;
Tags

Devisa

( 169 )

BI Tarik Devisa Hasil Ekspor 173 Juta Dollar AS

KT3 20 Mar 2023 Kompas

Sejak dioperasikan pada 1 Maret 2023, instrumen moneter baru BI, yakni term deposit valas devisa hasil ekspor telah menarik devisa 173 juta USD ke dalam sistem keuangan dalam negeri. Instrumen ini dinilai mendapat respons positif dari para pelaku pasar. Direktur Departemen Pengelolaan Moneter BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, selama periode 1-16 Maret 2023, term deposit (TD) valas devisa hasil ekspos (DHE) berhasil menarik 173 juta USD yang berasal dari sembilan eksportir dari sektor pertambangan dan perkebunan. Dana DHE itu masuk ke dalam negeri melalui enam bank yang ditunjuk.

”Sejak mulai diimplementa sikan, TD valas DHE direspons positif pelaku pasar,” ujar Ramdan dalam lokakarya BI dengan wartawan, di Yogyakarta, Sabtu (18/3). Ia menjelaskan, instrument baru ini diimplementasikan untuk menarik DHE, khususnya hasil sumber daya alam (SDA) yang  umnya banyak disimpan di luar negeri agar bisa kembali ke sistem keuangan dalam negeri. Dengan masuknya DHE ke dalam negeri, pasokan USD bisa meningkat sehingga mempertebal cadangan devisa dan bisa dimanfaatkan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. (Yoga)


CADANGAN DEVISA : MODAL PERKASA PENJAGA ‘GARUDA’

HR1 08 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Modal bank sentral untuk memagari eksistensi rupiah di zona aman makin tebal, menyusul moncernya kinerja ekspor dan penerimaan negara yang mengerek cadangan devisa hingga menyentuh angka tertinggi dalam setahun terakhir.n Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2023 mencapai US$140,3 miliar, meningkat dibandingkan dengan Januari 2023 yang senilai US$139,4 miliar. Data ini melengkapi amunisi BI yang telah tersedia sebelumnya dalam rangka menjaga stabilitas rupiah, yakni kebijakan term deposit valuta asing devisa hasil ekspor atau TD Valas DHE. Operasi moneter itu bertujuan untuk mengikat devisa ekspor ke dalam negeri dan diyakini mampu memangkas frekuensi atau lalu lintas dolar Amerika Serikat (AS) sehingga nilai tukar rupiah terkendali. Implementasi TD Valas DHE dan cadangan devisa yang menggemuk mampu menguatkan kuda-kuda bank sentral dalam menahan gempuran ketidakpastian global yang memicu keluarnya dana asing alias capital outflow. Apalagi, 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, memprediksi tren capital outflow akan kembali marak dalam beberapa bulan ke depan akibat sinyal dari Bank Sentral AS The Fed yang tetap hawkish. Hal ini terefleksi dari kepemilikan investor asing pada Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat turun US$497,5 juta di pasar obligasi. Sementara itu, di pasar saham, investor asing tercatat membukukan net buy sebesar US$377,4 juta, sehingga secara total investor asing membukukan net sell sebesar US$120,1 juta. “Seiring dengan harga komoditas yang masih relatif tinggi, kinerja ekspor yang tumbuh ikut serta dalam mendorong kenaikan cadangan devisa,” ujarnya. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman, menambahkan posisi cadangan devisa diperkirakan tetap memadai sepanjang 2023 sehingga dapat mendukung stabilitas rupiah. Dia memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan tetap terjaga pada kisaran US$135 miliar—US$145 miliar hingga akhir tahun ini.

Ikhtiar Menambah Cadangan

KT1 03 Mar 2023 Tempo

JAKARTA-Kebijakan penyimpanan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri diproyeksikan mengerek jumlah cadangan devisa Indonesia. Potensi penambahan cadangan devisa cukup signifikan, mengingat jumlah valuta asing yang ditahan adalah 30% dari total hasil ekspor. Direktur Eksekutif Institute For Development of Economic and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, memperkirakan hasil ekspor Indonesia Surplus rata-rata US$ 5 miliar per bulan. Namun yang masuk ke Indonesia paling tinggi US$ 500. "Jadi, kalau seperempat atau sepertiganya masuk dan ditahan, itu sudah lumayan bisa menambah cadangan devisa Indonesia," ujarnya, kemarin, 2 Maret 2023. Menurut Tauhid, tambahan cadangan devisa akan tergantung pada komitmen eksportir, khususnya perihal insentif yang cocok dan menguntungkan, sehingga mereka tertarik membawa hasil ekpsor ke dalam negeri. (Yetede)

Era Baru Devisa Hasil Ekspor

KT1 03 Mar 2023 Tempo

JAKARTA-Era baru penyimpanan devisa hasil ekspor resmi dimulai. Bank Indonesia meluncurkan instrusmen operasi moneter Term Deposit Valuta Asing Devisa Hasil Ekspor (TD Valas  DHE), yang berlaku efektif sejak 1 Maret 2023. Instrumen ini akan memfasilitasi penempatan DHE oleh Eksportir di bank yang ditunjuk sesuai dengan mekanisme pasar. Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Fadjar Manarjid, menuturkan instrusmen ini bertujuan mendorong serapan DHE guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat fundamental perekonomian domestik. "Eksportir dapat menempatkan dana dari rekening khusus DHE melalui appointed bank kepada Bank Indonesia, dimana pada tahap awal ini sudah ada 20 bank yang bekerja sama.," ujarnya, kemarin, 2 Maret 2023, Bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BCA, Bank Danamon BPTN,  Bank Panin,BANK DBS Indonesia, Maybank Indonesia, Bank Mizuho, Bank OCBC NISP, Bank Permata, Bank UOB Indonesia, Standard Chartered Bank, Bank of China, Citibank Indonesia, JP Morgan Chase Bank, Bank ICBC Indonesiam dan MUFG Bank. (Yetede)

MENGIKAT DEVISA EKSPOR

HR1 03 Mar 2023 Bisnis Indonesia (H)

Otoritas fiskal dan moneter kembali bermanuver untuk mengokohkan stabilitas nilai tukar rupiah yang menjadi salah satu fondasi ekonomi nasional. Kemarin, Kamis (2/3), Bank Indonesia (BI) meluncurkan operasi moneter term deposit valuta asing devisa hasil ekspor atau TD valas DHE, yang berguna untuk meningkatkan serapan DHE di dalam negeri. Upaya itu bertujuan meredam lalu lintas valas sehingga rupiah tak mudah goyah. Apalagi, di tengah tren pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, yang memicu kaburnya dana asing alias capital outflow. Instrumen yang tertuang dalam Peraturan BI (PBI) No. 24/18/PBI/2022 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 21/14/PBI/2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dan Devisa Pembayaran Impor ini memfasilitasi penempatan DHE oleh eksportir di bank sentral melalui bank yang ditunjuk atau appointed bank. Gayung bersambut, kalangan eksportir merespons positif kebijakan tersebut. Sebab, kebijakan itu sejatinya juga amat menguntungkan para pelaku usaha yang memperoleh bunga dari hasil penyimpanan DHE. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno, mengatakan pelaku usaha akan selalu taat terhadap kebijakan pemerintah, sepanjang aktivitas produksi untuk ekspor tidak terkendala. Salah satunya berupa agent fee atau spread dan pengecualian penempatan dana pada instrumen itu yang tidak diperhitungkan sebagai dana pihak ketiga (DPK) untuk perhitungan giro wajib minimum (GWM). Kendati ada pengecualian, bank tetap bisa menggunakan dana penempatan DHE untuk mendukung likuiditas dan disalurkan sebagai pembiayaan dengan risiko yang terukur. Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Aestiak Oryza Gunarto, mengatakan perseroan menggunakan metode pengelolaan dana pool of fund sehingga tidakada kendala dari sisi pengecualian tersebut.

EKSPOR, Desa yang Menjaga Devisa

KT3 20 Feb 2023 Kompas

Sementara banyak eksportir besar menyimpan devisa di negara lain, pelaku usaha kecil menengah (UKM) di sejumlah desa berupaya menjaga pundi-pundi devisa Indonesia. Melalui bulu mata palsu, kopi, kakao, lada, dan tenun, mereka turut menyumbang remah devisa di saat cadangan devisa yang tergerus dan kinerja ekspor yang menurun. Siapa sangka produk bulu mata UKM di sejumlah desa di Kabupaten Purworejo, Jateng, telah merambah 16 negara, di antaranya AS, Kanada, Turki, Zimbabwe, Nigeria, Belanda, Jepang, India, Meksiko, dan Perancis. Pada 8 Februari 2023, kabupaten tersebut telah memiliki desa devisa yang digagas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), ”kendaraan” pelaksana misi khusus (special mission vehicle) Kemenkeu. Melalui Program Desa Devisa, 80 pelaku UKM bulu mata palsu di Desa Popongan, Semawung, Clapar, dan Pekutan itu mendapatkan pendampingan untuk  meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta menjaga dan membidik pasar ekspor.

Di Kabupaten Lampung Timur, lada hitam turut menyumbang devisa. Lada hitam produksi petani di enam desa telah masuk India, Kenya, Australia, dan Jerman. Sentra desa lada hitam itu juga telah menjadi desa devisa. Desa Devisa merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan potensi komoditas ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. LPEI atau Indonesia Eximbank menginisiasi Program Desa Devisa itu sejak 2019. LPEI menargetkan pengembangan 5.000 desa devisa hingga 2024. Hingga Desember 2022, LPEI telah melahirkan 178 desa devisa. Desa-desa devisa yang tersebar di sejumlah daerah ini terdiri dari berbagai kluster, antara lain, kopi, kakao, furnitur, udang, lada, dekorasi rumah, dan tenun. Melalui Program Desa Devisa itu, UKM dan petani Indonesia bisa naik kelas sebagai eksportir. Program tersebut dapat membuat aliran devisa Indonesia tetap terjaga. (Yoga)


DHE Berpotensi Hasilkan Devisa US$ 50 Milliar

KT1 15 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Pemerintah tengah merancang kebijakan agar eksportir bisa menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) di pasar keuangan dalam negeri minimal tiga bulan setelah ekspor. Adapun potensi dari kebijakan tersebut dapat menghasilkan tambahan cadangan devisa US$ 40-50 miliar dalam waktu satu tahun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Har tar to mengatakan, pemerintah berupaya agar valuta asing (valas) di Tanah Air tidak kering. Sebab, perdagangan valas diIndonesia sekitar US$ 4 miliar, sedangkan di Singapura mencapai US$ 80 miliar. “Oleh karena itu, pihak lain akan sangat mudah meng-corner negara seperti Indonesia. Jadi pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan cadangan devisa. Dari hasil ekspor diwajibkan tiga bulan ditahan di Indonesia  dengan dana yang ditahan sekitar 30%. Dari angka hitungan kami, bisa me-reserve (devisa) US$ 40 sampai US$ 50 miliar dalam satu tahun. Kalau ini bisa dilakukan, adalah sebuah hal yang luar biasa,” kata Airlangga dalam-Universe Economic Outlook 2023 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (14/2/2023). (Yetede)

BI Raih Penghargaan Pengelola Devisa Terbaik

KT3 11 Feb 2023 Kompas

Bank Indonesia (BI) meraih penghargaan sebagai lembaga pengelola devisa terbaik (Best Asset Owner) di Asia Tenggara dalam Asian Investor Institutional Excellence Award 2022. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (10/2) menjelaskan,  penghargaan ini mengapresiasi pencapaian BI dalam mengembangkan aspek operasional, inovasi dalam pengelolaan aset, dan  kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan pasar keuangan dan ekonomi. (Yoga)

Cadangan Devisa 139,4 Miliar Dollar AS

KT3 08 Feb 2023 Kompas

Posisi cadangan devisa Indonesia pada Januari 2023 sebesar 139,4 miliar dollar AS, meningkat dibandingkan dengan Desember 2022 yang sebesar 137,2 miliar dollar AS. ”Peningkatan pada Januari 2023 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangannya, Selasa (7/2). (Yoga)

FONDASI KUAT PENOPANG RUPIAH

HR1 08 Feb 2023 Bisnis Indonesia (H)

Gejolak mata uang menjadi ancaman nyata kala ketidakpastian ekonomi global mendera. Terlebih, normalisasi kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, yang terus bergulir berisiko membuat dana asing dari pasar negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Dus, nilai tukar rupiah pun rawan tereduksi. Untungnya, Bank Indonesia (BI) masih memiliki modal tebal untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah besarnya risiko ketidakpastian global. Hal itu tecermin dari posisi cadangan devisa yang pada akhir Januari 2023 mencapai US$139,4 miliar, meningkat dibandingkan dengan Desember 2022 yang senilai US$137,2 miliar. Modal ini pun akan memberikan keleluasaan bagi bank sentral untuk terus menjaga mata uang Garuda dalam ekspektasi. Terlebih, sepanjang tahun berjalan 2023 yang berakhir 7 Februari, performa rupiah cukup gemilang. Selain itu, ekspektasi pergerakan rupiah sepanjang tahun ini diprediksi tidak seburuk tahun lalu, ketika The Fed secara agresif menaikkan suku bunga acuan yang mendorong capital outflow. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan bank sentral memandang cadangan devisa tetap memadai, yang didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. “Ini seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” katanya, Selasa (7/2).