Digital Ekonomi umum
( 1143 )Arah Ekonomi Digital 2022
Adaptasi menjadi kata kunci perkembangan ekonomi digital tahun 2020-2021. Pandemi dan pembatasan mobilitas mendorong proses ini, membuat konsumen ataupun produsen lebih maju dalam mengarungi era digital. Diperkirakan terjadi pertambahan 21 juta konsumen digital baru di Indonesia, membuat ekonomi internet di Indonesia diperkirakan membengkak menjadi 70 miliar dollar AS (Google, Temasek, Bain & Company, 2021). Pelaku usaha yang melakukan digitalisasi mendapat penghasilan 8 % lebih tinggi dibandingkan yang tidak (Prospera, 2021). Pendapatan usaha skala menengah yang menggunakan platform digital lebih besar 18 % dibandingkan yang tidak.
Pada 2022, ekosistem ekonomi digital akan terus melahirkan inovasi yang dapat menjadi solusi berbagai problematika publik. Salahsatunya adalah inklusi keuanganan yang berkembang pesat, dari 20 % (2011) menjadi 49 % (2017), tapi sektor jasa keuangan masih bergantung pada perbankan, yaitu 79 %. Berdasar Survei Inklusi Keuangan 2020, baru 61,7 % orang dewasa memiliki akun bank. Munculnya berbagai bank digital, seperti Bank Jago, Jenius, dan Blu, dapat menjadi tonggak baru penciptaan inklusi keuangan di Indonesia. Kehadiran bank digital ini, terutama dengan maraknya integrasi tekfin, bisa membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Terdapat ribuan perusahaan ekonomi digital di Indonesia, sebagian besar (85 %) berskala relatif kecil, dengan modal awal di bawah Rp 100 juta. (Yoga)
NFT Simbol Alih Peradaban
Beberapa hari terakhir, orang meributkan non-fungible token (NFT) atau unit data berbentuk token di rantai blok. Pasalnya, Sultan Gustav Al-Ghozali, mendadak populer di jagat maya. Lewat akun Ghozali Everyday, dia menjual swafoto atau foto selfie dirinya sebagai NFT. Ada 933 swafoto yang diambil setiap hari oleh mahasiswa Program Animasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, itu tahun 2017-2018, kemudian dijual di lokapasar NFT bernama OpenSea. Hingga Sabtu (15/1) pagi, foto NFT-nya telah dimiliki 471 akun dengan nilai transaksi 323 Ethereum atau Rp 15,3 miliar.
Semua produk digital itu mewakili apa yang ada di dunia nyata ke dalam metaverse. Avatar mewakili sosok manusia, produk seni diwakili NFT, mata uang diwakili kripto, lahan tempat kita berpijak akan muncul sebagai lahan virtual. Kita bisa bermain, berbisnis, beribadah, dan lainnya di dunia paralel virtual itu. Perubahan ini boleh dibilang menjadi salah satu puncak pencapaian peradaban digital. Seorang ahli menyatakan, nantinya manusia akan lebih lama berada di dunia paralelnya dibandingkan di dunia nyata. (Yoga)
Ananda Sukarlan, Laku Satu Miliar
Pianis dan komponis Indonesia Ananda Sukarlan resmi menjadi musikus klasik pertama Asia yang karyanya terdaftar dalam NFT (non-fungible token), akhir 2021 lalu. Tiga karya Ananda Sukarlan untuk piano menghasilkan dana 61.000 USD (Rp 1 miliar) dalam penggalangan oleh Yayasan Habitat. Ketiga karya itu dibeli dua pengusaha, Edwin Soeryadjaya dan Hilmi Panigoro. Keduanya tercatat sebagai pembeli pertama NFT karya musik klasik di Asia.
Menurut Ananda, melalui NFT, transparansi jadi kunci, semua karya bisa dilacak ke siapa, ke mana saja. Autentikasi karya benar-benar terjamin, tidak membuka ruang pembajakan. Karya piano lain Ananda yang terdaftar di NFT dan dapat dibeli publik, yaitu Rapsodia Nusantara no 26 (berdasarkan lagu rakyat Nias, ”Tano Niha”) dan Rapsodia Nusantara no 29 (berdasarkan lagu-lagu rakyat Kepulauan Mentawai). Ananda meyakini NFT akan menjadi masa depan pekerja seni yang cepat beradaptasi dengan dunia digital. (Yoga)
Menguatkan Kontribusi Industri Tekfin
Tahun 2021 menjadi penanda industri teknologi finansial (tekfin) kian digandrungi publik. Kontribusinya kian signifikan dalam ekonomi digital dan UMKM. Industri pinjaman daring atau peer-to-peer (P2P) lending, berdasar data OJK hingga November 2021, penyaluran pinjamannya Rp 142,36 triliun, tumbuh 119,85 % secara tahunan (year on year/yoy), akun penggunanya naik mencapai 72,64 juta. Menurut data BI, transaksi pembayaran digital melalui QR Code Indonesian Standard mencapai13,4 juta merchant seluruh Indonesia dan 95 % merupakan UMKM.
Dalam e-Conomy SEA 2021, Google, Temasek, dan Bain & Company menyatakan. potensi ekonomi digital Indonesia 146 miliar USD pada tahun 2025. Nilai ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Dalam The 3rd Indonesia Fintech Summit 2021, Wapres RI Ma’ruf Amin menyatakan, sektor keuangan digital di Indonesia tumbuh 8 kali lipat pada 2030, dari Rp 600 triliun menjadi Rp 4.500 triliun. Menurut FinTech Control Tower, hingga kuartal ketiga 2021, total investasi di tekfin mencapai 34,4 miliar USD, naik 173 % dibandingkan kuartal yang sama tahun 2020.
Wajah Ghozali dan Peluang Besar ”NFT”
Ghozali (22) menjual foto dirinya di platform OpenSea, lokapasar NFT berbasis peer-to-peer, dengan nama akun Ghozali Everyday, yang merupakan jepretan atas dirinya sejak umur 18 hingga 22 tahun atau selama periode 2017-2021. Per Kamis (13/1/2022) pukul 11.30 WIB, mahasiswa Semester VII Program Studi Animasi Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Jateng itu mengunggah dan menjajakan 933 item fotonya di OpenSea, dengan harga terendah 0,001 ETH atau Rp 48.000 per item. Lewat akun Twitter @Ghozali_Ghozalu, dia mencuit, dalam 3 hari fotonya tersisa 331 NFT. Satu dari 933 foto itu, nomor #528 menunjukkan Ghozali mengenakan kaus abu-abu dan kain oranye di pundak kanan, mengalami lonjakan harga luar biasa. Selasa (11/1) Ghozali menjualnya seharga 0,001 ETH, oleh pemilik barunya ditawarkan harga 66.346 ETH atau Rp 3,18 triliun pada Kamis siang. Sehari sebelumnya, koleksi 2 kali berpindah tangan dengan harga pembelian Rp 6,72 juta (0,14 ETH) oleh pembeli ke 2 dan Rp 19,15 juta (0,399 ETH) oleh pembeli ke 3.
Menurut Ghozali, item yang dia jajakan merupakan foto biasa, rekaman sehari-hari yang dia ambil di mana pun berada. Namun, sejumlah orang mengapresiasi konsistensi selama 5 tahun. Kegigihan atau persistency itu dianggap bernilai oleh sejumlah pembelinya. Fenomena Ghozali melanjutkan beberapa hal ”mengejutkan” di industri NFT. Menurut Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda, pasar NFT di Tanah Air makin dewasa, tecermin dari banyaknya lokapasar NFT yang muncul beberapa tahun terakhir, seperti TokoMall, Paras.id, Kolektibel, Baliola, dan Enevti. (Yoga)
Qlue-Dell Dorong Optimalisasi Al Bisnis
Qlue, perusahaan penyedia ekosistem terlengkap di Indonesia, mendorong optimalisasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelegence/AL) dan internet of things (IoT) bagi sektor bisnis di Indonesia. Founder dan CEO Qlue Rama Raditya mengatakan, perkembangan teknologi akan semakin masif, sehingga seluruh aspek bisnis harus cepat beradaptasi dengan baik. Menurut Rama, teknologi AL dan IoT yang merupakan teknologi yang pemanfaatannya terus meningkat karena dimensi perkembangan kebutuhan bisnis yang berpengaruh kondisi sosial dan teknologi saat ini. "Pemanfaatan teknologi berbasis AL dan IoT untuk optimalisasi bisnis itu diantaranya berupa analisis visual demografi pengunjung sebuah toko untuk mendeteksi minat dan ketertairikanya terhadap sebuah produk, atau layanan yang ditawarkan." tutur Rama. (Yetede)
Kemenkominfo Mulai Siapkan Frekuensi Untuk 5G
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melakukan kajian awal terkait peta jalan dan mulai menyiapkan spektrum frekuensi radio untuk implementasi layanan telekomunikasi seluler 5G di Indonesia. Koordinator Standar Radio Telekomunikasi Radio Kemenkominfo Indra Utama mengatakan, spektrum frekuensi yang digunakan para operator telekominukasi untuk implementasi 5G saat ini yang dimulai pada 2021 masih pada frekuensi eksisiting yang juga digunakan untuk layanan 4G LTE. Menurut Indra, ada dua opsi yang dapat dilakukan untuk bisa segera memanfaatkan frekuensi 700 MHz. Pertama,dibuatkan seleksi izin nasional pada kuartal III-2021. Tetapi, pemanfaatannya untuk 5G dimulai area rural dengan mengikuti clerarence seauai jadwal ASO. "Opsi kedua, seleksi izin nasional menunggu penuntasan seluruh tahapan ASO paling lambat selesai pada November 2022," imbuhnya. (Yetede)
Saratoga dan East Ventures Modali Xurya US$ 21,5 Juta
PT Saratoga Invetastama Sedaya Tbk dan East Ventures (Growth Fund) memberikan suntikan modal US$ 21,5 juta atau sekitar Rp 308 miliar kepada PT Xurya Daya Indonesia, start-up energi terbarukan yang fokus pada jasa sewa PLTS atap di Indonesia. Modal dari putaran pendanaan seri A tersebut akan Xurya gunakan untuk melanjutkan pembangunan PLTS atap yang telah tumbuh tiga kali lipat tahun 2021 "Kami mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh investor, partner, dan costumer untuk membantu kami dalam mempercepat transisi energi baru terbarukan di Indonesia sejak Xurya berdiri tiga tahun yang lalu," ujar Managing Director Xurya Dana Indonesia Eka Himawan, Rabu (12/1). Seperti diketahui, East Ventures dan Saratago yang memimpin putaran pendanaan tersebut memiliki banyak porfolio dalam investasi ke perusahaan rintisan (start-up) pada tahap awal dan lanjutan dari berbagai industri, termasuk industri sosial dan lingkungan. (Yetede)
Waspadai Kripto Berpendapatan Tetap
Masyarakat perlu mewaspadai penawaran investasi aset kripto yang memberi pendapatan tetap dalam waktu tertentu, pasti penipuan, perdagangan aset kripto fluktuatif sehingga tak mungkin memberi pendapatan tetap. Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam Lumban Tobing menjelaskan, modus penipuan investasi aset kripto, dengan menawarkan pendapatan tetap dari perdagangan aset kripto.
Contohnya EDC Cash, yang menjanjikan pendapatan tetap 0,5 % per hari atau 15 % per bulan atau 182,5 persen per tahun. Modus lainnya, dengan pemberian bonus kepada anggota yang berhasil membawa anggota baru atau member get member. Pelaku membuat token atau koin kripto, meminta anggota menukar aset mereka dengan kripto buatannya. Ketika tidak mendapatkan anggota baru, imbal hasil pun seret, biasanya pengelola entitas kabur, sambil membawa semua modal yang sudah disetor.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Fisik Aset Kripto Teguh Kurniawan Harmanda menekankan, sebagai langkah aman, sebaiknya beli atau berdagang di pasar fisik aset kripto yang terdaftar di Bappebti. (Yoga)
Warung Migo ke 1000 Dihadirkan di JakTim
Migo, jaringan offline pertama di dunia yang mendistribusikan konten digital dengan cara yang terjangkau, mengumumkan kehadiran jaringan Warung Migo ke-1.000 yang berlokasi di Kramat Jati, Jakarta Timur. Langkah tersebut merupakan bukti konkret kemajuan bisnis Migo dan realisasi dari visinya dalam memperluas jangkauan digital keseluruh lapisan masyarakat di Tanah Air melalui warung konvensional. Direktur Utama Migo Indonesia Dan Connor mengatakan, jutaan masyarakat Indonesia mengunjungi warung setiap hari untuk memenuhi kebutuhan makan, belanja, berkumpul dan seterusnya, Sejak kehadirannya tahun 2020, Migo telah meluaskan jangakauan kemitraan Warung Migo hingga kebeberapa kota besar di area kota Jakarta, provinsi Banten, hingga Jawa Barat. Kehadiran Warung Migo yang strategis ditengah permukiman penduduk dapat menjadi medium yang tepat untuk menjangkau lapisan masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam menikmati konten digital. (Yetede)









