Digital Ekonomi umum
( 1150 )Bahaya Pencucian Uang dari NFT
Peringatan tentang kemungkinan digunakannya NFT, berkas digital yang identitas dan kepemilikannya unik yang diverifikasi dalam blockchain, sudah disuarakan oleh KPK. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, 26 Januari 2022, Wakketu KPK Lili Pintauli Siregar mengungkapkan, ”Seseorang bisa membuat NFT dan membelinya dengan uang haram. Tentu saja, KPK bisa menelusurinya dengan menggunakan teknologi blockchain”. Berdasarkan data pelacak pasar DappRadar, penjualan NFT 2021 melonjak drastis mencapai 24,9 miliar USD atau Rp 357 triliun, jauh lebih besar dibanding transaksi tahun sebelumnya 94 juta USD atau Rp 1,3 triliun. NFT yang banyak di pasaran antara lain karya seni, musik, item video game, kartu perdagangan atau barang koleksi, momen olahraga besar yang tidak terlupakan, meme, nama domain, dan mode/fashion virtual.
Pakar tindak pidana pencucian uang (TPPU) Yenti Garnasih (28/1) mengatakan, fenomena NFT bisa menjadi sarana pencucian uang dengan potensi yang sangat tinggi. Dengan dalih membeli karya seni yang tak ada parameter pastinya, orang bisa menghilangkan jejak uang yang diperoleh dari hasil kejahatan. Situs media teknologi daring makeuseof.com dalam artikel ”How Are NFTs Used for Wash Trading & Money Laundering?,” 17 Januari 2022, mengurai bagaimana pencucian uang dilakukan, contohnya jika organisasi kriminial menciptakan NFT yang unik dan mengiklankannya di lokapasar, kemudian dibeli sendiri dengan mengaburkan identitas atau hubungannya dengan akun penjual. Transaksi dilakukan beberapa kali menggunakan dompet mata uang kripto yang besar, bahkan menggunakan pertukaran mata uang kripto sampai akhirnya ”bersih”. Meskipun transaksi itu tercatat di blockchain, mengetahui siapa pemilik sebenarnya dompet kripto itu sangat susah. Alasannya, regulasi KYC dan anti money laundering (AML) tidak tersedia di semua lokapasar, juga setiap orang dapat membuka akun, menawarkan produknya, dan tetap menyembunyikan identitas mereka. Bisa juga pelaku kejahatan menggunakan akun curian, meretas akun, melakukan penjualan lantas menghilang. (Yoga)
Rusia Susun Peta Jalan Uang Digital
Pihak berwenang di Rusia tengah menyusun peta jalan mata uang digital dalam sistem keuangan nasionalnya. Ini menjadi jalan tengah yang diputuskan Presiden Vladimir Putin di tengah pandangan berseberangan dari berbagai pihak, termasuk Bank Sentral Rusia, terhadap mata uang digital, sejalan dengan keinginan beberapa pihak, termasuk politisi. Dalam proposal peta jalan yang disusun Kemenkeu, Kementerian perekonomian dan Digital, Kemendagri, Federal Security Service (FSB) serta Bank Sentral Rusia, terbuka pilihan yang memungkinkan pembelian dan penjualan mata uang digital dilakukan secara eksklusif oleh organisasi perbankan Rusia, juga tercantum usulan prosedur yang bisa menghalangi mata uang digital asing dipertukarkan kepada konsumen Rusia, namun ada klausul yang memungkinkan platform asing memperoleh lisensi untuk beroperasi di Rusia.
Binance, platform mata uang digital terbesar di dunia, tertarik dengan rencana Pemerintah Rusia membuka pasar mata uang digitalnya. ”Tujuan kami adalah mendapatkan lisensi dan menjalankan bisnis legal di mana peraturan mengizinkan,” kata Direktur Binance Eropa Timur Gleb Kostarev, sikap keras Bank Sentral Rusia, tidak membuatnya mundur. ”Ukraina, Kazakhstan, dan Uzbekistan, lebih setia pada cryptocurrency dan mengambil langkah liberalisasi daripada pembatasan. Tapi, regulator lokal mengambil langkah ini dengan memperhatikan Rusia,” katanya. Kekhawatiran FSB dan Bank Sentral Rusia terkait mata uang digital bukannya tanpa alasan. Investigasi Reuters menunjukkan bahwa Binance tidak sepenuhnya patuh pada regulasi, terutama soal transparansi. (Yoga)
Presiden Jokowi Ajak Pengusaha Investasi di Sektor Digital Ekonomi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang para pengusaha dari negara-negara G20 untuk investasi dalam pengembangan teknologi dan ekonomi di Indonesia. "Kami ingin mengundang investasi yang memberi kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari transformasi ekonomi digital ini," kata Presiden Jokowi, saat membuka B20 Inception Meeting yang digelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, (27/1). Pemerintah Indonesia dan G20 mengajak komunitas B20 untuk berkolaborasi dan memobilisasi sumber daya untuk membiayai inovasi, serta pemerataan produk vaksin, obat-obatan, dan alat-alat kesehatan. Indonesia akan mendorong investasi di sektor kesehatan guna pemenuhan kebutuhan didalam negeri. Presiden menjelaskan bahwa pada 2021, pengeluaran pemerintah pusat dan daerah untuk sektor kesehatan mencapai US$ 34,77 miliar. (Yetede)
Menkominfo Dorong Kecakapan Digital
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate terus mendorong setiap orang di Tanah Air untuk meningkatkan kualitas dan kecakapan digitalnya seiring dengan proyeksi bahwa akan muncul banyak jenis pekerjaan baru akibat adopsi teknologi dan tranformasi digital. "Hal tersebut menuntut peningkatan ketrampilan bidang digital dan soft skills," ujar Jhonny, saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam Online Scholarship Competition. Sementara itu, ada pula beberapa jenis pekerjaan lain yang akan berkembang, seperti renevable energi engineers, process automation specialist, internet of tihings artificialist, digital transformation specialist, business service and administration managers, dan business development professionals. "Kami tentunya sangat menyambut baik inisiatif sektor privat dalam melakukan pengembangan sumber daya manusia, seperti apa yang dilakukan oleh Media Group, melalui Online Shcolarship Competition,"ujarnya. (Yetede)
Peluang dan Tantangan NFT
Menurut Financial Times (2021), nilai transaksi digital berbasis NFT mencapai 40 miliar USD atau Rp 570 triliun (kurs Rp 14.250 per USD) sampai akhir Desember 2021. Saat ini pasar NFT sedang booming, di luar negeri, juga Indonesia, karena faktor komersial dan pengaruh media sosial yang banyak mengungkap pemberitaan terkait dengan NFT. NFT merupakan aset digital berwujud karya seni, foto, gambar, lagu, gim, perangkat lunak, video, dan lainnya. Kehadiran NFT memberi harapan baru sekaligus memperkaya transaksi perdagangan global sehingga memberikan beberapa manfaat. Pertama, memberi perlindungan kepada inovator atau artis atas hasil ciptaan dan karya mereka dengan pasti dan aman. Kedua, nilai NFT dapat berkembang seiring waktu, karena sifatnya unik dan orisinal, sehingga bisa dijadikan instrumen untuk berinvestasi. Ketiga, NFT membuka peluang UMKM menjadikan NFT sebagai sarana memperkuat hasil karya mereka sehingga apabila bisnis berkembang, nilai NFT ikut naik. UMKM juga dapat menjadikan NFT sebagai jaminan mendapatkan pinjaman. Keempat, proses transaksi NFT relatif mudah dan bisa dilakukan siapa pun dengan platform marketplace yang biasa digunakan dalam transaksi e-commerce.
Hampir semua negara menghadapi dilema sama, perlukah mengatur transaksi NFT atau membiarkan saja mengingat transaksi NFT sama dengan transaksi barang dan jasa tradisional berbasis hukum perdata. Sedangkan transaksi NFT menggunakan alat pembayaran mata uang kripto, sementara beberapa negara belum mengakui dan bahkan melarang penggunaan uang kripto tersebut. Dalam hal ini beberapa negara ternyata bersikap mendua, di satu sisi menolak kehadiran mata uang kripto, di sisi lain membolehkan transaksi NFT. Aspek perlindungan data konsumen harus menjadi perhatian pemerintah. Kerahasiaan data pribadi ataupun kemampuan untuk melakukan transaksi digital dengan aman harus diprioritaskan, dengan memperkuat kemampuan literasi digital dari masyarakat. (Yoga)
Mengenal E-Dagang Lintas Negara Dari Cina
Dalam satu dekade terakhir setidaknya ada 3 perusahaan dagang yang menandai tonggak perjalanan ekosistem e-dagang lintas negara di China. Pertama, LigthInTheBox. Perusahaan ritel daring yang berdiri 2007 ini mencatatan pendapatan 1 miliar RMB atau 157 juta USD pada 2012. Perusahaan kedua, Global Top Ecommerce, membukukan pendapatan 10 miliar RMB atau 1,57 miliar USD pada 2017. Terakhir, merek mode SHEIN yang mencapai pendapatan 100 miliar RMB atau 15,7 miliar dollar AS di akhir 2021. Ketiganya mewakili perusahaan daring global dengan model business to consumer (B2C) yang mengirim produk langsung ke konsumen.Keberhasilan perusahaan di China memasarkan produk secara langsung pada konsumen dunia tak lepas dari perkembangan ekosistem digital.
Sebelum tahun 2018, strategi paling banyak diterapkan penjual lintas negara di China ialah ”puhuo” yang dapat diterjemahkan sebagai distribusi. Demi menjangkau sebanyak mungkin pembeli, produk didistribusikan melalui sebanyak mungkin saluran, dikombinasikan dengan promosi massal dan harga produk yang murah. Di tahun 2021, Anker misalnya, mengubah strategi dengan memasang margin produk rendah dan berinvestasi pada pemasaran, penjenamaan, serta menjual produk berkualitas premium. Amazon misalnya, per Mei 2021 memblokir 50.000-an penjual China karena manipulasi ulasan palsu. Hal ini menguatkan gagasan membangun platform mandiri sebagai saluran penjualan langsung. (Yoga)
Ekonomi ”Metaverse"
Metaverse adalah dunia maya yang diciptakan dengan menghadirkan secara nyata kehidupan ini. Teknologi 3 dimensi memungkinkan kita beraktivitas di dunia maya sebagaimana senyatanya, mulai dari belanja, bermain, bersosialisasi, dan bekerja. Di dunia maya itu, kita adalah avatar. Dalam aktivitas ekonomi, produk (barang/jasa) perlu disertifikasi melalui NFT, kemudian diperjual belikan dengan mata uang kripto. Uang kripto merupakan sertifikasi dari proses ”penambangan” teknologi sebagai jaminan (underlying) atas nilainya. Semua aktivitas itu tercatat secara otentik dalam jaringan terbuka yang terdesentralisasi bernama blockchain. Ekonomi metaverse, khususnya aset kripto, menjadi tantangan penting bagi otoritas, khususnya moneter, dalam menjaga stabilitas sistem keuangan (dunia nyata).
Pada Mei 2021, aset kripto telah naik 3 kali lipat dari awal tahun menjadi 2,5 triliun USD. Selain volume penggunaannya meningkat, fluktuasi harganya juga tajam. Rilis triwulanan IMF, Global Financial Stability Report, Oktober 2021 berjudul Covid-19, Crypto, and Climate: Navigating Challenging Transitions. Bagian kedua mengulas peluang dan tantangan perkembangan ekosistem aset kripto yang muncul pada 2008, sebagai respons krisis finansial global, meskipun proporsi asetnya relatif kecil, perkembangannya perlu dipantau, karena variasi aset kripto terus meningkat dan volumenya terus melesat. Perkembangan metaverse akan meningkatkan peran aset kripto di masa depan, dan tujuan kepemilikan aset kripto juga semakin bervariasi, mulai untuk investasi spekulatif, konversi mata uang, hingga pembayaran. Di Indonesia, uang kripto tidak diterima sebagai alat pembayaran, tetapi bisa menjadi aset investasi di bawah Bappebti, Kemendag dan bisa ditukarkan dengan uang resmi. (Yoga)
Arah Ekonomi Digital 2022
Adaptasi menjadi kata kunci perkembangan ekonomi digital tahun 2020-2021. Pandemi dan pembatasan mobilitas mendorong proses ini, membuat konsumen ataupun produsen lebih maju dalam mengarungi era digital. Diperkirakan terjadi pertambahan 21 juta konsumen digital baru di Indonesia, membuat ekonomi internet di Indonesia diperkirakan membengkak menjadi 70 miliar dollar AS (Google, Temasek, Bain & Company, 2021). Pelaku usaha yang melakukan digitalisasi mendapat penghasilan 8 % lebih tinggi dibandingkan yang tidak (Prospera, 2021). Pendapatan usaha skala menengah yang menggunakan platform digital lebih besar 18 % dibandingkan yang tidak.
Pada 2022, ekosistem ekonomi digital akan terus melahirkan inovasi yang dapat menjadi solusi berbagai problematika publik. Salahsatunya adalah inklusi keuanganan yang berkembang pesat, dari 20 % (2011) menjadi 49 % (2017), tapi sektor jasa keuangan masih bergantung pada perbankan, yaitu 79 %. Berdasar Survei Inklusi Keuangan 2020, baru 61,7 % orang dewasa memiliki akun bank. Munculnya berbagai bank digital, seperti Bank Jago, Jenius, dan Blu, dapat menjadi tonggak baru penciptaan inklusi keuangan di Indonesia. Kehadiran bank digital ini, terutama dengan maraknya integrasi tekfin, bisa membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Terdapat ribuan perusahaan ekonomi digital di Indonesia, sebagian besar (85 %) berskala relatif kecil, dengan modal awal di bawah Rp 100 juta. (Yoga)
NFT Simbol Alih Peradaban
Beberapa hari terakhir, orang meributkan non-fungible token (NFT) atau unit data berbentuk token di rantai blok. Pasalnya, Sultan Gustav Al-Ghozali, mendadak populer di jagat maya. Lewat akun Ghozali Everyday, dia menjual swafoto atau foto selfie dirinya sebagai NFT. Ada 933 swafoto yang diambil setiap hari oleh mahasiswa Program Animasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, itu tahun 2017-2018, kemudian dijual di lokapasar NFT bernama OpenSea. Hingga Sabtu (15/1) pagi, foto NFT-nya telah dimiliki 471 akun dengan nilai transaksi 323 Ethereum atau Rp 15,3 miliar.
Semua produk digital itu mewakili apa yang ada di dunia nyata ke dalam metaverse. Avatar mewakili sosok manusia, produk seni diwakili NFT, mata uang diwakili kripto, lahan tempat kita berpijak akan muncul sebagai lahan virtual. Kita bisa bermain, berbisnis, beribadah, dan lainnya di dunia paralel virtual itu. Perubahan ini boleh dibilang menjadi salah satu puncak pencapaian peradaban digital. Seorang ahli menyatakan, nantinya manusia akan lebih lama berada di dunia paralelnya dibandingkan di dunia nyata. (Yoga)
Ananda Sukarlan, Laku Satu Miliar
Pianis dan komponis Indonesia Ananda Sukarlan resmi menjadi musikus klasik pertama Asia yang karyanya terdaftar dalam NFT (non-fungible token), akhir 2021 lalu. Tiga karya Ananda Sukarlan untuk piano menghasilkan dana 61.000 USD (Rp 1 miliar) dalam penggalangan oleh Yayasan Habitat. Ketiga karya itu dibeli dua pengusaha, Edwin Soeryadjaya dan Hilmi Panigoro. Keduanya tercatat sebagai pembeli pertama NFT karya musik klasik di Asia.
Menurut Ananda, melalui NFT, transparansi jadi kunci, semua karya bisa dilacak ke siapa, ke mana saja. Autentikasi karya benar-benar terjamin, tidak membuka ruang pembajakan. Karya piano lain Ananda yang terdaftar di NFT dan dapat dibeli publik, yaitu Rapsodia Nusantara no 26 (berdasarkan lagu rakyat Nias, ”Tano Niha”) dan Rapsodia Nusantara no 29 (berdasarkan lagu-lagu rakyat Kepulauan Mentawai). Ananda meyakini NFT akan menjadi masa depan pekerja seni yang cepat beradaptasi dengan dunia digital. (Yoga)









