22% menjadi Rp 11,76 triliun. Sementara bottom line JPFA merugi Rp 249,92 miliar dari laba Rp 603,73 miliar pada kuartal I-2022.
Equity Research Analyst Aldiracita Sekuritas Indonesia, Timothy Gracianov memaparkan, pencapaian tersebut di bawah estimasi. Penyebabnya antara lain, penurunan harga DOC dan biaya pemusnahan yang lebih tinggi. Segmen DOC mencatat kerugian operasional Rp 310 miliar, anjlok dari sebelumnya sebesar Rp 139 miliar. Ini terjadi lantaran penurunan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) sekitar 24% secara kuartalan. Selain itu, terjadi peningkatan biaya produksi akibat pemusnahan yang lebih intensif sehingga mendorong harga ayam pedaging menjadi lebih tinggi.
Analis Sucor Sekuritas Benyamin Mikael berpendapat, daya beli di kalangan masyarakat menengah ke bawah telah menurun sejak kuartal IV-2022. Ini akibat kenaikan harga bahan bakar dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Situasi tersebut menyebabkan turunnya harga ayam ras pedaging dan DOC.
MITIGASI KARHUTLA : Aksi Tebar 1 Ton NaCl di Langit Sumatra Selatan
Sejumlah upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) guna memitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul cuaca panas yang mulai melanda wilayah ini.Salah satunya dengan melakukan modifikasi cuaca guna membasahi lahan gambut di sejumlah daerah rawan di provinsi ini.Aksi modifikasi cuaca itu bakal dilakukan dalam kurun waktu 12 hari dengan memanfaatkan pesawat CASA 212.Pejabat Pembuat Komitmen VI Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Zulfikar Ali mengungkapkan langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan awan cumolonimbus yang berpotensi masih ada di sekitar wilayah Sumatra Selatan.
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tjahjo Pranoto menjelaskan bahwa pihaknya tetap mengacu pada prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan geofi sika (BMKG).
Dia mengungkapkan bahwa rencananya TMC yang akan dilakukan di Sumsel bakal membawa sekitar 800 kilogram hingga 1 ton garam (natrium klorida/NaCl) dalam setiap penerbangannya.Adapun, operasi ini diperkirakan menelan anggaran hingga Rp2,03 miliar.
Emiten Rumah Sakit Semakin Sehat
Pergerakan saham emiten rumah sakit mulai menunjukkan perbaikan. Jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit yang meningkat juga diperkirakan bisa mengerek pertumbuhan kinerja emiten sektor tersebut ke level normal di tahun ini.
Sejumlah saham yang mengalami kenaikan adalah PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Herminta Tbk (HEAL), PT Siloam Internationals Hospital Tbk (SILO). Lalu ada PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME). Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima mengatakan, kenaikan harga saham karena beberapa emiten rumah sakit masuk dalam masa pembagian dividen. Sehingga pada awal Mei, harga sahamnya
rebound.
Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi justru mengatakan, secara kumulatif, pertumbuhan pendapatan SILO, HEAL dan MIKA sebesar 11,3% secara tahunan dan naik 3,3% secara kuartalan.
Namun, Raphon menyarankan investor mencermati faktor risiko, seperti potensi pelemahan daya beli masyarakat. "Hal ini berpotensi memperkecil ruang kenaikan tarif rumah sakit," kata dia.
Equity Analyst Sinarmas Sekuritas, Michael Fillbery menambahkan, potensi pertumbuhan sektor ini juga bergantung pada pemerintah. Sebab pengeluaran layanan kesehatan per kapita Indonesia masih relatif rendah.
Pada sistem BPJS Kesehatan pemerintah telah melakukan penyesuaian tarif, pengendalian biaya, peningkatan subsidi dan penerapan klaim online. Penyesuaian tarif membantu meningkatkan keberlanjutan keuangan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada 2023, pemerintah berencana memperkenalkan layanan kesehatan dua kelas standar untuk menggantikan sistem tiga kelas yang ada saat ini.
OJK Memantau Investasi Dapen Pelat Merah
Polemik pengelolaan Dana Pensiun (Dapen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih terus terbuka. Terbaru, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut setidaknya ada empat dapen BUMN sedang dalam proses investigasi.
Keempat dapen tersebut masuk proses investigasi dikarenakan imbal hasil yang diberikan hanya di bawah 4%. Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Bambang Sri Mulyadi menyatakan, perlu ada pemetaan atau analisis yang lebih teliti terhadap keempat dapen BUMN yang memiliki imbal hasil di bawah 4% tersebut.
Imbal hasil 4% tersebut jauh di bawah rata-rata imbal hasil dapen tahun 2022.
Bambang menjelaskan, berdasarkan data statistik OJK, Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) memiliki return on investment (ROI) di kisaran 6,45% hingga 6,59%. Sementara Dapen Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) memiliki ROI di kisaran 6,37%-7,32%. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) memiliki ROI sebesar 3,45%-4,82%.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan terus memantau pengelolaan investasi Dapen BUMN. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyoni menyebut, saat ini ada 61 Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) BUMN.
KUNJUNGAN PRESIDEN KE SINGAPURA & MALAYSIA : STRATEGI PRESIDEN GEDOR INVESTOR
Investasi di kawasan Ibu Kota Negara Nusantara dan ekonomi hijau terus ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia kepada kalangan investor dari berbagai negara. Saat berbicara di hadapan pelaku bisnis dalam ajang Temasek Foundation di Sands Expo & Convention Center, Singapura pada Rabu (7/6), Presiden Joko Widodo menyampaikan sebanyak 300 paket investasi senilai US$2,6 miliar masuk dalam tahap awal yang ditawarkan kepada korporasi swasta untuk proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. “Untuk sektor swasta, pada tahap awal, kami telah menyiapkan 300 paket investasi dengan total nilai US$2,6 miliar di berbagai bidang seperti perumahan, transportasi, energi, teknologi, dan bidang lainnya,” ujar Kepala Negara. Presiden mengajak pelaku bisnis untuk menanamkam modalnya di IKN Nusantara. Tawaran investasi di kawasan itu dinilai menjanjikan karena tingkat kepercayaan publik terhadap investasi di Indonesia berada di level tinggi. Selain proyek IKN Nusantara, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia turut berkomiten dalam energi transisi. Potensi energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air cukup besar. “Izinkan saya memberikan contoh dari potensi PLTA, kami punya 4.400 sungai yang bisa menjadi potensi PLTA, 128 dari itu adalah sungai besar. Contohnya, sungai Kayan di Kalimantan, itu sumber energi hijau untuk kawasan industri hijau di Kalimantan Utara,” katanya. Kunjungan ke Malaysia digunakan untuk menyelesaikan beberapa perundingan penting yang sudah berjalan bertahun-tahun dan tidak selesai, yaitu isu mengenai perbatasan dan isu mengenai perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) Indonesia, dan hal penting lainnya.
Pilihan Editor
-
Tantangan Perbankan 2022
03 Jan 2022 -
Waspadai Inflasi, Perkuat Daya Beli dan Industri
03 Jan 2022 -
Arah Baru
03 Jan 2022 -
Kejaksaan Selamatkan Triliunan Uang Negara
31 Dec 2021









