Daya Beli Rendah, LPFF Tertekan
Musim Lebaran yang biasanya menjadi masa panen bagi PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) ternyata tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Efeknya kinerja LPPF kemungkinan cenderung stagnan, bahkan berpotensi turun.
Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya bilang, perlambatan penjualan ritel terjadi karena tren pelemahan komoditas unggulan Indonesia seperti batubara dan crude palm oil (CPO). Efeknya, daya beli konsumen LPPF turun.
Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Stevanus Juanda dalam riset 22 Mei 2023 juga mengatakan hal yang sama. Dia menyebut, pertumbuhan penjualan LPPF flat, atau naik single digit pada musim Lebaran 2023. Penyebabnya adalah daya beli yang melemah di tahun ini.
Manajemen LPPF mengindikasikan pemulihan terjadi di Jakarta dan Bali. Namun terjadi pelemahan daya beli di daerah berbasis komoditas seperti Kalimantan. Padahal musim Lebaran menjadi momen penting bagi LPPF. Sebab dua pertiga laba tahunannya dihasilkan di musim Lebaran.
Stevanus yakin penjualan dan laba bersih LPPF setahun penuh hanya naik single digit. "Karena biaya terkendali, pertumbuhan penjualan LPPF naik single digit maka kemungkinan laba operasi dan laba bersih akan naik single digit di 2023," kata dia.
Tags :
#UmumPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023