Manufaktur
( 164 )Tren Perlambatan Laba bank Berlanjut
Ekonomi Menguat Manufaktur Rebound
Industri Butuh Stimulus
MEMACU MESIN MANUFAKTUR
Mesin perekonomian Indonesia terbukti masih solid selama lebih dari 3 tahun, salah satunya tecermin dari kinerja positif neraca perdagangan selama 42 bulan secara beruntun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Oktober 2023 mencetak surplus US$3,48 miliar. Surplus itu diperoleh dari nilai ekspor Oktober 2023 sebesar US$22,15 miliar, sedangkan nilai impor hanya US$18,67 miliar. Dengan pencapaian itu, kinerja dagang selama Januari-Oktober 2023 membukukan akumulasi surplus US$31,22 miliar, kendati lebih rendah US$14,22 miliar dibandingkan dengan periode yang sama 2022 sebesar US$45,44 miliar. Kendati demikian, surplus kinerja perdagangan Indonesia juga diiringi fakta bahwa terjadi penurunan impor bahan baku penolong. Padahal suplai bahan baku menjadi indikator geliat industri manufaktur. Jika berkepanjangan, amat mungkin produktivitas sektor manufaktur, yang selama ini menjadi pilar penting penyokong ekonomi nasional, akan tersendat. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan impor bahan baku/penolong dalam tren menurun selama 5 bulan terakhir. Sejatinya, tren penurunan impor bahan baku/penolong sudah berlangsung sejak Januari 2022. Selama Januari-Oktober 2023, nilai impor bahan baku/penolong juga merosot sebesar US$19,32 miliar atau 12,65% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ada tiga besar golongan barang yang merosot nilai impornya selama periode 10 bulan pertama 2023, yaitu bahan bakar mineral, besi dan baja serta plastik dan bahan dari plastik. Saat dimintai tanggapan, Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan memprediksi total impor Indonesia sepanjang 2023 memang turun sebesar 7,7%. Untuk tahun depan, dia menyatakan Kemendag bakal memastikan ketersediaan input bagi industri manufaktur domestik, sejalan dengan kebijakan penghiliran. Kasan juga mengatakan Kemendag fokus pada ekspor barang dan jasa bernilai tambah tinggi guna meningkatkan produktivitas perekonomian. Sebaliknya, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyampaikan catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2023 sebesar US$3,48 miliar bisa menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Sementara itu, Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bobby Gafur Umar menyatakan penurunan nilai impor bahan baku/penolong menunjukkan ada kontraksi di industri manufaktur. “Jadi banyak yang menahan produksi, melihat situasi, hitung-hitung market daya belinya gimana dengan produksi yang naik,” kata Bobby. Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kadin Indonesia Chandra Wahjudi juga sepakat dengan Bobby. Menurutnya, penurunan impor bahan baku/penolong dipicu antara lain penurunan permintaan. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz juga menegaskan Indonesia memasuki tren penurunan surplus neraca perdagangan.
Pertumbuhan Manufaktur Meleset dari Target
Manufaktur Kena Hantaman Bertubi-tubi
Rupiah Melemah, Harga Mobil Berpotensi Naik
Lonjakan Harga Menahan Ekspansi Manufaktur
Ekspansi industri manufaktur Indonesia melambat pada September tahun ini, setelah mencatatkan kenaikan dalam beberapa bulan berturut-turut. S&P Global mencatat, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada September 2023 di level 52,3. Angka ini melorot 1,6 poin dibandingkan realisasi Agustus 2023 yang berada di level 53,9. Hal itu menunjukkan kondisi sektor manufaktur membaik selama 25 bulan berturut-turut. Namun dengan laju paling lambat sejak Mei 2023. "Data PMI S&P Global terbaru mengindikasikan bahwa sektor manufaktur Indonesia terus berekspansi pada akhir triwulan ketiga," ucap Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, Jingyi Pan dalam keterangan resminya, Senin (2/10). Ekspansi PMI Manufaktur pada bulan September didorong peningkatan permintaan dan perbaikan kinerja vendor. Terlebih lagi, permintaan baru dari luar negeri terus naik dan dengan laju yang sedikit lebih cepat pada September 2023 di tengah menguatnya permintaan di seluruh pasar ekspor utama. Selain itu, perusahaan sangat optimistis sejak Oktober 2022 sehingga sentimen bisnis di seluruh sektor manufaktur secara umum membaik. Sektor manufaktur berharap kondisi pasar membaik dan turut mendukung pertumbuhan penjualan selama 12 bulan ke depan. "Kepercayaan diri berbisnis naik pada September. Ini membuktikan bahwa kondisi sektor akan semakin membaik dalam waktu dekat," tambah Jingyi. Meski demikian, sejumlah pelaku industri mengakui permintaan saat ini menurun. Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Prijosoesilo tak heran jika indeks manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada periode tersebut. Pasalnya, sektor ini mulai merasakan penurunan volume penjualan sejak awal tahun. Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Edi Rivai mengatakan, dalam waktu tiga bulan terakhir ini pihaknya mengalami penurunan utilitas produksi pabrik sekitar 30% hingga 40%.
Simalakama Hari Libur Bertambah di Tahun 2024
Jumlah hari libur nasional akan bertambah banyak pada tahun depan. Ibarat dua sisi mata uang, kondisi ini bisa bermanfaat bagi sederet sektor usaha, sekaligus memicu mudarat bagi sektor bisnis lainnya.
Pemerintah telah memutuskan jumlah hari libur nasional sebanyak 27 hari pada 2024. Jumlah itu terdiri dari 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama.
Jumlah hari libur tahun depan, belum termasuk pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) 2024. Jika pemerintah menetapkan hari pemilu sebagai hari libur, maka tahun depan merupakan jumlah hari libur terbanyak, setidaknya dibandingkan lima tahun terakhir.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat ada peluang peningkatan produktivitas pada momen liburan, terutama pengusaha ritel dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Khususnya, "Terkait komoditas makanan dan minuman, serta turunannya," tutur dia kepada KONTAN, Rabu (13/9).
Hal ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Sebab, ada potensi konsumsi rumah tangga akan bergulir. Sementara komponen ini adalah penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB), yang mencapai hampir 52% pada tahun lalu.
Terlebih, pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi 2024 di level yang tak rendah, yakni 5,2%. "Jadi, jangan kehilangan momentum. Karena tahun 2024 akan didorong belanja rumah tangga dan belanja pemerintah, di tengah tahun politik," kata dia.
Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamad Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandara Wahjudi menilai, adanya hari libur yang lebih banyak bisa berdampak positif bagi sektor ritel dan pariwisata. Adapun sektor akomodasi dan makanan-minuman berkontribusi sebesar 2,49% terhadap PDB di tahun 2022.
Namun bagi sektor seperti industri manufaktur dan sejenisnya, banyaknya libur panjang justru membuat sektor ini tidak produktif. Padahal manufaktur merupakan sektor penyumbang PDB terbesar, yakni mencapai 18,32% di sepanjang tahun lalu.
Jaga Tren Positif Manufaktur, Kondusi Harus Tetap Kondusif
JAKARTA,ID-Selama 24 bulan berturut-turut atau sepanjang dua tahun terakhir, Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di atas 50 poin. Ini menandakan bahwa sektor manufaktur Indonesia masih bertahan dalam kondisi ekspansif. Pemerintah diharapkan dapat menjaga tren positif manufaktur dengan memastikan kondisi sosial, ekonomi dan politik tetap kondusif. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menerangkan, PMI manufaktur yang ekspansif selama 2 tahun terakhir ini didorong oleh rebound volume konsumsi pasar domestik atau masyarakat pasca pandemi. "Jadi kondusifitas iklim usaha, sosial-politik dan stabilitas makro perlu terus dijaga. Kami juga mengapresiasi pemerintah yang memungkinkan ekpansi ini terjadi melalui transisi pandemi yang baik dan penciptaan iklim usaha yang terus kondusif terhadap peningkatan produktifitas usaha hingga saat ini," kata Shinta kepada Investor Daily, Jakarta, Selasa (5/9/2023)
Pilihan Editor
-
Emiten Baja Terpapar Pembangunan IKN
24 Jan 2023 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









