;

Wajah Ghozali dan Peluang Besar ”NFT”

Ekonomi Yoga 14 Jan 2022 Kompas
Wajah Ghozali dan
Peluang Besar ”NFT”

Ghozali (22) menjual foto dirinya di platform OpenSea, lokapasar NFT berbasis peer-to-peer, dengan nama akun Ghozali Everyday, yang merupakan jepretan atas dirinya sejak umur 18 hingga 22 tahun atau selama periode 2017-2021. Per Kamis (13/1/2022) pukul 11.30 WIB, mahasiswa Semester VII Program Studi Animasi Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Jateng itu mengunggah dan menjajakan 933 item fotonya di OpenSea, dengan harga terendah 0,001 ETH atau Rp 48.000 per item. Lewat akun Twitter @Ghozali_Ghozalu, dia mencuit, dalam 3 hari fotonya tersisa 331 NFT. Satu dari 933 foto itu, nomor #528 menunjukkan Ghozali mengenakan kaus abu-abu dan kain oranye di pundak kanan,  mengalami lonjakan harga luar biasa. Selasa (11/1) Ghozali menjualnya seharga 0,001 ETH, oleh pemilik barunya ditawarkan harga 66.346 ETH atau Rp 3,18 triliun pada Kamis siang. Sehari sebelumnya, koleksi 2 kali berpindah tangan dengan harga pembelian Rp 6,72 juta (0,14 ETH) oleh pembeli ke 2 dan Rp 19,15 juta (0,399 ETH) oleh pembeli ke 3.

Menurut Ghozali, item yang dia jajakan merupakan foto biasa, rekaman sehari-hari yang dia ambil di mana pun berada. Namun, sejumlah orang mengapresiasi konsistensi selama 5 tahun. Kegigihan atau persistency itu dianggap bernilai oleh sejumlah pembelinya. Fenomena Ghozali melanjutkan beberapa hal ”mengejutkan” di industri NFT.  Menurut Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda, pasar NFT di Tanah Air makin dewasa, tecermin dari  banyaknya lokapasar NFT yang muncul beberapa tahun terakhir, seperti TokoMall, Paras.id, Kolektibel, Baliola, dan Enevti. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :