Ananda Sukarlan, Laku Satu Miliar
Pianis dan komponis Indonesia Ananda Sukarlan resmi menjadi musikus klasik pertama Asia yang karyanya terdaftar dalam NFT (non-fungible token), akhir 2021 lalu. Tiga karya Ananda Sukarlan untuk piano menghasilkan dana 61.000 USD (Rp 1 miliar) dalam penggalangan oleh Yayasan Habitat. Ketiga karya itu dibeli dua pengusaha, Edwin Soeryadjaya dan Hilmi Panigoro. Keduanya tercatat sebagai pembeli pertama NFT karya musik klasik di Asia.
Menurut Ananda, melalui NFT, transparansi jadi kunci, semua karya bisa dilacak ke siapa, ke mana saja. Autentikasi karya benar-benar terjamin, tidak membuka ruang pembajakan. Karya piano lain Ananda yang terdaftar di NFT dan dapat dibeli publik, yaitu Rapsodia Nusantara no 26 (berdasarkan lagu rakyat Nias, ”Tano Niha”) dan Rapsodia Nusantara no 29 (berdasarkan lagu-lagu rakyat Kepulauan Mentawai). Ananda meyakini NFT akan menjadi masa depan pekerja seni yang cepat beradaptasi dengan dunia digital. (Yoga)
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023