;
Tags

Digital Ekonomi umum

( 1168 )

John Riady: Lippo Makin Fokus pada Teknologi dan Digital

KT1 24 Dec 2021 Investor Daily

Filosofi bisnis yang dikembangkan Lippo berjalan dengan koridor yang dirancang sang pendiri, Mochtar Riady, yakni stewardship, atau pun amanah. Perusahaan harus terus tumbuh berkesinambungan seiring dengan upaya memberikan berkah bagi lingkungan dan masyarakat. "Kami memulai investasi di dunia startup pada 2014, dulu namanya Ventura. Pada saat itu, kalau kita masuk kesemua perusahaan teknologi di Indonesia, seperti Tokopedia, Traveloka, dan Gojek. Total kapitalisasinya itu sekitar US$ 60 juta," ujar CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady di Jakarta. Berbagai inovasi bisnis terkait pengembangan teknologi tengah digulirkan oleh John Riady. Ada empat strategi dan bagian yang dikembangkan John dalam pengembangan bisnis dibidang teknologi dan digital. 

Pertama ialah investing in early stages technology, di mana Lippo berinvestasi di perusahaan-perusahaan teknologi dan digital yang masih dalam tahap awal dan pengembangan. Investasi yang dilakukan pun belum terlalu besar. Misalnya saja, investasi Lippo di Grab saat itu hanya sebesar USD50.000. Lalu, di Ruangguru dan Sociolla sebesar Rp3 miliar dan Rp5 miliar. Tahapan kedua, ialah menjalin kemitraan. Salah satu kemitraan yang dibangun ialah dengan Ping’An, sebuah perusahaan teknologi asuransi terbesar di China. Kedua perusahaan ini menjalin satu joint venture (JV) untuk mendirikan perusahaan financial technology (fintech) di Indonesia. Tahapan ketiga ialah later stage, atau melakukan investasi di perusahaan-perusahaan teknologi dan digital yang telah besar. Dalam tahapan ini, Lippo berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang telah besar, seperti Bukalapak dan GoTo. Setelah berbagai pembelajaran dan kolaborasi yang dilakukan, tahapan berikutnya ialah melakukan transformasi perusahaan yang dimilikinya, salah satunya ialah PT Multipolar, Tbk (MLPL).

(Yetede)

Grab,Emtek, dan Bukalapak Kawal Solo Jadi Smart City

KT1 24 Dec 2021 Investor Daily

Tiga raksasa digital Indonesia , yakni Grab, Emtek, dan Bukalapak, meluncurkan program akselator Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan (Kota Masa Depan) di kota Solo, Jawa tengah, demi mewujudkan kota tersebut  menjadi smart city, Kamis (23/12), setelah peluncuran perdana di Kupang, Oktober lalu. Ada tiga kegiatan digulirkan, yakni digitalisasi UMKM, Peluncuran Grab Kitchen, dan serah terima sepeda motor  kepada para mitra pengemudi Grab. President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, Grab bersama Emtek dan Bukalapak siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta untuk mengawal  Solo menjadi smart city. (Yetede)

BCA dan Grab Latih Anak Mitra Pengemudi untuk Bekerja di Industri Digital

KT1 09 Dec 2021 Investor Daily

BCA dan Grab menyepakati kerja sama pelatihan digital, atau pembekalan keahlian khusus teknologi informasi, bagi anak-anak mitra pengemudi Grab untuk diperapkan agar bisa bekerja di industri digital. Kali ini, SYNRGY Academy Batch Grab, BCA ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak mitra pengemudi Grab yang ingin terjun ke bidang IT. Kegiatan pelatihan SYNRGY Academy Batch Grab akan dibagi menjadi dua fase. Fase pertama merupakan pre-Bootcamp dimana siswa akan mendapatkan kelas untuk membuat produk dalam bentuk web dan berkolaborasi dengan siswa lain. Pada fase kedua, peserta akan punya lima pilihan kelas, yaitu Frontend, Backend, Android Engineering, Quality Assurance, dan kelas UI/IX yang digabung dengan Product Management. (Yetede)

Kemenkominfo Dorong Pemulihan Telko di Sekitar Gunung Semeru

KT1 07 Dec 2021 Investor Daily

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus mendorong dan mendukung upaya operator telekomunikasi (telko) untuk memulihkan jaringannya disekitar Gunung Semeru, Jawa Timut, pasca erupsi pada Sabtu (4/12) pekan lalu. "Menteri Kominfo Jhonny G Plate telah memerintahkan jajaran di Kemenkominfo dan operator telekomunikasi untuk melakukan langkah-langkah cepat untuk memastikan perbaikan dan meningkatkan kualitas  jaringan telekomunikasi. Sementara itu, beberapa operator seluler yang hingga waktu tersebut masih mengalami kendala jaringan akibat putusnya backbone meliputi XL Axiata untuk jalur yang menghubungkan hut (pelindung kabel) Pasirin dan Pagedangan serta Biznet untuk jalur  backbone sisi selatan, Malang sampai Lumajang. (Yetede)

Satu Royalti Dipotong Berkali-Kali

IDR 30 Oct 2021 Majalah Tempo

Tempo, Jakarta - Sebelum pandemi Covid-19 datang, Erros Candra hidup dari panggung ke panggung. Setelah pandemi menerjang Indonesia pada Maret 2020. Sempat menyerahkan hak kuasa royalti lagu-lagu ciptaannya ke lembaga manajemen kolektif (LMK) Karya Cipta Indonesia. Sejak pandemi terjadi, Eross makin rajin memperhatikan potensi pendapatan pasifnya itu, 

Selama ini LMK memegang kuasa penagihan dan pembagian royalti. Pencipta lagu bergabung dengan Wami (genre pop dan rock), RAI (dangdut dan melayu), serta Karya Cipta Indonesia (pop indonesia dan daerah). Produser lagu bergabung dengan Asirindo, Aspirindo, dan Armindo. Adapun pembawa lagu bergabung, antara lain, dengan Prisindo, ARDI, dan Sentra Lisensi Musik Indonesia. Erros mengakui awalnya ia tipe komposer yang apatis terhadap lagu ciptaannya. Namun, sejak pandemi melanda, dan sadar royalti lagu menjadi pendapatan paling signifikan saat tak ada konser, Erros makin memperhatikan detail urusan ini LAS, menurut Eross, berani menjanjikan pendapatan royalti naik seiring dengan penggunaan SILM.

Paket Hemat Bank Digital

IDR 26 Oct 2021 Koran Tempo

Tempo, Jakarta - Rencana PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengakuisisi Bank Mayora dan mengubah bank tersebut menjadi bank digital dinilai sebagai aksi korporasi yang bagus dan efisien. Dalam sepekan terakhir, Bank BNI santer diberitakan bersepakat dengan perusahaan digital asal Singapura, Sea Group, mengembangkan Bank Mayora sebagai bank digital. BNI merupakan bank yang sudah matang. Sedangkan Sea Group sebagai perusahaan digital mempunyai ekosistem digital yang bagus untuk menunjang rencana mengubah Bank Mayora menjadi bank digital. 

Langkah BNI menggandeng SEA Group dalam membeli bank lama untuk diubah menjadi bank digital membutuhkan biaya investasi yang lebih murah dibanding membangun bank digital dari nol. Sea Group dikenal sebagai pemilik Shopee dan PT Bank Seabank Indonesia, yang dulu bernama Bank Kesejahteraan Ekonomi. Mengakuisisi bank kecil untuk dijadikan bank digital sedang menjadi tren saat ini. Alasannya sama, yaitu ongkos mendirikan bank baru lebih mahal, dengan perizinan yang memakan waktu. Selain biaya akuisisi lebih murah, biaya operasional bank kecil lebih murah. 

Ekosistem Digital Bantu Kurangi Kesenjangan UMKM

KT1 22 Oct 2021 Investor Daily

Akses kependanaan menjadi salah salah satu cara untuk  membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk tumbuh secara berkelanjutan. Namun, tanpa ekosistem digital, masih sulit bagi perbankan untuk menjangkau mereka. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi panel  bertajuk Inklusi  Finansial Digital dalam mengurangi Kesenjangan, dalam webinar World Business Angel Investors Week (WBAW) pertama di Indonesia dengan  tema besar Diplomasi Bisnis untuk Kewirausahaan Internasional (Business Diplomacy International Intepreneurship) di Jakarta  pada Kamis, 21 Oktober 2021. Diskusi pada sesi ketiga atau terakhir itu dipandu oleh Anthony Wonsono, deputi CEO Alami, Dima Djani, menjelaskan, tanpa ekosistem digital, sangat sulit bagi lembaga keunagna untuk menjangkau mereka yang tidak terjamah perbankan, khususnya mereka yang tinggal di pedesaan.

"Dan ini hanya dapat dilakukan dengan ekosistem digital yang sudah berjalan. Dan sekarang,  banyak lembaga keuangan digital atau tekfin yang memiliki solusi finansial yang embedded untuk membantu mereka," kata Dima. Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johhny G Plate yang diwakili Staf Khusus Menkominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Deddy Permadi mengatakan, dalam pengupayakan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan, Indonesia tengah menggelar infrastruktur digital diseluruh Indonesia. "Ini semua tidak hanya untuk revolusi industri 4,1 tapi juga meningkatkan transformasi digital dengan meningkatkan utilitas data dan teknologi-teknologi baru, sehingga dapat menjadi momentum bagi inovasi dan utilitasi data," kata Deddy. (yetede)

Manulife Investasi Digitalisasi US$ 10 Juta

Sajili 18 Oct 2021 Surya

Pandemi Covid- 19 mempercepat proses digitalisasi pelayanan di semua bidang, termasuk asuransi. Sejalan dengan itu, literasi digital masyarakat juga mulai membaik.

Direktur dan Chief of Product & Inforce PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife). Hans De Waal di Jakarta Jumat (15/10) lalu, mengatakan, sebelum pandemi pelayanan tatap muka di customer service kantor pusat Manulife Jakarta rata-rata sekitar 100-200 orang per hari. Namun, saat pandemi angka kunjungan ini turun sebesar 50 persen karena konsumen sudah beralih ke pelayanan digital.

Data menunjukkan selama pandemi, Manulife rata-rata mendapatkan email sebanyak 800 buah dan panggilan lewat telepon sekitar 700 panggilan setiap hari. Untuk digitalisasi ini, Manulife diperkirakan telah menginvestasikan dana lebih dari US$ 10 juta.


Potensi Bank Digital di Indonesia Masih Sangat Besar

HR1 15 Oct 2021 Kompas

Bisnis bank digital di Indonesia punya potensi sangat besar untuk bertumbuh. Ini karena masih besarnya segmen pasar yang belum terjangkau oleh perbankan konvensional. Digitalisasi dan inovasi layanan perbankan membuat bank digital lebih lincah dan bisa menjangkau segmen pasar yang belum tersentuh.Hal itu mengemuka dalam webinar Usulan Terkait Potensi Neobank di Indonesia yang diselenggarakan Indonesia Fintech Society (IFSOC), Kamis (14/10/2021). Hadir sebagai pembicara Ketua IFSOC Mirza Adityaswara dan anggota Steering Committee IFSOC, Rudiantara. Turut hadir sebagai penanggap ekonom senior Center of Reform on Economics (CORE), Hendri Saparini, dan Wakil Ketua Umum I Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Karaniya Dharma saputra. Rudiantara mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir banyak bermunculan neobank, model baru perbankan dengan layanan digital serta melayani nasabah tanpa keberadaan kantor cabang. Maraknya neobank juga menunjukkan tingginya permintaan akan layanan perbankan yang cepat, mudah,serta tanpa mengharuskan pertemuan fisik. ”Pandemi (Covid-19) mempercepat digitalisasi pada banyak aspek kehidupan, termasuk layanan perbankan,” ujar Rudiantara.

Dompet Digital, UMKM Manfaatkan GOTO Financial

KT1 07 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Ekosistem pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang terhubung dengan platform GoTo Financial diproyeksikan mampu mencapai Rp53,2 triliun pada 2021 dan berpotensi mengalami peningkatan. Hal itu terungkap dalam lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LD FEB UI) bertajuk 'Peran GoTo Financial terhadap Inklusi Keuangan Indonesia Tahun 2021. Wakil Kepala LD FEB UI Paksi CC.K Walandouw memaparkan, 70%  responden merchant ekosistem ini mengaku memanfaatkan GoPay karena banyak digunakan oleh konsumen. "Apalagi di era pandemi ini transaksi nontunai itu sudah banyak digunakan konsumen. Jadi merchant mulai menyediakan akses pembayaran online pun semakin penting," jelasnya, Selasa (5/10).

Adapun, 60% responden pertama kali menyediakan akses transaksi nontunai setelah bergabung di ekosistem. Lainnya, tertarik menggunakan akses dari GoTo Finansial untuk mempermudah belanja, berinvestasi, menjadi lebih profesional dengan menerima pembayaran via kartu kredit, dan memanfaatkan riwayat digital dari usahanya untuk mengajukan pinjaman modal usaha. "Ini menjadi salah satu bukti bahwa layanan GoTo Financial membantu meningkatkan skala usaha dan efisien usaha dari para UMKM yang bergabung dalam ekosistem," tambahnya.

Sementara itu Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi yang memaparkan pengaruh GoTo Financial dari sisi konsumen, menyebutkan bahwa GoPay mempu menjadi gerbang pembuka minat mereka ke akses keuangan digital lain, seperti investasi, asuransi, sampai rekening bank digital. Kemudian sebanyak 72% mengaku tertarik membuat rekening bank, 25% membuat rekening bank, 24% tertarik mengajukan pinjaman, 13% menginginkan akses kartu kredit, 9% berminat membeli asuransi di dalam aplikasi. (yetede)