;

Arah Ekonomi Digital 2022

Ekonomi Yoga 17 Jan 2022 Kompas
Arah Ekonomi Digital 2022

Adaptasi menjadi kata kunci perkembangan ekonomi digital tahun 2020-2021. Pandemi dan pembatasan mobilitas mendorong proses ini, membuat konsumen ataupun produsen lebih maju dalam mengarungi era digital. Diperkirakan terjadi pertambahan 21 juta konsumen digital baru di Indonesia, membuat ekonomi internet di Indonesia diperkirakan membengkak menjadi 70 miliar dollar AS (Google, Temasek, Bain & Company, 2021). Pelaku usaha yang melakukan digitalisasi mendapat penghasilan 8 % lebih tinggi dibandingkan yang tidak (Prospera, 2021). Pendapatan usaha skala menengah yang menggunakan platform digital lebih besar 18 % dibandingkan yang tidak.

Pada 2022, ekosistem ekonomi digital akan terus melahirkan inovasi yang dapat menjadi solusi berbagai problematika publik. Salahsatunya adalah inklusi keuanganan yang berkembang pesat, dari 20 % (2011) menjadi 49 % (2017), tapi sektor jasa keuangan masih bergantung pada perbankan, yaitu 79 %. Berdasar Survei Inklusi Keuangan 2020, baru 61,7 % orang dewasa memiliki akun bank. Munculnya berbagai bank digital, seperti Bank Jago, Jenius, dan Blu, dapat menjadi tonggak baru penciptaan inklusi keuangan di Indonesia. Kehadiran bank digital ini, terutama dengan maraknya integrasi tekfin, bisa membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Terdapat ribuan perusahaan ekonomi digital di Indonesia, sebagian besar (85 %) berskala relatif kecil, dengan modal awal di bawah Rp 100 juta. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :