Digital Ekonomi umum
( 1150 )BCA dan Grab Latih Anak Mitra Pengemudi untuk Bekerja di Industri Digital
BCA dan Grab menyepakati kerja sama pelatihan digital, atau pembekalan keahlian khusus teknologi informasi, bagi anak-anak mitra pengemudi Grab untuk diperapkan agar bisa bekerja di industri digital. Kali ini, SYNRGY Academy Batch Grab, BCA ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak mitra pengemudi Grab yang ingin terjun ke bidang IT. Kegiatan pelatihan SYNRGY Academy Batch Grab akan dibagi menjadi dua fase. Fase pertama merupakan pre-Bootcamp dimana siswa akan mendapatkan kelas untuk membuat produk dalam bentuk web dan berkolaborasi dengan siswa lain. Pada fase kedua, peserta akan punya lima pilihan kelas, yaitu Frontend, Backend, Android Engineering, Quality Assurance, dan kelas UI/IX yang digabung dengan Product Management. (Yetede)
Kemenkominfo Dorong Pemulihan Telko di Sekitar Gunung Semeru
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus mendorong dan mendukung upaya operator telekomunikasi (telko) untuk memulihkan jaringannya disekitar Gunung Semeru, Jawa Timut, pasca erupsi pada Sabtu (4/12) pekan lalu. "Menteri Kominfo Jhonny G Plate telah memerintahkan jajaran di Kemenkominfo dan operator telekomunikasi untuk melakukan langkah-langkah cepat untuk memastikan perbaikan dan meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi. Sementara itu, beberapa operator seluler yang hingga waktu tersebut masih mengalami kendala jaringan akibat putusnya backbone meliputi XL Axiata untuk jalur yang menghubungkan hut (pelindung kabel) Pasirin dan Pagedangan serta Biznet untuk jalur backbone sisi selatan, Malang sampai Lumajang. (Yetede)
Satu Royalti Dipotong Berkali-Kali
Tempo, Jakarta - Sebelum pandemi Covid-19 datang, Erros Candra hidup dari panggung ke panggung. Setelah pandemi menerjang Indonesia pada Maret 2020. Sempat menyerahkan hak kuasa royalti lagu-lagu ciptaannya ke lembaga manajemen kolektif (LMK) Karya Cipta Indonesia. Sejak pandemi terjadi, Eross makin rajin memperhatikan potensi pendapatan pasifnya itu,
Selama ini LMK memegang kuasa penagihan dan pembagian royalti. Pencipta lagu bergabung dengan Wami (genre pop dan rock), RAI (dangdut dan melayu), serta Karya Cipta Indonesia (pop indonesia dan daerah). Produser lagu bergabung dengan Asirindo, Aspirindo, dan Armindo. Adapun pembawa lagu bergabung, antara lain, dengan Prisindo, ARDI, dan Sentra Lisensi Musik Indonesia. Erros mengakui awalnya ia tipe komposer yang apatis terhadap lagu ciptaannya. Namun, sejak pandemi melanda, dan sadar royalti lagu menjadi pendapatan paling signifikan saat tak ada konser, Erros makin memperhatikan detail urusan ini LAS, menurut Eross, berani menjanjikan pendapatan royalti naik seiring dengan penggunaan SILM.
Paket Hemat Bank Digital
Tempo, Jakarta - Rencana PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengakuisisi Bank Mayora dan mengubah bank tersebut menjadi bank digital dinilai sebagai aksi korporasi yang bagus dan efisien. Dalam sepekan terakhir, Bank BNI santer diberitakan bersepakat dengan perusahaan digital asal Singapura, Sea Group, mengembangkan Bank Mayora sebagai bank digital. BNI merupakan bank yang sudah matang. Sedangkan Sea Group sebagai perusahaan digital mempunyai ekosistem digital yang bagus untuk menunjang rencana mengubah Bank Mayora menjadi bank digital.
Langkah BNI menggandeng SEA Group dalam membeli bank lama untuk diubah menjadi bank digital membutuhkan biaya investasi yang lebih murah dibanding membangun bank digital dari nol. Sea Group dikenal sebagai pemilik Shopee dan PT Bank Seabank Indonesia, yang dulu bernama Bank Kesejahteraan Ekonomi. Mengakuisisi bank kecil untuk dijadikan bank digital sedang menjadi tren saat ini. Alasannya sama, yaitu ongkos mendirikan bank baru lebih mahal, dengan perizinan yang memakan waktu. Selain biaya akuisisi lebih murah, biaya operasional bank kecil lebih murah.
Ekosistem Digital Bantu Kurangi Kesenjangan UMKM
Akses kependanaan menjadi salah salah satu cara untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk tumbuh secara berkelanjutan. Namun, tanpa ekosistem digital, masih sulit bagi perbankan untuk menjangkau mereka. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi panel bertajuk Inklusi Finansial Digital dalam mengurangi Kesenjangan, dalam webinar World Business Angel Investors Week (WBAW) pertama di Indonesia dengan tema besar Diplomasi Bisnis untuk Kewirausahaan Internasional (Business Diplomacy International Intepreneurship) di Jakarta pada Kamis, 21 Oktober 2021. Diskusi pada sesi ketiga atau terakhir itu dipandu oleh Anthony Wonsono, deputi CEO Alami, Dima Djani, menjelaskan, tanpa ekosistem digital, sangat sulit bagi lembaga keunagna untuk menjangkau mereka yang tidak terjamah perbankan, khususnya mereka yang tinggal di pedesaan.
"Dan ini hanya dapat dilakukan dengan ekosistem digital yang sudah berjalan. Dan sekarang, banyak lembaga keuangan digital atau tekfin yang memiliki solusi finansial yang embedded untuk membantu mereka," kata Dima. Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johhny G Plate yang diwakili Staf Khusus Menkominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Deddy Permadi mengatakan, dalam pengupayakan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan, Indonesia tengah menggelar infrastruktur digital diseluruh Indonesia. "Ini semua tidak hanya untuk revolusi industri 4,1 tapi juga meningkatkan transformasi digital dengan meningkatkan utilitas data dan teknologi-teknologi baru, sehingga dapat menjadi momentum bagi inovasi dan utilitasi data," kata Deddy. (yetede)
Manulife Investasi Digitalisasi US$ 10 Juta
Pandemi Covid- 19 mempercepat proses digitalisasi pelayanan di semua bidang, termasuk asuransi. Sejalan dengan itu, literasi digital masyarakat juga mulai membaik.
Direktur dan Chief of Product & Inforce PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife). Hans De Waal di Jakarta Jumat (15/10) lalu, mengatakan, sebelum pandemi pelayanan tatap muka di customer service kantor pusat Manulife Jakarta rata-rata sekitar 100-200 orang per hari. Namun, saat pandemi angka kunjungan ini turun sebesar 50 persen karena konsumen sudah beralih ke pelayanan digital.
Data menunjukkan selama pandemi, Manulife rata-rata mendapatkan email sebanyak 800 buah dan panggilan lewat telepon sekitar 700 panggilan setiap hari. Untuk digitalisasi ini, Manulife diperkirakan telah menginvestasikan dana lebih dari US$ 10 juta.
Potensi Bank Digital di Indonesia Masih Sangat Besar
Bisnis bank digital di Indonesia punya potensi sangat besar untuk bertumbuh. Ini karena masih besarnya segmen pasar yang belum terjangkau oleh perbankan konvensional. Digitalisasi dan inovasi layanan perbankan membuat bank digital lebih lincah dan bisa menjangkau segmen pasar yang belum tersentuh.Hal itu mengemuka dalam webinar Usulan Terkait Potensi Neobank di Indonesia yang diselenggarakan Indonesia Fintech Society (IFSOC), Kamis (14/10/2021). Hadir sebagai pembicara Ketua IFSOC Mirza Adityaswara dan anggota Steering Committee IFSOC, Rudiantara. Turut hadir sebagai penanggap ekonom senior Center of Reform on Economics (CORE), Hendri Saparini, dan Wakil Ketua Umum I Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Karaniya Dharma saputra. Rudiantara mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir banyak bermunculan neobank, model baru perbankan dengan layanan digital serta melayani nasabah tanpa keberadaan kantor cabang. Maraknya neobank juga menunjukkan tingginya permintaan akan layanan perbankan yang cepat, mudah,serta tanpa mengharuskan pertemuan fisik. ”Pandemi (Covid-19) mempercepat digitalisasi pada banyak aspek kehidupan, termasuk layanan perbankan,” ujar Rudiantara.
Dompet Digital, UMKM Manfaatkan GOTO Financial
Ekosistem pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang terhubung dengan platform GoTo Financial diproyeksikan mampu mencapai Rp53,2 triliun pada 2021 dan berpotensi mengalami peningkatan. Hal itu terungkap dalam lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LD FEB UI) bertajuk 'Peran GoTo Financial terhadap Inklusi Keuangan Indonesia Tahun 2021. Wakil Kepala LD FEB UI Paksi CC.K Walandouw memaparkan, 70% responden merchant ekosistem ini mengaku memanfaatkan GoPay karena banyak digunakan oleh konsumen. "Apalagi di era pandemi ini transaksi nontunai itu sudah banyak digunakan konsumen. Jadi merchant mulai menyediakan akses pembayaran online pun semakin penting," jelasnya, Selasa (5/10).
Adapun, 60% responden pertama kali menyediakan akses transaksi nontunai setelah bergabung di ekosistem. Lainnya, tertarik menggunakan akses dari GoTo Finansial untuk mempermudah belanja, berinvestasi, menjadi lebih profesional dengan menerima pembayaran via kartu kredit, dan memanfaatkan riwayat digital dari usahanya untuk mengajukan pinjaman modal usaha. "Ini menjadi salah satu bukti bahwa layanan GoTo Financial membantu meningkatkan skala usaha dan efisien usaha dari para UMKM yang bergabung dalam ekosistem," tambahnya.
Sementara itu Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi yang memaparkan pengaruh GoTo Financial dari sisi konsumen, menyebutkan bahwa GoPay mempu menjadi gerbang pembuka minat mereka ke akses keuangan digital lain, seperti investasi, asuransi, sampai rekening bank digital. Kemudian sebanyak 72% mengaku tertarik membuat rekening bank, 25% membuat rekening bank, 24% tertarik mengajukan pinjaman, 13% menginginkan akses kartu kredit, 9% berminat membeli asuransi di dalam aplikasi. (yetede)
Perdagangan Elektronik, 15,9 Juta UMKM Terkoneksi Ekosistem Digital
Kementerian Koperasi dan UKM mencatat jumlah usaha mikro kecil dan menengah yang terhubung dengan ekosistem digital meningkat 100% sejak pandemi Covid-19. Menteri Koperasi dan UKM Tenten Masduki mengatakan kini jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terhubung ke ekosistem digital mencapai 15,9 juta unit, dibandingkan dengan 8 juta unit sebelum Maret 2020. "Pada 2024 pemerintah menargetkan 30 juta UMKM dapat terhubung kedalam platform digital. Dengan tergabungnya ke ekosistem digital, akan menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk tumbuh ekspansif," katanya, Rabu (6/10).
Teten menjelaskan transformasi digital menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional. Terlebih dengan proyeksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2025 menurut laporan Google dan Temasek. Dia berharap keikutsertaan pelaku usaha dalam seller Conference Lazada bisa mendorong UMKM untuk terhubung dengan ekosistem digital. "Melalui seller Conference Lazada, diharapkan pelaku usaha dapat meningkatkan skala bisnis serta kualitas produknya sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang," kata Teten. SVP Seller Operation Lazada Indonesia Haikal Bekti Anggoro mengajak para pedagang di platformnya untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi festival belanja 11.11 dan 12.12 tahun ini.
Berkaca pada capaian tahun lalu, Haikal memperjelas barang yang diikutsertakan dalam kampanyae 11.11 dan 12.12 memperlihatkan kenaikan omzet hingga tiga kali lipat. Kunjungan ke toko juga naik 1,2 kali lipat, traffic hanya naik satu kali lipat dan tingkat konversi hanya satu kali, tambahnya. "Ketika berjualan secara online, yang namanya mata uang untuk para seller adalah traffic, jadi harus berlomba-lomba mendapat tingkat kunjungan yang tinggi." Kata Haikal. Sebelumnya Kementerian Perdagangan melaporkan nilai transaksi dagang-el pada semester 1/2021 mencapai Rp186,75 trilliun naik 63,63% dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya. (yetede)
Pamor Fintech Kian Memikat
Ditengah pandemi Covid-19 yang masih jadi perhatian utama di seluruh dunia, minat masyarakat untuk memanfaatkan perusahaan layanan financial technologi atau fintech sebagai kanal alternatif pembiayaan makin tinggi. Tingginya minat tersebut turut membuka peluang perbankan menjalin aliansi lebih luas guna meningkatkan porsi pembiayaan, khususnya dari penyaluran pembiayaan skala UMKM.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang juga CEO PT Invesrtree Radhika Jaya (Investree) Adrian Gunadi menyatakan, peluang yang terbuka lebar itu disambut dengan cepat oleh perbankan selaku pendana (lender) Institusi. "Kami rasa lender institusi penting untuk menjaga kestabilan sumber pendanaan bagi UMKM. Dimana pada umumnya lender institusi dapat melakukan pendanaan dalam jumlah yang lebih besar dengan waktu yang lebih singkat, sehingga dapat membantu borrower UMKM segera mendapatkan modal," katanya, Rabu (6/10).
Investree menyuguhkan rata-rata imbal hasil atas pendanaan mencapai 16,7% pertahun untuk para lender. Sebelumnya, PT Bank DBS Indonesia juga mengumumkan komitmen pendanaan bersama atau joint financing sebesar Rp1 triliun melalui kerja sama dengan Kredivo. "Dengan ekspansi terhadap limit skema kerja sama dari Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun kami mengharap mampu menjangkau masyarakat lebih luas dan meningkatkan inklusi keuangan," kata Consumer Banking DBS Indonesia Rudy Tandjung. (yetede)
Pilihan Editor
-
Bulog Bakal Realisasikan Impor Daging Kerbau
09 Mar 2021









