TANTANGAN PERIODE AKHIR : BERJIBAKU JAGA IKLIM INVESTASI
Dalam waktu kurang dari 15 bulan ke depan, Indonesia akan memasuki periode pemerintahan baru. Transisi pemerintahan yang bakal diwarnai beragam dinamika politik, yang mungkin saja dapat menahan kegiatan ekonomi dan investasi. Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan titipan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di acara Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) di Pekanbaru, Riau, Kamis (10/8). “Saya mau sampaikan pesan Bapak Presiden. Ini tahun politik, politik panas, Bapak Presiden mengatakan jangan terlalu panas, kalau boleh dingin, naik sedikit paling tinggi anget-anget, supaya ekonomi kita bagus, karena tiap hari kita ribut politik, kita lupa ekonomi ini penting. Jadi kita harus betul-betul menjaga stabilitas, itu pesan Bapak Presiden,” kata Bahlil. Sebagai menteri yang bertanggung jawab dalam urusan penanaman modal dan investasi, Bahlil tentu berkepentingan iklim investasi di Tanah Air tidak goyah saat memasuki tahun politik menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. “Jadi ke depan, kita harus bisa melihat pemimpin yang membawa Indonesia ke arah yang benar untuk ekonomi baik, menciptakan lapangan kerja agar semua keadilan sosial bisa kita wujudkan,” ujar Bahlil. Apalagi, tahun depan merupakan periode terakhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Dua periode sudah, sejak 2014—2019 dan 2019—2024, Presiden Jokowi mengemban amanat sebagai Presiden RI. Berbagai capaian positif tentu telah dicapai. Namun, sejumlah tantangan juga mesti dibereskan di periode sisa pemerintahan.
Menurut catatan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), sepanjang 2016 hingga 2023, sebanyak 158 proyek telah selesai dan beroperasi dengan total nilai investasi sebesar Rp1.102,7 triliun. Menurut Ketua Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo, sejumlah proyek-proyek strategis akan terus dituntaskan. Berdasarkan hasil monitoring bersama, terdapat 30 proyek yang dapat selesai pada tahun ini dan 31 proyek tuntas pada 2024. Beberapa proyek yang masih berlanjut setelah 2024 pembangunan fisiknya di antaranya MRT North South dan Lapangan Gas Abadi Blok Masela. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa sepanjang memimpin negara, Presiden Jokowi berhasil menciptakan konsolidasi nasional dan reformasi struktural untuk keterbukaan ekonomi. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai tahun terakhir Presiden Jokowi akan menjadi perpisahan yang manis apabila sumbangsih komponen investasi fisik alias pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap pertumbuhan ekonomi bisa makin signifikan. Indef memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada akhir 2023 hanya akan berada di kisaran 4,9%. Selain itu, menjaga pertumbuhan arus investasi akan kian menantang jelang 2024, di tengah kecenderungan investor untuk bersikap menunggu sepanjang tahun politik. “Kami lihat pertumbuhan ekonomi 2024 akan lebih baik, karena Pemilu ada di awal tahun. Ketidakpastian dari sisi politik cuma sebentar. Oleh karena itu, peningkatan manfaat ekonomi dari realisasi investasi bisa jadi peluang, terutama berkaitan infrastruktur, yang notabene semacam ikon di era Jokowi,” ujarnya kepada Bisnis.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023