Umum
( 784 )Menadirkan Tingkat Kemiskinan
Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan Indonesia pada saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-100 pada 2045 adalah mendekati 0% atau di level 0,5-0,8% yang diikuti penurunan secara signifikan jumlah penduduk rentan miskin. Dengan tingkat kemiskinan itu, ketimpangan pendapatan antar penduduk diharapkan turun dengan rasio gini 0,290-0,320 dan ketimpangan antarwilayah menyempit dengan kontribusi PDRB Kawasan Timur naik menjadi 28,5%. Dengan target tersebut, dalam rentang waktu sekitar 22 tahun berarti tingkat kemiskinan baru dipangkas hingga 8,5% poin, mengingat angka kemiskinan berada di level 9,36% per Maret 2023. Sebelum sampai pada target tingkat kemiskinan 0,5-0,8% tersebut. Pemerintah menetapkan sasaran antara tingkat kemiskinan turun ke level 6,0-7% pada 2025. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang pada Februari 2023 sebesar 5,45%, ditargetkan turun jadi 4% pada 2045. Pemerintah mengakui, upaya untuk memangkas tingkat kemiskinan yang masih tinggi serta kesenjangan antarwilayah tersebut adalah pekerjaan tidak mudah. (Yetede)
ELEKTRIFIKASI KENDARAAN : LAJU KENCANG MOBIL LISTRIK
Presiden Joko Widodo bertekad terus mengembangkan ekositem kendaraan listrik di Indonesia untuk mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan di Tanah Air. Berbicara pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari insentif. Sejauh ini, pemerintah telah mengeluarkan beragam insentif guna memacu transisi menuju energi yang ramah lingkungan yang merupakan salah satu komitmen Indonesia mencapai target emisi karbon nol (net zero emission) pada 2060. Per April 2023, Kementerian Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 38/2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023. Stimulus berupa potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) itu memberikan sentimen positif kepada penjualan kendaraan listrik roda empat di Tanah Air. Sepanjang Semester I/2023, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil listrik menembus angka 23.260 unit atau naik 557,9% dibandingkan dengan periode yang sama 2022 sebanyak 3.535 unit.
Menariknya, persentase penjualan mobil elektrik kini melebihi 4% dari total penjualan mobil secara ritel selama Semester I/2023 sebanyak 502.536 unit.
Dalam gelaran GIIAS 2023, pabrikan baru dan pabrikan yang telah mapan memboyong rupa-rupa produk kendaraan elektrii kasi.Pendatang baru dalam pameran GIIAS 2023 menghadirkan berbagai mobil listrik. Sebut saja rombongan prinsipal dari China seperti Maxus, Neta, GWM Tank, Haval, dan Ora.
Di sisi lain, beragam pabrikan yang telah eksis pun ikut meramaikan dengan kehadiran sentuhan mobil listrik terbaru. Toyota yang telah memiliki lini mobil ramah lingkungan meliputi exy engine menghadirkan Fortuner E 100 dan Corolla Cross E 100, mobil PHEV RAV4 hingga Alphard Hybrid. Di pasar, Toyota ikut memasarkan bZ4X BEV dan Lexus Ux 300e.Mobil berbasis listrik baru lainnya dihadirkan oleh Honda Prospect Motor dengan menawarkan Honda CR-V Hybrid. Lebih jauh, terdapat juga Hyundai Ioniq 6 serta Kia EV 9.
Brand & Marketing Director Wuling Motors Dian Asmahani mengatakan sangat percaya diri untuk produk kendaraan listrik karena Wuling merupakan ahli pada jenis kendaraan tersebut.Khusus model Baojun Yep, dia menyatakan Wuling masih ingin melihat pola perilaku konsumen, dan melakukan edukasi di Indonesia terhadap kendaraan listrik.
Harga Gas Membubung, Pabrikan Bisa Limbung
Para pebisnis dan pabrikan pengguna gas tengah waswas. Pangkal musababnya dipicu surat edaran dari PT Pertamina Gas Negara yang terbit akhir Juli 2023. Isi surat edaran itu adalah pemberitahuan rencana kenaikan harga gas mulai 1 Oktober 2023.
Kenaikan harga gas itu di luar kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (non-HGBT) yang berlaku untuk tujuh sektor industri. HGBT sendiri adalah program subsidi harga gas industri.
Artinya, kenaikan harga gas di luar HGBT itu berlaku untuk seluruh industri pengguna gas. Yang membikin pebisnis terkejut, kenaikan harga gas itu terbilang edan-edanan lantaran ada yang menjadi US$ 12,31 per million british thermal unit (mmbtu).
Manajemen PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS),
subholding
Pertamina Gas Negara, menyatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan kenaikan harga gas industri per 1 Oktober 2023. Salah satunya ialah penyesuaian harga dari pemasok di hulu ke PGN.
Sekretaris Perusahaan Gas Negara (PGN), Rachmat Hutama mengatakan, komersialisasi gas bumi PGN kepada pelanggan dipengaruhi oleh dinamika di seluruh rantai bisnis gas bumi. "Pertama adalah sumber pasokan gas dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), baik itu dari pipa, LNG, CNG," ujarnya kepada KONTAN, Senin (14/8).
Sebagai contoh, kini pasokan gas Blok Corridor milik Medco Internasional ke PGN cenderung turun. "Turunnya sekitar 8-9 kargo pertahun," ujar Arief Setiawan Handoko, Presiden Direktur PGAS, akhir Juli lalu.
"Di sisi lain kenaikan harga gas akan menghambat investasi, sehingga terjadi penurunan serapan tenaga kerja dan ekspor," ujar Yustinus Gunawan, Ketua Umum FIPGB, ke KONTAN, kemarin.
TANTANGAN PERIODE AKHIR : BERJIBAKU JAGA IKLIM INVESTASI
Dalam waktu kurang dari 15 bulan ke depan, Indonesia akan memasuki periode pemerintahan baru. Transisi pemerintahan yang bakal diwarnai beragam dinamika politik, yang mungkin saja dapat menahan kegiatan ekonomi dan investasi. Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan titipan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di acara Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) di Pekanbaru, Riau, Kamis (10/8). “Saya mau sampaikan pesan Bapak Presiden. Ini tahun politik, politik panas, Bapak Presiden mengatakan jangan terlalu panas, kalau boleh dingin, naik sedikit paling tinggi anget-anget, supaya ekonomi kita bagus, karena tiap hari kita ribut politik, kita lupa ekonomi ini penting. Jadi kita harus betul-betul menjaga stabilitas, itu pesan Bapak Presiden,” kata Bahlil. Sebagai menteri yang bertanggung jawab dalam urusan penanaman modal dan investasi, Bahlil tentu berkepentingan iklim investasi di Tanah Air tidak goyah saat memasuki tahun politik menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. “Jadi ke depan, kita harus bisa melihat pemimpin yang membawa Indonesia ke arah yang benar untuk ekonomi baik, menciptakan lapangan kerja agar semua keadilan sosial bisa kita wujudkan,” ujar Bahlil. Apalagi, tahun depan merupakan periode terakhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Dua periode sudah, sejak 2014—2019 dan 2019—2024, Presiden Jokowi mengemban amanat sebagai Presiden RI. Berbagai capaian positif tentu telah dicapai. Namun, sejumlah tantangan juga mesti dibereskan di periode sisa pemerintahan.
Menurut catatan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), sepanjang 2016 hingga 2023, sebanyak 158 proyek telah selesai dan beroperasi dengan total nilai investasi sebesar Rp1.102,7 triliun. Menurut Ketua Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo, sejumlah proyek-proyek strategis akan terus dituntaskan. Berdasarkan hasil monitoring bersama, terdapat 30 proyek yang dapat selesai pada tahun ini dan 31 proyek tuntas pada 2024. Beberapa proyek yang masih berlanjut setelah 2024 pembangunan fisiknya di antaranya MRT North South dan Lapangan Gas Abadi Blok Masela. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa sepanjang memimpin negara, Presiden Jokowi berhasil menciptakan konsolidasi nasional dan reformasi struktural untuk keterbukaan ekonomi. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai tahun terakhir Presiden Jokowi akan menjadi perpisahan yang manis apabila sumbangsih komponen investasi fisik alias pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap pertumbuhan ekonomi bisa makin signifikan. Indef memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada akhir 2023 hanya akan berada di kisaran 4,9%. Selain itu, menjaga pertumbuhan arus investasi akan kian menantang jelang 2024, di tengah kecenderungan investor untuk bersikap menunggu sepanjang tahun politik. “Kami lihat pertumbuhan ekonomi 2024 akan lebih baik, karena Pemilu ada di awal tahun. Ketidakpastian dari sisi politik cuma sebentar. Oleh karena itu, peningkatan manfaat ekonomi dari realisasi investasi bisa jadi peluang, terutama berkaitan infrastruktur, yang notabene semacam ikon di era Jokowi,” ujarnya kepada Bisnis.
BELANJA TERAKHIR MASA JOKOWI
Lusa, Rabu (16/8), Presiden Joko Widodo akan menyampaikan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Nota Keuangan RAPBN 2024 di hadapan anggota parlemen.RAPBN 2024 yang disampaikan Presiden menjadi acuan pamungkas di masa pemerintahan Presiden Jokowi di sisa masa baktinya yang kurang dari 15 bulan. Dalam dua periode kepemimpinan, sejak 2014—2019 dan 2019—2024, banyak perbaikan yang ditorehkan terutama dari aspek pembangunan infrastruktur. Namun, sejumlah pekerjaan rumah juga masih tersisa yang mesti dibereskan di akhir kepemimpinannya.
Makna Garis dan Dermaga Zamrud Setya Negara
Bagi Zamrud Setya Negara, dermaga merupakan tempat yang sangat menyenangkan. Dermaga bukan sekadar tempat bersandarnya kapal-kapal untuk bongkar-muat barang dan penumpang. Perupa kelahiran 29 Agustus 1979 itu menyebutkan dermaga juga memiliki arti yang sangat luas. Baginya, dermaga memiliki konsep yang begitu dalam. Dermaga bukan destinasi akhir perjalanan sebuah kapal. Dermaga bisa menjadi tempat singgah sementara untuk perjalanan berikutnya yang bisa jadi lebih jauh lagi.
Maka, wajar jika dermaga menjadi salah satu sumber inspirasi dan lokasi favorit Zamrud melakukan hobi tercintanya, membuat sketsa. Entah sudah berapa puluh karya sketsa bertema dermaga dan kapal yang telah ia buat. Namun, yang pasti, ada 17 karya lukis dan sketsa berbagai ukuran yang ia bawa ke Cemara 6 Galeri-Toeti Heraty Museum, Jakarta. Ya, Zamrud sedang menggelar pameran tunggal sketsa berjudul "Gores Garis Zamrud". Total ada 42 karya Zamrud yang dipamerkan hingga 25 Agustus mendatang.
Salah satu karyanya berjudul Pelabuhan Sunda Kelapa #1. Lukisan tersebut dibuat di atas kanvas berukuran 60 x 120 sentimeter dengan pemilihan cat akrilik. Dalam lukisan itu, Zamrud menampilkan sebuah kapal kayu dengan lambung berkelir putih, merah, dan biru.Sejumlah kapal kayu ditampilkan di belakang kapal tersebut. Zamrud memakai sudut pandang perspektif di tengah kanvas. Di dekat kapal-kapal itu terdapat bangunan berjajar serta puluhan sosok manusia yang beraktivitas di sekitar dermaga. (Yetede)
Djoko Pekik, Berkarya hingga Titik Akhir
Sabtu pagi itu pelukis ikonik Berburu Celeng, Djoko Pekik, 86 tahun, berpulang di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Kepergian Pekik setelah sepuluh tahun menderita diabetes meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan kawan sesama perupa. "Tadi, sebelum dibawa ke rumah sakit, ia sempat tak sadarkan diri," kata putra keempat Djoko Pekik, Nihil Pakuril, saat ditemui Tempo di kediamannya, di Plataran Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu, 12 Agustus 2023. Nihil mengungkapkan, sang ayah selama 10 tahun terakhir mengidap penyakit gula seiring dengan usianya yang telah lanjut. Namun, ujar Nihil, ayahnya tetap bersemangat menjalani aktivitas melukis serta menggelar pameran. "Pada Maret lalu masih pameran di Banyuwangi dan Agustus ini masih melukis." Kepergian Pekik meninggalkan kenangan mendalam dan membekas, terutama bagi perupa yang dekat dengan ayah delapan anak itu.Sahabat karib Pekik, Nasirun, dalam balutan baju berkelir serba hitam, pagi itu takziah di rumah sakit. Perupa itu punya kesan kuat terhadap Pekik. Nasirun terakhir kali bertemu dengan Pekik saat ia menghadiri pambukaan pameran tunggalnya di Oei Hang Djien Museum Magelang, Jawa Tengah, pada 26 Juni lalu. (Yetede)
LAYANAN PESAN ANTAR MELAMBAT : PLATFORM AGAR BERINOVASI
Layanan pesan antar makanan atau online food delivery (OFD) pernah mencapai puncak kejayaan selama masa pandemi Covid-19. Adanya pembatasan sosial membuat masyarakat tidak bisa menikmati makanan secara langsung di restoran sehingga tidak sedikit di antara mereka yang mengandalkan layanan online tersebut. Seiring dengan kondisi yang mulai kembali normal, kini banyak masyarakat memilih untuk membeli makanan secara langsung. Hal ini sejalan pula dengan data dari Momentum Works yang mencatat pertumbuhan nilai transaksi bruto atau gross merchandise volume (GMV) layanan online food delivery di Asia Tenggara pada 2022 mengalami perlambatan. Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan GMV online food delivery pada 2022 secara year on year hanya tercatat 5% menjadi US$16,3 miliar. Angka tersebut jauh di bawah pertumbuhan nilai GMV pada tahun-tahun sebelumnya, di mana pada 2020 melonjak 183% menjadi US$11,9 miliar, dan pada 2021 yang meningkat hingga 30% mencapai US$15,5 miliar. Kondisi ini diamini oleh Catherine Hindra Sutjahjo, Presiden Gojek untuk Bisnis on Demand Services GoTo yang mengakui bahwa selama masa pandemi banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan OFD dan umumnya memesan dalam jumlah besar. Namun, ketika masuk masa endemik dan kondisi mulai normal maka banyak masyarakat yang memesan makanan secara langsung. Meski demikian, menurutnya pemesanan online di GoFood tidak pernah benar-benar turun. Ketua Umum Apkulindo & Perkumpulan Pengusaha Kuliner Kreatif Indonesia, Masbukhin Pradhana mengatakan jika pengusaha kuliner memang harus menerima tren digital ini. Bergabung dalam layanan pesan antar makanan berpeluang membuka ceruk baru dari pasar yang mungkin belum terjamah sebelumnya. Meski terbilang membantu, Masbukhin menilai tren penjualan dari layanan antar makanan tahun ini cenderung lesu. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kurang bergairahnya penjualan dari layanan pesan antar seperti dahulu. Misalnya, ketiadaan promosi ongkos kirim gratis yang sukses membuat layanan ini ramai pada awal kemunculan, “Promo free ongkir nya sudah tidak ada, malah cenderung naik dengan adanya tambahan biaya layanan,” jelas Masbukhin. Sementara itu, Andi Ihdal Husnayain, mitra merchant dan pemilik usaha Ayam Bakar & Soto Betawi Ibu Titin mengakui setelah masa pandemi memang terjadi shifting pembeli dari online ke offline. Namun, ketika mulai banyak yang membeli secara langsung, tidak serta merta membuat pemesanan secara online menurun.
ANTISIPASI EL NINO : MITIGASI RISIKO ASURANSI PERTANIAN
Pelaku industri asuransi terutama yang memiliki produk asuransi pertanian diminta untuk melakukan upaya mitigasi risiko menyusul potensi fenomena El Nino tahun ini yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
Hal tersebut diungkapkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang menilai bahwalangkah mitigasi risiko harus dilakukan perusahaan asuransi dalam menghadapi fenomena El Nino. Apalagi, fenomena tersebut berpotensi memicu kemungkinan gagal panen yang dapat mengakibatkan klaim asuransi pertanian akan naik. Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwiyanto menjelaskan kesiapan asuransi untuk menanggungnya adalah melalui pengelolaan risiko yang salah satunya dilakukan dengan mengatur penempatan reasuransi.
Hal ini, imbuhnya, diyakinai akan menurunkan potensi kerusakan/kematian tanaman. Selain itu, Bern memandang perlunya kedisiplinan petani dalam menerapkan praktik pertanian yang benar sesuai arahan petugas penyuluh lapangan.
Bern menilai bahwa fenomena El Nino tidak hanya berdampak pada asuransi pertanian. Namun juga meningkatkan kebutuhan akan asuransi kesehatan.
Di sisi lain, penetrasi asuransi pertanian di Indonesia dinilai perlu ditingkatkan menyusul sektor ini yang tak terlepas dari risiko bencana alam yang kerap terjadi di Tanah Air, termasuk fenomena El Nino.Fenomena ini diproyeksi bakal memicu cuaca panas ekstrem di Indonesia pada Agustus hingga Oktober 2023. Fenomena tersebut diprediksi menimbulkan kemarau panjang yang akan berlanjut hingga awal 2024.
Direktur Pengembangan Bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Diwe Novara mengatakan bahwa kebutuhan petani terkait asuransi pertanian saat ini sangat tinggi. Menurutnya, selain padi, beberapa komoditas lainnya seperti bawang merah dan jagung juga membutuhkan perlindungan asuransi.
Pada 2023, Asuransi Jasindo bersama Kementerian Pertanian serta Dinas Pertanian Kabupaten/Kota terus melakukan upaya percepatan realisasi AUTP sehingga petani dapat merasakan manfaat perlindungan asuransi khususnya dalam menghadapi El Nino.
Genjot Proyek Strategis di Masa Terakhir Kekuasaan
Menjelang tutup buku masa pemerintahannya pada tahun 2024 nanti, Presiden Joko Widodo bakal menggeber sederet isu strategis.
Presiden Jokowi akan menyampaikan ini di depan Sidang Paripurna DPR RI pada 16 Agustus 2023, saat penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Dan, RAPBN 2024 bakal jadi anggaran terakhir untuk mendukung program kerja Kabinet Indonesia Maju.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, ekonomi Indonesia akan berhadapan sejumlah tantangan pelik yakni geopolitik global, perubahan iklim, hingga ancaman El Nino. Ini pula yang menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yang mulai bergulir pada Agustus 2023.
Penyelesaian proyek infrastruktur strategis juga masih akan jadi andalan Jokowi di tahun terakhir pemerintahannya.
Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai, tingginya anggaran infrastruktur tahun depan lantaran proyek infrastruktur sempat tertunda selama dua tahun lantaran pandemi Covid-19. "Jadi ini normalisasi dan akumulasi dari masa pandemi karena banyak yang tertunda," kata dia, kemarin.
Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Teuku Riefky menambahkan, berbagai proyek infrastruktur bisa efektif untuk mendorong ekonomi Indonesia. Hanya, efeknya baru terasa pada jangka menengah dan panjang.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat, tantangan utama pemerintah memenuhi target APBN 2024 adalah penerimaan perpajakan yang diprediksi tumbuh 9%. Padahal tahun depan penerimaan pajak berpotensi menyusut sebagai imbas pelemahan harga komoditas.
Pilihan Editor
-
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Perdagangan, Efek Kupu-kupu
18 Feb 2022 -
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
24 Feb 2022 -
BUMN Garap Ekosistem Kopi
31 Jan 2022









