NFT Simbol Alih Peradaban
Beberapa hari terakhir, orang meributkan non-fungible token (NFT) atau unit data berbentuk token di rantai blok. Pasalnya, Sultan Gustav Al-Ghozali, mendadak populer di jagat maya. Lewat akun Ghozali Everyday, dia menjual swafoto atau foto selfie dirinya sebagai NFT. Ada 933 swafoto yang diambil setiap hari oleh mahasiswa Program Animasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, itu tahun 2017-2018, kemudian dijual di lokapasar NFT bernama OpenSea. Hingga Sabtu (15/1) pagi, foto NFT-nya telah dimiliki 471 akun dengan nilai transaksi 323 Ethereum atau Rp 15,3 miliar.
Semua produk digital itu mewakili apa yang ada di dunia nyata ke dalam metaverse. Avatar mewakili sosok manusia, produk seni diwakili NFT, mata uang diwakili kripto, lahan tempat kita berpijak akan muncul sebagai lahan virtual. Kita bisa bermain, berbisnis, beribadah, dan lainnya di dunia paralel virtual itu. Perubahan ini boleh dibilang menjadi salah satu puncak pencapaian peradaban digital. Seorang ahli menyatakan, nantinya manusia akan lebih lama berada di dunia paralelnya dibandingkan di dunia nyata. (Yoga)
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023