Makanan dan Minuman
( 91 )Industri Makanan Perlu Modernisasi Teknologi
JAKARTA,ID- Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan bahwa Indonesia perlu melakukan industrialisasi dan modernisasi pemrosesan makanan tradisional menggunakan teknologi mesin. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, rasa, dan ukuran yang seragam dibandingkan dengan pembuatan manual. "Kadang-kadang pasar global ingin yang rasanya bagus, packagingnya menarik, tidak besar-kecil. Sehingga terjadi industrialisasi pangan tradisoinal." kata Adhi dalam acara "Problem-Solving Forum: Indonesia Food Tecknology Overseas Expert System 2023" di Jakarta, Senin (24/07/2023). Adhi mengatakan, penggunaan teknologi mesin pada makanan tradisional dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Selain itu, dengan teknologi terkini dapat membuat kemasan produk lebih menarik dan terjamin higienitasnya. Lebih lanjut lagi, salah satu negara yang sudah menerapkan teknologi mesin dalam pemrosesan makanan adalah Taiwan. Menurut Adhi, hasil inovasi Taiwan mampu menciptakan mesin untuk membuat makanan seperti dimsum, nastar, hingga onde-onde. (Yetede)
Harga Gula Bebani Industri Makanan
Lonjakan harga gula mentah dunia memengaruhi kenaikan harga gula rafinasi di Indonesia. Hal itu membuat beban biaya produksi pada komponen bahan baku industri makanan dan minuman olahan membengkak. Keuntungan sebagian pelaku industri mulai berkurang demi mempertahankan harga jual di tingkat konsumen. Trading Economics mencatat, pada 10 Mei 2023, harga gula mentah berjangka diperdagangkan 26,03 sen USD per pon atau sekitar Rp 1.919,19 per kg, naik 6,81 % secara bulanan dan 40,32 % secara tahunan. Sepanjang Januari 2023 hingga 10 Mei 2023, harga gula mentah dunia tertinggi mencapai 26,99 sen USD per pon, yakni pada 27 April 2023.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman, Rabu (10/5), mengatakan, lonjakan harga gula mentah dunia telah menyebabkan harga gula rafinasi di dalam negeri naik. Saat ini, harga gula rafinasi mencapai Rp 11.000-Rp 12.000 per kg, mendekati harga acuan penjualan gula konsumsi atau gula kristal putih di Rp 13.500 per kg dan Rp 14.500 per kg di Indonesia bagian timur. Pada tahun lalu, pelaku industri makanan-minuman masih bisa mendapatkan gula rafinasi seharga Rp 8.000-Rp 9.000 per kg. ”Kenaikan harga gula rafinasi tersebut memberatkan biaya produksi pada komponen bahan baku. Yang paling besar menanggung beban itu adalah pelaku usaha dan industri kecil menengah,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta. (Yoga)
Belanja Masyarakat Kian Fleksibel
Kendati pandemi Covid-19 telah mereda, masyarakat dinilai belum leluasa dalam berbelanja akibat tekanan inflasi. Masyarakat akan lebih fleksibel dalam berbelanja, khususnya untuk membeli produk makanan dan minuman, demi menyesuaikan pengeluaran di tengah tren kenaikan harga. Perusahaan pemrosesan dan pengemasanTetraPak dan konsultan bisnis Ipsos Strategy3 merilis laporan Trendipedia 2023 yang berisi tren belanja konsumen global tahun ini, khususnya produk makanan-minuman. Ada 5 tema dan 10 tren terkait pola belanja masyarakat, tren belanja fleksibel dan life-hacks, misalnya, berada dalam tema konsumsi yang cerdas dan adaptif, tren belanja terkendali serta konsumsi produk yang berorientasi isi ulang dan perbaikan masuk dalam tema pola makan yang berdaya. Tren kepedulian terhadap iklim dan kejelasan informasi produk hijau ada dalam tema belanja berbasis kelestarian. Sementara tren transparansi asal-usul produk dan klaim lokalitas menjadi bagian dari tema konsumsi yang membangun hubungan otentik dengan produk. Dua tren terakhir adalah belanja berbasis media sosial dan belanja hibrida yang masuk dalam tema gaya hidup yang memadukan aktivitas fisik dan dalam jaringan.
Menurut Marketing Director of Tetra Pak Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia John Jose, ada tiga tren belanja yang relevan dengan Indonesia, yakni belanja fleksibel, terkendali, dan berbasis media sosial. ”Masyarakat akan lebih fleksibel dalam berbelanja (produk makanan-minuman) sebagai salah satu strategi mengatur pengeluaran akibat inflasi,” katanya saat memaparkan laporan Trendipedia 2023, Selasa (9/5). Di tengah inflasi, konsumen memiliki pola pikir yang fleksibel yang terwujud dalam sikap belanja yang selektif. Dia mengilustrasikan, konsumen akan membeli produk-produk makanan-minuman yang lebih murah tetapi berkualitas. Konsumen juga berpotensi melirik produk-produk jenama ritel karena harganya. Di mancanegara, Global Practice Lead for Trends and Foresight Ipsos Strategy3 Billie Ing mengatakan, konsumen memiliki standar dan prioritas baru mengenai lokasi dan waktu dalam membelanjakan uangnya. Pola belanja itu berkaitan dengan gangguan rantai pasok akibat pandemi Covid-19 dan kenaikan harga akibat inflasi. Konsumen di dunia akan lebih fleksibel dalam berbelanja karena kenaikan harga biaya hidup. Dia mengimbau perusahaan mesti lebih kreatif dalam menarik konsumen untuk membeli produk yang diproduksi. Misalnya, memberikan Pelatihan Pembuatan Cap Batik diskon pembelian atau mengefisiensikan biaya logistik. (Yoga)
Sekitar 30% Makanan di Pasar Mengandung Zat Berbahaya
JAKARTA, ID – Penarikan “Indomie Rasa Ayam Spesial” produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dilakukan Otoritas Kesehatan Kota Taipei, Taiwan, perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah Indonesia. Bukan tidak mungkin hal yang sama terjadi di Indonesia. Diperkirakan, sekitar 30% bahan pangan maupunmakanan siap saji di Tanah Air masih banyak mengandung bahan berbahaya. Pengawasan dan uji sampel harus segera dilakukan menyeluruh secara reguler, baik sebelum barang dipasarkan maupun setelah beredar. “Peningkatan pengawasan harus dilakukan, secara reguler, baik pre-market maupun post market. Sanksi tegas juga harus diberlakukan termasuk ke pedagangnya, dengan misalnya tidak boleh berjualan di pasar yang dikelola pemda sehingga jera,” kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada Investor Daily, Jakarta, Kamis (27/04/2023). Hal itu dikatakan Tulus menyusul penarikan produk mi instan “Indomie Rasa Ayam Spesial” produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dilakukan Otoritas Kesehatan Kota Taipei, Taiwan, karena bumbunya mengandung residu pestisida etilen oksida sebesar 0,187 mg/kg (ppm). (Yetede)
Pusat Perbelanjaan Pulih, Ritel Masih Rentan
Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan tahun ini dinilai sudah kembali 100 %, bahkan melampaui masa sebelum pandemi Covid-19. Pemulihan pusat perbelanjaan juga diikuti sector ritel. Meski demikian, pemulihan sektor ritel tahun ini masih dibayang-bayangi kerentanan daya beli. Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menyebutkan bahwa hampir seluruhpilar sektor ritel mulai pulih, antara lain makanan dan minuman, supermarket, toko serba ada dan fashion, serta hiburan. Tingkat penjualan di gerai makanan dan minuman rata-rata sudah melampaui tahun 2019 atau masa sebelum pandemi. Salah satu pendorongnya adalah penghapusan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.
”FnB (makanan dan minuman) yang sudah pulih bahkan melampaui sebelum pandemi turut dipengaruhi perilaku konsumen yang semakin yakin untuk bepergian dan makan di luar,” kata Tutum, saat dihubungi, Rabu (29/3) di Jakarta. Ia menambahkan, keseimbangan baru yang membentuk keyakinan masyarakat untuk bepergian ke mal dan berbelanja belum bisa dikatakan stabil. Tahun 2023 dan 2024 masih akan dibayang-bayangi resesi dan penurunan daya beli. Selain itu, sejumlah ritel memilih tidak melakukan ekspansi dan menunggu perkembangan politik pascapemilu tahun depan. (Yoga)
Industri Makanan dan Minuman Serap Investasi Rp 92 Triliun
JAKARTA, ID - Industri makanan dan minuman (mamin) diyakini bakal menyerap investasi lebih dari Rp 92 triliun pada tahun ini, seiring tingginya minat investor ke sektor strategis ini. Terus bertambahnya permintaan di dalam maupun luar negeri, membuat investasi di sektor ini tetap meningkat dari tahun lalu yang mampu mencatatkan pertumbuhan 48%. Kenaikan permintaan produk yang dibarengi peningkatan investasi di tahun ini, akan mendorong pertumbuhan industri mamin sebesar 6,25%, jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu.“Investasi di mamin ini ternyata banyak diminati oleh investor. Bahkan beberapa investor yang tidak mempunya latar belakang industri mamin menghubungi saya. Mereka sangat berminat karena kebutuhan mamin terus meningkat, dan ekspornya juga sangat bagus,” kata Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman kepada Investor
Daily di Jakarta, baru-baru ini. Adhi mengungkapkan, investasi yang masuk di sektor mamin, sebagian besar ke segmen olahan susu (dairy product), makanan ringan (snack), dan bumbu-bumbuan. (Yetede)
Produksi Industri Mamin Terancam Berhenti Akibat Krisis Gula Rafinasi
JAKARTA, ID - Industri makanan dan minuman (mamin) terancam berhenti produksi, akibat seretnya pasokan gula kristal rafinasi (GKR). Pada saat yang sama, kebutuhan masyarakat akan mamin meningkat. Hingga saat ini, belum ada kebijakan pemerintah untuk membuka lebih lebar keran impor dengan menambah kuota impor gula. Head of Corporate Communication & Relation PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Dian Astriana mengatakan, pihaknya berharap pemerintah dapat membuka kembali keran impor bahan baku GKR agar dapat memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. “Kami berharap pemerintah bisa segera menambah kuota, sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman,” kata Dian dalam keterangan resmi, Senin (5/12/2022). “Kami terancam stop produksi, shortage gula memberikan risiko di proses produksi kami. Kami berharap pemerintah bisa segera mengeluarkan kebijakan untuk mengatasinya,” kata Oktaviana Quinta Dewi dari Arnott’s, seperti dikutip dari Antara. (Yetede)
SAMPAH MAKANAN, Dibuang Warga, Dimakan Pemulung
Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB. Terik, becek air lindi, dan bau busuk dari gunung sampah bercampur aduk menghiasi aktivitas ratusan pemulung di zona 3 Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Besarnya tenaga yang terkuras selama pencarian sampah tidak jarang membuat pemulung juga melirik sampah makanan yang masih layak dikonsumsi. Seperti salah seorang pemulung, Rohadi (47), yang menemukan sebungkus roti sobek dan langsung melahapnya di lokasi. ”Makanan yang masih layak seperti ini, ya, dimakan,” kata Rohadi. Tidak jauh dari lokasi Rohadi mencari kertas dan kardus, Sarmi (45) dan Adim (40) mencicipi kue kering yang mereka temukan dalam kantong plastik bening di antara tumpukan sampah. ”Iseng makan gitu. Kalau lapar dikit, malas turun ke bawah untuk beli nasi, ya, apa saja dimakan, yang penting sehat gitu saja,” kata Sarmi. Adim bahkan menambahkan, tidak hanya makanan jadi, tetapi bahan mentah, apabila dirasa masih layak, bisa dibawa pulang ke rumah. ”Jangankan makanan, ikan, ayam saja kalau masih bagus, ya, dibawa pulang, dimasak lagi. Engkar (43) gemar mencari makanan kemasan dan makanan siap masak di sela-sela menyortir sampah kertas dan plastik. Makanan kemasan sering ia dapatkan langsung ketika ada truk yang datang ke TPST Sumur Batu, Bekasi. Engkar menunjukkan berbagai benda hasil temuannya, sebotol madu, adonan puding instan, makaroni kering, sekantong kacang almon, hingga sebungkus lembaran kulit taco, makanan khas Meksiko. Bagi Engkar, tidak ada yang spesial dari makanan-makanan impor tersebut. Asalkan tidak ada bungkusan yang berlubang, baginya semua masih layak untuk dimakan.
Menurut Ketua Koalisi Persampahan Nasional Bagong Suyoto, pemulung juga merupakan simbol konkret kelompok ringkih ketahanan pangan. ”Jadi, bagaimana caranya mereka mencukupi pangan? Salah satunya mencari sisa pangan yang masih bisa digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Itu sebagai upaya untuk mempertahankan hidup,” lanjutnya. Apa yang dilakukan para pemulung itu bukanlah tanpa risiko. Menurut hasil laporan puskesmas setempat yang ia pegang, Bagong menjelaskan, sampah di TPA menjadi sumber beberapa penyakit. ”Secara kasatmata bahaya tak tampak, tetapi udara kotor bikin ISPA, air kotornya bisa disentri, muntaber, atau gatal kulit,” katanya. ”Itu kalau usianya 40, 30 tahun, mereka masih sehat. Masih hebatlah mereka. Makan tanpa cuci tangan. Mereka tidak berpikir jika itu gas metana, karbon dioksida, dan zat macam-macam sangat berpengaruh terhadap ketahanan tubuhnya. Kelak, kalau sudah 50, 60 tahun, bengeknya mulai kelihatan,” ujar Bagong. Secara nasional, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian LH dan Kehutanan pada 2021, sisa makanan menyumbang lebih dari seperempat sampah yang dihasilkan setiap hari. Ini pun telah mengalami penurunan dari 40 % pada 2019. (Yoga)
Beras dan Cabai Susul Kedelai
Sejumlah harga kebutuhan pokok, seperti beras dan cabai mulai menyusul kedelai yang beberapa hari ini harganya meroket. Berbeda dengan kedelai karena gangguan suplai dunia, harga beras dan cabai naik dampak aksi demonstrasi sopir truk di Jatim, Jateng dan Jabar.
Sementara, naiknya harga beras dan cabai disebabkan oleh aksi demonstrasi para sopir menolak kebijakan truk kelebihan muatan dan berdimensi lebih atau over dimension-over load (ODOL).
Akibat dari kekurangan pasokan beras, kata Billy. harga jual beras meningkat. "Saat ini harga beras naik di angka Rp 200 sampai Rp 300 per kilogram. Kebijakan ODOL ini lebih banyak mudaratnya, semua logistik bermasalah, bukan hanya beras," kata Billy, Rabu (23/2).
Selain beras, Billy menyebut harga komoditas lain di Jakarta seperti cabai turut terkerek naik gara-gara kebijakan ODOL. Oleh sebab itu. Billy meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan itu agar alur logistik normal.
Mentan Pastikan Pasokan Telur Ayam Mencukupi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan telur ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan kedepan dalam kondisi aman dan cukup. Kenaikan harga telur yang terjadi beberapa waktu lalu disebabkan adanya momentum Natal dan Tahun Baru 2022. Kendati demikian, kenaikan yang terjadi masih dalam kendali pemerintah, yakni harga yang ada masih dalam titik wajar. Ketersedian telur maupun sumber daging lainnya dalam kondisi cukup dan tidak terjadi kelangkaan. Mentan menegaskan, semua kebutuhan bahan pokok, baik beras, minyak, gula, serta daging, dan telur ayam, masih mampu terpenuhi setiap harinya. Mentan juga memastikan persediaan jagung aman. Contohnya, perkembangan lahan pertanaman jagung di Kecamatan Binamo, Jeneponto, Sulsel. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Parkir Devisa Perlu Diiringi Insentif
15 Jul 2023 -
Transisi Energi Membutuhkan Biaya Besar
13 Jul 2023 -
Izin Satu Pintu Diuji Coba
13 Jul 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023 -
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
13 Jul 2023









