Devisa
( 169 )BI: Cadev September Tetap Kuat
Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho mengatakan, cadev September tetap kuat meski disaat yang sama nilai tukar rupiah mengalami pelemahan, imbas menguatnya US$ dan meningkatnya ketidakpastian global, Menurutnya cadev September tidak akan mengalami penurunan terlalu dalam dibandingkan cadev Agustus, seiring diterbitkannya obligasi global US$ 2,3 miliar oleh pemerintah. Adapun posisi cadev Agustus US$ 132,2 miliar atau setara pembiayaan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor, (Yoga)
Meski Menurun, Posisi Cadangan Devisa Masih Memadai untuk Pembiayaan Impor dan Utang
Di tengah ketidakpastian global dan arus modal keluar, BI mengintervensi pasar keuangan dengan menggelontorkan cadangan devisa untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Cadangan devisa pada Juli pun menurun dibandingkan Juni. Mengutip data BI, cadangan devisa Indonesia pada Juli 2022 sebanyak 132,2 miliar USD atau menurun 4,2 miliar USD dibandingkan Juni 2022 yang sebesar 136,4 miliar USD.
”Penurunan posisi cadangan devisa pada Juli 2022, antara lain, dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (5/8). Erwin menjelaskan, posisi cadangan devisa saat ini masih setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan 6,1 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Nilai tersebut berada di atas standar kecukupan internasional yang setara 3 bulan impor. Ke depan, lanjut Erwin, BI memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. Ini seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional. (Yoga)
Penurunan Cadangan Devisa Indonesia Bakal Berlanjut
Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2022 tercatat sebesar US$ 132,2 miliar, turun 3,08% dibandingkan posisi akhir Juni tahun ini US$ 136,4 miliar. Penurunan cadangan devisa diperkirakan berlanjut ke Agustus. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), penurunan cadangan devisa pada Juli 2022 terutama dipengaruhi kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.
Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 136,4 Milliar
Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juni 2022 naik US$ 800 juta menjadi 138,4 miliar, dibandingkan akhir Mei US$ 135,6 miliar. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan yang dialami nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). "Peningkatan cadev Juni antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa," ungkap Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, di Jakarta, Kamis (7/7). Pada 2 Juni pemerintah sukses menerbitkan Surat Utang Negara dalam valuta asing (global bond) berdenominasi yen Jepang (Samurai Bonds) untuk kali pertama. Penerbitan Samurai Bonds juga berhasil mencetak benchmark size sebesar 82 miliar yen Jepang yang kedelapan kalinya sejak 2015. Sementara itu, akibat sejumlah sentimen, baik domestik maupun global, dalam beberapa hari belakangan nilai tukar rupiah mengalami tekanan dan sempat menembus level psikologis Rp 15 ribu per dolar AS. (Yetede)
Pundi Devisa Pariwisata Siap Terisi Penuh Lagi
Sektor pariwisata Indonesia mulai bangkit, sejalan pelonggaran pembatasan menyusul kasus Covid-19 yang melandai. Turis asing pun kembali pelesiran ke negara kita dan membawa berkah bagi devisa.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2022 sebanyak 111,1 ribu kunjungan, melonjak 172,27% dibanding bulan sebelumnya dan meroket 499,01% year on year (yoy). Analis Makroekonomi Bank Danamon Irman Faiz mengatakan, kedatangan pelancong asing ke Indonesia membawa buah tangan berupa devisa.
Cadangan Devisa April 135,7 Miliar Dollar AS
Cadangan devisa Indonesia akhir April 2022, sebesar 135,7 miliar USD, turun dibandingkan posisi akhir Maret, antara lain, dipengaruhi kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valas. Posisi cadangan devisa ini setara 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. (Yoga)
Tarik Pinjaman Cadangan Devisa Februari Naik Jadi US$ 141,4 Milliar
Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 141,4 miliar pada akhir Februari 2022, naik tipis dibandingkan posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 141,3. Kenaikan dipengaruhi langkah pemerintah menarik pinjaman dari luar negeri. Posisi cadangan devisa Februari setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Besaran cadangan devisa ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. " Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," Ucap Kepala Departeman Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono. Mengutip APBN KITA, sepanjang Januari 2022, pemerintah telah menarik pinjaman luar negeri (neto) sebesar Rp 12,81 triliun, yang terdiri dari pinjaman luar negeri Rp 4,45 triliun. (Yetede)
Cadangan Devisa Emas Indonesia Sekitar 70 Ton
Volume emas batangan sebagai salah satu komponen cadangan devisa Indonesia hingga akhir tahun 2021 masih cukup tinggi. Namun, dari sisi nilai memang masih kecil dibandingkan dengan komponen cadangan devisa yang lainnya baik mata uang asing, maupun special drawing rights (SDRs). Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa pada Desember 2021 sebesar US$ 144,9 miliar. Dari total cadangan devisa itu komponen monetary gold mencapai US$ 4,59 miliar atau sekitar Rp 65,6 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 70,6 ton emas batangan (asumsi harga emas Rp 930.000 per gram).
Dibandingkan dengan posisi November 2021, posisi emas BI itu turun 0,69%. Namun komponen monetary gold masih naik 1,46% ketimbang periode yang sama tahun lalu yang senilai yakni sebesar US$ 4,52 miliar. Menilik data BI beberapa tahun ke belakang, nilai monetary gold Indonesia cenderung meningkat. Sempat menurun pada tahun 2018 ke level US$ 3,23 miliar dari tahun sebelumnya, cadangan devisa emas kemudian meningkat ke level US$ 3,84 miliar pada tahun 2019 dan ke level US$ 4,76 miliar pada tahun 2020. Namun, sedikit menurun pada akhir tahun 2021.
Cadangan Devisa RI Diprediksi Masih Stabil
Tren kenaikan cadangan devisa sejak Juni lalu, diprediksi tak akan berlanjut. Cadangan devisa Indonesia akhir September 2021, diperkirakan stagnan setelah mencatat rekor tertinggi US$ 144,8 miliar akhir Agustus 2021. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat, di satu sisi, cadangan devisa naik saat permintaan global terhadap komoditas Indonesia. Bahkan, kemungkinan besar neraca dagang pada September 2021 masih surplus.
BI : Cadangan Devisa RI Naik Jadi 144,8 Miliar Dolar AS pada Agustus
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2021 mencapai 144,8 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan akhir Juli 2021 yang sebesar 137,3 miliar dolar AS.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Bl menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Menurut Erwin, peningkatan posisi cadangan devisa pada Agustus 2021 terutama terjadi karena adanya tambahan alokasi special drawing rights (SDR) sebesar 4,46 miliar SDR atau setara 6,31 miliar dolar AS yang diterima oleh Indonesia dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Pilihan Editor
-
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022









