Industri Butuh Stimulus
Laju industri manufaktur kembali menunjukkan perlambatan dengan menurunnya impor bahan baku/ penolong sebesar 12,65% pada Januari-Oktober 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Industri manufaktur membutuhkan stimulus untuk meningkatkan permintaan konsumsi pasar. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menerangkan, impor bahan baku/penolong akan selalu berjalan pararel dengan kebutuhan produksi atau sesuai dengan permintaan konsumsi pasar. Selama pasar konsumsi stagnan, tentu para pelaku industri tidak mempunyai banyak justifikasi untuk meningkatkan konsumsi bahan baku/penolong. "Jadi kalau mau konsumsi bahan baku/penolong oleh pelaku usaha meningkat, yang perlu ditingkatkan lebih dulu adalah konsumsi/demand pasar. Demand itu bukan sesuatu yang bisa kami stimulus secara leluasa dari sisi pelaku usaha," ucap dia kepada Investor Daily. (Yetede)
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
02 Feb 2026
PHK Massal Bisa Jadi Efek Domino Perang
26 Jun 2025
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
23 Jun 2025
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023