;
Tags

Manufaktur

( 164 )

Pertumbuhan Manufaktur Melambat

KT1 06 Feb 2024 Investor Daily (H)
Pertumbuhan industri manufaktur dipandang melambat, karena sudah lebih dari 10 tahun selalu berada  di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu perlu dilakukan pembenahan bila tidak ingin terus melambat atau bahkan menuju deindrustialisasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan industri pengelolaan pada 2023 mencapai 4,46%, angka ini lebih rendah dari pertumbuhan  ekonomi pada 2022 lalu sebesar 4,89%. namun, menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi pada 2023 terbesar 18,67% atau naik dibandingkan tahun 2022 sebesar 18,34%. Menanggapi hasil tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengatakan, hasil tersebut tidak menjadi hal yang  mengejutkan, karena sudah lebih dari 30 tahun menufaktur selalu menjadi kontributor  terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan sudah lebih dari 10 tahun, pertumbuhannya selalu berada dibawah pertumbuhan ekonomi nasional. (Yetede)

Lepas Dahaga Manufaktur Menjelang Bulan Puasa

HR1 02 Feb 2024 Kontan
Kinerja manufaktur Indonesia pada awal tahun kembali mencatatkan ekspansi. Hal ini tecermin dari angka Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Januari 2024 yang bertengger di level 52,9. Angka ini meningkat 0,7 poin dibandingkan pencapaian PMI Desember 2023 yang berada di level 52,2. Bahkan, indeks ekspansi manufaktur Indonesia di awal tahun ini merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2023. Pencapaian tersebut sekaligus memperpanjang periode ekspansi sektor manufaktur di dalam negeri selama 29 bulan berturut-turut. Jingyi Pan, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence menyampaikan, data PMI Januari menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan, karena kondisi sektor manufaktur Indonesia yang membaik. Hanya saja, optimisme bisnis di sektor manufaktur sedikit menurun pada Januari 2024. Beberapa perusahaan masih khawatir dengan prospek pertumbuhan. Akan tetapi, perusahaan manufaktur terus mendapatkan input pada laju tercepat dan berupaya menaikkan kapasitas tenaga kerjanya, serta menunjukkan kepercayaan bahwa output akan meningkat dalam waktu dekat. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyampaikan, PMI Manufaktur Indonesia yang meningkat pada Januari seiring persiapan bagi industri makanan dan minuman menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ia menyebutkan persediaan makanan dan minuman kurang lebih sama seperti tahun sebelumnya meski kali ini berbarengan dengan momentum pemilu. Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Prijosoesilo juga mengatakan, meningkatnya PMI Manufaktur sejalan dengan stok untuk persiapan puasa dan Lebaran. Bukan hanya itu, pada 21 Januari lalu juga berbarengan dengan momentum masa kampanye terbuka pemilihan presiden (pilpres) sehingga permintaan seperti minuman meningkat. Meski demikian, dia memprediksi ekspektasi di industri minuman setelah hari pencoblosan pilpres pada 14 Februari 2024 akan mengalami penurunan. Pun dengan kinerja penjualannya. Akan tetapi, pada awal Maret hingga April berpotensi meningkat lagi seiring dengan momentum puasa berlangsung hingga Lebaran.

Dukungan Konsisten Agar Industri Manufaktur Tumbuh 5,6%

KT1 25 Jan 2024 Investor Daily (H)
Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) industri manufaktur berpotensi mencapai 5,4% hingga 5,6% pada tahun ini, dengan didukung sejumlah upaya penting yang harus dilakukan secara konsisten. Sementara itu, pemerintah tetap optimistis industri manufaktur tumbuh positif sebagai tulang punggung perekonoimian nasional. Economi Center of Reform on Ecomics (CORE) Indonesia Ina Primia menjelaskan, untuk mencapai pertumbuhan 5,4% sampai dengan 5,6% tersebut ada empat upaya penting yang harus dilakukan secara konsisten, yakni meningkatkan belanja pemerintah di semua instansi pemerintah pada produk dalam negeri yang mempunyai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kemudian, memperluas dan mempercepat hilirisasi pada komoditas lain dengan menciptakan produk turunan  sesuai kebutuhan pasar ekspor antara lain perkebunan, pertanian dan perikanan. (Yetede)

Manufaktur Dapat Tumbuh 5,6%

KT1 24 Jan 2024 Investor Daily (H)
Tren positif industri manufaktur pada 2023 lalu diperkirakan akan berlanjut pada tahun ini. Meskipun demikian, perlambatan ekonomi global akan menahan eskpansi industri manufaktur lebih kencang, membuat pertumbuhannya diperkirakan mencapai 5,6%. Ekonom Center of Reform on Ecomomics (CORE) Indonesia Ina Primiana menerangkan, melambatnya ekonomi mitra dagang utama Indonesia seperti China dan AS dan pengetatan moneter global dan domestik, menjadi tantangan utama industri manufaktur pada tahun ini. "Berdasarkan hal tersebut, pertumbuhan sektor industri manufaktur di tahun 2024 diperkirakan akan mencapai 5,4-5,6%," ucap dia.  

Kendati demikian perlambatan ekonomi global tahun lalu, menyebabkan  ekspor industri pengolahan turun 3,5% (yoy) dengan nilai impor mencapai US$ 16,07 miliar pada November 2023, meskipun pada saat yang sama volume ekspor meningkat 15,1% dengan volume  sebesar 12,30 juta ton. Investasi industri manufaktur pada 2023 juga meningkat, terutama di sektor makanan dasar, dan farmasi. Tren tersebut diharapkan berlanjut pada 2024. Investasi PMA dan PMDN juga meningkat, dengan sektor makanan dan farmasi mendominasi. "Indonesia terus menjadi tujuan investasi industri manufaktur tingkat satu yang tercermin dari kontribusi terhadap realisasi investasi mencapai 41,2%, dengan pertumbuhan signifikan  pada sektor-sektor tersebut," ucap Ina. (Yetede)

Ekspor Manufaktur Tembus US$ 187 Miliar

KT1 18 Jan 2024 Investor Daily (H)
Ekspor industri manufaktur sepanjang 2023 berhasil menembus US$ 186,98 miliar atau menyumbang 72,24% dari total nilai ekspor nasional sebesar US$ 258,82 miliar. Hasil tersebut juga melampaui target ekspor sebesar US$ 186,40 miliar. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan,  ditengah kondisi dunia yang sedang tidak stabil, industri manufaktur tetap agresif  untuk memperluas pasar ekspornya. "Untuk 2024, kami menargetkan US$ 193,4 miliar. Kami optimis segera tercapai," ungkap dia. Menperin menyebutkan, beberapa sektor yang menjadi penyumbang  paling besar terhadap capaian nilai ekspor industri manufaktur nasional, antara lain industri logam dasar, industri makanan, industri bahan kimia, industri kendaraan bermotor, trailer dan semitrailer, industri komputer kertas dan barang dari kertas. (Yetede)

BARANG ELEKTRONIK, Belum Jadi Raja di Negeri Sendiri

KT3 17 Jan 2024 Kompas

Industri manufaktur elektronik dalam negeri sejatinya punya potensi besar. Hanya saja, industri ini masih acap kali dipandang sebelah mata di pasar domestik sendiri dibandingkan dengan merek global. Mengutip data BPS, industri elektronik terus mencatatkan pertumbuhan sejak triwulan III-2022 hingga triwulan III-2023. Selama lima triwulan itu, industri berturut-turut tumbuh 12,56 %, 7,62 %, 12,78 %, 17,32 %, dan 13,68 %. Catatan ini hanya kalah dari industri logam dasar yang tengah kinclong dengan maraknya hilirisasi mineral. Industri elektronik berkontribusi 8,3 % terhadap kinerja total industri manufaktur pada triwulan III-2023, menempatkan industri elektronik di posisi keempat kontributor terbesar terhadap industri manufaktur, di bawah industri makanan dan minuman, industri batubara dan pengilangan migas, serta industri kimia dan farmasi.

Direktur Operasional PT Supertone Tri Isyanta mengatakan, pertumbuhan industri elektronik belakangan tumbuh pesat, berkaitan dengan tumbuhnya UMKM perakit komponen yang menghasilkan barang elektronik. ”Saat ini, membuat barang elektronik mudah sekali. Tidak seperti dahulu yang perlu kemampuan sangat modern. Sekarang, cukup menyatukan bagian-bagian yang sesuai saja. Ditancap atau di-pin saja sudah bisa,” ujar Tri saat dihubungi, Jumat (12/1). Kini banyak UMKM yang beroperasi di ruko-ruko sudah bisa merakit sendiri barang elektronik, lalu menjualnya. Geliat ini mendorong industri ini berkembang hingga ke berbagai pelosok daerah.

Kendati mencatat pertumbuhan pesat, secara keseluruhan pasar ritel barang elektronik dalam negeri masih dikuasai merek global. Konsumen dalam negeri cenderung lebih memilih merek global. Tri berharap dukungan lebih besar lagi dari pemerintah dan konsumen dalam negeri. Dukungan yang sudah ada, misalnya, aturan penggunaan produk dalam negeri dalam program pengadaan barang elektronik pemda ataupun pusat. Barang elektronik yang dimaksud, misalnya, laptop, CCTV, dan komputer untuk kebutuhan kementerian, lembaga, dan pemda. Merek produk lokal masuk dalam e-katalog dalam pengadaan barang-barang dan inventaris pemerintah. (Yoga)

Menurun Kontribusi Industri Manufaktur

KT1 09 Jan 2024 Tempo
SELAMA satu dekade terakhir, industri manufaktur tumbuh lebih lambat daripada ekonomi nasional. Perannya terhadap penyerapan tenaga kerja pun semakin berkurang. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor manufaktur berada di kisaran 4 persen sejak 2013 hingga kuartal ketiga 2023. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi nasional selama periode tersebut mencapai 5 persen. Pada kuartal III 2023, misalnya, PDB manufaktur hanya 4,84 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,05 persen.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menuturkan perlambatan di industri manufaktur terutama terjadi pada bisnis pengolahan produk berorientasi ekspor. Pelemahan permintaan di tengah lesunya perekonomian global membuat kinerja industri tersebut ikut turun. “Kami juga melihat memang daya saing beberapa industri manufaktur terindikasi menurun, terutama yang bergerak di sektor padat karya,” tuturnya kepada Tempo, Senin, 8 Januari 2024. 

Industri manufaktur padat karya menghadapi tantangan tingginya biaya produksi. Kenaikan upah minimum yang terjadi di sentra-sentra industri tidak disertai kenaikan produktivitas. Di sisi lain, persaingan untuk mengundang investor global terus meningkat. Kini beberapa negara menjadi sumber pertumbuhan baru industri sejenis, seperti Bangladesh dan Vietnam. Salah satunya karena upah minimum tenaga kerja mereka yang lebih rendah. Kondisi tersebut bakal mempengaruhi serapan tenaga kerja Indonesia. Pasalnya, selama ini industri manufaktur mempunyai peran penting dalam penyediaan lapangan kerja yang besar. Peran ini, menurut Josua, belum bisa digantikan industri lain. (Yetede)



PERFORMA MANUFAKTUR : Bekal Kuat Industri Baja Nasional

HR1 08 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) optimistis menghadapi 2024, karena ada sentimen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan konsumsi baja nasional. Selain geliat properti, dan naiknya belanja infrastruktur pemerintah, pertumbuhan permintaan di pasar global otomotif juga diproyeksi bakal membuat industri baja lebih baik. Dalam laporan terbarunya, IISIA meneropong pertumbuhan konsumsi baja bakal sejalan dengan tren peningkatan pada 2020—2023. Adapun, tahun lalu konsumsi baja nasional mencapai 17,4 juta ton, naik dari 16,6 juta ton pada 2022. Dalam laporan tersebut, IISIA juga memprediksi pertumbuhan sektor pengguna baja nasional bakal meningkat, seperti infrastruktur dari belanja pemerintah pada 2024 yang bakal naik 7,9% menjadi Rp423 triliun. Di sisi lain, sektor otomotif juga diyakini akan berkontribusi positif dalam menyerap produk baja nasional. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil baru pada 2024 sebesar 1,1 juta unit, meningkat dari 1,05 juta unit pada 2023. Dalam kesempatan terpisah, Chairman IISIA Purwono Widodo mengatakan, pihaknya bakal memaksimalkan pasar domestik untuk menggenjot pertumbuhan di tengah beragam persoalan yang bisa menghambat pertumbuhan pasar global.

Manufaktur Ekspansif selama 2023

KT1 29 Dec 2023 Investor Daily
Indeks Kepercayaan Industri atau IKI berada di level ekspansf sepanjang 2023. Meski pada Desember, IKI mencapai 51,32 atau turun 1,11 dibandingkan November 2023, levelnya masih berada di level ekspansi. Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif menerangkan, IKI yang ekspansi dipengaruhi  oleh ekspansinya nilai IKI pada 15 subsektor tersebut, lima subsektor mengalami kenaikan  nilai IKI. "Meskipun turun 1,11 poin dibandingkan November 2023, IKI Desember masih ekspansi. Nilai ini juga meningkat 0,42 poin dibandingkan dengan nilai IKI Desember tahun lalu yang sebesar 50,90," kata dia. Tingkat optimisme pelaku usaha enam bulan ke depan naik dari 61,41% menjadi 62,39%. Faktor dominan optimisme pelaku usaha antara lain dari kondisi pasar, kebijakan pemerintah pusat  dan daerah, proses perizinan, dan inflasi. (Yetede)

Investasi Manufaktur Ditarget Rp 630 T

KT1 29 Dec 2023 Investor Daily (H)
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan investasi  di sektor pengolahan nonmigas (manufaktur) mencapai Rp 630 triliun pada 2024, tumbuh 10% dibandingkan estimasi 2023 sebesar Rp 571 triliun. Dengan investasi sebesar itu, pertumbuhan manufaktur dipatok 5,8%, dibandingkan estimasi tahun ini sebesar 4,8%. Jumlah itu jauh di atas target pertumbuhan ekonomi 2023 dalam APBN sebesar 5,2%. Selain ditopang investasi, pertumbuhan manufaktur 2024 akan didorong ekspor dan belanja produk dalam negeri pemerintah. Sejalan dengan itu, kontrubusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional diproyeksikan naik menjadi 17,9% dari estimasi 2023 sebesar 16,91%, Dengan begini, manufaktur tetap menjadi lapangan usaha pemasok terbesar PDB di Tanah Air. (Yetede)