Makanan dan Minuman
( 91 )Pasar Jadul Surabaya Tempat Berburu Jajanan ”Ndeso”
Starbucks Angkat Bicara Larangan Pakai Fasilitas Tanpa Beli Tak Berlaku di Indonesia
Bisnis Gerai Makanan dana Minuman Lokal Mulai Bangkit Lagi
Pemerintah Berencana Menerapkan Pemungutan Cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan
Sertifikasi Halal Jadi Kunci Kepercayaan Konsumen
Sertifikasi halal menjadi faktor yang sangat penting bagi konsumen Indonesia, dengan 93% responden menganggap logo halal sangat penting saat membeli produk makanan. Hal ini semakin relevan dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 yang mewajibkan sertifikasi halal bagi produk makanan, minuman, bahan baku, dan jasa penyembelihan. Sarah Merci dari Ismaya Group dan Addyono Koloway dari Yupi menjelaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya memenuhi tuntutan agama, tetapi juga menjadi strategi untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Kedua merek ini telah berkomitmen untuk memastikan kehalalan produk mereka dengan mengadopsi standar halal yang ketat.
Namun, meskipun regulasi sudah jelas, tantangan implementasi masih ada, terutama terkait rendahnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal. Sumunar Jati dari LPPOM MUI mengingatkan bahwa halal bukan hanya syarat agama, tetapi juga penting untuk kualitas dan keamanan produk. Beberapa negara seperti China dan Korea Selatan, meskipun bukan mayoritas Muslim, telah memanfaatkan sertifikasi halal sebagai nilai tambah untuk produk mereka. Oleh karena itu, Indonesia perlu lebih serius dalam mempromosikan produk halal, baik di dalam negeri maupun melalui kolaborasi internasional.
Secara keseluruhan, dengan kesadaran konsumen yang meningkat, regulasi yang jelas, dan komitmen dari pelaku usaha seperti The People’s Cafe dan Yupi, Indonesia semakin siap untuk mengokohkan posisinya sebagai pusat industri halal dunia.
KFC Indonesia Babak Belur Ribuan Karyawan di PHK
Kedai Kopi Bermekaran di Kendari
Ekspor Industri Mamin Mampu Sumbang Devisa Rp 237 T
PEMULIHAN DAYA BELI : Prospek Cerah Pasar Minuman Ringan
Pasar minuman ringan pada tahun ini diproyeksikan bertumbuh akseleratif, kecuali untuk kategori minuman beralkohol, sejalan dengan peningkatan permintaan yang mulai terjadi awal Maret 2024. Triyono Prijosoesilo, Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), mengatakan momentum Ramadan telah mengirim sinyal menguatnya permintaan pasar. Kendati belum memberikan angka spesifik ihwal proyeksi pertumbuhan kinerja minuman ringan pada Ramadan tahun ini, dia memastikan konsumsi masyarakat mulai menggeliat.
Menurut dia, tahun ini merupakan waktu yang tepat bagi industri minuman ringan untuk rebound dari keterpurukan Covid-19 yang membuat penjualan turun hingga 40%—50%. Senada, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria memastikan momentum Ramadan cukup potensial untuk mendongkrak kinerja industri makanan dan minuman kemasan. Adapun, mengutip laporan Statista Market Insights bertajuk Beverages-Indonesia, segmen pasar minuman hangat (hot drink) pada tahun ini diproyeksikan bertumbuh 22% menjadi US$287 juta. Sementara itu, di kategori pasar minuman ringan nonalkohol diperkirakan bertumbuh 14% menjadi US$1,13 miliar.
Di sisi lain, Kemenperin mendorong pemulihan industri minuman ringan melalui beberapa kebijakan, di antaranya pemberian insentif fiskal, restrukturisasi mesin, pengikutsertaan pameran, serta transformasi digital menuju industri 4.0. Merrijantij mengatakan insentif diberikan kepada sektor minuman ringan karena mengontribusi hampir 53.000 serapan tenaga kerja, investasi yang mencapai Rp7,7 triliun, serta nilai ekspor US$99 juta pada 2023.
Dukungan itu mencakup program pameran di dalam dan di luar negeri, restrukturisasi mesin peralatan, serta mendorong transformasi digital menuju industri 4.0. Selain itu, pemberian berbagai insentif fiskal, seperti tax holiday, tax allowance, dan super deduction tax.
Seksinya Bisnis untuk Pemakan Tumbuhan
Veganisme dan vegetarianisme yang semakin digandrungi
menyuburkan pertumbuhan kafe, pemesanan makanan daring, hingga penjualan
kosmetik. Mulai dari isu lingkungan, kesehatan, sampai kesejahteraan hewan
memantik kesadaran pelaku untuk mengubah gaya hidup. Kafe di sudut Cilandak, Jakarta
Selatan, itu nyaman dengan kapasitas 10 pengunjung di ruang ber-AC. Interior berkonsep
industrial dilaburi warna-warni netral dengan lantai semen. Konsumen juga bisa menempati
lantai atas dan ruang belakang yang terbuka dengan 50 kursi. Mad For Coffee,
demikian lokasi kongkow sejumlah mahasiswi berpenampilan modis itu, Kamis (25/1).
Sudah pukul 15.30, tapi pembeli masih berdatangan untuk memesan makanan, kopi,
sampai camilan.
Makanan andalan, nasi empal, dibanderol 52.000. Hidangan lain seperti nasi dendeng
rica balado, burger ayam krispi, dan pempek komplet. Menu daging-dagingan lumrah
mencuatkan anggapan Mad For Coffee seragam dengan kafe lain, tapi tak kurang
terkejutnya sebagian tamu mendapati hidangan itu terbuat dari tumbuhan. Pelanggan
bergaya trendi yang asyik berswafoto seraya tak henti mencerocos mengabsahkan masifnya
veganisme hingga dilakoni generasi muda. Chandra Revo (33) memang mengincar
segmen itu dengan mendirikan kafenya sejak 2021. Prospek yang berkilap ia ungkapkan
dengan peningkatan penjualan. ”Kecenderungannya naik dari rata-rata 1.500 transaksi
per bulan waktu awal dibuka. Sekarang 3.000 transaksi per bulan,” ucapnya.
Larisnya penjualan makanan hingga produk kecantikan dan perawatan
diri untuk vegan atau vegetarian turut dicecap Tokopedia. Pemesanan kategori itu
secara daring merupakan salah satu yang paling tinggi pada kuartal III-2023. ”Sepanjang
tahun lalu penjualan makanan vegan naik hampir dua kali lipat,” ujar Head of Communications Tokopedia Aditia Grasio
Nelwan. Ia membandingkan peningkatan pada Januari-September 2023 dengan periode
yang sama dari tahun 2020. Khusus makanan vegetarian seperti sayur-mayur,
penjualannya juga naik tiga kali lipat. Sementara penjualan tahu melonjak atau
lebih dari empat kali lipat. Produk kecantikan dan perawatan diri ramah vegan
pun kian diminati. ”Terbukti dari kenaikan transaksinya, termasuk makeup
(kosmetik) dan skincare (perawatan kulit) lebih dari 10 kali lipat,” ucapnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









